«

Nov 02

Fenomena Air Cucian Beras (Leri)

Fenomena Air Cucian Beras (Leri)

Oleh : Team Kreatif Boosterfish Farm

Kegunaan untuk kesehatan manusia

  • Meningkatkan pertumbuhan sel kulit
  • Mengecilkan pori pori kulit
  • Mengatasi iritasi kulit
  • Mencegah pigmentasi kulit
  • Kandungan oryzanol memudarkan flek flek hitam kulit
  • Mengandung inositol yang membantu peremajaan kulit dan merangsang peredaran darah diarea kulit. Peredaran darah yang lancar memudahkan distribusi nutrisi dan oksigen keseluruh sel
  • Kandungan ferulic acid pada bijian beras adalah antioksidan alami
  • Air beras yang difermentasi seluruh nutrisi yang dikandung air beras akan meningkat dan memproduksi pitera, pitera inilah yang membuat kulit bercahaya.
  • Meringankan peradangan kulit dengan cara dibilas kewajah sebagai toner dan pendingin kulit
  • Penggunaan secara dini mencegah kerutan akibat sinar matahari, memudarkan luka bakar, air yang mengandung bakteri negatif, mengatasi kulit berminyak pada kulit terutama bagian wajah.
  • Radang kulit bisa dibantu mengatasi dengan bilasan air cucian beras yang direbus terlebih dahulu dan dijadikan masker sebagai penyejuk wajah
  • Untuk perawatan rambut membantu mengatasi ketombe akibat pH kulit tidak seimbang dengan cara membilas selama 30-60 menit
  • Membunuh larva kutu
  • Air beras yang direbus membantu menaikkan bobot pada penderita gizi buruk dan meningkatkan energi dan asupan karbohidrat pada keluarga pra sejahtera
  • Air beras yang direbus mencegah sembelit dan melancarkan pencernaan
  • Air beras yang direbus membantu cairan tubuh yang hilang (dehidrasi)
  • Air beras yang direbus membantu menggantikan nutrisi bagi penderita sakit fase pemulihan
  • Air beras adalah sumber vitamin B, thiamin, riboflavin, niacin
  • Mengendalikan sakit diare terutama pada bayi

Untuk Tanaman

Air cucian mengandung berbagai unsur nitrisi, karbohidrat yang tinggi, enzim, mineral, protein dan asam amino. Protein beras kaya dengan protein glutein yang merupakan asam amino esensial yang menghasilkan hormon penumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberelin.

Formula membuat pupuk organik, cara membuat dan aplikasi untuk tanaman sebagai berikut :

  1. Air cucian beras (beras kg)
  2. Air kelapa mateng liter
  3. Air gula (0,25 kg gula pasir)
  4. Garam kasar 100 gram
  5. Kulit pisang 5 buah (bisa ditambah atau diganti dengan kulit nenas, kulit semangka, kulit kates)

Cara membuat

Campur semua bahan, rebus hingga mendidih, dinginkan, lakukan fermentasi aerob 24 jam

Aplikasi sebagai pupuk organik

  • 1 liter (formula yang sudah difermentasi diatas) tambahkan 100 liter air kolam budidaya (lele, patin, nila, bawal, belut, sidat, gabus, betutu, baung, tombro, ikan hias dll)
  • Siramkan pada 200 batang tanaman keras seperti mangga, sengon, nangka dll dan pada 400-500 batang tanaman lunak seperti cabe, terong dll setiap 5 hari sekali

Manfaat lainnya

Formula diatas bisa digunakan sebagai fermentor untuk fermentasi pembuatan pupuk kandang atau fermentasi kotoran ayam, bebek, puyuh, angsa, fermentasi pembuatan pupk kompos, vermi kompos, blotong, solid kelapa sawit, limbah ikan, limbah pasar dll. Trik ini akan banyak menghemat biaya pembuatan pupuk berbasis nitrogen tinggi yang saat ini semakin mahal harganya.

Kenapa bahan tambahannya menggunakan air kolam budidaya ???

Air kolam budidaya secara umum sudah dilakukan campur tangan manusia, pengolahan air kolam telah menggunakan berbagai peralatan seperti mesin ozon, mesin nanobubble, rotary drum filter, protein skimmer, central drain, bak filter, aerator, pemberian pupuk air (kolam) enzim, probiotik sehingga air kolam banyak mengandung unsur hara dan sangat ideal sebagai pupuk tanaman.

Manfaat untuk persiapan budidaya ikan

1 liter formula diatas bisa ditambahkan 500 pupuk air. Takarannya adalah 500 liter ini bisa ditebarkan pada persiapan kolam seluas 5 HA, murah bukan. Sebuah testimoni di Banten melaporkan tambak udang yang ditreatment dengan ramuan ini hasilnya lebih 30% lebih bagus daripada tambak udang yang tidak diperlakukan dengan cara ini.

aa tri3

Integrasi ikan dan tanaman

Fenomena Air Cucian Beras (Leri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>