«

»

Jul 02

Lele Untuk Pemula

Lele Untuk Pemula

Untuk kesekian kalinya saya, admin site ini, menerima email pertanyaan tentang lele, ini pertanyaannya.

Selamat Siang, Assalamualaikum wr,wb.

Perkenalkan nama saya BBB (saya singkat begitu). Saya tinggal di Jepara, Jawa Tengah. Sekarang ini saya bekerja di perusahaan swasta. Saya ingin mempunyai usaha budidaya lele. Mohon apabila berkenan untuk dijelaskan langkah yang tepat untuk memulai usaha budidaya lele mulai dari luas lahan, pemilihan bibit unggul, sistem management pakan, management panen, kebutuhan dana untuk investasi dan lain2.

Sekedar info, saya tidak memiliki background dibidang peternakan, akan tetapi saya memiliki niat untuk belajar. Saya memiliki luas lahan kurang lebih 450 m2.

Saya sangat berterima kasih apabila dapat diberikan ilmu dan informasi mengenai hal ini. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih.

Salam sejahtera, waalikumsallam wr.wb

Best Regards,

BBB

Komipo Pembangkitan Jawa Bali

Coal Fired Power Plant  Unit #3 #4 Jepara, Central Java, Indonesia

Wasalamualaikum WW.

Jawaban Admin

Lele Untuk Pemula

Ok, Pak BBB, terimakasih sudah berkunjung, salam kenal.

Secara singkat saya urai terutama agar tidak kecebur ANGIN SORGA. Hingga sekarang market share lele selalu terkecukupi, cuma banyak yg tdk meneliti fenomena dan tabir yang menyelimuti misteri lele bahwa sesungguhnya hari ini muncul 1 orang pembenih pemula tapi 1 orang lainnya dilain lokasi mengalami kegagalan, pada periode panen ke-2 sang new comer pun merasa jangankan break event point namun kenyataan modal tidak kembali separonya, lalu putus asa, lalu mundur, jika dikuat-kuatkan baik modal dan mental atau ada harapan panen pertama dan kedua adalah ajang pembelajaran namun akhirnya tumbang juga. Muncul lagi orang lain dan bernasib sama … begitu seterusnya.

Langkah awal memulai idealnya lakukanlah dari hal kecil dulu,

  1. Mulailah dengan 3 kolam ukuran kecil misalnya panjang 200cm x lebar 100cm x tinggi 125cm. Alasan mengapa 3 kolam karena lele adalah hewan kanibal, pertumbuhan ikan apapun tdk sama dan cenderung memiliki 3 ukuran yang berbeda. pada waktu tertentu antara 15 hingga 25 hari lele perlu di sortir agar tiap kolam ditaruh lele dengan ukuran yang sama dan tidak saling memangsa.
  2. Lakukan kunjungan (benchmarking) kekolam2 terdekat. Untuk mengetahui hal-hal yang biasanya tidak tertulis dalam buku dan literatur. Karena hal ini penting mengingat wilayah X dengan wilayah Z berbeda dalam banyak hal.

Habitat

Habitat ikan adalah air, perlu diketahui

  1. Seberapa banyak ketersedian air.
  2. Air mestilah air yang sesuai dengan ikan yang kita budidayakan.
  3. Peternak Eropa kenapa lebih sukses karena mereka terlebih dahulu melakukan penelitian bahkan melalui analisa laborat dan survey yang mendalam minimal tentang air yang ideal utk ikan (lele) yaitu
  4. Batas toleransi pH air (7,0 – 8,7)
  5. Batas toleransi kadar oksigen (4ppm)
  6. Bakteri patogen yang ada dalam air (min. e-colli dan salmonela 0,5%)
  7. Batas toleransi suhu air (28-34C)
  8. Batas toleransi suhu udara (pasokan sinar matahari kekolam), batas toleransi tentang kwalitas air. Dilini inipun banyak mahzab dengan patokan berbeda.

Kesimpulannya adalah sebagus apapun bibit, managemen kolam, managemen pakan dan pengetahuan SDM yang mengelolanya, air adalah payung utama dalam berbudidaya ikan apapun.

