«

»

Sep 18

Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Oleh Darmaji

Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Stigma yang melekat dikalangan banyak orang bahwa Cacing Sutra identik dengan hal-hal yang kotor dan menjijikkan, karena Cacing Sutra dianggap hanya hidup di habitat diparit-parit kecil, comberan di pemukiman kumuh.

Ustad Masrufin, mahasiswa STAIN  Jember semester II dan pengurus di Ponpes Alqodiri Jember. Cacing Sutra disulap menjadi sebuah komoditi yang menguntungkan, Masrufin mengubah paradigma tentang Cacing Sutra yang dianggap tidak bisa dibudidayakan  diubah menjadi kolam-kolam terpal yang rapi dan bahkan berbau wangi. Katanya, bau wangi karena Masrupin tidak menggunakan kotoran hewan yang menimbulkan aroma yang tak sedap, dia hanya mengandalkan asupan pakan cacing sutra dari probiotik yang dia gunakan sebagai antibiotik di kolam lelenya.

Berawal dari hasrat ingin membantu meringankan beban orang tua terfikirlah oleh Masrupin ingin menjadi peternak pembesaran ikan lele, berbilang hanya 3 bulan dan berbekal hasil Cacing Sutra barangkali sebuah pilihan jitu dan ternyata usaha yang ditekuni sekarang ternyata tepat, berawal dari satu buah kolam ukuran 2×1 saat ini Masrupin telah memilki kolam beberapa kolam. Hanya sayang pewarta saat menanyakan berapa pendapatan yang diperoleh dari budidaya cacing sutra Masrupin masih malu-malu dan merahasiakan dan hanya mengatakan yang penting sudah tidak minta kiriman orang tua lagi bahkan masrupin bisa menyisihkan penghasilannya dengan keinginan menyewa lahan yang lebih luas lagi.

Masrupin yang jeli membaca peluang : “Pasar menganga lebar tapi masih kekurangan pasokan”, katanya. Harapan sang ayah yang menginginkan Masrupin akan menjadi seorang muslim yang sarjana dan sarjana yang muslim agaknya saat ini bisa terwujud karena selama ini persoalan biaya kuliah menjadi hal yang dilematis mengingat sang ayah hanya mengandalkan sepetak sawah yang hasilnya tidak bisa diandalkan.

Biodata

Nama                                                    :               Masrupin

Alamat                                                  :               Desa jereng Kec. Rambipuji Kab. Jember

Pekerjaan                                           :               Mahasiswa

Jumlah kolam Lele                           :               3 buah masing-masing ukuran 3×5 (terpal)

Jumlah kolam cacing sutra            :               5 buah masing-masing ukuran 2×4 (terpal)

Pakan Lele                                          :               Fermentasi kotoran sapi, ampas kelapa

Ayam tiren dan bekicot

Pakan Cacing sutra                          :               Probiotik merk biocatfish

Hobby                                                   :               Membaca

Motto                                                   :               Jangan pernah menyerah

Gambar Cacing sutra, harga dalam takaran kaleng tersebut berubah-rubah sesuai suply and demands. Hari ini tanggal 16 Agustus 2015 di Jawa Timur Rp.12.000 perkaleng.

 

kaleng casut

Indukan lele

afrika masrufin

Cacing sutra mutlak dibutuhkan, pangsa pasar luar biasa besar. Ribuan buku sudah dicetak dengan topik budidaya cacing sutra, teknik beternak cacing sutra. Berbagai media sudah dicoba baik dikolam terpal, semen dan budidaya cacing sutra media nampan namun tak pelak harga cacing bisa melambung kelangit akibat pasokan alam sudah tidak bisa diharapkan.  Penulis sendiri dalam kurun 4 tahun ini sudah ratusan orang meminta advis bagaimana cara membiakkannya. Seseorang dari Blitar sudah menghabiskan dana puluhan juta selama 2 tahun ini namun tak kunjung berhasil. Hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan masih tetap bersemangat dan belum menyatakan menyerah.

Kaitannya dengan bisnis, penulis memang merekomendasikan bisnis cacing sutra ini memang sangat marketable. Usaha pengembangan cacing sutra tidak membutuhkan modal besar dan biaya pakan sangat minimum dibandingkan peternakan lainnya. Setengah bercanda teman saya yang lain mengatakan Bisnis Cacing Sutra  merumpamakan sebagai bisnis : Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.

Budidaya Cacing Sutra Tanpa Pakan

Menyikapi Momentum Keterbatasan Alam

Menjawab kelangkaan pasokan cacing sutra atau cacing darah terutama diwaktu musim penghujan. Habitathewan air ini dialam liar menurut laporan pengamatan para pemburu cacing sutra kedalaman air berbeda-beda namun dapat disimpulkan kedalaman air tidak menentukan syarat hidup cacing sutra. Hal yang paling menentukan dari tumbuhnya koloni cacing sutra adalah : pH air, salinitas, kekeruhan, kadar oksigen, suhu udara, suhu air dan faktor hambatan paling ekstrim yang mengakibatkan menurunnya produksi cacing sutra dialam  adalah predator (pemangsa).

