«

»

Aug 06

Cara Membuat Tepung Ikan Skala Kecil

Cara Membuat Tepung Ikan Skala Kecil

Oleh Ir. H.Dedi Setiadi

(Pengantar admin = Ir. H. Dedi Setiadi adalah ahli mikroorganisme dan nutrisi, beliau adalah guru, abang, mentor dari admin. Karena pintar beliau digelari kamus berjalan, H. Dedi rendah hati dan suka berbagi ilmu. Beliau sekali lagi menyumbangkan ilmunya melalui artikel Cara Membuat Tepung Ikan Skala Kecil, semoga sumbangsih ini berdaya dan berguna bagi pengunjung boosterfish.com ini)

Siapa saja pelaku agrobisnis sektor perikanan dan peternakan menempatkan tepung ikan diurutan teratas dalam menyusun ransum pakan ayam, pakan ikan, pakan organik, pakan alternatif dan pakan ternak lainnya. Pembuatan atau pengolahan tepung ikan ini bisa dilakukan bagi daerah yang berlimpah limbah ikan, ikan lemuru, ikan rucah terutama daerah pinggir laut yang memiliki pelabuhan ikan.

Hal ini disebabkan tepung ikan

  • Mudah didapat didapat dipasaran.
  • Kandungan protein yang cukup
  • Harga tidak memberatkan dan cukup stabil
  • Memiliki kandungan nutrisi yang lengkap terutama lysine, leusin dan methionine.
  • Bau atau aroma tepung ikan disukai oleh ikan dan unggas (ayam dan bebek atau itik) dan tidak dipunyai oleh bahan lainnya.
  • Kandungan nutrisi pada tepung ikan banyak tidak dimiliki oleh bahan lain terutama bahan pakan yang berasal dari bahan nabati.

Tujuan membuat tepung ikan sendiri

  • Agar lebih murah dan hemat.
  • Mendapatkan tepung ikan dengan kandungan protein yang sesuai dengan yang diinginkan.
  • Bisa menjual kembali.

Pembuatan tepung ikan bahan utamanya adalah ikan yang tidak memiliki nilai ekonomis atau ikan yang tidak dikonsumsi oleh manusia. Ikan lemuru, ikan afkir atau ikan rucah sangat potensial digunakan sebagai bahan tepung ikan karena hampir tidak ada harganya lagi.

Alat alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan.

  • Ikan lemuru, ikan rucah, ikan afkir, limbah pengolahan dari pabrik sarden.
  • Mesin pemanas atau oven.
  • Mesin diskmill.
  • Panci atau alat pemasak.
  • Mesin press.
  • Mesin pengaduk atau mixer.
  • Enzim fitase sebagai bahan peningkat kadar protein.

Panduan membuat tepung ikan dan meningkatkan nilai nutrisi

  • Bersihkan ikan dan potong ikan 3-5cm, buang kepala dan tulangnya (bisa dibuat jadi tepung tulang)
  • Untuk mensterilkan ikan dari kotoran yang melekat seperti logam, air untuk mencuci dan membilas ditreatment secara ozonizer (gunakan mesin ATM = Agroculture Treatment Machine) yang berguna membunuh bacteri negatif seperti e-colli, salmonela, vibrio dan colli-form.
  • Air untuk merebus sterilkan dengan mesin ATM (ozonizer) selama 1 jam untuk 1000 liter air. Masukan enzim fitase untuk meningkatkan nilai nutrisi.
  • Didihkan air, setelah air mendidih masukkan ikan cukup 5 menit sejak air mendidih. Fungsi perebusan ini sangat penting karena tepung ikan akan meningkat kadar protein, kadar serat, meningkatkan daya cerna saat diberikan kepada ikan atau ternak peliharaan, meminimalisir kandungan amoniak dan abu.
  • Diamkan selama 12 jam. Setelah 12 jam tiriskan, peras ikan hingga minyak ikan akan terpisah dengan daging.
  • Lakukan fermentasi secara an-aerob selama 24 jam. Fermentasi berfungsi membuang gas metan, sterilitas. Fermentasi yang maksimal jika aplikasi ini menggunakan 3 aplikasi yaitu sistem ozonizer, enzimatis dan fermentasi.
  • Keringkan dengan menggunakan mesin oven atau pemanas atau dikeringkan dengan jalan dijemur matahari langsung. Giling dengan mesin diskmill.
  • Setelah tepung ikan jadi lakukan test kadar air  8-12%, kadar air diatas 14% memudahkan ikan cepat busuk dan berjamur.
  • Pada pembuatan tepung ikan skala besar dibandingkan dengan cara kami ini akan membutuhkan biaya lebih besar karena ada proses fermentasi, namun akan menghasilkan tepung dengan mutu GRADE A. Pemberian enzim dan steam hasilnya mampu meningkatkan nilai nutrisi secara keseluruhan, baik itu digunakan pada bahan lain seperti tepung kepala udang, onggok, bungkil sawit, jagung, ampas sagu. (Diluar bahan ini, kami belum melakukan penelitian)
  • Hasil uji labor yang kami lakukan pada tepung ikan dengan cara ini adalah sebagai berikut (kadar protein yang tidak menggunakan enzim fitase hanya 52%.

