«

»

Sep 27

IQ Anak Seorang Satpam

IQ Anak Seorang Satpam

(IQ = Intelligence Quotient = Kecerdasan)

Oleh Hadi Winarto, Banyuwangi 27 September 2015.

Literatur IQ Anak Seorang Satpam (satuan pengaman) adalah bermula dari sebuah percakapan yang terjadi sekitar 16 tahun yang lalu.

Sahabat saya Bagus Setyanto Setiawan (BSS) bekerja pada sebuah BUMN di kabupaten Seluma propinsi Bengkulu. pada suatu hari sekitar tahun 1999 atau 16 tahun yang lalu datang kerumah saya. Jadilah bagai sebuah curahan hati Bagus Setyanto Setiawan (BSS), katanya begini :

BSS         : “Mas, sekarang anak saya ada dua, dua-duanya laki-laki, syukur Alhamdulillah, karunia Illahi memang tiada tara tak terhingga. Kala istri saya dinyatakan positif hamil anak yang kedua dengan bersamaan calon sang jabang bayi kala itu pula saya diangkat menjadi capeg (calon pegawai) dengan demikian tingkat ekonomi saya sedikit terangkat. ”

Mendengar curhatan seorang teman yang sedang bergembira saya juga ikut antusias dengan

keadaannya itu. Terjadilah sebuah dialog dan sedikit mirip interview (wawancara).

BSS :      “Anak saya yang kedua ini mas agak beda dengan anak saya yang pertama.”

Saya :    “Lho, kok bisa, bedanya apa ?”

BSS :      “Maksud saya anak saya kedua lebih cerdas dibandingkan anak yang pertama, dikelas anak yang pertama biasa-biasa saja prestasinya walaupun tidak terlalu jelek tapi anak yang kedua selalu menduduki rangking pertama dikelas hingga kelas 5. Kayaknya IQ nya cukup tinggi”

Saya :    “Biasalah memang banyak terjadi seperti itu.”

BSS :      “Maksud saya pak ini yang jadi pertanyaan yang mengganjal yaitu waktu anak saya yang pertama karena keadaan ekonomi waktu itu masih labil jadi gizi waktu istri kurang menjadi perhatian kami. ”

Saya :     (saya tercekat) “Lho emang anak yang kedua kamu apa gizinya lebih baik daripada anak pertama ? ”

BSS :      “Ia pak, setelah saya diangkat dan gaji menjadi naik saya memberikan istri dengan gizi lebih baik dan teratur. ”

Saya :    “Emang asupan gizi apa yang kamu berikan saat istri kamu hamil ? ”

BSS :      “Hampir selama 9 bulan rutin istri mengkonsumsi setiap hati berupa, susu 1gelas, bubur kacang hijau 1 mangkok, telor setiap 2 hari sekali, ikan kira-kira 25-50 gram dan harus ada salah satu buah ini apel, peer, mangga, manggis, pepaya minimal 1 iris dan ini berlangsung selama dia hamil dan sesekali minum sari susu kedele. Apa faktor ini ya pak saya ngga ngerti. ”

Saya :    “Wah hebat gus, kamu memberikan asupan keistri hanya dengan naluri saja tanpa dikonsultasikan dengan ahli gizi khan ?”

BSS :      “Ia mas,saya main feeling aja. Kerja saya cuma sebagai penjaga kantor, tidak tahu soal gizi. ”

Saya :     “Tentu ada bahan lain tidak melulu itu thok sepanjang hari sepanjang tahun ? ”

BSS :      “Ya ialah pak, hanya yang saya uraikan tadi yang penting dan pokok. Daging, sayur, buah lainnya dan suplemen yang dibutuhkan oleh ibu-ibu hamil. ”

Itulah percakapan saya dengan kerabat saya Bagus, sebenarnya saya dan Bagus panjang lebar menceritakan perihal anaknya yang cerdas itu dan memotivasi saya untuk mencatat dialog ini dan di upload agar para pembaca menelaah dialog sederhana ini.

Saya yakin, haqul yakin bahwa faktor gizi menentukan kecerdasan seorang anak dan tentunya ada faktor-faktor lain seperti ekologi (lingkungan yang bersih), sanitasi, suasana hati (feel)  atau keadaan rumah tangga yang adem ayem dan hal lainnya, diatas IQ adalagi yang lebih penting yaitu kecerdasan emosi (emotional Quotient) dan kecerdasan mental (spiritual Quotient)

Kita telisik gizinya yang dikonsumsi istri teman saya bagus itu,

Susu                      :

Kacang hijau      :

Mengandung Vit-B-Kompleks, kacang hijau juga mengandung vitamin lainya seperti biotin, vit-B1 (tiamin), Vit-B5 (Asam Pantotenat), vit-B6 (piridoksin),  vit- B12 (kobalamin), protein 22%, lemak 1,5%, Karbohidrat 56%, kalsium, zat besi, vitamin A, Vitamin C.

