«

»

Nov 07

Jujur Juga Salah

Jujur juga salah

Jujur dari desa. Spirit dari Desa Jambewangi Kabupaten Banyuwangi.

Kalam yang akan saya torehkan adalah kisah nyata kejujuran orang desa, ini sering terjadi. Namun diharapkan kejujuran yang sudah mulai langka bisa mengingatkan kita semua.

Begini,

Namanya Suprihatin, kerabat didusunnya memanggil Mba Tin. Tinggal didusun Krajan desa Jambewangi Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi, usianya 36 tahun, hidup bersama suaminya Mas Purwanto dan ibu kandungnya bernama Marfuah, sementara ayahnya sudah meninggal saat Mba Tin masih kecil. Mereka bertiga tinggal di rumah sederhana. Bersama suaminya Mba Tin bekerja serabutan, sebagai buruh tani padi, tomat dan cabe. Dianugerahi fisik yang kuat Mba Tin tidak canggung jika menerima pekerjaan lelaki seperti memanjat kelapa atau bekerja apa saja. Ditengah kehidupan yang nestapa suatu ketika Mba Tin menemukan sebuah tas lusuh. Sesampainya dirumah betapa kaget ketika tas tersebut dibuka berisi perhiasan berharga, uang tunai Rp.2 juta, SIM, KTP dan ATM. Diperkirakan nilai perhiasannya sendiri sekitar Rp.10 juta lebih. Semalaman Mba Tin tidak bisa tidur. Atas keadaan yang tidak memungkinkan besoknya Mba Tin membuat surat ke alamat yang ada pada KTP, karena alamat tersebut jauh dari desanya. Beberapa hari kemudian datanglah pemilik Tas dan beberapa saudaranya, pemilik tas berasal dari desa Sumber Rejo Kecamatan Wongso Rejo Banyuwangi. Yakin bahwa tas tersebut memang pemilik tas yang hilang barulah Mba Tin, suami dan ibunya menyerahkan tas tersebut. Sebagai ucapan terima kasih Mba Tin diberi uang sebesar Rp.100 ribu.- Mba Tin dan keluarga merasa bersyukur atas berkah tersebut dan pemilik tas merasa lega karena barang miliknya kembali utuh.

Pembaca,

Cerita diatas sebenarnya sudah biasa terjadi dan biasanya ditulis, didramatisir dan dibingkai dengan kata  yang memberi motivasi atau pencerahan kepada pembacanya. Namun ada hal lain yang akan diuraikan dalam kelanjutan penemuan tas yang hilang itu.

Setelah tas diterima oleh pemilik aslinya dan pamit pulang, beberapa orang bahkan banyak orang-orang yang geram kenapa Mbak Tin tidak meminta lebih, kenapa mau hanya diberi Rp.100.000,- Sementara yang lain ada yang mengumpat, ada yang berkomentar betapa Mba Tin orang yang bodoh dan berbagai kalimat negatif lainnya. Bahkan seseorang dengan tidak ada rasa malu mengungkapkan kalau dia tidak akan memberitahu dan memilih dimiliki sendiri.

Mau tidak mau Mba Tin, suami dan Ibunya menjadi gusar karena menerima berbagai komentar yang menyudutkan walaupun Mba Tin sudah menjelaskan dengan perkataan halus, seperti katanya : “Adalah dosa jika kita menggunakan barang yang bukan hak kita. Rezeki saya Rp.100 ribu adalah sebuah rahmat yang terhingga, ditengah ketiadaan, uang Rp.100 ribu bagi kami adalah rezeki yang tak ternilai”.

Mba Tin manusia biasa, dia juga tidak kuat menerima kalimat-kalimat yang menyudutkan. Mba Tin tidak tahan untuk tidak menangis mengapa tindakannya tetap dipersalahkan. Beberapa hari Mba Tin tidak bisa tidur dan tidak habis fikir kenapa banyak manusia mengejar kesenangan diatas derita orang lain, kenapa orang-orang sekarang semakin larut dan menempatkan harta sebagai harga diri yang tertinggi.

Pembaca yang budiman

,

Penulis sendiri saat mendengar cerita ini langsung dari Mba Tin bergetar dan meneteskan air mata. Menangis melihat Mba Tin terlihat sedih dan sekaligus sebuah kekaguman.  Bergetar betapa didepan saya adalah sebongkah mutiara kehidupan dari seseorang yang sangat bersahaja. Saya memandang jiwa raga mba Tin bersemayam sebuah samudra kebaikan disana.