Protein 66-69%, Serat 8,9%, Abu 16,1, Lemak 8,2%, Salt 2,7%, Pepsin digestibility 90%,

Salmonella tidak terdeteksi, Colliform tidak terdeteksi, E-colli tidak terdeteksi, Melamine tidak terdeteksi,

Aflatoxin B1 tidak terdeteksi, Urea tidak terdeteksi, porcine specific gene tidak terdeteksi.

Pada waktu pelatihan dengan materi TRIK MENINGKATKAN NILAI NUTRISI TEPUNG IKAN di Lumajang Jawa Timur pada tanggal 22 Agustus 2017 yang dihadiri beberapa pemilik pabrik tepung ikan dan pedagang bahan pakan ternak diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan mutu tepung ikan menjadi mutu 1 (grade A) akan menurunkan biaya pembuatan pakan unggas, ikan, sidat, lobter,  udang dan lain-lain.

Fase pemasaran 

Dalam sebuah perdagangan di fase pemasaran memiliki mata-rantai dari tingkat produsen, distributor atau agen dan konsumen, tepung ikan juga demikian, harga tepung ikan ditentukan oleh kualitas tepung ikan dan angka indikatornya dengan sebutan kadar protein misalnya 35%, 40%, 45%, 50%, 55%, 60%, 65% dan 70% hingga 95%.  Pedagang yang nakal bisa menyatakan protein lebih tinggi dari yang sebenarnya karena mengharapkan laba lebih tinggi. Pembeli yang buta dengan persoalan kebutuhan nutrisi ternak sehingga pembeli dirugikan disaat menyusun formulasi pakan karena memperoleh produk dengan kualitas buruk.

Saran memilih tepung ikan yang qualified

  • Berlanggananlah dengan penjual atau pemasok yang kredibilitasnya sudah teruji, dikenal dan terkenal.
  • Jika memungkinkan lakukanlah uji laboratorium minimal teruji kadar protein, serat, lemak dan abu andai akan berlangganan terus-menerus.
  • Lakukan penimbangan pada waktu membeli. Faktor timbangan juga menjadi persoalan klasik kerugian membeli tepung ikan.
  • Pastikan tepung ikan tidak berbau apek, tengik atau aromanya kurang enak.
  • Kontrol, tetap diteliti meski sudah berlangganan apalagi pemasok anda juga bukan produsen atau pabrikan langsung, kemungkinan pemasok anda yang tertipu juga bisa terjadi.

Cara lain

Teknik pembuatan tepung ikan banyak ragamnya tergantung peralatan yang dimiliki pembuatnya. Cara ini juga bisa digunakan untuk membuat tepung kepala udang, tepung daging, tepung bekicot, tepung udang, kerang, kepiting, cangkang, cumi dan lain sebagainya. Anda tinggal menyesuaikan dengan mesin-mesin yang dibutuhkan. Silahkan melakukan rekayasa teknis pengolahan untuk menghindari in-efesiensi produksi.

Potensi bisnis

Harga ikan lemuru basah dipelabuhan ditingkat pengepul berkisar Rp.1800-Rp.2200 perkg (bulan ini Agustus 2015, di pelabuhan puger Jember) bagi yang jeli menangkap peluang ini bisnis membuat tepung ikan bisa dijadikan sandaran penghasilan. proses pembuatan ikan menjadi tepung mengalami penyusutan menjadi 30-35% bisa mendapatkan laba menggiurkan, kebutuhan akan tepung ikan tidak pernah habis.

