«

»

Jan 23

Kascing pupuk terbaik didunia

Kascing pupuk terbaik didunia

Oleh : Kevin Maulana

Cak Azis, CEO nya Mahakam Farm Jember tiba-tiba nyeletuk kepada stafnya Wahid, kata Cak Azis : Bekas limbah hasil budidaya cacing lumbricus adalah pupuk organik yang paling baik, paling murah, kascing pupuk terbaik didunia. Ditambahkan oleh Cak Azis, dinegara-negara maju seperti dibenua Eropa, Canada dan Amerika serikat semangat bercacing ria menjadi target utama  bahwa bekas cacing yang berupa serbuk gergaji dijadikan media tanam terutama untuk jenis tanaman hias, bekas cacing merupakan pupuk yang memenuhi semua unsur hara dan zat ber nutrisi tinggi yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Membudidayakan cacing tanah menjadi secondbusiness. Wow, segitunya ya.

Seketika fikiran penulis bergerak menerawang liar dan menafsirkan gejala yang terjadi dikalangan penggiat pertanian dan atas pernyataan Cak Azis ini.

  1. Serbuk gergaji dibeberapa wilayah saat ini sulit ditemukan sebagai penanda sudah jadi rebutan untuk media tanam dan media budidaya jamur yang disebut baglog, dulunya limbah baglog bekas panen jamur dibuang begitu saja namun saat ini bekas baglog pun jadi incaran penjual bunga hias dan peternak cacing.
  2. Bekas cacing sudah menjadi komoditi penting sebagai media tanam dan hingga naskah ini diposting harga limbah bekas cacing sudah dihargai antara Rp.2.500-Rp.5.000.

Penulis  segera berselancar menggali informasi dan tetek bengek bekas cacing ini terutama di kanal maya tentang berbagai hal artikel pupuk, tentang cacing dan tentang semua hal dan mencari tahu apa saja kandungan yang ada di limbah bekas cacing yang menjadi trending topic didunia pertanian disamping beberapa berita hangat yang tengah diperbincangkan para pelaku agro-mania seperti berita pemijahan sistem implan, trend seller semut Jepang, ulat kandang, air ikan lele untuk budidaya cacing sutra, heboh nutrisi dan ransum pakan ternak dan penemuan pupuk dengan kandungan enzim dengan formula dan dosis tertentu.

Back to Kascing,

Dengan kasat mata dan tidak perlu penelitian laboratorium limbah cacing mengapa saat banyak diburu oleh para petani, ini faktanya.

  1. Para peternak cacing Lumbricus Rubellus, cacing tanah, cacing harimau (tiger worm) memberikan pakan untuk cacing berupa limbah sayur gratis yang melimpah ruah pasar seperti kangkung, sawi, wortel, kacang panjang, ampas kelapa, ampas tahu, kotoran ternak, kulit nenas, kulit nangka, kulit bawang, kol, seledri, kulit buah, selada, tomat, bayam bahkan gedebok pisang. Para peternak cacing ini ada yang memberikan susu kedele afkir dengan cara memercikkan kepermukaan media cacing. Sumber-sumber pakan untuk cacing ini akan mengalami proses pembusukan, logikanya semua hal yang bisa terjadi pembusukan adalah pakan cacing.
  2. Proses pembusukan adalah proses alami fermentasi (sludge) secara alamiah yang meningkatkan kualitas media cacing dan statemen Cak Azis dan kawan-kawan bahwa : KASCING PUPUK TERBAIK DIDUNIA, siapa yang menampik.
  3. Pada saat cacing dipanen masih ada tertinggal larva atau telur-telur cacing yang belum dibuahi dan jutaan jasad renik sebagai unsur hara penting bagi pertumbuhan maksimal sebuah tanaman.
  4. Beberapa peternak lain juga secara simultan mencipratkan air kolam yang banyak mengandung amoniak dan feses ikan bertujuan media cacing tidak terlalu kering, cacing butuh suasana lembab (tidak kering tidak basah) dan suhu ideal habitat cacing 23-26 derajat celcius agar cacing tetap disuhu romantis dan pembiakannya berjalan sempurna.

Benar, petani biasanya tidak mau ribet bin repot dengan urusan uji labor, makan waktu dan biaya katanya. Uji lapangan intinya. Yes yes yes, uji laboratorium, uji lapangan, uji pasar itu penting namun untuk kascing fakta pemanfaatan kascing dinegara-negara yang sudah maju pertaniannya cukuplah memberi alasan bijak mengapa kascing adalah rabuk atau pupuk terbaik didunia. Jika ada klaim kascing bukan yang terbaik, atau dianggap lebai, ekstrim atau tendensius, pupuk terbaik nomor dua juga cukuplah.

