Integrated System

Integrated System

Water Treatment Ingrated System

(Penanganan Air Sistem Terpadu)

Sistem ini bisa digunakan untuk semua budidaya ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut, belut, sidat dan udang.

Banyak teknik berbudidaya, banyak solusi yang ditawarkan, banyak inovasi tercipta. Dari Bondowoso sebuah kreatifitas agaknya bisa menjawab teknik berbudidaya ikan apa saja menuju kwalitas yang lebih baik. Cara ini dinamakan dengan Penanganan Air Sistem Terpadu (Water Treatment Integrated System)

Sistim ini sangat sederhana dan hanya membutuhkan 6 komponen perangkat yang digunakan.

  1. ATM :

Air kolam di treatment dengan menggunakan mesin Agroculture Treatment Machine (ATM) mesin ini berfungsi sebagai pensteril air, pemusnah bacteri e-colli, bacteri salmonella, mengubah nitrit menjadi nitrat dan lain-lain (baca artikel : Agroculture Treatment Machine dan artikel : Peternakan Dan Perikanan Sistem Modern)

  1. RE-SIRKULASI :

Resirkulasi ini cukup menggunakan mesin pompa yang mengalirkan air dari kolam 1 kekolam lainnya dengan menggunakan hidroponik, cara ini memberi manfaat multi-efek

(baca artikel : Budidaya Lele dengan Arang Aktif, Lele dan hidroponik, two in one) Dalam hal budidaya lele, lele sebagai hewan kanibal membutuhkan kolam lebih dari satu dimana setiap ukuran ikan ditempatkan pada kolam yang berbeda agar tidak saling memangsa.

  1. SUHU :

Menggunakan lampu dalam air yang diatur sebagai penghangat pengganti heater yang mahal. Fungsi ini untuk menangani ikan lele yang memiliki sifat warm fish atau ikan yang suka di air hangat. Disparitas suhu malam dengan siang diperpendek, kenaikan 2 derajat celsius akan sangat membantu secara signifikan untuk tumbuh kembang benih ikan terutama ikan yang bergerak aktif di malam hari (nocturnal) dan ikan yang hidup diperairan hangat (warmfish).

  1. ENZIMATIS :

Managemen pakan dengan pemberian enzim terutama enzim fitase sebagai peningkat protein akan meningkatkan mutu pakan. (baca artikel : Era enzim menggantikan era probiotik dan artikel : Tempe Untuk Lele)

  1. FERMENTASI :

(baca artikel : Bio Teknologi, apa itu fermentasi)

  1. CENTRAL DRAIN

Kolam central drain sudah umum digunakan diseluruh belahan dunia, central drain adalah kolam yang menggunakan saluran yang menggunakan gaya gravitasi untuk membuat tumpukan feses ikan atau endapan sisa pakan ikan atau sampah pada kolam yang kerjanya kotoran dihisap keluar jika kran saluran pembuangan dibuka. Pelaksanaan dalam memanfaatkan sistem saluran terpusat ini tiap peternak berbeda. Ada yang dibuka 1-2 menit pagi dan sore. Ada yang 3-5 menit, ada yang 3hari hingga 7 hari dengan waktu buka berbeda bahkan ada yang tdk digunakan hingga panen atau hanya digunakan saat ganti air total.

Hasil :

Di Blitar cara ini mempercepat ukuran benih ukuran 5-7 menjadi 7-9 dalam waktu yang sama

Di safwah Bintaro jakarta tidak memerlukan penggantian air dalam 1 minggu.

Di jember menekan FCR menjadi 0,82 dibanding menggunakan sistem konvesional FCR 1,1

Boros :

Komplain dari beberapa pendapat sistem ini mengatakan cara ini boros modal, menurut penulis justru ini lebih murah karena

  1. Hemat air
  2. Hemat SDM
  3. Hemat pakan
  4. Hemat waktu panen

Ribet :

Fermentasi membuat banyak pelaku usaha jengah, padahal tidak, fermentasi bukan menghabiskan tenaga. Kegiatan fermentasi sebanding dengan hasil yang diperoleh (Baca artikel Bio Teknologi Apa Itu Fermentasi

Cara cerdas Kang Mamat

Kang Mamat awalnya adalah pengusaha laundry dari Bandung. Tertarik dengan lele membuat Kang Mamat membuat terobosan dalam teknik budidaya di segmen pembenihan lele dan pembesaran lele sekaligus. Terobosan yang bagaimana ? sederhanana triknya.

Para pembenih lele tahu bahwa setiap kali selesai memijahkan dan dalam kurun waktu 30 sd 60 hari ukuran benih benih lele akan menjadi 3 hingga 4 ukuran. Biasanya ukuran terbesar akan terjadi sebanyak 3-5% dari jumlah bibit yang dihasilkan (jumlah 5% yang tumbuh dengan cepat ini di jember disebut ogolan (bongsor). Dan ukuran ke-2 terbesar akan menghasilkan 15-25% dari jumlah bibit yang tercetak.

Apa yang dilakukan Kang Mamat ?

Ukuran ogolan dan ukuran ke-2 terbesar oleh Kang Mamat di pelihara hingga besar dan ukuran konsumsi. Alasannya adalah ukuran ini memang terlahir istimewa, apalagi dilakukan dengan teknik ini otomatis ikan akan cepat besar, dari ukuran 5-7 hingga panen membutuhkan waktu antara 45-55 hari saja dan FCR mampu ditekan hingga 0,82. Sisa ukuran yang ke-3 dan ke-4 dijual dalam bentuk benih dengan berbagai ukuran sesuai dengan permintaan pasar benih. Cerdas.

Cerdas karena Kang Mamat mensinerjikan sistem ini dengan memilih benih yang ia besarkan sendiri. Kata Kang Mamat, bilamana benih lele ukuran ke-3 dan 4 ini tidak terjual ya ga masalah karena kita diuntungkan membesarkan lele dengan cepat dan pemakaian jumlah pakan jauh lebih sedikit. Namun fakta pasar membuktikan bahwa kebutuhan benih hampir tidak tercukupi. Dari jumlah indukan dan luas kolam yang ada kang mamat hanya menghasilkan 100.000-150.000 ekor benih. Sekitar 20.000 ekor benih yang berukuran bongsor dan istimewa ini dia besarkan sendiri. Untuk lele konsumsi Kang Mamat panen sekitar 2 ton per-bulan dengan pakan menghabiskan pakan hanya 1600 kg lebih sedikit.

Sungguh ! tirulah cara Kang Mamat ini, pembudidaya yang hanya tamat SD dan tidak memiliki akun medsos di Internet ini. Woaow !!!

Gambar-gambar

Mesin ATM

bom hiajau merah 

Enzim untuk fermentasi pakan Tempe Untuk Lele

gembus1

Alat ukur kadar oksigen dalam air

lamDO

Lampu peningkat temperatur dalam air

lamfish1

Metoda fermentasi an-aerob

fermentasi

source

pakan ayam

pakan ikan lele

pakan alternatif

pakan organik

enzim dan ozonizer

jual pakan ayam

jual pakan ikan

membuat pelet apung

1 comment

  1. nike roshe run one

    I抎 should examine with you here. Which isn’t something I normally do! I get pleasure from reading a put up that may make folks think. Additionally, thanks for allowing me to comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>