«

»

Mar 24

Bisnis Bibit Lele Dan Customer Satisfaction

Bisnis Bibit Lele Dan Customer Satisfaction

Oleh : Hadi Winarto

Beban moral breeder pada bisnis pembibitan ikan (ikan hias, bawal, patin, gurame, lele, gabus, udang nila dan lain-lain) dilapangan sebenarnya lebih berat daripada yang bergerak di fase pendederan, pembesaran maupun indukan. Terutama bagi mereka yang baru mengawali di fase pembesaran (pemula)

Pemula biasanya memperoleh sedikit informasi berbudidaya yang benar dan tidak menggunakan sentuhan teknologi sama sekali. Misalnya, Pemula tidak mengetahui infrastrukur apa saja yang dibutuhkan, sifat-sifat lele, paramater air yang ideal bagi habitat lele, managemen kolam yang hemat SDM, hemat listrik, hemat alat  dan syarat nilai nutrisi pakan bagi lele.

Penggiat bisnis bibit lele sering mengalami hujatan atau bully dari peternak pembesaran yang membeli bibit padanya. Hal-hal yang menjadi keluhan seperti catatan kami dibawah ini :

  • Amoniak tinggi yang terkandung dalam air akibatnya mutu air diatas ambang batas toleransi, ikan akan mudah diserang jamur aermonas, digempur argulus dihajar parasit dan virus dan ironinya bibit lele anda yang disalahkan.
  • Oksigen rendah mengakibatkan ikan menerima pasokan O2 sedikit apalagi pemula tidak faham batas maksimum kepadatan tebar yang disesuaikan jumlah oksigen, jumlah amoniak, pH, jumlah bakteri pathogen yang menyebar dalam air. Situasi ini bibit atau benih sering dijadikan kambing hitam.
  • Pada managemen pakan oleh pemula hanya protein yang dijadikan barometer. Hal ini karena informasi diperoleh dari pedagang pakan meletakkan protein sebagai ukuran pakan bermutu. Sesungguhnya balancing of nutrition yang dibutuhkan. Protein, abu, serat, lemak, lisin, leusin, karbohidrat, vitamin C, vitamin B. Seorang sahabat membuktikan bahwa Leusin dan Vitamin C yang tepat mendukung tercapainya FCR 0,7 (bahan pakan potensial yang mengandung leusin akan kami posting artikelnya beberapa waktu kedepan)

Opini yang salah di managemen pakan ini memantik tuduhan bahwa benih dari breeder yang dijadikan terdakwa kegagalan. Jika anda pembaca yang bergerak disegmen bibit lele pasti mengalami tuduhan seperti ini.

  • Temperatur, disparitas suhu serta kesalahan managemen kolam juga bisa jadi bibit yang dijadikan tersangka jika menemukan masalah.

Bisnis Bibit Lele Dan Customer Satisfaction

Banyak kiat mengatasi kondisi seperti, kami membuat sebuah catatan dari seorang breeder yang sukses dan ini bukan hal yang baru dan sudah banyak yang melakukannya yaitu dengan metode penyuluhan, edukasi dan edifikasi agar pelanggan bibit dan melihat serta membuktikan langsung terhadap obyek yang didemonstrasikan.

Demplot fase pembesaran mengejar FCR minimal 0,7

Dibutuhkan kolam Demontration plot (demplot), buatlah menurut imajinasi dan kreatifitas anda.

