«

»

Jan 27

Ayam Joper : New Comer Langsung Mencorong

Ayam Joper : New Comer Langsung Mencorong

Oleh : Hadi Winarto

Ayam Joper : New Comer Langsung Mencorong

To the point aja ya, tulisan ini langsung kepersoalan bagaimana sukses ber joper ria, prolog atau sejarah joper bisa anda klik di artikel lainnya yang bertebaran di kanal maya.

Bedanya, kelebihan Joper dibanding ayam kampus eh ayam kampung dan ini 10 point potensinya.

  1. Masa panen ayam joper lebih singkat (45-60 hari)
  2. Mortalitas (kematian) lebih rendah (max 5%)
  3. Joper persilangan ayam kampung dengan ayam ras (juga persilangan dengan layer)
  4. Pertumbuhan lebih cepat.
  5. Taste, karateristik rasa sama dengan ayam kampung (100%)
  6. Harga jual joper lebih tinggi dibandingkan dengan broiler.
  7. Penanganan dan pemeliharaan joper tidak serumit ayam broiler. Media yang populer digunakan dengan alas sekam dan penerangan secukupnya.
  8. Pemberian enzim khusus agar memperoleh bobot 3-5 ons lebih berat setelah 40 hari dan kotoran (feses) joper tidak bau memungkinkan beternak dipemukiman yang padat.
  9. Tidak mengkuatirkan bagaimana menjualnya karena saat ini permintaan tinggi sedangkan produksi masih terbatas diseluruh kota di Indonesia. Pasar masih menganga lebar karena masih banyak yang bersifat menunggu. Bukankah dalam bisnis berlaku siapa yang cepat dia yang dapat, pertahanan yang baik adalah menyerang.
  10. Bisnis ini dapat dipilih apakah memproduksi : Ayam joper pedaging. Pengadaan DOC (day old chick) Penyedia pakan, vitamin, suplemen dan antibiotik.

Kiat sukses beternak ayam joper.

Awali membuat kandang sederhana dulu, jika sudah mendapatkan ilmu dan optimis bisa dijadikan peluang usaha bisa dilanjutkan dengan membangun gedung (kandang) yang permanen.

Pengetahuan tentang semua ayam joper meliputi :

  1. Memilih DOC atau benih yang baik, qualified dan tidak aspal (asli tapi palsu)
  2. Mengerti teknik maintenance, penanganan penyakit, tindakan pencegahan dan vaksinasi.

Asumsi dan analisa pendapatan (netto) beternak ayam joper segmen pedaging.

Rasio perhitungan per 100 ekor :

  1. Harga bibit (DOC) 100 ekor x Rp.5500. = Rp.  550.000.
  2. Pakan berbasis ekstrak cacing 200 kg x Rp.4500 = Rp. 900.000.
  3. Vaksinasi, Enzim dan Vitamin = Rp. 100.000.
  4. Total = Rp.1.550.000.

Harga jual 90 ekor x Rp.26.000. = Rp.2.340.000.

Diperoleh laba per-ekor Rp.8.777. prediksi harga jual Rp.26.000 dan tingkat mortalitas 10% (pembaca bisa menganalisa lebih lanjut dibanding  lele, nila, bebek ayam broiler dan lainnya dari berbagai pertimbangan)

Formula pakan joper.

Problem budidaya bagi agromania terletak pada biaya pakan, trik, siasat,  tekun dan jadilah petarung adalah kunci ber agromania. Ini syarat-syarat ransum si joper :

  1. Potein minimal 19%
  2. Lemak maksimal 5,5%
  3. Serat maksimal 6%
  4. Karbohidrat maksimal 6%
  5. Asam animo esensial dan kandungan enzim yang cukup.
  6. Energi
  7. Vitamin Vit A, Vit D, Vit E, Vit K, Vit B (riboflavin dan biotin)
  8. Mineral (kalsium, fosfor, seng, mg, besi, selenium, garam (sodium dan chlor)

Kandang Ratio tebar ayam joper

  1.   7 hari   50 ekor per m2
  2. 14 hari  30 ekor per m2
  3. 21 hari  20 ekor per m2
  4. 30 hari  15 ekor per m2
  5. 60 hari  10 ekor per m2
  6. 90 hari    5 ekor per m2

