«

»

Nov 23

Bungkil Sawit Untuk Pakan Sapi

Bungkil Sawit Untuk Pakan Sapi

Bungkil sawit atau bungkil inti sawit atau Palm Kernell Meal (PKM)

(Sebuah konsep, meningkatkan mutu nutrisi, nilai jual bungkil sawit Indonesia)

Oleh : Hadi Winarto

Bungkil sawit untuk pakan sapi adalah salah satu dari produk turunan yang dihasilkan dari proses industri minyak sawit. Pemanfaatan bungkil sawit di industri (pabrikan) pakan ayam (unggas) saat ini bisa digunakan sebanyak 5% dari bobot pakan yang dibuat sedangkan untuk pakan ruminansia para peternak hingga 75%.(artikel ini kami khususkan untuk menelaah bungkil sawit untuk pakan sapi)

Bungkil sawit memiliki banyak keunggulan nilai nutrisi dibandingkan onggok, jagung, kulit kopi, ampas sagu, kulit kacang, gaplek, rerumputan, bungkil rumput laut dan banyak lagi,  namun juga memiliki kekurangan seperti kadar serat kasar yang tinggi, cemaran limbah cangkang yang mempengaruhi nilai nutrisi bungkil sawit. Kandungan asam amino dan daya cerna yang rendah ini sekarang sudah banyak diteliti di Indonesia dengan berbagai cara seperti pembiakan mikroorganisme, kultur mikroba.  Melakukan proses fermentasi dengan bakteri asam laktat, teknik steam, enzim, teknik silase dan aspergillus niger. Alhasil peningkatan protein kasar dari 14% dapat dicapai hingga 24%.

Indonesia adalah gudangnya para ahli dan jasa mereka ini telah menempatkan Indonesia sebagai surga pakan ternak yang murah dan tidak kalah dengan mutu pakan dari negara-negara lain.

Dalam hal ini bungkil sawit yang melimpah (8 juta ton per-tahun) bisa diandalkan sebagai komoditi ekspor dan diperlukan sebuah regulasi yang melarang dan hanya mengizinkan ekspor dalam bentuk olahan pakan. Bisa dilihat pakan sapi olahan siap saji dengan protein 17% dan TDN 70% di Indonesia dihargai Rp.2700-3500 per-kg sedangkan di luar negeri seharga Rp.6.000-9.000 per-kg.

Nilai nutrisi

  • Protein kasar                14 %
  • TDN                                63 %
  • Serat kasar                   16 %
  • Lemak kasar                   8 %
  • Kalsium                            0,6 %
  • Fosphor                            0,3 %
  • Energi termetabolisme 1650 kacl

(Bahwa ada perbedaan perbedaan hasil analisa laboratorium disebabkan banyak faktor misalnya metoda atau alat analisa labor itu sendiri, proses pengolahan baik ditingkat panen maupun pengolahan pada pabrik kelapa sawit, umur tanaman, teknik ekstraks, kadar air, temperatur, wilayah, mutu sawit dan strain sawit)

Berikut gambaran formulasi pakan sapi di Jombang dan Malang yang yang menggunakan bungkil sapi dengan Average Daily Gain (ADG) 1,8 kg – 2 kg (asumsi 100 kg)

  • Ampas kecap               10  kg
  • Tepung gandum          10  kg
  • Kulit kopi                       10 kg
  • Bungkil sawit                35 kg
  • Kulit kacang tanah       10 kg
  • Ampas jagung              20 kg
  • Ampas tapioka                4 kg
  • Kalsium                            1 kg
  • Sukrosa                           5 liter
  • Mikro enzim                     175 mili liter

Target pencapaian nutrisi

  • Ampas kecap                 :  Protein, TDN dan energi
  • Tepung gandum            :  Karbohidrat dan Vitamin B6, Vit B12
  • Kulit kopi                          : TDN dan lemak
  • Bungkil sawit                  : Protein, TDN dan energi
  • Kulit kacang tanah         : Protein dan Vitamin-vitamin.
  • Ampas jagung                : Energi dan serat
  • Ampas tapioka               : Vitamin B.17 dan karbohidrat
  • Kalsium                           : Asam amino
  • Sukrosa                           : Energi dan daya cerna
  • Micro enzim                    :  Multi enzim (pertumbuhan, probiotik dan antibiotik)

Analisa laboratorium pakan sapi

bungkil sawit

Dari sini nilai bungkil sawit naik kasta. Kendala terbesar bungkil sawit mengandung pecahan cangkang yang teksturnya keras yang bisa mengikis saluran pencernaan ternak. Penelitian di Jombang menemukan bahwa bungkil sawit bisa digunakan hingga 30-70% dan menggantikan onggok dari produk turunan tepung tapioka, ampas jagung dan gandum. Bungkil sawit jauh lebih murah.

Treatment Bioteknologi dan Fermentasi

Bungkil sawit berpotensi sebagai bahan pakan, baik untuk ikan, unggas atau ruminansia. Masalah terdapat kecernaan bahan kering maupun dan asam amino nya. Penggunakan bungkil sawit dalam jumlah tinggi harus disusun dengan tepat baik higinitas sistem pengolahan, alat-alat maupun treatment bioteknologinya. Upaya peningkatan kecernaan bungkil kelapa sawit dengan penambahan enzim selulose, amilase, silanase, protease, fitase, bromelin dan tambahan sukrosa rhizopus, aspergillus niger, enzim penghancur serat saat fermentasi. Fermentasi dapat menurunkan nilai serat kasar, peningkatan kecernaan protein dan karbohidrat dan trik ini akan menghasilkan daya cerna sebesar 85%. Tentu dengan dipenuhi parameter kebutuhan nutrisi sapi setidaknya protein di 17-19% dan TDN 70%.

(Baca :  Bioteknologi, apa itu fermentasi)

Potensi

Dengan demikian….,

8 juta ton pertahun bungkil sawit yang dihasilkan Indonesia, sedangkan jika hitung 2 juta ekor sapi membutuhkan sedikitnya 10 kg perhari jika penggunaan 50% jd 5kg x 2 juta x 365 hari 3.640.000 ton. kebutuhan sapi dalam negri sisa nya buatlah pakan sapi peternak Indonesia akan mendapatkan harga pakan sapi lebih murah (maksimum Rp.2000/kg) dan Indonesia bisa mengekspor dan memproduksi 10-12 juta ton pakan sapi siap saji dengan harga lebih tinggi. Akan diperoleh devisa dari 1 item produk turunan perkebunan sawit di Indonesia sebesar Rp.7500 perkg x 10 juta kg = Rp.75 triliun (bruto).

Bungkil sawit hanya malaysia yang bisa menyaingi Indonesia. Apa keyword nya…, tak lain tak bukan adalah : QUALITY

Bungkil Sawit Untuk Pakan Sapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>