Gambaran harga tepung ikan per kilo gram di wilayah Jawa Timur

Protein 40%       Rp. 6.500

Protein 50%       Rp. 8.000

Protein 60%       Rp.11.000

Protein 65%       Rp.12.500

Protein 69%       Rp.14.500 (Grade A Plus)

Pemerintah mengatur formulasi tepung ikan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam SNI 01-2715-1996 mengenai Tepung Ikan, sudah dibuat standar nutrisi yang harus terkandung dalam Tepung Ikan.

Berikut Persyaratan Mutu Tepung Ikan dalam SNI 01-2715-1996

Kadar Air (maksimal) 

Mutu 1     : 10 %

Mutu 2     : 12 %

Mutu 3     : 12 % 

Kadar Protein Kasar (minimum)  

Mutu 1     : 65 %

Mutu 2     : 55 %

Mutu 3     : 45 % 

Kadar Serat Kasar (maksimal)

Mutu 1     : 1,5 %

Mutu 2     : 2,5 %

Mutu 3     : 3 % 

Kadar Abu (maksimal) 

Mutu 1     : 20 %

Mutu 2     : 25 %

Mutu 3     : 30 % 

Kadar Lemak (maksimal) 

Mutu 1     : 8 %

Mutu 2     : 10 %

Mutu 3     : 12 % 

Kadar Kalsium/Ca 

Mutu 1     : 2,5-5 %

Mutu 2     : 2,5-6 %

Mutu 3     : 2,5-7 % 

Kadar Fosfor/P : 

Mutu 1     : 1,6-3,2 %

Mutu 2     : 1,6-4 %

Mutu 3     : 1,6-4,7 % 

Kadar Natrium Klorida/NaCl (maksimal)

Mutu 1     : 2 %

Mutu 2     : 3 %

Mutu 3     : 4 % 

Kadar Organoleptik (minimum)

Mutu 1     : 7 %

Mutu 2     : 6 %

Mutu 3     : 6 % 

Kadar Mikrobiologi Salmonela : negatif

Akhirul kalam, berharap Cara Membuat Tepung Ikan Skala Kecil menjadi pelengkap literatur agro-industri.

Mohon kritik dan koreksi dari audiens.

Info dan konsultasi gratis untuk memperoleh cara membuat tepung ikan dengan hasil terbaik bisa hubungi kami di 0812.2421.7112 (telepon langsung dan tidak SMS atau WA)

Terima-kasih salam agro-industri.

————————————————————————————-

Menjadi distributor tepung apung (ESA-01)

www.boosterfish.com membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat menjadi distributor tepung apung (ESA-01). Bisnis tepung apung kedepan akan menjadi usaha yang cukup menjanjikan. Kebutuhan akan pelet apung sangat tinggi dan solusi pembuatannya adalah dengan menggunakan tepung apung. (baca artikel ini : Cara Membuat Pelet Apung)

Syarat dan fasilitas menjadi distributor tepung apung (ESA-01)

1. Satu orang untuk satu wilayah kabupaten atau kota, penjualan bebas diluar wilayah yang

didaftarkan.

2. Minimal order awal 100 kg

3. Distributor menerima komisi keuntungan 40%. Keuntungan lain distributor tidak memerlukan gudang penyimpanan yang luas. Tidak ada biaya promosi karena nama, alamat dan nomor kontak distributor di release diseluruh media online milik kami.

4. Mengirim identitas diri (KTP atau SIM) dan Foto.

5. Menerima berbagai fasilitas promosi (banner dan spanduk), product knowledge training dan yang berkaitan meningkatkan penjualan.

Yang berminat kontak langsung (tidak SMS) Hadi Winarto 0812.2421.7112 dan WA. 0813.3241.2900

 

Naskah yang berhubungan dengan agro-industri ini.

T.iKAN T.IKAN2

 

Hamer mill 2 (1) mvelet

kata kunci

pakan ayam

pakan ikan lele

enzim dan ozonizer

pakan organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>