«

»

Dec 22

Indrasakti, Kesultanan Riau Lingga

Indrasakti, Ibukota Kesultanan Riau Lingga.

Oleh : Hadi Winarto

Indrasakti adalah ibukota kerajaan Riau Lingga dizaman lampau. Letaknya sekarang di pulau Penyengat (luas 5 km2). Kejayaan kerajaan menebar ke Natuna, Anambas, Lingga menjelujur sampai Singapura, semenanjung Malaka. Mesjid (1811) yang bahan perekatnya dari putih telor sampai sekarang tegak kokoh terawat, berhiaskan ornamen yang indah berwarna merah keemasan. Mimbar kotbah konon hadiah dari Sultan Demak. Bekas pembakaran,  bangunan gedung bertingkat tidak jauh dari lokasi bekas kediaman residen Belanda, gerbang gapura mirip dengan gapura-gapura kraton yang ada di Jawa. Puncaknya berbentuk mahkota yang dipakai raja-raja di Eropa. Sumur dan pemandian para putri masih dapat dilihat. Bangunan kuno berisi makam-makam. Terbayang sudah jika pada era itu dimana transportasi masih memakan waktu berhari-hari ke Jawa, betapa luasnya pergaulan, kejayaan dan kekuasaan kesultanan dikala itu.

Nama Indrasakti mengenangkan masa keemasan dan kedaulatan kerajaan. Kekayaan laut membuat Belanda (abad 18) menancapkan kukunya diwilayah ini. Permusuhan Belanda versus Inggris memperebutkan monopoli  pernigaan.

Pada tahun 1784 Belanda menangkap nahkoda kapal Inggris yang membawa madat (ganja) . Awal mula kapal Belanda dapat dihalau, kemudian Batavia (baca Jakarta) mengirimkan bala bantuan. Perpecahan dikalangan petinggi kerajaan menyebabkan kemenangan berpihak kepada Belanda. Sultan Mahmud Syah (1751-1814) dipaksa menandatangai perjanjian penyerahan 10 Noember 1786. Devide et Impera atau politik memecah belah dari Belanda berjalan sesuai rencana. Belanda menobatkan sultan baru yang dikehendaki. Titik balik terjadi pada tahun 1795 saat pengaruh Belanda mulai luntur dan disaat Inggris memperoleh kemenangan demi kemenangan. Namun Belanda tetap melaksanakan potilik adu domba, bagaikan mengail di air yang keruh diantara para bangsawan.

Sultan Mahmud syah wafat. Beliau meninggalkan 2 putra mahkota. Perebutan mahkota dimulai. Tengku Abdurrachman didapuk memimpin Kesultanan Riau Lingga, berkedudukan di Indrasakti dan bernaung dibawah kekuasaan Belanda. Tengku Husin oleh Inggris dinobatkan sebagai Sultan berkedudukan di Singapura (1819) memerintah Singapura, Johor, Penang  dan lain-lain.

Pergantian kekuasaan Sultan Riau silih berganti namun kian melemah sehingga cengkeraman Belanda makin kokoh. Sultan Abdurrachman Muazan syah menjadi sultan Lingga yang terakhir, dengan dalih sultan mengingkari <contract perjanjian antara Sultan dan Belanda> Indrasakti dikepung tentara kolonial (1911) sultan pun turun tahta. Bersama permaisuri sultan bertolak ke Singapura tempat  sang Baginda menetap dan wafat (28 desember 1937)

 

Terimakasih.

Tak pernah bosan,  penulis beberapa kali ke pulau Penyengat, pepes cumi bakar dan ikan bakar oleh warga Melayu disebut Otak-Otak, lidah ini tak hendak berhenti mengunyah. Nuansa agamis menyelimuti dan memendar di keseharian disana. Kehidupan yang bersahaja, temaram senja, riak ombak yang tidak terlalu besar seolah berjanji dan seakan mengguratkan  kesepakatan logika : Kunjungan ke Penyengat terlalu megah.  

PP booster fish

 

Indrasakti, Ibukota Kesultanan Riau Lingga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>