Mengatasi sang predator (kontributor Ndi Irwan, Makasar Sulawesi Selatan)

Bagi peternak yang suka menemukan tikus, serangga, kadal yang berkeliaran disekitar kandang, sesungguhnya sang predator itu bukan saja mengancam sang ayam kesayangan tapi akibat predator lebih dari apa yang kita duga, ayam-ayam jadi gampang sakit akibat bentol bentol berwarna putih serta cacar akibat virus yang dibawanya. Resep menghalau garnizun pemburu ayam ini dapat diusir dengan cara mudah.

perangkat yang musti disiapkan

1. Gunakan 1 buah buah pace atawa mengkudu yang matang ranum

2. Siapkan 1 botol air mineral boleh yang 700ml atau 1500ml.

3. Siapkan tali pengikat, rafia atau kabel.

Cara buatnya

Tumbuk pace atau mengkudu atau gunakan blender atau diparut, masukkan kebotol dan beri air secukupnya.

Tutup botol dan jemur di terik matahari dan biarkan air mengkudu tersebut keluar, 1 hari cukuplah.

Cairan mengkudu tersebut akan terasa beraroma menyengat ga enak banget. Sesudah itu beri 3 atau 4 lobang di leher botol . Mulut botol paling atas ikat dengan tali lantas gantungkan didalam kandang ayam. Dijamin para predator akan lari kocar-kacir ga tahan bau aroma mengkudu.

Dijamin tikus-tikus tunggang langgang menghirup udara dalam kandang dan sekitarnya.

Langkah lanjutannya adalah, rebus 1 buah mengkudu, dinginkan, campurkan ke air minum ayam dan niscaya ayam akan lebih sehat, bisa anda tambahkan zat mengandung auksin yaitu air kelapa, antibiotik organik yaitu kunyit dan daun kelor untuk ayam petarung, enzim protease bisa dari rebusan bayam afkir (limbah) sangat bagus untuk pencernaan ayam.

Kandungan Bayam

Bayam mengandung vit. A, B, C, karbohidrat, protein, kalium, zat besi, lutein, folat, amarantin, purin, lemak, magnesium, spinasterol, amarantin, hentriakontan, kaliumnitrat, piridoksin, kalsium oksalat, fosfat.

Silahkan berkarya.

Aroma Bisnis Joper

Anomali pemberitaan negatif  adanya racun arsenikum yang terdapat pada ayam broiler oleh media massa nasional dan kesadaran masyarakat perihal kesehatan meningkatkan popularitas ayam joper atau ayam super ini. Jawa Timur salah satu wilayah yang terkena imbas dengan permintaan ayam joper melambung. Diwilayah Kabupaten Situbondo saja permintaan membumbung tinggi sekitaran 500-750 ekor joper hari, sesuatu hal yang belum pernah terjadi.

Seorang pengepul Bapak Yunus (0823124425239) mengeluh bahwa potensi pasar ini  yang menganga lebar dipeluvuk mata tidak bisa dia penuhi. Ayam joper dalam bentuk karkas mencapai harga Rp.48.000 per-ekor bobot 1,4-1,5 kg nya. Komunitas pembudidaya di segmen DOC (Day old Chick) di Blitar dan Kediri menikmati gurihnya bermain ayam joper yang super ini.  Ibu Elvis dari banyuwangi tidak mampu memenuhi permintaan para pedagang pasar. Demikian juga di Jember, Lumajang dan daerah berjuluk tapal kuda lainnya.

Praktisi disektor ayam berkeyakinan ketenaran ayam joper semakin meningkat bukan tanpa alasan yakni sistem budidaya yang relatif lebih mudah dan cenderung menggerus hegemoni ayam broiler dan ayam lainnya.

Info pasar (sumber internet)

Informasi terakhir kebutuhan daging ayam di Jakarta 420 ton perhari atau 12.600.000 ekor perbulan jika asumsi bobot biomassa ayam 1 kg per-ekor, dibutuhkan 2.520.000 buah kandang ukuran 1m x 1m, nah berapa HA lahan untuk menggarap peluang ini. Dan new comer atau pendatang baru ini mencorong dan langsung merebut hati kaum agro.