Anda perlu tahu keseharian Mba Tin,  kehidupannya jauh dari rata-rata, maksudnya saya melihat menu makan kesehariannya hanya sambel terasi dan lauknya terong yang dia tanam dipekarangan rumahnya atau tanaman apa saja seperti pohon talas (lompong) dan saya yakin, jangankan dikota menu didesa pun tidak lagi seperti itu.

Saya cukupkan saja tulisan saya sampai disini, anda pasti bisa mencerna makna dari peristiwa ini. Saya mengajak pembaca untuk berdoa :

Ya Allah, jadikanlah kesederhanaan Mba Tin, cermin bagi kami menjadi orang yang dijauhi dari watak serakah.

Ya Allah, jadikanlah kebersahajaan Mba Tin, spirit bagi kami untuk menjauhi kemewahan agar kami terhindar menjadi kekhufuran.

Ya Allah, jadikanlah keimanan Mba Tin, suri teladan bagi kami untuk senantiasa menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

 

14  Tokoh

Oleh : Team Kreatif Booster Fish

Sumbangan terbaik untuk peradaban manusia diantaranya adalah perjuangan, jerih payah dan pengorbanan baik tenaga, waktu dan fikiran para ilmuwan, inovator dan pionir.

Di Indonesia telah lahir ribuan orang-orang yang telah memberikan banyak jasa dan penemuan. Mereka ini yang sangat membantu dan mengharumkan nama bangsa dikancah ilmu pengetahuan dan tekhnologi dunia. Termasuk dalam dunia agrobisnis, agrokultur dan agroindustri banyak berhasil ditemukan karya-karya hebat.

Berikut ini 14 orang Indonesia dan hasil penemuannya

  1. Maruni Wiwin Diarti
  • Penemu : Senyawa Antimikroba dari Rumput Laut
  1. Abdul Jamil Ridho & Niti Soedigdo
  • Penemu : Varietas Unggul Singkong Raksasa
  1. Eddyman, Intan Elfarini & Kanaka Sundhoro
  • Penemu : Obat Anti nyamuk Alami
  1. Ayub S. Parnata
  • Penemu : Bakteri Kompos Organik
  1. Minto
  • Penemu : Kompor dan Pengering Hasil Tani dengan Tenaga Matahari
  1. Robert Manurung
  • Penemu : Minyak Jarak Murni
  1. Sutrisno
  • Penemu : Alat Perangkap Lalat Buah
  1. Mumu Sutisna
  • Penemu : Hormon Penyubur Anakan Padi
  1. Fuad Affandi
  • Penemu : Pupuk Alami dari Air Liur
  1. I Made Budi
  • Penemu : Formula Sari Buah Merah untuk Pengobatan
  1. Lalu Selamat Martadinata
  • Penemu : Alat Pemanggil Ikan
  1. Djoko Srihono
  • Penemu : Penjernih Air Limbah
  1. I Gede Ngurah Wididana
  • Penemu : Formula Minyak Oles Bokhasi
  1. Arief Mulyana Djumra
  • Penemu : Pemacu Produktifitas dan Kualitas Udang dan Ikan

 

Sodaqoh itu apa saja dan bagaimana

Setiap muslimin dan muslimat  wajib melaksanakan sodaqoh.

Sahabat nabi bertanya : “Bagaimana jika tidak punya apa-apa?”

Nabi SAW menjawab : “Bekerjalah lalu bersodaqoh.”

Sahabat nabi : ” Bagaimana kalau tak sanggup?”

Nabi SAW  : “Membantu bagi yang sedang teraniaya.”

Sahabat nabi: “Bagaimana jika tidak dilaksanakannya?”

Nabi SAW : “Berbuat ma’ruf.”

Sahabat nabi: “Bagaimana kalau tidak dilakukan?”

Nabi SAW  : “Mencegah kejahatan itulah sodaqoh.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Pesan Moral

Jika anda bekerja sebagai pegawai dimana saja cegahlah rekan-rekan, atasan, bawahan anda untuk tidak melakukan korupsi dan mengambil uang kantor yang bukan haknya, laporkanlah jika anda tidak berdaya mencegahnya. Jika anda tidak melakukannya, sesungguhnya anda juga sebagai pelaku korupsi, hilanglah peluang anda untuk bersedaqoh, mendapatkan pahala, menyelamatkan uang negara.  Anda mendiamkan sejatinya anda orang yang lemah.

angger gunung

 

yatie

 

Jujur juga salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>