Sahabat agro-mania yang tercinta,

Demikian sekilas fenomena yang seringkali tidak pernah kita duga, banyak benda-benda bekas tidak terpakai bisa disulap menjadi hal-hal yang berguna. Ditangan seorang kreator benda bekas dan afkir mampu mengubah lingkungan dan dunia. Ingatkah anda beberapa waktu belum lama ini, sampah-sampah teronggok di tempat pembuangan sampah namun sekarang banyak lahir enterpreuneur yang menyulap sampah sebagai karya seni. Ribuan pengusaha lahir dengan sebutan pengepul sampah, pengusaha besi tua, pedagang rongsokan, pebisnis plastik bekas, . Beberapa diantara nya malah mantan pegawai Bank, mantan sales asuransi,  resign dari pegawai negeri dan mengajukan pensiun dini sebagai Senior Manager di TELKOM.

Membuat sendiri pupuk dan pestisida herbal (organik)

Untuk mencapai hasil optimum dalam tata-kelola pertanian yang tidak kalah dengan luar-negeri, dengan bahan baku yang murah dan peralatan yang sederhana serta membuat kualitas tanah tetap bisa dipertahankan hingga periode tanam berikutnya.

  • Siapkan polibag dengan media kascing.
  • Siapkan bahan pupuk oranik
  1. Sekam                                   1 kg
  2. Kapur pertanian                   1 kg
  3. Kotoran ayam                     10 kg
  4. Urine sapi                           10 liter
  5. Air kolam ikan                  250 liter
  6. Bekatul                                   1 kg
  7. Ekstrak cacing lumbrikus  1 liter
  8. Rumen sapi                         5 kg
  9. Mikroba strain 1800           100ml

Aduk bahan nomor 1 sd 9 simpan dalam wadah selama 15 hari, formulasi dan komposisi diatas bisa diberikan kepada semua tanaman umur pendek seluas 1 hektar untuk pemupukan penyiraman 2 kali seminggu selama 1 bulan. (tanaman yang disarankan dan sudah melalui uji coba adalah bunga bougenville, lidah mertua, pisang, mangga, sirsak, lidah buaya, kates, tanaman empon-empon (langkok-langkok), mawar, melati, sirih merah, cabe rawit, cabe jamu, tomat, terong dan tanaman umur pendek lainnya)

Setelah pemberian pupuk bisa dilanjutkan dengan pembuatan pestisida organik. Bahan-bahannya adalah

  1. Daun sirih                             0,25 kg
  2. Daun mimba                        0,25 kg
  3. Daun mindi                           0,25 kg
  4. Daun pahitan                        0,25 kg
  5. Daun jambu biji                   0,25 kg
  6. Sambilito                               0,25 kg
  7. Kencur                                   0,25 kg
  8. Kunyit                                     1 kg
  9. Temulawak                          0,25 kg
  10. Daun blimbing wuluh        0,25 kg
  11. Daun pace                           0,25 kg
  12. Daun pepaya                       0,25 kg
  13. Daun avokad                        0,25 kg
  14. Daun sirsak                         0,25 kg
  15. Daun tuba                            0,25 kg
  16. bawang putih                      0,25 kg
  17. lidah buaya                          0,25 kg
  18. Alkohol (kadar 70%)           1 liter
  19. Air                                      250 liter

Blender semua bahan, saring, simpan dalam wadah kedap udara selama 15 hari dan kemudian bisa disiramkan kebagian akar batang. Mudah dan murah bukan !

Testimonial kascing terhadap produksi padi

Mas Yudha (081358103003) seorang petani jamur tiram di Bondowoso memberikan 10 karung kascing kepada temannya seorang petani padi. Kascing ditebar disawah yang baru ditanam benih padi yang ditanam dengan sistem jajar legowo, tanpa pupuk kimia (npk, urea dan lain-lain) diperoleh hasil panen 8,2 ton per-HA dengan rendeman 8, sedangkan pada periode panen sebelumnya dengan pemberian urea dan npk lahan sawah 1 HA hanya menghasilkan gabah 5,9 ton.

Kandungan kascing (bekas cacing) per 1kg kascing

Ca (Kalsium) 340mg

Mg (Magnesium) 210mg

Cu Tembaga 17mg

Zn (Seng) 335mg

F (Fosfor) 700mg

K (Kalium) 210mg

Na (Natrium) 154mg

Mn (Manganium) 661mg

Bo (Boron)34mg

Fe (Besi) 13,5mg

Bo (Boron)34mg

C (Karbon) 20%

N (Nitrogen) 1,58%

Info bisnis

Kami menampung panen CABE JAMU sesuai dengan harga ditingkat petani. Jemput dilokasi.   (Kontak langsung ke 081224217112, tidak SMS)

Baca juga

Apa itu Fermentasi

cacing lumbricuus

keyword enzim dan ozonizer, pakan ayam, pakan organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>