Komunitas atau penggiat budidaya cacing sutra saat ini banyak pelakunya dan berharap konten budidaya cacing sutra tanpa pakan ini menjawab /  berita yang menggembirakan, sebab alam sudah makin tidak kondusif, alam semakin beringas dan tidakramah lagi karena habitat cacing sutra dan habitat makhluk hidup lainnya sudah tergerus oleh berbagai kebutuhan manusia. Namun manusia tidak boleh kalah oleh alam, inovasi dankreatifitas lah jawabannya.

Sukses Bisnis cacing darah atau CACING SUTRA dengan membudidayakan sendiri

CASUT

Gambar kolam cacing sutra dibelakang rumah Pak Muklis, Manager Divisi Logistik

(Mahakam Farm di Gebang Jember, Jatim. Cacing Sutra tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa diberi pakan apapun. Air kolam cacing sutra ini dialirkan dari kolam ikan lele pembesaran, anda bisa alirkan dari kolam ikan lainnya seperti ikan nila, patin, gurame, ikan mas dan bawal). Air kolam yang keruh akan menghasilkan cacing sutra lebih banyak

Mengenal cacing sutra secara umum

Diperuntukkan bagi aktivis usaha atau bisnis ikan hias dan sektor budidaya segmen pembenihan sangat tergantung tersedianya pakan cacing darah atau cacing-sutra, Pakan pengganti Cacing sutra saat ini banyak diperdagangkan namun beberapa peternak masih mempercayai peran cacing sutra tidak tergantikan. Pakan pengganti cacing sutra yang beredar juga dirasa sangat mahal dan terbatas juga. Oleh sebab itu cacing sutra masih tetap diburu dan menjadi lahan empuk bisnis pakan benih oleh para pembenih dan hobiis ikan hias,namun jika musim hujan tiba, apa hendak dikata cacing sutra pun hilang dari peredaran. Semua pembenih dan pendeder blingsatan seperti sering dialami Mas Doel pemilik DOEL FARM di grojogan Bangun Tapan Kabupaten Bantul.

Saat ini sudah banyak cacing sutra atau caing darah yang dibudidayakan sendiri namun kebutuhannya masih belum mencukupi memenuhi kebutuhan pasar. Dibeberapa tempat budidaya  cacing sutra masih menggunakan pakan  seperti kotoran ayam dan ampas tahu.

Dibawah ini akan dikupas bagaimana caranya beternak cacing sutra tanpa asupan pakan apapun. Bagaimana caranya ?, lanjuuuut.

Persiapan kolam/empang atau bak penangkaran

  1. Siapkan paling sedikit 2 (dua) buah bak atau kolam. Ukuran disesuaikan dengan yang diingini atau luas lahan yang dimiliki. . Kolam pertama diperuntukkan untuk kolam ikan (tidak untuk dipanen). Kolam pertama ini berfungsi agar air kolam dialirkan kekolam yang kedua yang digunakan untuk/menuju kolam cacing sutra. Cara seperti ini dilakukan agar kolam pertama yang disi ikan apa saja akan mengeluarkan kotoran / feses / tahi ikan yang menjadi pakan utama cacing sutra. Akan lebih spesial lagi jika air yang dibuang dari kolam cacing sutra dikembalikan lagi kekolam ikan (mengadopsi teknologi akuarium)
  2. Beri naungan / peneduh / atap (yang terbaik dari ijuk, agar tidak terkena sinar matahari langsung dan air hujan. (air hujan Ph menjadi rendah / menurun)
  3. Tinggi kolam idealnya minimal 75-100 cm untuk menghindari pemangsa atau predator masuk kekolam cacing sutra seperti kodok, ular dan kadal. Anak-anak atau larva ikan mujaer akan menhancurkan rencana beternak cacing sutra yang sudah kami kerjakan karena sumber air kami alirkan dari sungai.
  4.  Air yang dialirkan dari kolam ikan kekolam cacing sutra (sirkulasi) minimal 0,5 liter permenit. Pintu air masuk kekolam cacing sutra sama besar dengan pintu keluar air. Meniru dari habitat aslinya di alam, cacing sutra tumbuh dan berkembang biak dengan baik pada air yang mengalir meskipun kondisi air dalam keadaan kotor atau keruh.  Di lingkungan hidup cacing sutra yang asli nya cacing sutra mudah ditemukan di belakang abrik roti, home industry  tahu, pabrik pembuatan gula pasir, sentra pembuatan gula aren dan parit-parit atau selokan dipemukiman penduduk yang kumuh dan dibantaran sungai yang dalam dimusim panas.
  5. Sterilisasi, Bersihkan media kolam cacing sutra agar steril dari bahan kimia, bakteri, virus dan predator cacing sutra.
  6. Isi media bak/kolam cacing sutra dengan tanah dengan tinggi 3 cm s/d 5 cm, beri pupuk NPK, kapur dolomit, pupuk urea dan ZA atau TSP masing-masing 0,5kg per meter persegi. Ratakan permukaan agar menjadi rata dengan menggunakan bilah bambu, triplex atau papan.
  7. Biarkan selama antara 3 hari hingga 5 hari, tujuannya agar bakteri, racun-racun mati (amoniak)
  8. Setelah 3 hari atau 5 hari atau lebih beri air setinggi 3 cm s/d 5 cm, biarkan lagi hingga 7 hari. Hari ke-8 beri biang atau indukan cacing sutra yang bisa dibeli atau dipesan dari pengepul / pedagang cacing sutra.
  9. Info penting : Sebelum cacing di masukkan cuci terlebih dahulu dengan air bersih / air sumur agar hama, bakteri atau virus yang terbawa dari air alam agar menjadi bersih. Kegagalan terjadi disebabkan pemula lupa melaksanakan point ini.
  10. Setelah 35 hari hingga 55 hari cacing sutra akan muncul dan bisa dipanen (panen perdana). Diawali dengan cacing sutra berwarna putih dan setelah beberapa hari akan memerah. Di point ini anda sudah bisa tersenyum-senyum.
  11. Pada panen kedua atau berikutnya cacing sutra bisa dipanen pada hari ke-11 hingga hari ke-15 dan seterusnya. Biasanya pada bulan ke-6 produksi akan menurun dan sebaiknya lakukan sterilisasi lagi.

