«

»

May 03

Jamur tiram, Cacing Tanah dan Cabe Jamu

Jamur tiram, Cacing Tanah dan Cabe Jamu

(Sebuah Konsep Sukses Managemen Pertanian)

Oleh  : Hadi Winarto

Sekarang saya mau mengajak anda sowan ke sebuah model pertanian yang cukup sukses di Bondowoso. Ini profilnya :

Nama Kelompok              :  Mitra Alam Sejahtera

Pemimpin                           : Awwaluddin Yudha, ST

No. Kontak                         :  081358103003

Alamat                                  : Jl. Diponegoro Gg Asem pentol RT.17 RW.04 Kel Kota Kulon

Kec. Bondowoso Kab.Bondowoso Jawa timur.

Jenis Usaha

1.          Budidaya jamur tiram putih

  1.         Membuat bibit jamur tiram
  2.         Produk olahan jamur tiram
  3.         Pemanfaatan baglog
  4.         Pemanfaatan kascing
  5.         Menjual mesin : press baglog, mesin mixer bahan jamur, mesin pengayak jamur.
  6.         Kuliner olahan dari jamur : bakso jamur, nugget jamur, kripik jamur.

Berawal dari satu unit usaha yang digeluti dan kemudian bertumbuh menjadi beberapa unit usaha inilah yang mengantarkan kelompok petani jamur Mitra alam Sejahtera yang dikomandani Mas Yudha, seorang anak muda enerjik yang meraih berbagai penghargaan. Mas Yudha memaparkan secara teknis dengan runtut dan gamblang. Ini sari pati penjelasannya.

Teknik budidaya jamur tiram

Untuk memulai ber-jamur-tiram-ria, dilevel pemula yang terpikat bertanam jamur tiram trik nya sederhana saja, ada 3 tahapan :

  1. Mulailah mempersiapkan media jamur tiram atau yang disebut kumbung.
  2. Membeli bibit jamur di penangkaran jamur yang sudah teruji performa dan kredibilitas nya.
  3. Perawatan hingga panen.

Tiga tahap inilah kawah candradimuka bertani jamur, dijenjang ini adalah ujian awal menuju keberhasilan kepada penambahan unit-unit usaha lainnya. Dilevel ini saja membutuhkan banyak kriteria dan spare-part  seperti membuat rak-rak, selang air, ketersediaan air, timbangan, plastik, sprayer, alat kebersihan, peralatan untuk panen seperti pisau, ember, plastik dan lain-lain. Dan hilir yang paling krusial dan tidak bisa ditawar-tawar :  Marketing.

Manakala batu ujian pertama sudah dilewati anda boleh mendaki kepada bukit yang lebih tinggi lagi. Anda tahu, semakin tinggi semakin kencang angin yang menerpa. Namun secara tidak disengaja atau anda seperti menarik garis lurus saja, setelah panen, baglog baglog bekas tumbuh kembangnya jamur untuk saat ini sudah bisa dijual, dahulunya baglog bekas jamur hanya dionggokkan saja dibelakang gudang dan dibuang. Sekarang sudah bernilai rupiah. Bekas baglog digunakan sebagai media potensial budidaya cacing lumbrikus. Baglog dibuat dari serbuk gergaji yang bisa diperoleh gratis dari sawmill penggergajian kayu.

Budidaya jamur, anda boleh mengambil filosofi neneknya nenek moyang kita BAGAI JAMUR TUMBUH DIMUSIM HUJAN, pesan bijak ini yang dijadikan referensi berbudidaya jamur secara modern. Maknanya, media jamur mesti tertutup, lembab, tidak terkena sinar matahari langsung dan terkena airhujan, maka dibuatlah rumah-rumah jamur yang disebut spawning (kumbung)

Beternak Cacing lumbrikus

Zaman bergerak dinamis, budidaya cacing tanah juga tidak ketingggalan dengan ditemukan teknik yang efektif. Bekas baglog adalah media terbaik bagi budidaya cacing. Baglog juga bisa menjadi gemerincing uang. Demam cacing lumbrikus kembali melanda negri ini seperti ditahun 1900an. Industri farmasi dan kaum pengobat alternatif memasukkan cacing lumbrikus kedalam daftar resepnya. Untuk bibit cacing saat ini sudah banyak dijual disana-sini. Jika anda tidak punya waktu untuk mencari biang cacing disela-sela pohon pisang yang anda tanam.

Budidaya cacing tidak sulit, diruang yang lembab dan pakan dari limbah herbal yang ter-fermentasi cacing berkembang pesat, kira-kira 1 kg biang cacing akan menghasilkan cacing 2 kg selama 30-40 hari. Kandungan enzim lumbrokinase pada cacing menunggu riset lebih maksimum dari para peneliti untuk kepentingan kemanusiaan.

Kascing

Kascing adalah kependekan dari kata bekas cacing. Kascing juga memberi peran ganda. Kascing bisa dijual kepada petani tanaman hias, terong, tomat, penyemaian pepaya dan tanaman lain. Khususnya petani di first range tapal kuda Bondowoso, Panarukan, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang hingga Pasuruan, kascing diburu untuk media cabe jamu. Dan benar, cabe jamu yang ditanam dengan media kascing meningkatkan survival rate cabe jamu. Dan anda tahu saat ini, cabe jamu yang ditanam bukan di media kascing tidak diminati. Fakta lapangan membuktikan itu. Dahsyat.

Kembali ke Jamur

Jika anda sudah lulus ditingkat pemula, anda bisa :

  • Mempelajari, membuat dan menjual bibit jamur.
  • Memanfaatkan dan menjual baglog.
  • Mempelajari sistem inkubasi baglog
  • membuat produk kuliner dari olahan jamur seperti : rendang jamur sate jamur, tumis jamur dll.

Bertani jamur secara otomatis menggerakkan bisnis bekas baglog, beternak cacing dan kascing. Siapa sangka dimulai dari satu item lalu bergulir ke aktifitas lain. Ini juga manifestasi dari sistem tumpang sari atau sistem monokultur menjadi sistem polikultur.

Demikian penjelasan simpatik dari Mas Yudha. Esensi dari artikel ini adalah manakala anda hendak mendaki sebuah puncak gunung, melangkahlah ditangga pertama.

Gambar Cabe Jamu baru dipetik kiriman Bapak Johanes di Timor Leste.

Share agro, kontak langsung 081224217112 (no SMS)

Menampung cabe jamu kering

untuk pulau jawa minimal 250kg, untuk pulau luar jawa 500kg. (harga fluktuatif sesuai mekanisme tata-niaga cabe jamu)

Harga cabe jamu kering hari ini di tingkat petani Rp.85.000 perkg

Menampung Cabe hias (rainbow, peter pepper dll) khusus jawa timur

Rp.4000 perpolibag usia 1 bulan

Rp.5.500 perpolibag usia 2 bulan

Rp.7.500 perpolibag usia 3 bulan

cabe2   cabjam4

 

Link terkait

Jamur Tiram Raksasa Berkat Hormon

Jamur Tiram, nutrisi masa depan

Peluang Usaha Budidaya Cabe Jamu

Pelatihan Agrobisnis Online

Jamur tiram, Cacing Tanah dan Cabe Jamu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>