«

»

Sep 29

Lele : Pembenihan Menuju Pendederan

Lele : Pembenihan Menuju Pendederan

Hal penting lainnya dalam budidaya lele baik di segmen benih dan deder adalah hal yang sangat adalah TANDON.

Oleh : Hadi Winarto

Tandon berfungsi :

  1. Sebagai wadah penyimpan air siap pakai.
    Air ditandon bisa difermentasi terlebih dahulu beberapa hari dengan pupuk air, diberi antibiotik.
  2. Pasokan air dari sumber meskipun terlihat jernih. (air baru yang dikirim dari sumber sumur biasanya kadar oksigennya masih rendah) hal inilah mengapa banyak pembenih atau yang baru beli benih terjadi kematian masal. Jutaan benih yang baru menetas langsung mati massal.
  3. Tandon pada daerah yang mengandung zat kapur dan logam berat berfungsi sebagai
  4. Air sumur yang ditampung ditandon terlebih dahulu kadar oksigen akan meningkat. Dibutuhkan waktu sekitar 6-8 jam dari kadar oksigen 2,2 menjadi 3,4. Selisih waktu 6 jam mengakibatkan benih akan kolaps. Tandon ditempat terbuka full sumat, penambahan pupuk air, system resirkulasi, plankton dan ozonisasi akan mempercepat meningkatkan kadar DO dalam air sehingga stabilitas suhu air mendekati sama dibanding air yg dialirkan dari sumur kekolam. Tandon akan terlihat nyata hasilnya pada fase pembenihan ke pendederan.

Klo anda aras-arasan atau alergi kelabor. Coba lakukan trial pada sumber sumur dari tanah airnya masukkan kebotol air mineral 1500ml, jangan diberi apa-apa. Dalam 1-2 minggu air akan menghitam dengan sendirinya.
Itu pertanda mutu air anda buruk. Oksigen rendah, kadar logam tinggi dan jangan jangan full parasit argulus, white spot dan jamur aeromonas.
Benih datang 3 hari kemudian ikan megap megap. Langsung yang divonis beli benih abal-abal padahal mutu air tidak memenuhi kriteria dibutuhkan air.

Bisa jadi anda males membuat tandon. Tak banyak peternak Indonesia bertandon ria. Bisa juga kepedean mengklaim air nya sudah hebat dr sumber mata air pegunungan. Dari sumber yg dpt dipercaya.

Temen saya investasi Rp.800.000.000 karena ada orderan benih 3.000.000 benih lele/minggu. Lalu bayar jasa konsultan dari pembenih yg sukses dari desa sebelah. Bertahan hingga 2 tahun benih begitu menetas langsung jutaan ekor mati. Lalu kolam kolam mangkrak. Ditinggalkan begitu saja.

Ternyata, sukses didesa sebelah tdk bs diaplikasikan didesa kita karena perbedaan.

  • Disparitas suhu
  • Oksigen
  • Kadar logam (merkuri, timbal kadmium dan lain-lain)
  • Bakteri (e-colli, amoniak, salmonella, colli-form dan lain-lain)
  • pH
  • Amoniak
  • Nitrit dan nitrat

Anda pernah alami kasus seperti ini ??? atau anda sering melihat kejadian ini ??? Bisnis disegmen memang menggiurkan namun sedikit yang beruntung. Biasanya keberuntungan alami saja atau secara kebetulan yang beruntung sudah dianugerahi mutu air dari Allah yang memang sudah ideal untuk pembenih. Yang gagal ada ribuan orang. Hanya membuat prediksi bahwa air nya sudah jernih dan tidak pernah ber praduga bahwa air jernih juga termpat bersarang makhluk tak kasat mata white-spot, jamur aeromonas dan parasit ikan air tawar.

Ada ribuan parasit, dibawah ini adalah parasit yang terkenal (cuma bisa dilihat dengan mikroskop)

  • Argulus sp.

Bentuk tubuh argulus sp. pipih bulat dengan diameter ± 5 mm. Tubuhnya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu cephalothorax, thorax, dan abdomen, melukai dan menghisap sari makanan dari inang. Sifat parasitik Argulus sp. berpindah pada tubuh ikan lain, bertahan hidup selama beberapa hari di luar tubuh ikan. Argulus jantan mencari pasangan untuk kawin atau betina melepaskan diri untuk meletakkan telur dan kemudian bebas kembali mencari inang. Gejala klinis yang terinfeksi parasit ini pada ikan adalah beberapa sisik tubuh terlepas, terdapat titik merah pada kulit, insang berwarna kehitam-hitaman dan timbul lendir berlebih pada sirip.

  • Epistylis sp.