Teknik Jadul Pemulia-biakan Ayam Super

Ber-oreientasi laba adalah alasan utama kenapa orang melakukan aktifitas dibidang agrobisnis, begitu juga yang tertarik melakukan pemulia-biakan ayam kampus atau plesetan dari sebutan ayam kampung super atau ayam jawa atau jowo super atau jowper.

Artikel ini tak hendak memancing polemik terhadap publikasi didunia maya atas teknik budidaya namun sekedar memberikan informasi sebuah kreatifitas yang dilakukan oleh Bapak M. Nur di Bondowoso (Hp : 085258378400).

Muhammad Nur, karib saya, adalah seorang mantan kepala desa  di Bondowoso Jawa Timur. Pak Nur biasanya beternak ayam kampung biasa dalam jumlah sedikit dan hanya sebatas hobbi. Gegap gempita akan kelebihan ayam jowper membuat Pak Nur menghubungi penulis. Mendengar Pak Nur bertanya akan beternak ayam, saya bersuka-cita dan tumbuh keisengan penulis untuk aksi  uji-coba lalu penulis membuat detail catatan  sebagaiadvis untuk Pak Nur, karena beliau pemula tanpa membantah dia lakukan apa yang saya catatkan. katebelecesaya begini :

  1. Tebar ideal kandang 100cm x 100cm, maksimum 6-7 atau 6-8 ekor ayam.
  2. Didepan kandang buat halaman 1-2 meter sebagai media pengumbaran.
  3. Media pengumbaran diberi tanaman rumput.
  4. Buat kandang 2 versi, yang pertama ayam diumbar dihalaman sedangkan ayam yang lain tetap dikandang.
  5. Kandang tetap diberi litter. (standard)
  6. Hari pertama air minumnya cukup diberi gula.
  7. Pada air minumnya cukup diberi enzim
  8. Ayam diumbar pada jam 9.00-10.00 hingga jam 15.00-16.00
  9. Disaat ayam diumbar kesempatan kita membersihkan kandang-kandang sehingga kandang selalu steril dan bersih.
  10. Cobalah beternak sedikit saja dulu (tujuan penulis agar jika hasil kurang maksimal Pak Nur tidak terlalu rugi hingga penulis tidak begitu disalahkan), hehe.
  11. Pemberian pakan joper memiliki takaran khusus berbeda dengan broiler yang pakannya harus selalu ready stock dikandang (ad libitum).

Pak Nur magut-magut menerima resep dari saya (Pak Nur itu percaya bingit sama saya karena beliau pernah meminta advis pada saya bagaimana menanam pepaya dengan metodologi enzim dan hasil pepayanya mengalahkan milik temannya)

Point 2, 3, dan 4 adalah anti-posisi dari teknik beternak ayam modern, diberbagai publikasi oleh para masterayam dikatakan bahwa sistem modern perlakuan ayam harus dengan mengandangkan ayam selama hayat dikandung badan. Penulis sendiri berfikir lain untuk mencoba antara perpaduan sistem modern dengan sistem yang dilakukan oleh nenek saya dulu. Dan Pak Nur menjadi korban kejahilan saya.

Lalu saya membuat catatan lagi bagaimana mengatur ransum harian. (takaran untuk 1 hari) ransum ini tentu sesuai dengan parameter,  untuk pakan saya tak hendak menjahili Pak Nur disektor krusial ini.

Ransum hariannya  :

Usia       1-7 hari                 :                 6 gram

Usia       8-14 hari               :               17 gram

Usia       15-21 hari            :               32 gram

Usia       22-28 hari            :               45 gram

Usia       29-35 hari            :               55 gram

Usia       36-42 hari            :               65 gram

Usia       43-49 hari            :               70 gram dan seterusnya

Sebagai camilan saya buatkan ramuan khusus dan saya minta diberikan pada satu kandang.

  • Tepung beras ketan                 0,5 kg
  • Premix                                         0,1% (bentuk powder atau bubuk)
  • Daun kates                                 2 lembar (besar sedang)
  • Singkong                                    0,25 kg
  • Daun singkong                          0,5 kg
  • Usus ayam (ikan apa saja)     1 ons
  • Merica                                           1 sendok teh
  • Kunyit                                            3 cm

Semua bahan dicuci, diblender, direbus, dibuat pasta seperti getuk atau bakso jumbo atau sebesar telor bebek diberikan dikandang sore harinya. Camilan tadi diberikan ke ayam sebanyak 10% dari jumlah ransum harian. Jika hendak dicampurkan ke pakan utama juga tidak apa2.

