«

»

May 04

Kambing Perah Dan Mata Rantai Pakan

Kambing Perah Dan Mata Rantai Pakan

Oleh Hadi Winarto, Banyuwangi, 4 Mei 2019

Integrated Farming

Budidaya ter-integrasi skala kecil dengan enam jenis farm dalam satu hamparan lahan (six in one).

Problem klasik dibidang peternakan dan perikanan adalah masalah biaya pakan dan dibidang pertanian adalah biaya pupuk yang mahal. Sistim yang ter-integrasi adalah solusi terbaik dimana dalam satu hamparan lahan akan terbentuk mata-rantai makanan (feed chain) untuk meminimalisir biaya pakan dan pakan dan pupuk dan menghasilkan produk organik.

  1. Peternakan kambing perah
  2. Budidaya lele konsumsi
  3. Budidaya puyuh petelor
  4. Pertanaman sumber pakan dan sumber enzim (kelor, kates, singkong dan rumput gajah)
  5. Budidaya chlorella sebagai sumber vitamin, enzim, asam amino, antiobik
  6. Budidaya wolffia sebagai sumber protein dan karbohidrat yang terbaik.

Mata rantai makanan

Lima jenis budidaya ini mampu membentuk mata rantai makanan

  • Kotoran atau feses kambing untuk memproduksi pupuk bagi tanaman kelor, kates, singkong dan rumput gajah. Terbentuk kebun pakan organik.
  • Kambing perah juga akan menghasilkan anakan dan kambing penggemukan konsumsi.
  • Air kolam lele sebagai sumber pupuk kelor, kates, singkong, rumput gajah dan wolffia.
  • Feses puyuh memiliki kandungan protein tinggi dan bisa dimanfaakan untuk pupuk organik, pupuk wolffia.
  • Kelor, kates, singkong, rumput gajah, cholrella dan wolfia bisa diandalkan 100% untuk pakan kambing dan 50% untuk pakan lele.
  • Kelor, kates, chlorella dan wolffia akan menghemat pakan puyuh 50-75%

Akumulasi biaya pakan kambing, puyuh dan lele dapat dihemat maksimum 50% dan biaya pupuk menjadi 0%

Prakiraan kebutuhan lahan tahap awal memulai integrated farming ini

(mulai dulu dengan yang kecil kemudian dirasa menjanjikan silahkan diperluas)

Kambing              Luas kandang 200m2 (50-100 ekor kambing)

Lele                       Luas kolam 50m2 untuk tebar 20.000 ekor

Puyuh                    Luas kandang 30m2  untuk puyuh petelor 3000-4000 ekor

Pertanian             2000 m2

Chlorella               Luas kolam 8m2

Wolffia                   Luas kolam 200m2

Infrastruktur          600m2-800m2 (gudang pakan, ruang SDM, gedung pembuatan enzim, antibiotik organik, asam amino, mesin pelleting)

Kebutuhan infrastruktur awal

Kambing

Kandang, mesin pencacah rumput, instalasi air dan listrik, gudang pakan, enzim, asam amino, vitamin (semua bahan peningkat nutrisi dibuat sendiri)

Lele

Kolam, aerator, tandon pematangan air, pupuk air, antibiotik organik dan enzim

Puyuh

Kandang puyuh petelor, kandang puyuh , tandon air minum, wadah air minum, wadah pakan, antibiotik organik, asam amino dan enzim.

Chlorella

Kolam, lampu led, pompa celup, aerator (pupuk chlorella dibuat sendiri)

Wolffia

Kolam (pupuk wolffia dibuat sendiri)

Potensi usaha yang bisa dikembangkan

  • Penjualan susu kambing
  • Penjualan daging kambing
  • Penjualan kambing indukan
  • Penjualan lele konsumsi
  • Penjualan telor puyuh
  • Penjualan DOQ puyuh
  • Penjualan kotoran puyuh dan kambing dalam kemasan setelah melalui proses enzimatis dan fermentasi
  • Penjualan inokulan dan pupuk chlorella
  • Penjualan inokulan wolffia
  • penjualan pakan
  • Penjualan enzim, asam amino, vitamin dan lain-lain.

Analisa produksi

Kambing perah

Untuk jenis kambing perah bisa digunakan kambing PE (peranakan etawa) persilangan antara Kambing bligon (persilangan kambing kacang dengan kambing PE) dengan kambing etawah asli dari India.

Dengan pemberian enzim, asam amino, kelor kambing akan menghasilkan susu 2 liter lebih per-hari. Sebagai pedaging memiliki bobot lebih besar dan menghasilkan daging organik .Limbah kotoran ternak diproses dan dimanfaatkan sebagai pupuk.

Lele konsumsi

Sistem ini akan menekan secara signifikan hingga Feed convertion ratio 0,4 (akumulasi biaya) beberapa peternak lele memasukkan feses puyuh hingga 20% sebagai pakan lele setelah feses diberi enzim dan asam aminodan difermentasi, dikeringkan dan dicetak menjadi pelet.

Puyuh

3000 ekor puyuh petelor akan menghasilkan 27-32kg telor puyuh/hari (bobot telor puyuh 12-14 gram/butir. Menghasilkan feses kering 5 kg/hari. Asupan enzim, chlorella, wolffia menekan biomassa pakan dari 25 gram/hari /ekor menjadi 18 gram/hari/ekor.

Kelebihan kelor, kates, singkong dan rumput gajah

Kelor mengandung protein 27%. Kates diambil enzim papain, singkong sebagai sumber zat besi, vitamin B2 dan karboidrat, rumput gajah kaya vitamin C dan B serta mudah membudidayakannya. Substitusi pakan lainnya adalah rumput alfalfa, indigofera dan mengusahakan fodder jagung.

Kambing Perah Dan Mata Rantai Pakan adalah salah satu trik bagaimana cara meminimalisir biaya pakan makin murah. Kambing perah bisa diganti dengan ayam joper, sapi atau kelinci. Ladang pertanian bisa ditambah dengan nenas sebagai sumber enzim bromelin, pisang, lamtoro, kedele dan banyak lagi) lele konsumsi bisa diganti dengan segmen nila pendederan. Disegmen ini pemberian dengan wolffia /akan nila bisa hemat 90% (wolffia berprotein 40%) atau biaya pakan bisa diirit menjadi 5-20%. Kolam kolam bisa ditambah dengan budidaya lemna minor (protein 33%) dan azolla (protein 22%). Puyuh bisa ditukar dengan bebek. Bebek sangat menyukai azolla dan lemna minor.

Integrated farming ini seperti halnya sistim tumpang sari dalam pertanian. Terjadilah simbiosis mutualisma.

Guys, be action please

Budidaya wolffia

wolffia1

Wolffia setelah dikeringkan

wolfia2

Chlorella

chlorella-olah

Kenapa jutaan peternak, peneliti, para mahasiswa bioteknologi begitu tergila-gila terhadap wolffia, chlorella, spirulina, haematococcus untuk pakan ternak, untuk produk kesehatan manusia, untuk kecantikan dan sebagai anti aging suplement kelas dunia … silahkan simak contents yang kami posting dibawah ini. Beginilah cara boosterfish.com berbagi.

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal

Membiakkan Spirulina Itu Mudah

Budidaya Fitoplankton, Untuk Apa ?

Wolffia, Tanaman Surga Untuk Peternak

Kultur chlorella dalam galon air mineral

chlorell-demak

Kambing Perah Dan Mata Rantai Pakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>