«

»

Dec 25

Angin Puting Beliung dan Agrobisnis

Angin Puting Beliung dan Agrobisnis

Oleh  : Hadi Winarto

Berita Koran

Angin Puting Beliung dan Agrobisnis
Beberapa tahun yang lalu berita dari sebuah koran lokal di Jawa-tengah memuat head-line begini  : 30.000 petani jamur bangkrut. Bagi penulis ini berita tidak mengejutkan karena dibeberapa komoditi sering mengalami hal yang sama. Pada akhirnya pada suatu titik nadir, supply and demand tertabrak, booming, produksi melimpah dan kejadiannya akan mudah diterka. Jerit pilu menggema.

Sebut saja gurami yang pernah terjadi di kabupaten Jember. Madiun pernah dilakukan program gerakan patinisasi dan disaat hendak panen harga ikan patin jatuh. Di Jember saat ini, entah gema suara dari siapa gaung agar memelihara ikan patin dimulai. Peternak Jember menebar benih patin yang didatangkan dari Jawa-barat dan Tulungagung saat ini ambisi patinisani ini sedang berlangsung, kita tunggu 12-24 bulan kedepan, semoga kekuatiran ini salah.

Memorandum Of Understanding

Kita pernah mengalami banyak peristiwa seperti ini sebut saja kembang anthurium, jahe, ikan louhan, palawija, cabe, tomat dan beberapa komoditas pertanian dan perikanan lainnya.  Yang paling riskan adalah budidaya non primer yang bukan untuk konsumsi manusia seperti kroto, ulat kandang, jangkrik, cacing tanah, ulat hongkong. Ditahun 1992 pernah terjadi satu desa di Kabupaten payakumbuh Sumatera Barat berbudidaya cacing tanah. Beberapa waktu kemudian over produksi terjadi, kembali terjadi hujan air mata dipelosok negeri. Dan yang berminat terhadap bisnis baru biasanya mengutarakan alasan seperti pasar menganga lebar, pasar terbentang luas, pabrik  A siap menampung, pabrik B siap  menanda-tangani Memorandum Of Understanding (MOU). Termasuk penulis pada waktu itu.

News, baru lagi nih,  saat ini mulai dari petani, peternak, pegawai negeri berbondong-bondong menekuni budidaya cacing tanah kembali, cacing macan atau cacing lubricuus. Dan yang berminat biasanya mengutarakan alasan seperti pasar menganga lebar, pasar terbentang luas, pabrik  A siap menampung pabrik B siap  menanda-tangani MOU, begitu bunyi alasan saat ditanyakan alasannya. Pertanyaan yang masuk di Hp dan virtual desk dan email ke penulis tak terhitung dan mengguratkan sebuah asa akan sukses bergumul dengan binatang invertebrata ini.

Jika setiap minggunya yang belajar di pusat pelatihan cacing sebanyak 500 orang dan ada 5 tempat pendidikan di Jawa tengah, Jawa timur dan Jawa Barat, jika dihitung 3 bulan saja gerakan massal ternak cacing ini akan ada 30.000 muncul pengusaha cacing dadakan, andai per-orang memproduksi 100 kg saja akan ada cacing sebanyak 3.000.000 kg perbulan, woah, the fantastic worms.

Seperti biasa penulis tak hendak menggurui atau membuat polemik, hanya saja mengetengahkan sebuah paparan riil yang sedang mengemuka dilapangan, contents ini hendaknya dijadikan wacana informasi dan membuat kalkulasi ulang dengan bijaksana agar semua rencana usaha atau business Plan berjalan dengan semestinya. Angin selalu berembus darimana saja. Angin surga semilir rasanya. Namun tiba-tiba bukan angin surga yang berembus tapi puting beliung.

Terima kasih

Artikel yang mungkin menarik dan berguna untuk para pembaca klik yang ini,

Revolusi Mental Agrobisnis

PP booster fish

 

Angin Puting Beliung dan Agrobisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>