Dan tentu saja enzim (cair) diberikan pada air minumnya sebanyak 5 cc untuk 1 liter air minum pada hari ke-1, 2, 3, 4 dan selanjutnya setiap 2 hari sekali, hari ke-6, 8, 10, 12, dan seterusnya sampai panen, pak Nur manggut-manggut lagi.

(camilan diatas, jika memungkinkan bisa dibuat sendiri hasilnya akan lebih baik jika sebagai pengganti pakan utama yang anda beli ditoko, jika lebih murah)

47 hari kemudia Pak Nur kirim SMS dan ternyata begini report nya :

  1. Kandang tidak bau sama sekali bahkan temannya dari dinas Peternakan bondowoso terkagum kagum, kok ga bau ya (enzim bro, dalam hati saya)
  2. Bobot ayam yang diumbar rata-rata lebih berat 1 ons dibanding ayam tidak diumbar.
  3. Bobot ayam yang diberi enzim bobotnya lebih berat 2 ons dari ayam lainnya
  4. Ayam yang diumbar ternyata sudah pada kawin Pak, begitu Pak Nur menutup kalimat di SMS nya. Umur 47 hari sudah pada menikah eh kawin ini diluar kelaziman. Waktu pengumbaran yang terbatas menjadikan ayam memiliki otot lebih kuat.
  5. Media pengumbaran menjadikan ayam menerima asupan nutrisi berupa rumput, cacing tanah, belalang dan jasad renik tambahan.

Kilas balik dari trial and error ini adalah pengalaman lapangan yang terjadi sebelumnya, berbilang tahun sekitar 25-30 tahun yang lalu penulis merekam beberapa kesaksian dari nenek penulis, para peternak, orang-orang tua dahulu yang menyatakan

A.     Bobot ayam pada umur 27 hari keatas akan susut bobotnya jika hanya diberikan                      jagung murni 100%

(kesaksian peternak dari Malang bapak Syam Zuhri Hp.08125234234)

B.     Bobot ayam pada umur 27 hari keatas akan tetap dan sedikit bertambah

jika ada kombinasi jagung 50%, singkong 50%. (pengalaman saya sendiri)

C.     Bobot ayam pada umur 27 hari hingga panen akan bertambah jika diberikan

jagung 50% singkong 45% dan ikan 5% secara signifikan.

D.     Telor ayam lebih besar, cangkang keras dan kuning berwarna cerah jika bahan

direbus dulu hingga matang (kata nenek saya, sudah meninggal, hmmm)

Point A, B, C dan D adalah sebagian pernyataan, testimoni, kesaksian yang berkembang dimasyarakat. Pernyataan tanpa kajian ilmiah inilah yang menggelayuti fikiran penulis dalam melakukan berbagai uji coba untuk mendapatkan jawaban yang pas.

Untuk media pengumbaran harus dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas sehingga tercipta **balancing of life** ayam, ayam tidak terus menerus didalam jeruji kandang juga tidak boleh sebebasnya bergerak untuk menghindari kelelahan atau energi banyak terkuras sehingga setiap asupan tetap menjadi daging.

Untuk lahan pengumbaran yang ideal adalah ditanami rumput, ayam yang memakan rumput (tentu dalam jumlah terbatas) akan terhindar dari penyakit flu dan AI. Diketahui pada rumput memiliki kandungan karbohidrat  dan vitamin B12 yang memadai.

