«

»

Apr 02

Habitat Dan Ekosistem Ikan

Habitat Dan Ekosistem Ikan

Oleh : Hadi Winarto

Saya berdialog via inboks dengan teman saya Arif Kusuma di Palangkaraya, tentu saja topiknya seputar habitat ikan dan ekosistem ikan.  Saripati dari pembicaraan kami dan Mas Arif Kusuma dengan gamblang bertutur sebagai berikut :
Habitat Dan Ekosistem Ikan
Lihat saja dialam, ikan-ikan berkembang tanpa campur tangan manusia, tanpa diberi pakan, baik yang diair tawar, air payau dan air asin. Lihatlah, misalnya di parit, danau, waduk atau sungai banyak ditemui ikan gabus dan ikan toman, disebabkan habitat dan lingkungan yang memadai ikan hidup dengan baik, mampu beranak pinak secara alami, berbiak semakin banyak, berlaku juga dengan makhluk hidup lainnya.

Lantas kemudian, sentuhan teknologi oleh manusia semakin membantu makhluk hidup lainnya meningkatkan kualitasnya, mortalitas semakin menurun dan FCR semakin ditekan.

Lalu bagaimana caranya ?

Semisal cara memijahkan ikan gabus atau ikan toman. Sama dengan ikan-ikan lainnya pindahkan saja habibat yang sesuai dengan dialamnya dikolam yang sudah dipersiapkan.

Habitat yang dibutuhkan ikan gabus seperti apa ?

Setidaknya ada 5 komponen utama yang harus difikirkan

1.kadar oxygen,

2.pH air,

3.salinitas

4.kekeruhan.

5. Kandungan jumla amoniak

Akan lebih baik diketahui kandungan kandungan lainnya yang terdapat dalam air dan bagaimana caranya meminimalisir bakteri pathogen, virus, jamur dan kuman-kuman.

Dialam, ikan tidak diberi makan oleh makhluk lain namun alam sudah menyediakan berbagai kebutuhan ikan seperti jentik nyamuk, kotoran burung yang jatuh dari udara, larva kodok, lalat, bangkai hewan lain yang menghasilkan belatung, pinggiran sungai yang menghasilkan cacing tanah, cacing sutra dan akar-akar tanaman air.

Nah, ikuti saja cara alam memelihara ikan gabus dan andai anda membuat empang atau kolam baik kolam pemijahan, pendederan dan pembesaran (konsumsi)

Luas sungai atau parit-parit tempat gabus bernaung kenapa terlihat sedikit sekali ikannya. Ya, ialah, dialam liar memiliki mata rantai hewan predator. Sepasang ikan gabus sekali memijah akan menghasilkan larva sekitar 2.000 ekor, sungguh beruntung jika benih-benih gabus berhasil survival hingga besar hanya 1% saja atau 20 ekor. Sang predator bertebaran disekeliling benih siap menjadi pemangsa. ular, biawak, burung elang, ikan mujaer, ikan lele, kucing air dan banyak lagi menjadikan benih-benih ikan menduduki rangking terbawah dalam mata rantai pemangsa.

Manusia, adalah makhluk cerdas, mulia dan cerdas. Manusia, kalau hidup berakal dan mati beriman, contoh konkrit seperti Masrufin, mahasiswa STAIN jurusan dakwah Jember, membuat kombinasi pembesaran ikan dengan cara kolam dibuat, disekelilingnya ditanam tanaman yang kita kenal sebagai tanaman sistem hidroponik. Ada 8 (delapan) keunggulan dengan cara yang Masrufin buat :