Ini contohnya

  1. Kolam. Buatlah kolam 200cm x 100cm x 100cm minimal sebanyak 3,4,5 buah atau lebih dan air terhubung di seluruh kolam.
  2. Bak filter. 1 buah 100cm x 50cm. Fungsi bak filter adalah untuk melakukan proses pematangan air. Dalam bak filter ini ditaruh mesin pompa untuk mengalirkan air kesemua kolam, pada pintu masuk air pada bak filter dilakukan filterisasi dengan menggunakan batu zeolit, spon dan arang aktif. Bak filter inilah tempat berkumpulnya amoniak agar mudah dibersihkan (dibuang). Kegunaan lainnya adalah air selalu bergerak, diketahui bahwa AIR YANG BERGERAK LEBIH BAIK DIBANDINGKAN AIR YANG DIAM. Bak filter tempat menaruh pompa celup, mesin nanobubble (alat untuk meningkatkan O2  ratusan kali lipat dibandingkan aerator),  tempat menaruh mesin  ATM penghasil ozon untuk membunuh bakteri di udara maupun dalam air. Kolam lele tebar 300 ekor permeter akan menghasilkan amoniak  setiap detiknya,  tempat menebar pupuk air dan enzim kesemua kolam sehingga pada kolam luas seperti kolam bandeng dan udang akan menghemat tenaga (SDM) dan listrik. Inilah resirkulasi itu, bagi penulis resirkulasi merupakan bintangnya budidaya aquaculture. Resirkulasi membantu meningkatkan O2 dan O3, menekan amoniak dari feses dan pakan yang tidak terserap, air bergerak, menghambat laju pertumbuhan bakteri jahat dalam kolam.
  3. Enzim. Enzim itu pekerja, bertugas meningkatkan nilai nutrisi pakan, juga bertindak sebagai fermentor. Diharapkan para breeder juga menguasai kebutuhan lisin, leusin dan lainnya. Berkat jasa penyuluh dan ahli nutrisi pakan saat ini stigma yang meletakkan protein sebagai barometer mutu pakan berangsur berubah. Inilah bagian dari customer satisfaction. Banyak cara untuk kepuasan pelanggan.
  4. Pupuk air. Pupuk air yang murah adalah berbasis organik. Bagaimana cara mengetahui bahwa pupuk air bukan pupuk kimia atau sintesis. Biasanya para pemasok pupuk air atau pupuk kolam menginformasikan bahwa pupuknya digunakan untuk persiapan kolam, kolam baru diberi pupuk lalu 7-14 hari kemudian baru tebarkan bibit ikan. Coba tanyakan apakah bisa saat kolam sudah terisi ikan bisa ditebar pupuk kolam ! Jika jawabannya TIDAK bisa berarti pupuk air tersebut terbuat dari zat sintetis atau bahan kimia. Fungsi pupuk air adalah menumbuhkan zoo-plankton. Disini diperlukan pupuk air yang dengan cepat menumbuhkan zoo-plankton, zoo-plankton adalah penghasil kandungan leusin yang tinggi. Diketahui bahwa bahan pakan yang mengandung leusin yang tinggi mempercepat pertumbuhan ikan. (Kami memiliki data kesaksian peternak yang menggunakan leusin sebagai sumber asam amino yang baik dan zoo-plankton merupakan penghasil leusin terbesar dibanding biota air lainnya)
  5. Ozonizer (ozonisasi) Penggunaan mesin ATM (Agroculture Treatment Machine) secara luas sudah digunakan dan pembahasan tentang mesin ozon sudah banyak ditulis, klik link ini Peternakan, Perikanan Dan Pertanian sistem modern dan artikel Agroculture Treatment Machine.
  6. Nanobubble atau mesin Microbubble.  Mesin ini mampu meningkatkan kadar O2 dalam air secara dahsyat, sudah banyak yang bisa merakit mesin ini, fungsi dan manfaatnya juga sudah banyak dirasakan oleh peternak.
  7. Vitamin. Tentang vitamin silahkan kunjungi artikel berjudul Pengaruh Vitamin Untuk Lele, Nila Dan Gurame

Cukup lengkap kami membahas fungsi, dosis dan  vitamin apa saja yang dibutuhkan ikan. Dan jika anda berminat membuat sendiri vitamin untuk ikan bisa menghubungi kami, free.

Demikianlah salah satu kiat berbinis lele di segmen pembenihan. Jika sudah ketemu triknya sesungguhnya segmen pembenihan memberi profit tinggi dan modalnya lebih kecil dibanding segmen pembesaran. Kami memastikan untuk wilayah Jabodetabek saja kebutuhan bibit lele 70 juta hingga 100 juta bibit lele perbulannya. Dan pertarungan anda adalah MUTU. Jika mutu benih kita berkualitas  no.1, seribu orangpun yang bergerak dibisnis bibit yang berada disekeling kita bukan sebuah ancaman. Benih anda tetap di indent dan mereka bersedia menunggu.

FCR

Jika anda bertanya adakah yang mampu hingga FCR 0,5-0,7 !

Jawabannya bisa saja andai dipenuhi semua unsur dan syarat hidup lele, air sebagai habitat ikan. Bagi peternak cerdas perolehan FCR 0,7 dengan mengkonversi biaya pakan (pakan alternatif atau pakan buatan sendiri) Nah, breeder juga harus piawai membuat pakan sendiri yang murah dan bermutu agar bisa mengajarkan kepada pelanggan kita.

Jika pakan pabrik seharga Rp.9.500 per-kg dan sedikit sentuhan teknologi maka perolehan FCR 0,8 pun sudah bagus. Harga pakan menjadi senilai Rp.9.500 x 80% =Rp.7.600.

Jika pakan buatan sendiri diperoleh hpp Rp.7.000 dan andai mendapatkan FCR 1 juga ini angka yang menggembirakan. Apalagi hpp pakan alternatif Rp.7000 dan FCR diperoleh 0,8, senanglah hati ini.

Solusi lain

Saat ini gaung pakan alternatif dengan beternak maggot bin belatung sudah dilakukan dibanyak tempat. Ini tepat. Dan team kami di pekanbaru sedang merencanakan beternak maggot skala menengah dengan luas lahan 2000m2. Berharap bisa memasok 20-25% dari jumlah pakan ini memberi dampak penghematan yang besar.

Perhatian penting dipembenihan adalah survival rate (SR), sedangkan di pembesaran di feed convertion rate (FCR)

resirkulasi sederhana

Foto resirkulasi

Bisnis Bibit Lele Dan Customer Satisfaction

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>