Santan                 :

Kadar air 55% persen, lemak 35%, karbohidrat 6%, protein 4%, mengandung auksin, mengandung

vitamin (vitamin B6, C, folat, thiamin, niasin) dan mineral (seng, kalsium, fosfor, magnesium, besi)

Telor                     :

Mengandung vit-A, riboflavin, asam folat, vit-B, kolin, zat besi, kalsium, fosfor, potassium vitamin A, D, E, dan omega-3.

Ikan Nila              :

Nutrisi  Pada Ikan Nila

Mengandung kalori (128kcal), lemak (3mg), lemak jenuh (1mg), lemak tak jenuh (2mg), vit B12 (1,86mcg), kolesterol (57mg), Fosfor (204mg), Selenium (54.40mcg), protein (26mg), niacin (4.74 mg)  dan kalium(380 mg)

Kandungan lemak ikan nila rendah tidak meningkatkan kadar kolesterol, omega 6 dalam ikan nila mencegah penyakit dermatitis. Ikan nila sangat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi. Kandungan selenium mencegah katarak, kanker, menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan serangan jantung dan selenium juga bertugas sebagai regulator kelenjar tiroid yang bekerja mengontrol hormon-hormon. Vitamin B12 membentuk sel darah merah. Kandungan potassium mencegah pembentukan batu ginjal dan melancarkan  oksigen ke otak. Kandungan omega-3 mengurangi aterosklesoris dan meningkatkan kekuatan otak. Asupan setiap hari ikan nila akan menyehatkan kulit.

Manggis               :

Mengenadung vit-C, vit-A, zat besi, magnesium,kalsium dan potasium yang tinggi. Vit-B kompleks, niasin, tiamin dan asam folat. Mengandung Xhanthone yang memiliki fungsi yang spesifik, alpha-mangostin sebagai antioksidan dan Garcinone E sebagai agen anti tumor. Mengandung Catechin sebagai antioksidan 5X lebih kuat dari vit-C. Mengandung polisakarida sebagai antikanker. Mengandung quinon dan stilbene.

Demikian,

Sebuah masakan yang terkandung didalamnya penuh dengan berbagai suplemen, misalnya soto ayam, lodeh terong, tumis atau cah kangkung, berbagai nutrisi pada bawang merah, bawang putih, laos atau lengkuas, daun jeruk, jeruk nipis, sere, cabe rawit, terasi atau belacan kecap, garam, vetsin atau penyedap rasa (monosodium glutamat = MSG), gula santan, daun salam, daun bawang, seledri, tomat, jintan, bawang bombay, kulit manis, kapulaga, cengkeh, minyak zaitun, mentega, merica dan lain-lain.

Cerita ini adalah fakta nyata, kenangan ini selalu membias kedalam memori otak saya sampai sekarang, karena saya orang senang mempelajari ilmu nutrisi, hal-hal tentang gizi untuk makhluk hidup membuat saya bergairah.

Seperti halnya bapak saya yang suka memberi indukan lele dengan beberapa ekor cacing lumbrikus dan belatung setiap hari, kepompong ulat yang hidup didaun pisang, rebusan daun sambiloto, daun jambu biji, daun sirih, daun kates dan jantung pisang pada saat melakukan treatment pada persiapan kolam kolam bapak saya tidak pernah diserang jamur aeromonas yang ganas itu. Atau  ibu saya yang selalu merebus jagung sebelum diberikan kepada ayam kampung kesayangannya dan ibu testimoni bahwa ayam yang diberikan jagung rebus telornya lebih besar, cangkang lebih keras dan kuningnya berwarna cerah. Atau makan singkong rebus 10-20 gram sehari selama 100 hari akan menggempur kanker prostat. Singkong yang direbus akan menghilangkan racun hidrosianin dan mengaktifkan vitamin b-17 yang berguna.

Dan, sudahkah anda memberikan sedikit bungkil kacang hijau dan probiotik berbasis spirulina dan enzim lumbrokinase bagi induk lele anda agar cepat memijah kembali ?

Pembaca … !!!

Itulah ilmu gizi, pelajaran bijak adalah alam ini, giat bereksperimen, guru terbaik adalah pengalaman pengalaman pribadi dan artikel IQ Anak Seorang Satpam mudah-mudahan menjadi literasi.

Terimakasih

Artikel terkait:

tumpukan buku

 

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>