«

»

Jul 18

Kambing Organik, Devisa Dan Solidaritas Islam

Kambing Organik, Devisa Dan Solidaritas Islam

(Memenuhi permintaan 250.000 ekor kambing gibas dari 1 orang importir kambing asal Arab)

Oleh : Team Kreatif Boosterfish.com

Boosterfish Farm berkesempataan mewawancarai Direktur Marketing CV. AGRO SENTOSA ABADI Yosi Ardiansyah. Team AGRO SENTOSA ABADI dalam kunjungannya ke negara Arab Saudi bertemu dengan pengusaha Arab Saudi. Terucaplah kalimat harapan dan pengusaha Arab mengatakan :

Selama ini Arab dan negara-negara Timur Tengah lainnya meng-import kambing dari negara Australia dalam jumlah yang sangat besar. Idealnya kebutuhan akan kambing dipasok dari negara-negara sesama muslim dan potensi terbesar tentu datang dari Indonesia. Indonesia memenuhi semua syarat baik mutu, demografi, luas lahan dan kwalitas sumber daya manusia. “

Dari dialog diatas ditambahkan oleh Yosi bahkan Indonesia akan menyediakan kambing organik. Gayungpun bersambut dan tantangan berikutnya tahap awal Yosi diminta menyediakan 250.000 ekor kambing pertahun. Tersirat dari pertemuan ini bahwasanya Import kambing dari negara-negara Islam disamping meningkatkan spirit solidaritas (ukhuwah Islamiyah) berikutnya akan menempatkan perekonomian Indonesia (umat Islam) menjadi lebih baik dan sejajar dengan barat.

Pernyataan pengusaha Arab ini diapresiasi oleh Yosi bahwa peluang ini akan menjadi efek positif terhadap komoditi lainnya. Selama ini puluhan bahkan ratusan komoditi yang dikuasasi negara-negara non muslim bukan karena “sulit jual” atau karena “produk buruk”

tapi banyak disebabkan :

  • Rasa percaya diri pengusaha kita masih rendah
  • Support dari regulator terkait belum maksimal.
  • Komunikasi belum intensif diantara eksportir dan importir
  • Eksportir menguasai tata niaga ekspor tapi masih kurang menguasai product knowledge terutama bidang agrobisnis.

Pertemuan akhirnya membuahkan informasi penting bahwa saat ini hanya dari 1 orang pengusaha ekspor kambing dari Arab Saudi ini membutuhkan kambing sekitar 250.000 ekor pertahun . Yosi yang mengetahui hilir hulu ruminansia ini akhirnya mengajukan penawaran lebih maju lagi bahwa Indonesia memiliki produk kambing kelas organik yang bebas residu dan lemak.

Mengelola tiga ratus ribu pertahun atau dua puluh lima ribu ekor perbulan dengan bukan tidak mungkin dapat dipenuhi. Jika ini dapat dipenuhi dengan jumlah kurang lebih 12-15 juta ekor diseluruh jazirah Arab dan Timur Tengah dapat dikuasai.

Syarat yang diminta adalah :

  • Kambing dengan strain gibas
  • Ukuran minimal 40kg per-ekor
  • Menghasilkan kambing organik.

Ini permintaan 1 orang eksportir, eksportir lainnya akan berbeda persyaratannya baik strain, jumlah maupun ukuran dan lain-lain. Sungguh fenomenal.

Langkah-langkah awal adalah dengan cara :

  1. Membangun dan membina komunitas 2000 sd 3000 orang peternak
  2. Memberikan SOP dan training kepada budidaya ditingkat peternak kecil dan menengah antara 10 ekor – 20 ekor perbulan.
  3. Mendorong beberapa pengusaha untuk membangun pabrik pakan ruminansia untuk memudahkan peternak yang tidak memiliki ladang untuk menanam rumput dan tanaman lainnya.
  4. Menanam rumput gajah (protein 9% ditingkatkan menjadi 18% dengan fermentasi).

Ekspor kambing organik ini juga sebagai pintu masuk untuk komoditi organik lainnya seperti :

  • Sapi organik
  • Sayur organik
  • Ikan air tawar (aquaculture) organik
  • Pupuk organik
  • Ayam kampung organik
  • Dan lain-lain

Teknis mencetak kambing organik dan memiliki pertumbuhan minimum 20% :

  • Air minum bebas dari bacteri e-colli, salmonella, vibrio dan colliform
  • Kandungan nutrisi pakan
  1. Protein kasar 16-18%
  2. Serat kasar 15%
  3. Lemak 5%
  4. Abu 18%
  5. TDN 65-70%
  6. Cost material Rp.1500-2000 per-kg

Pertukaran bahan pakan harus sesuai dengan kandungan nutrisi lainnya.

Demikian informasi ini, sesungguhnya masih banyak peluang yang bisa digarap dan semoga kambing menjadi titik tumpu menuju kebangkitan komoditi agrobisnis Indonesia.

4 manfaat yang didapat :

  1. Mensejahterakan peternak Indonsia
  2. Devisa negara meningkat
  3. Mencetak pengusaha muslim dan meningkatkan persahabatan dengan sesama negara muslim.
  4. Merekrut banyak sumber daya manusia

Sejumlah negara dikawasan timur tengah siap menyerap kambing asal Indonesia

Pada tahun 2013 timur tengah membutuhkan kambing 12-15 juta ekor kambing dan tumpukan petro dolar ini dikuasai Australia 60%, New Zealand 20 %, sisanya di pasok Turki, China Somalia, Sudan dan lain-lain.

Negara-negara Timur Tengah dengan kebutuhan kambing terbesar  :

  • Arab saudi
  • Bahrain
  • Irak
  • Mesir
  • Lebanon
  • Yordania
  • Iran
  • Kuwait

Dan potensi negara-negara lainnya Malaysia, turki, Brunei dan Afganistan.

Kenapa selama ini potensi ini tidak pernah terelealisasi secara maksimal ?. Karena tidak ada Kesepakatan Logika. Semua berjalan sendiri-sendiri atas kepentingan sendiri.

Dibutuhkan semangat kebersamaan, dalam hal ini semua komponen yang terlibat melaksanakan kegiatan ini dengan mengejar profit namun juga harus mengedepankan kesejahteraan peternak yang terlibat sebagai komponen paling terdepan. Peternak bukan dijadikan kambing perah sekelompok orang.

Dan tahukah anda kartu truff tunggal apa yang kelak produk Indonesia menduduki peringkat teratas permintaan dunia, jawabannya hanya satu yaitu produk bebas residu, timbal, bacteri pathogen dan mercuri dan lain-lain yaitu produk-produk ORGANIK.

Bagi peternak atau siapa saja yang berminat dengan program ekspor kambing gibas organik ini bisa menghubungi Bapak Yosi Ardiansyah secara langsung (tidak SMS) ke 0822-4499-1204.

Masih banyak informasi yang belum disampaikan dalam artikel ini. Ikuti terus site ini.

Other links :

Silase, Pakan Ruminansia Terbaik

Menggali Potensi Ayam Kampung Organik

Peternakan, Perikanan Dan Pertanian Sistem Modern

Rumput Gajah Thailand Untuk Sapi

Makanan Organik Ceruk Bisnis Terbaru

Sapi Penggemukan, Sebuah Bisnis Plan

Booster Fish

Kambing Organik, Devisa Dan Solidaritas Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>