«

»

Jul 03

Ampas Kelapa Di Fermentasi Untuk Unggas

Ampas Kelapa Di Fermentasi Untuk Unggas

Oleh : Hadi Winarto

Ampas Kelapa Di Fermentasi Untuk Unggas

Standard terbaik sebuah komponen baku sebuah riset produk atau  karya cipta adalah :

  1. Telah dilakukan prosedur uji laboratorium di institusi atau instansi terkait.
  2. Telah dilakukan uji lapangan, uji lapangan adalah manifestasi kesaksian atau testimony.

Untuk ampas kelapa kami telah melewati 2 proses ini dan agar penggunaannya bermanfaat bagi masyarakat peternak. Urgensi mendasar dalam penggunaan ransum unggas berbasis ampas kelapa adalah :

  1. Penggunaannya tidak melebihi 20% dari biomassa konsentrat ransum.
  2. Bahan harus terlebih dahulu dikukus. Metode steam atau kukus berfungsi untuk
  • Meningkatkan kadar protein.
  • Meningkatkan homogenitas dengan bahan lainnya.
  • Menurunkan kadar abu.
  • Meningkatkan energi termetabolisme (EM) dan otomatis meningkatkan daya cerna.
  1. Pembuatannya dilakukan pada kesempatan pertama mengingat ampas kelapa cepat menjadi tengik atau kedaluarsa.
  2. Mengetahui kekurangan bahan baku tersebut. Ampas kelapa mengandung lemak yang cukup tinggi (12%) dan EM (energi termetabolisme yang rendah 1500-1540kacl)
  3. Peralatan waktu melakukan pengolahan harus higienis agar kadar abu tetap ter-toleransi. (8,5%)
  4. Ampas kelapa agar dilembutkankan lagi (penepungan) agar meningkatkan homogenitas dan daya cerna pakan.

Analisa labor diketahui  sebelum dan sesudah dilakukan pengukusan diperoleh data :

  • Kandungan protein 11% menjadi 25%
  • Kandungan lemak 6,5% menjadi 11-12%

(Sebab faktor biaya kami hanya melaborkan 2 unsur ini)

 

Cara fermentasi :

  • Ampas kelapa dikeringkan ditambah amino (bisa yang bubuk yang cair)
  • Rebus air dalam panci kukus hingga mendidih selama 25-30 menit dimulai sejak air mendidih
  • Angkat, dinginkan, simpan dalam wadah kedap udara, tunggu selama minimal 24 jam. (pastikan penangangan ini kedap udara)
  • Sebelum dimasukkan kewadah agar diaduk (dalam skala besar gunakan mesin mixer) agar semua bahan homogen.
  • Terakhir, hasilnya sudah bisa diberikan ke unggas (ayam pedaging, ayam kampung, ayam joper, ayam petelur, bebek pedaging, bebek petelur, entok, itik, kalkun dan angsa)

Untuk ransum masing-masing jenis hewan ternak berbeda dan dibutuhkan pengetahuan kandungan nutrisi berbeda.
Contoh kebutuhan dasar pakan ayam joper :

Fase stater      : Protein 20-21%, energi termetabolisme 2800kcal/kg
Fase Grower      : Protein 18–19%, energi termetabolisme 2900kcal/kg

Fase Finisher    : Protein 15–16 %, energi termetabolisme 3200 kcal/kg
Uji Lapangan (Progress report panen ayam broiler H. Muhammad Fadlun, Banyuwangi)

Tebar atau populasi                        :               12.000 ekor
Jumlah pakan pabrik                      :               11.150 kg

Jumlah pakan organik                    :               24.650 kg (ampas kelapa 20%)

Total jumlah pakan                          :               35.800 kg

Cara pemberian pakan                   :               Dibibis dengan probiotik
Mortalitas                                            :               245 ekor
panen  usia 30 hari                          :               bobot jantan 2,15/ekor, bobot betina 1,8kg
Bobot panen                                      :               20.400 kg
Menggunakan pemanas                :               H1 sd H20
Probiotik khusus unggas               :               Dosis 10ml setiap 2 hari (diberikan keair minum)

FCR                                                     :               1,75

FCR terbaik saat ini klaim dari beberapa peternak diperoleh 1,47-1,5 namun peran ampas kelapa dan pakan organik dalam progress report ini sangat membantu mengatasi biaya pakan yang mencekik leher.

Barangkali anda setelah membaca tulisan-tulisan  tentang bahan alternatif lain untuk pakan unggas dari dedaunan seperti daun bayam, daun kates, daun singkong atau ubi kayu, sayuran sawi serta diberi petunjuk penggunaannya sebanyak sekian persen (%) dari jumlah total bobot pakan, tidak bisa anda jumlahkan semua hingga bahan pakan berbasis sayur (daun) jangan melebihi 30%.  Kelemahan mendasar pakan berasal dari nabati memiliki kandungan lysin dan methionine yang rendah.

Untuk mengetahui teknik pembuatan pakan lebih detail, lanjutkan membaca Pakan Bebek Dari Ciamis

Salam kompak untuk komunitas peternak unggas.

Silahkan share artikel Ampas Kelapa Di Fermentasi Untuk Unggas ini.

HOT NEWS

Kami tak menduga, dari 200 Artikel yang kami rilis, ada sebuah naskah yang terbaik dan dianggap paling memberikan pencerahan oleh peternak di seluruh Indonesia bahkan diapresiasi oleh para pengunjung dari Amerika, Australia, negara-negara Asia dan benua Eropa. Jika para pembaca belum membacanya silahkan klik judul ini TRIK MENINGKATKAN KWALITAS NUTRISI PAKAN

IMG_20141010_152137     hm-kuning

link

pakan organik

pakan ayam

pakan alternatif

enzim dan ozonizer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>