  1. Air kolam dipompa ketanaman dan air berputar kembali kekolam selama 24 jam. Keuntungan yakni air kolam menjadi pupuk hebat bagi tanaman. Tanaman menjadi ijo royo royo, anda akan memperoleh selada, kangkung, bayam yang renyah, gurih. Jangan takut dengan kandungan kimia. 0%. Back To Nature !
  2. Kucuran air yang kembali kekolam akan menciptakan oksigen. Oksigen adalah komponen penting bagi ikan. Ikan KOI contohnya, KOI tidak akan tumbuh dengan baik jika tidak memakai aerator meskipun teknologi pengganti aerator sudah banyak digunakan.
  3. Media tanam sebaiknya menggunakan kascing (bekas cacing) atau limbah buangan baglog jamur afkir atau serbuk sabut kelapa (cocopeat) atau tepung sekam padi. Media ini juga menghasilkan 2 hal
  4. Sebagai filter alami, air kolam sejatinya selalu kotor karena pasokan feses setiap detik, penuh amoniak akibat tahi ikan dan pakan yang tidak terserap oleh ikan. Sekam mendapat tugas penting sebagai penyaring (filter). Alami dan murah.
  5. Sekam bertindak sebagai penetralisir pH air. Cuaca ekstrim dan disparitas suhu yang berbeda siang dengan malam dinetralkan dan dibersihkan oleh sekam atau cocopeat.
  6. Akibat air yang terus menerus mengairi media tanam, akar tanaman tumbuh semakin banyak. Ini dia keywordnya !!! why, ternyata akar tanaman menjabat sebagai suplier zat klorofil dalam kolam lele. Zat ini mampu secara simultan meningkatkan kualitas air, micro-organisme, habitat dan ekosistem dalam air membuat ikan peliharaan menjadi sehat, kuat dan bahagia. Sistem kerja metabolisme tubuh membaik. Tentang akar tanaman yang mampu membuat ikan tumbuh semakin cepat akan saya posting diartikel berikutnya. Biar ga bosen tentang akar, cukuplah.
  7. Air yang tergenang dalam media hidroponik atau aquaponik akan membentuk habitat yang baru yaitu akan bermunculan jentik-jentik juga daphnia. Dalam 12-24 jam daphnia akan mati, hanyut terbawa arus air kekolam. Jentik dengan kandungan protein yang tinggi adalah kuliner high class bagi seluruh ikan carnivora. Ganggang, lumut, spirulina, algae, larva belalang, larva, semut, laron, kupu-kupu (rama-rama) dan hewan malam semua ini membentuk sebuah ekosistem, membentuk mata rantai makanan, saling makan dan siapa predator terpuncak … ! kagetkah anda !, manusia itu sendiri.
  8. Dialiran air terakhir, talang air atau paralon yang menuju kolam ditata rapi batu zeolit. Zeolit mendapat tugas untuk mengucurkan mineral kekolam dan menyerap amoniak. Nitrit ini diolah oleh mesin Aquaculture Treatment Machine yang dipasang Masrufin di kolam menjadi nitrat. Feses, kotoran, bau busuk, bau kaporit, bacteri e-colli, menetralkan anomali suhu ekstrim, virus, pestisida, insektisida, fungisida, Eubacterium tarantellae, aeromonas, ulcer, cacar, parasit dan lain-lain dan sebagainya. Kematian mendadak yang bisa memusnahkan ikan seisi kolam. Wow … segitunya ya.

Warm regards to all, thanks.

gambar-gambar kolam lele yang di combine dengan hidroponik, semakin banyak tanaman semakin bagus karena zat chlorofil akan semakin banyak. Chlorofil juga dikenal sebagai zat peningkat protein dan mampu lebih baik menggantikan clean water system.

yat1 yat2

yat3  kolam bom tengah

bom hiajau merah  bom goes2

Definisi :

Habitat ialah biota, wadah makhluk bernyawa, tanaman, hewan dan manusia bertempat tinggal, berketurunan. Habitat berarti fisik yang dihuni oleh sebuah komunitas, spesies atau populasi. Habitat bisa dihuni oleh beberapa spesies. Zebra bergandeng mesra dengan jerapah. Kerbau dan burung jalak bercengkerama disenjakala.

Ekosistem identik dengan lingkungan, ekosistem adalah koneksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Saling mempengaruhi, saling membutuhkan.

Other links

Lele organik, panen 45 hari

Lele dan Hidroponik, two in one

Habitat Dan Ekosistem Ikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>