Tentang pandangan pakan, idealnya direbus dahulu secara ilmiah terbukti seperti pada jagung mentah hanya memiliki kandungan protein kasar sebanyak 9% sedangkan jika direbus akan menghasilkan kadar protein sebesar 11-13%. Pada jagung yang direbus atau dikukus dengan menggunakan amino akan diperoleh protein sebesar 15,5-17,5%. (dalam hal ini 20 tahun yang lalu nenek saya benar, saya, cucunya membuktikan melalui uji labor)

Kesaksian

Testimoni Bapak Elli, Hp.081311288181 dari Aceh, Beliau meramu pakan alternatif dengan takaran

1. bungkil kedele  60kg

2. Bekatul 40kg

3. Enzima Star 500ml

setelah difermentasi selama 24 jam dan dilakukan analisa laboratorium diperoleh kadar protein sebesar 60%. Dosis formulasi Bapak Elli, bungkil kedele dan bekatul diatas kandungan protein seharusnya 25-26% saja.

Catatan ilmiah

Berbagai kandungan yang ada pada bahan :

  1. Singkong mengandung vitamin B17, perebusan wajib dilakukan pada singkong karena akan menghilangkan racun hidro-sianin. Jangan meragukan kemanfaatan singkong, bukti empiris yang sudah diuji di palangkaraya (Aris Budi Utama , hp.081351953606) singkong tunggal bersama enzim mampu meningkatkan panen ikan nila 6-7 ekor perkg dalam waktu 60-70 hari (beberapa artikel tentang kedigdayaan singkong sudah saya geber di site ini)
  2. Kunyit sebagai pengawet herbal, untuk kelas herbal kunyit adalah bahan pengawet kelas wahid. (baca juga link ini : RAHASIA PENGAWET ORGANIK)
  3. Beras ketan bertindak sebagai peningkat protein.  Uji coba yang sudah penulis lakukan adalah kulit singkong yang difermentasi dengan beras ketan akan melambungkan kandungan protein 2% menjadi 16,7% setelah difermentasi selama 48 jam. perebusan memperbaiki tingkat kadar serat kasar dan mematikan bakteri patogen dan jamur hijau pada pakan. Manstab kan !!!
  4. Daun kates dan singkong memiliki kandungan protein yang tinggi, maksimal pemakaiannya masing-masing maksimal 5%
  5. Usus ayam atau ikan segar (sudah diketahui kehebatannya)
  6. Rumput mengandung zat yang menangkal dan penggempur penyakit ngorok ayam. Tanamlah rumput teki yang terbaik jika memang ada. (mengandung minyak atsiri, alkaloid dan flavonoid, sebagai antibiotikterhadap kuman, karbohidrat, glukosa, fruktosa) pantes ayam suka matuk-matuk rumput, naluri metabolisme kali ya.
  7. Merica, mungkin merica ini yang membuat libido ayam cepat birahi, ini mungkin lho (baca artikel saya yang lain tentang MERICA DAN SEX)

Demikian persembahan singkat ini, masih banyak yang belum dikupas namun secara garis besar anda sudah bisa memulai beternak ayam apa saja.

Jalan menuju sukses butuh langkah panjang, tidak akan terjawab hanya mendengar sebuah teori atau mempelototi naskah ini.

Jalan terbaik untuk lebih memahami berbudidaya komoditi apa saja adalah : ACTION, Pengalaman adalah guru yang terbaik. Experience is the best teacher.

Ayam Joper Alias Jowo Super.

Trending Topic 1 : Ayam Kampus

Permintaan akan ayam joper yang melambung pesat terutama di Jawa, Madura dan Bali, dapat dilihat dengan berjibunnya konten dimesin gugel  yang membahas teknik beternak si joper ini. Dan faktor utama alasan mengapa diseluruh penjuru negeri tertarik dengan ayam hasil saling-silang antara ayam kampung yang dipersandingkan dengan ayam broiler, hasil strain baru ini berjuluk tidak resmi yaitu ayam jowo super atau jawa super. Teman saya mencoba nge-lucu dan mengusulkan agar artikel ini diberi judul : Ayam kampus disingkat ayam kampung super. Usul saya tolak karena berkonotasi negatif. Hehe.

Ini faktornya kenapa realita ayam kampus eh ayam joper ini digandrungi :

 

  1. Rasa dagingnya gurih 100% mirip ayam kampung, warung-warung soto ayam, sate ayam kampung beralih dari berbahan ayam kampung ke ayam joper ini.
  2. Metode beternak atau pemeliharaannya lebih sederhana dan murah.
  3. Biaya operasional sektor pakan lebih murah karena menggunakan pakan organik dengan penanganan tertentu.
  4. Penggunaan suplemen dengan teknologi enzim mempercepat panen (hanya 2 bulan) bahkan ada yang panen singkat 45 hari.
  5. Harga lebih murah dibanding ayam kampung sehingga harga menu kuliner diwarung-warung berlabel soto ayam kampung, sate ayam kampung menurunkan biaya produksi.

