«

»

Mar 25

Lele : SOP Pendederan Dan Pembesaran

Lele : SOP Pendederan Dan Pembesaran

 

Standard Operating system (SOP) ini adalah dengan GWS (Green Water System). Keunggulan sistem ini adalah dari sisi modal tidak banyak seperti sistem modern lainnya. Sistem ini mengandalkan peran mikroba, plankton dan sinar matahari (outdoor). Sistem GWS ini sendiri banyak sub sistemnya dan kombinasi sistem GWS dan RAS juga sudah digunakan.

Infrastruktur yang dibutuhkan (asumsi kolam 1x1x0,6)

  1. Kolam budidaya 3 buah
  2. Kolam chlorella 1 buah
  3. Mesin aerator 4 buah
  4. Enzim
  5. Pupuk air (zoom = zooplankton multiply)
  6. Antibiotik organik
  7. Mesin ozon 1 unit.
  8. Lokasi kolam terbuka (out-door) pemberian cahaya pada malam hari akan lebih baik.
  9. Padat tebar untuk pendederan 2000-3000 ekor mulai ukur 2-3 sd 7-9. Padat tebar untuk pembesaran 300 ekor mulai ukuran 7-9 hingga panen.

Hari ke-1

  • Isi air ketiga kolam, lakukan ozonisasi 1 jam/kolam
  • Masukkan ZOOM 100ml/kolam (untuk pertama kali) pemberian berikutnya jika terlihat ikan sakit, lemah dan kurang nafsu makan.
  • Masukkan antibiotik organik 100ml/kolam (untuk pertama kali) pemberian berikutnya setelah benih masuk antibiotik diberikan setiap hari hingga panen sebanyak 10ml dengan waktu pemberian antara jam 06.00-08.00 pagi waktu perut ikan masih kosong belum dikasih makan.
  • Aktifkan mesin aerator.
  • Lalu biarkan minimal 7 hari, makin lama makin baik. ZOOM akan bekerja menghasilkan plankton dan antibiotik organik bekerja untuk membunuh bakteri pathogen. Aerator meningkatkan oksigen. Oksigen mempercepat proses fotosintesis. Fotosintesis akan membentuk zat chlorofil dari fitoplankton (akan lebih baik anda memasukkan inokulan chlorella air tawar (pyrenoidosa). Anda juga bisa memasukkan inolukan chlorella beberapa liter.

Hari ke-8 (atau lebih)

  • Masukkan benih lele minimal uk 5-7. Sebelum benih masuk rendam dulu benih kedalam ember atau baskom dengan air yang sudah diozon (air lama atau air bawaan benih agar dibuang) agar bakteri tidak terbawa kekolam.
  • Masukkan benih hanya dikolam 1. (biarkan kolam 2 dan kolam 3 kosong) Kolam 1 berisi benih kecil dan masih mampu menampung 10.000 ekor.
  • Difase ini jangan takut tidak diberi makan 7 hari hingga 8 hari karena pakan alami masih cukup untuk benih kecil. Atau pakan bisa diberikan sedikit atau 0,25-0,5% saja hanya untuk memberi asupan enzim yang dibibis kepakan. Tentang enzim silahkan klik link ini Enzim, Anugerah Terindah Kepada Bioteknologi
  • Lakukan grading, biasanya pada hari ke 13 sd hari ke-20 (tergantung berbagai faktor seperti mutu benih, suhu, pH, oksigen dan lain-lain). Sisakan air kolam satu 5-20cm saat grading. Pada fase ini baru benih dibagi ke 3 kolam agar mendapatkan ukuran yang sama. Kolam 2 dan kolam 3 mengalami masa menunggu hingga 20 hari atau lebih dan akan menghasilkan pakan alami lebih banyak dan tidak perlu diberi makan juga antara 5 sd 10 hari atau beri pakan dalam jumlah sedikit untuk mengantarkan enzim.
  • Jika anda memiliki alat ukur DO meter. Upayakan oksigen minimum 5 ppm. Perhatian utama adalah melakukan grading pada saat yang tepat. Terlambat grading beberapa benih mempunyai kecepatan tumbuh hingga 10 kali lipat dibandingkan benih lain. Sistem ini karena pakan alami tersedia selama 24 jam bisa terjadi beberapa benih yang agresif menguasai pakan dan tumbuh lebih bongsor dari benih lain (ogolan atau grandong)
  • Setelah benih terbagi 3 kolam anda bisa merubah menjadi sistem RAS. Air ke-3 kolam terhubung satu sama lain untuk meningkatkan oksigen dan memudahkan menangkap amoniak dipintu masuk air tiap kolam dengan menggunakan pompa. (pintu masuk air bisa menggunakan batu zeolit, carbon aktif atau hidroton)
  • Antibiotik organik diberikan setiap hari

Kolam Chlorella.

  • Setelah chlorella tumbuh jika anda merasa repot mengolah chlorella untuk meingkatkan mutu pakan dengan tambahan chlorella silahkan setiap hari anda panen chlorella untuk diberikan langsung kekolam budidaya, 5-10% dari debit air. Tinggal diperhatikan tingkat turbidity air kolam.
  • Apa itu chlorella silahkan kunjungi link ini Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal dan Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Hal-hal lainnya

  • Seperti pergantian air melalui pengamatan jika terlihat kadar amoniak terlihat meningkat. Bisa dilakukan dengan meng combine dengan sistem lain.
  • Menggunakan kolam atau bak tandon untuk suplai air yang sudah matang (steril dan penuh plankton akan menghasilkan lebik baik lagi

Konsep ini meminimalisir penggunaan mesin ozon, nanobubble dan biaya listrik. Bagaimana hasilnya ?

Beberapa penggiat sistem ini melaporkan angka yang berbeda namun keseluruhan memberi kesaksian positif. Jika anda tertarik lakukanlah diuji coba. Andai anda ragu abaikan sistem ini. Atau kalau anda memiliki gagasan lebih baik silahkan uji lapangan, buatkan juklaknya untuk dibagikan demi kemajuan bersama.

I feel very much blessed to have visited here and look forward to really more thrilling moments share here. Thanks a lot once again for a lot of things.

Terimakasih.

lemna

Tentang budidaya chlorella, pembuatan antibiotik organik silahkan kontak kami langsung di 081224217112. Gratis kok.

Lele : SOP Pendederan Dan Pembesaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>