Hidup berkoloni berukuran 50-250 mikro, membentuk koloni dan tersusun pada tangkai yang bercabang-cabang namun bersifat “non-contractile”. berkembang biak dengan pembelahan. Epistylis sp. merupakan protozoa bersiliata berkoloni yang berbentuk silinder tipis atau lonceng dengan tangkai yang panjang dan nonkontraktil dengan panjang kira-kira 0,4-0,5 mikrometer. Gejala nya ikan susah bernafas karena insangnya banyak tertutup parasit ini kemudian pertumbuhan lambat dan kerusakan pada jaringan yang di serang/ ditempeli.

  • Fusarium sp.

Menginfeksi bagian insang, menimbulkan inflamasi hingga terjadi melanisasi sehingga insang berwarna hitam.  Analisa secara mikroskopis, pada insang ditemukan makrokonidia cendawan.

  • Gyrodactylus

Gyrodactylus sp. tergolong dalam cacing monogenea, berbentuk pipih, di ujung badannya terdapat alat yang berfungsi penghisap darah, menyerang pada sirip dan kulit hingga menyebabkan penyakit gyodactyliasis. Hidup pada kualitas air yang buruk, kepadatan ikan tinggi, suhu air tidak stabil. Dapat dicegah dengan cara meningkatkan mutu air dan pengendapan dengan tendon.Ikan yang terserang nafsu makan ikan menurun, ikan megap-megap kekurangan O2.

  • Ichtyopthirius sp.

Parasit Ichthyophthirius multifiliis penyebab bintik putih. Ichthyophthirius multifiliis merupakan penyakit yang sangat penting untuk dipelajari. Ciri ikan yang terserang Ichthyophthirius multifiliis terdapat bercak putih pada tubuh dan siripnya. Ikan yang sudah terinfeksi cenderung berenang di permukaan dan menggosok badan kedasar kolam.

  • Learnea sp.

Learnea sp. mempunyai cara adaptasi yang unik. Sebagian tubuh, tertanam ke dalam tubuh inang, sedangkan bagian tubuh lainnya berada di luar tubuh inang Bagian tubuh yang berada di dalam tubuh inang untuk mengambil nutrien, bagian tubuh yang berada di luar untuk  ber reproduksi.

Gejala nya warna tubuh terlihat pucat, lendir yang dihasilkan lebih banyak, beberapa sisik lepas, dan pendarahan.

  • Myxobolus sp.

Myxobolus sp. berbentuk bulat lonjong, Tubuh ikan yang terinfeksi ektoparasit ini akan terlihat timbul bintil merah, kumpulan dari ribuan spora. Bintil ini menyebabkan tutup ingsang terbuka. Bila bintil pecah, spora akan menyebar seperti plankton.

  • Trichodina sp.

Trichodinid menggunakan inang untuk mencari makanannya. Jika permukaan tubuh ikan ditutupi oleh lapisan tebal parasit ini, dapat menimbulkan kerusakan serius pada sel epidermal. Dalam kondisi ini, Trichodinid berlaku seperti ektoparasit sejati yang memakan sel rusak dan bahkan dapat menembus masuk ke dalam  insang dan jaringan kulit. Ikan yang terserang akan menjadi lemah dengan warna tubuh pucat, produksi lendir yang berlebih dan nafsu makan ikan kurang, gerakan lamban, sering menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding kolam, produksi lendir bertambah dan pada benih ikan sering mengakibatkan sirip rusak atau rontok dan rendahnya sistem kekebalan tubuh.

  • Temnocephala

Hidup bebas di alam, ciri nya adalah adanya sel-sel kelenjar yang jumlahnya banyak. Gejala yang muncul bila ikan terkena penyakit ini menjadi kurang nafsu makan, terjadi inflamasi, hemoragik dan pembengkakan di perut.

  • Aphanomyces sp.

Penyebab penyakit EUS (ulceratif epizootic syndrome) gejalanya adalah bercak putih pada daging bawah kutikula dan timbul warna kecoklatan pada kutikula atau otot.

  • Aspergilus sp.

Mempunyai ciri-ciri berupa benang tunggal, disebut  hypa, atau berupa kumpulan benang-benang padat menjadi satu yang disebut miselium,tidak mempunyai klorofil dan hidup heterotrop. Bersifat aerobik dan berkembang biak secara vegetatif dan generatif melalui pembelahan sel dan spora-spora yang dibentuk di dalam askus atau kotak spora.  Aspergillus sp. menyerap molekul sederhana yang terdapat pada tubuh inangnya sedangkan molekul kompleks harus dipecah atau dipisah terlebih dahulu. Gejala dari infeksi ini adalah stress dan mati. Aspergillus sp. juga menyerang unggas.

kolam baru

Lele : Pembenihan Menuju Pendederan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>