«

»

Mar 13

Amoniak Dalam Kolam, Riwayatmu Dulu

Amoniak Dalam Kolam, Riwayatmu Dulu

Oleh : Ir. H. Darianto, Msc, Medan, 12 Maret 2019

Amoniak atau NH3

Judul diatas adalah isyarat bagi pembudidaya ikan senior, amoniak dalam kolam hanya riwayatmu dulu.
Bagi yang sudah bertungkus lumus puluhan tahun pasti mengatasi amoniak hal yang mudah.

NH3 adalah racun bagi ikan. akumulasi NH3 dengan Konsentrasi tinggi penyebab pertumbuhan ikan melambat bahkan mati.

Sebab-sebab adanya NH3 dalam kolam :

NH3 di dalam air juga dipengaruhi oleh pH.

Aerasi, penambahan O2 terlarut dapat menekan NH3. Sumber utama NH3 dalam kolam adalah ekskresi ikan. Ikan mengeluarkan NH3 terkait dengan mutu pakan. NH3 di dalam kolam juga berasal bahan organik yang dicetak oleh alga kemudian masuk ke kolam. Padatan feses hasil ekskresi ikan dan bahan organik dan ganggang yang mati membusuk. Dekomposisi bahan organik ini juga pencetak NH3, yang berdifusi dari sedimen ke air.

Pemberian pakan berlebihan, hingga muncul sisa pakan.
Ikan mati di kolam.
Pemberian pakan mentah atau tingginya asam fitat.
Penumpukan kotoran hasil metabolisme ikan.
PH air rendah
Ekosistem kolam kurang sehat
Instabiltas cuaca dan suhu.
Bacteri pathogen diatas 5%.

Pengendalikan kadar NH3 banyak triknya :

    • Mengurangi jumlah pakan, NH3 disekresikan oleh ikan melalui insang ke dalam kolam. NH3 ini berasal dari metabolisme protein pakan. Batasi pemberian pakan.
    • Meningkatkan aerasi, NH3 adalah adalah gas terlarut. Aerasi, menambah oksigen terlarut. Aerasi mempercepat difusi NH3 dari air kolam.
    • Pengapuran, pengapuran kolam menurunkan pH ekstrem. Cara ini efektif diterapkan pada kolam pH rendah. Pengapuran tidak mengatasi amonia tinggi, pengapuran hanya pengalih tebaran amoniak.
    • Pupuk fosfor, dasar pemupukan kolam dengan fosfor untuk mengurangi kadar NH3.
      NH3 tinggi juga terjadi adanya peledakan jumlah ganggang. Pemupukan fosfor dapat menurunkan ledakan jumlah ganggang.
    • Pemberian bakteri, bakteri merupakan bagian penting mewujudkan minim NH3 dalam ekosistem kolam. Akumulasi NH3 karena bakteri pengurai zat pathogen tidak cukup.
    • Pemberian karbon organik, O2 terlarut memadai mengurangi NH3
    • Pemberian zeolit dan carbon aktif, penggunaan zeolit dan carbon aktif dapat menyerap NH3.
    • Penggunaan hidroton, sudah digunakan oleh peternak di Malaysia. Hidroton mengalahkan mutu zeolit dan carbon aktif.
    • Penggunaan ozon, ozonisasi cukup efektif tapi membutuhkan biaya besar. Ozonisasi mampu mengubah O3 menjadi 02. Ozonisasi pada air kolam sebenarnya multi fungsi karena sekaligus sebagai antibiotik terhadap jamur aeromonas, white spot dan lain lain. Ozon pada peternakan ayam mampu mengurangi jumlah feses dan bau kandang hingga 20%-40%. Beberapa testimoni dari peternak ayam broiler ozonisasi menggantikan peran antibiotic growth promoters.
    • Merebus, mengukus, fermentasi pakan mentah.
    • Ganti air secara periodik, racun dan bakteri ikut berkurang bersama terbuangnya air.
    • Siponisasi, (central drain) siponisasi adalah membuang kotoran dari dasar kolam. Pensiponan dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan.
    • Filterisasi, metode ini dapat mengurangi bahan yang mengendap di dasar kolam. Penggunaan filter air akan membuat air lebih bersih, meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air juga melepas kadar amoniak ke udara.
      Membuat kucuran air, kucuran melepas amoniak hingga mengurangi bau.
      Menggunakan bakteri enzim, metode ini masih jarang dilakukan. Namun metode ini ampuh menghilangkan bau lebih tinggi dibanding metode lain.
    • Memberi antibiotik organik, mengendalikan kuman, mengurangi senyawa beracun, meng-eliminir racun H2S dan nitrit, menekan tingkat kerusakan pakan, membunuh hama, virus, jamur dan bakteri dan memicu pertumbuhan plankton yang menjadi sumber makanan alami ikan.

Posisi amoniak dibagi 4 :

  1. Amoniak tenggelam
  2. Amoniak melayang
  3. Amoniak terapung
  4. Amoniak larut dalam air.

Nah, bisakah amoniak larut dalam air dimusnahkan dengan :

– Sistem RAS (resirculation water system ?

– Sipon dan central drain ?

– Mesin RDF (Rotary drum filter) ?

– Pemberian Enzim ?

– Pupuk air (zooplankton multiply ?

– Mikroba pengurai ?

– Simat (sinar matahari) ?

– Mesin Nanobubble ?

– Mesin ozon ?

– Protein skimmer ?

– Memanfaatkan Alga chlorella pyrenoidosa ?

– Spirulina plantesis ?

– Aerator ?

– Pengapuran ?

– Pemberian pupuk phospor ?

– Penggunaan hidroton ?

– Ganti air ? sedangkan ganti air memaksa ikan beradaptasi dengan air baru, cara ini membuat pemberian pupuk air, ozonisasi, antibiotik organik menjadi mubazir karena membuang air yang sudah matang.

Kesimpulan dari keseluruhan diatas hanya teknologi mikrobiologi yang paling efektif dan efisien, berbiaya murah dan mudah aplikasinya. Hanya saja dibutuhkan akurasi pada saat penerapan.

Tiap sistem mempunyai kelebihan dan kekurangan. Anda bisa membuat riset dan analisa sendiri karena kesulitan terbesar membuang amoniak terlarut dalam air.

4 artikel terbaru

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal

Asam fitat, Penjahat Pencuri nutrisi Pakan

Pengantar redaksi

Ir. H. Darianto, Msc adalah dosen Fakultas Teknik Universitas Medan Area. Ahli manufaktur, praktisi agrobisnis, aktif diberbagai kegiatan sosial, partai politik dan pelaku usaha pembuatan mesin-mesin agro-industri.

darianto-gubsu

Ir. H. Darianto, Msc bersama GUBSU.

Amoniak Dalam Kolam, Riwayatmu Dulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>