Saya sendiri menerima pesanan dari seorang pedagang ayam khusus joper di Bali meminta pasokan  2000 kg setiap minggu, Surabaya 3000 kg perminggu, Malang 1000 kg perminggu. Tentunya kebutuhan real yang sebenarnya lebih dari 6000 kg perminggu atau 24.000 kg perbulan karena demand ini hanya dari 3 orang pedagang yang saya kenal, setidaknya bisa 10 kali lipat dari perhitungan saya bersama teman-teman dikomunitas kami untuk diwilayah Jatim, Madura dan Bali saja.

Metoda pemeliharaan ayam joper mulai dari DOC hingga panen, ransum pakan, teknik pemberian pakan, managemen kandang dan perlakuan penambahan vitamin relatif lebih mudah penanganannya dibanding ayam broiler. Mengenai teknik budidaya sudah banyak dibahas di media maya ini.

Trending Topic 2 : Cacing

Cacing lumbricus, permintaan 3,5 ton per bulan cacing kering  tidak mungkin digali dari kebaikan alam. Lahan yang makin menyempit akibat pemukiman penduduk mission imposible mencari cacing dalam jumlah maksimum.  Anda bertanya kenapa permintaan sebanyak itu. Industri kosmetik membutuhkan ekstrak cacing, pakan ternak, pakan ikan hias, pakan burung dan industri farmasi untuk pelbagai pengobatan. Cacing memiliki multi fungsi sehingga kasta hewan tanpa tulang belulang ini menjadi meninggi, gairah para penggiat agro meningkat . Untuk Kascing atau media bekas cacing saat ini banyak dijual dan diserap oleh petani dan bunga hias dengan harga variatif antara Rp.2500-Rp.5.000 per kilogram nya.

Informasi teknik budidaya cacing praktis saya rangkum dalam bentuk petunjuk singkat :

Media budidaya                     : Serbuk gergaji

Ukuran Kandang ideal         : panjang x lebar, 2×1, 4×1 6×1 8×1 (lebar 1 meter untuk memudahkan penanganan)

Jenis Pakan                           : Limbah sayur, ampas tahu, ampas kelapa, gedebok pisang dll.

Pemberian pakan ayam     : 3 kali dalam 1 minggu

Waktu panen                          : 1 kali dalam 1 bulan

Suhu ideal                               : 23-30 derajat celcius

Jumlah panen terbaik           : 2 kali lipat dari jumlah awal tebar dalam 1 bulan

Harga jual                                 : Rp.30.000 per kg.

Modal perkilo cacing               : Fluktuatif (maks Rp.7000-12.000 per kg)

Penampung                              : Team kami menampung hasil panen

Side benefits                            : Penjualan media kascing (bekas cacing)

siapa penggiatnya ?  anda toh ! Terimakasih

HOT NEWS

Kami tak menduga, dari 200 Artikel yang kami rilis, ada sebuah naskah yang terbaik dan dianggap paling memberikan pencerahan oleh peternak di seluruh Indonesia bahkan diapresiasi oleh para pengunjung dari Amerika, Australia, negara-negara Asia dan benua Eropa. Jika para pembaca belum membacanya silahkan klik judul ini

TRIK MENINGKATKAN KWALITAS NUTRISI PAKAN

Fermentor pakan ternak tercepat

Peternakan dan Perikanan Sistem Modern

Agroculture Treatment Machine ( ATM )

 

===============================================================================

Konsultasi silahkan kontak kami langsung (081224217112) , kami kesulitan untuk melayani via SMS karena via SMS tidak bisa menjelaskan secara detail karena biasanya kontak via SMS dan berulang-ulang dan pelayanan informasi tidak bisa maksimal. Mohon para pengunjung memakluminya.

Kata kunci : pakan ayam, pakan organik, pakan ikan, pakan alternatif, pelet apung

Ayam Joper : New Comer Langsung Mencorong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>