«

»

Mar 07

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Oleh Hadi Winarto

Pemberian chlorella pada kolam budidaya yang utamanya bukan untuk sebagai pakan alternatif tapi lebih banyak berfungsi untuk :

  • Mendetox residu yang ada dalam air. Amoniak dari limbah feses mengakibatkan berbagai bacteri pathogen, mendetox kadar kadmium, uranium, arsenik, timbal, merkuri dalam air.
  • Meningkatkan produksi bakteri.
  • Pembentuk lapisan ozon yang baik. Merubah 03 menjadi 02.
  • Memberikan kebutuhan O2 terlarut dalam air.
  • Mampu menyerap air bekas limbah cucian. Mampu menyerap urine.
  • Mampu menyerap feses serta limbah yg mengandung N.
  • Mampu membersihkan air kotor limbah sungai.
  • Memproduksi lemak dan protein.
  • Menyerap gas CO2.
  • Meng-eliminasi jamur dalam tubuh makhluk hidup.
  • Melawan radiasi, meningkatkan sistem imun.

Secara umum chlorella dapat dimanfaatkan untuk ilmu pengetahuan, kesehatan manusia, budidaya perikanan, peternakan dan pertanian.

Chlorella memiliki kandungan gizi terlengkap, tidak memiliki efek samping, chlorella mengandung zat chlorofil tertinggi dibanding tumbuhan lain dan pembersih ajaib sistem pencernaan, saluran darah, ginjal, kulit dan hati.

Ada ribuan manfaat chlorella dalam berbagai bidang dan hal yang paling penting adalah chlorella mampu meningkatkan kekebalan tubuh terbaik dibanding sumber nutrisi lainnya dimuka bumi ini.

Fitoplankton ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, digunakan sebagai makanan dan sekarang banyak diaplikasikan sebagai media budidaya larva ikan.

Budidaya chlorella

Air yang digunakan dapat berupa air sumur. Untuk air mata air atau air sumur sebaik air difilter terlebih dahulu untuk menyaring partikel yang tersuspensi dalam air. Sehingga air yang digunakan bebas dari kontaminasi plankton lain. cahaya malam harus cukup untuk proses fotosintesis chlorella, yang memerlukan intensitas cahaya agar chlorella tidak mengendap.
Setelah persiapan wadah selesai kemudian dilakukan pemupukan.
Chlorella berasal dari zat warna hijau (chlorophyll) yang berfungsi sebagai katalisator dalam proses fotosintesis.
Nama alga hijau diberikan karena kandungan zat hijau (klorofil) yang dimilikinya sangat tinggi, melebihi jumlah yang dimiliki oleh beberapa tumbuhan tingkat tinggi.

Chlorella memiliki inti sel dengan dinding sel yang tersusun dari komponen selulosa dan pektin. Habitat hidupnya chlorella bersifat planktonis yang melayang di dalam perairan.
Untuk budidaya chlorella skala massal dapat digunakan wadah berupa bak fiber atau bak beton yang berbentuk bulat atau persegi.
Volume wadah untuk budidaya chlorella secara massal. kedalaman air minimal dalam wadah budidaya adalah 40 cm, agar suhu dalam wadah tidak terlalu tinggi pada siang hari dan tidak terlalu dingin pada malam hari.
Untuk skala masal wadah ditempatkan di luar ruangan dan cukup cahaya simat (sinar matahari)
Umumnya air tawar yang digunakan dapat bersumber dari air sumur. Pada umumnya bak budidaya diisi air sebanyak 90-95% dari kapasitas. Untuk bak berukuran besar tiap jarak 1 meter diberi satu titik aerasi. Setelah air diaerasi kemudian dilakukan pemupukan. Pemupukan dilakukan dengan tujuan agar unsur hara yang dibutuhan chlorella dapat terpenuhi sehingga dapat menghasilkan chlorella dengan kepadatan yang tinggi.
Selama budidaya chlorella dilakukan, aerasi perlu diberikan agar terjadi pencampuran air, sehingga semua sel chlorella bisa mendapatkan pupuk yang diperlukan. Selain itu aerasi berguna untuk menghindari stratifikasi suhu air, dan memberikan kesempatan terjadinya pertukaran gas, dimana udara adalah sebagai sumber gas CO2 untuk keperluan fotosintesis chlorella.

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Pasti pembaca peternak bertanya, berapa FCR yang dihasilkan untuk budidaya ikan air tawar seperti nila, lele, patin, bawal, sidat, gabus dll ?

Peternak yang sudah bermain chlorella memberikan testimoni berbeda karena :

  • Berbeda sistem/mahzab yang digunakan.
  • Beda asal benih (galur/strain)
  • Beda merk pakan.
  • Beda temperature.
  • Beda tebar padat.
  • Beda amoniak, bactery, turbidity, pH.

Tapi secara menyeluruh kesaksian dari pengguna chlorella menyatakan mengalami penurunan HPP dari 10% hingga 80%.
Sebuah sukses dari menangani makhluk hidup tidak bisa bermuara pada satu variabel saja. Didalamnya banyak penanganan yang dibutuhkan seperti akses pasar, pembinaan SDM, sistem yang tepat, pengendalian mutu air, managemen persiapan sebelum tebar benih.

Tentang teknik detail budidaya chlorella secara massal dan pembuatan pupuk nya akan kami posting pada artikel kami selanjutnya. Atau WA kami 08133242900, Gratis untuk semua.

Jenis chlorella yang kami budidayakan adlah chlorella pyrenoidosa (air tawar). Terimakasih.

Chlorella setelah dipanen

chlo-olah2

Kultur alga skala laboratorium

chlorella-labor

Chlorella setelah panen menjelang penepungan

chlorella-olah

Budidaya chlorella dalam galon kiriman Mas Agus Santoso Demak, Jateng

chlorell-demak

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>