Mengenal secara singkat cacing sutra.

  1. Koloni cacing sutra hidup bergerombol, bergerak melayang-layang,  hewan hemaprodith atau makhluk yang berganti kelamin dari betina menjadi jantan pada hari ke-11. Oleh sebab itu jika tidak dipanen pada hari 11 hingga 15 cacing sutra tidak akan menambah jumlahnya (tetap)
  2. Cacing sutra mampu hidup menyukai suhu udara antara 26’C hingga 34’C
  3. Cacing sutra hidup diair yang tenang tapi tetap mengalir dan toleran terhadap air yang kotor.
  4. Pertanda anda akan sukses beternak cacing sutra setelah 25-30 hari akan muncul cacing sutra kecil berwarna putih dengan tekstur lembut melambai-lambai . Lambat laun hingga hari ke 45-55 anda akan menyaksikan hasil karya ciptaan anda berupa hamparan pemandangan berwarna merah mengisyaratkan tak lagi mengharap kebaikan alam yang kian lama kian tidak lagi bersahabat.
  5. Di sebagian daerah di Sumatera cacing sutra juga disebut cacing darah, cacing darah bisa diperoleh dalam bentuk beku yang di packing/kemasan dalam plastik.

Agar cacing sutra tahan lama

Pertanyaan dari Trenggalek

Tanya  : Aku pebisnis ikan hias, ketergantungan terhadap ikan cupang tinggi, setiap waktu aku beri ikan hiasku dengan cacing sutra. Gimana agar cacing sutra yang kubeli itu bisa tahan lama, biasanya hanya tahan 1-2 hari saja, sesudah itu mati dan bau busuk menebar ruangan. Tolong dong bro solusinya.

Jawab :

Dibanding ditaruh diember atau dibaskom cara yang terbaik adalah membuat kolam atau bak dari semen, tinggi bak cukup 20-25cm, luasnya semakin luas semakin baik. Air dalam bak harus mengalir 24 jam minimum 1-2 liter permenit.

Gunakan aerator sebagai pasokan oksigen alias O2, Tidak mengapa bak berada dalam ruangan. Insya Allah cacing sutra akan tahaaan lamaaa. Akan lebih baik jika bak anda bagi dalam beberapa tempat atau bagian-bagian kecil. Filosofinya begini : Jangan taruh telur dalam satu keranjang, lebih jos lagi jangan taruh keranjang dalam satu truk.

 

Demikian petunjuk singkat, ringkas dan praktis ini dan semoga berhasil, salam cacing sutra.

tumpukan buku
Terima kasih

HOT NEWS

Tak menduga, dari 200 Artikel yang kami rilis, ada sebuah naskah yang terbaik dan dianggap paling memberikan pencerahan oleh peternak di seluruh Indonesia bahkan diapresiasi oleh para pengunjung dari Amerika, Australia, negara-negara Asia dan benua Eropa. Jika para pembaca belum membacanya silahkan klik judul ini TRIK MENINGKATKAN KWALITAS NUTRISI PAKAN.

Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Artikel terkait

Budidaya Cacing Sutra Ala Trenggalek

Peternakan Dan Perikanan Sistem Modern

Budidaya Lele Pembenihan

Fermentor pakan ternak tercepat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>