  1. Ikan apapun butuh air bergerak tidak menggenang statis (mahzab lain meyakini bahwa lele diair tergenang tidak persoalan) caranya dengan membuat kolam central drain atau siponisasi.

Bibit

Bibit adalah hal lain terpenting

  1. Bibit yang baik adalah bibit hasil introduksi atau bibit dr hasil persilangan dan hindari bibit dr hasil perkawinanan sedarah (incestdan in breeding), mahzab lain juga  mengatakan perkawinan sedarah tidak menjadi persoalan.
  2. Cara melihatBIBIT BAGUS  bagi pemula memang sulit namun ada 2 langkah yang bisa a.Disikapi  Mengetahui breeder mana yang sudah dikenal kredibilitasnya atau qualified. b.Meminta pendampingan dengan teman yang ahli atau yang terlebih dahulu memulai ber-budidaya.
  3. Hindari beli bibit via calo bin makelar. Makelar yang nakal punya modus operandi beragam. Mengurangi jumlah pesanan bibit yang kita pesan akibatnya alokasi pakan yang seharus 10kg perhari kita memberi pakan 11kg atau 12kg pakan sehari akibat jumlah benih yang kita terima ternyata lebih sedikit.
  4. pialang lele menaikkan harga semaunya.(wajarlah)
  5. Datanglah langsung ke breeder.
  6. Akibat lanjutannya banyak pakan yang tdk terserap, pakan tidak terserap dalam waktu 12 jam sudah menjadi amoniak, amoniak akan menurunkan kwalitas air, kwalitas air menurun mengurangi nafsu makan dan kesehatan ikan.
  7. Lebih lanjut ikan akan tumbuh melambat, biaya pakan bengkak, mortalitas tinggi, ikan tumbuh tidak seragam secara ekstrim.

Managemen kolam

Kolam yang baik adalah kolam yang mampu setiap hari membuang amoniak. Buatlah dasar kolam miring kearah lubang pembuangan misalkan ukuran sudut 5cm dan kearah lobang pembuangan 0 cm,  agar amoniak terbuang dengan sendirinya. Gunakan sistem central drain atau siponisasi.

Kolam apa yang baik, pertanyaan ini sering terlontar. Semua kolam ada  plus minus.

  1. Kolam tanah memiliki jumlah pakan alami lebih banyak tanpa harus atau mengurangi treatment dengan berbagai bahan-bahan pencipta pakan alami. pembuatan kolan tanah lebih murah. kelemahannya adalah AGAK sulit saat grading atau sortir dan kala panen.
  2. Kolam terpal, kolam terpal ada dalam berbagai ukuran dan ketebalan. Kolam terpal cenderung lebih gampang rusak.
  3. Kolam semen membutuhkan biaya lebih besar namun tahan lebih lama.
  4. Kolam fiber, jaring apung, aquarium bisa digunakan tergantung kemampuan finansial dll.

Panjang, lebar, tinggi kolam, kepadatan tebar, waktu berbudidaya.

  1. Tentang tebar padat mahzab dan aliran ini yang terbanyak ajarannya, mulai dari 100 ekor per M2 hingga 1500 ekor per M2. Idealnya kepadatan diterapkan setelah mengetahui kwalitas air (baca naskah awal diatas tentang habitat point a, b, c, d dan e) dan jumlah air (kubik) perangkat yang digunakan misalnya kolam bioflok, penggunaan hardware seperti heater, aerator, mesin ATM (agroculture treatment machine) lampu led, filterisasi dan lain-lain. Observasi kami tentang ketinggian air (segmen pendederan dan pembesaran) adalah 125cm. Tinggi air ini akan memudahkan lele melakukan manuver dan memiliki wadah bermain lebih luas.
  2. Tunda dahulu jika sedang  musim pancaroba atau musim penghujan (bediding) disparitas suhu (perbedaan) dimusim hujan pada siang dan malam berbeda jauh namun teknologi saat ini memungkinkan beternak lele bisa dilakukan sepanjang musim dengan hasil maksimal.

Managemen pakan

Tentang ransum pakan dibanyak referensi tertulis protein 31-33%, karbohidrat, lemak, serat, kadar abu, lysin, metionine dan lain-lain dan untuk lele juga memiliki banyak pandangan berbeda dan berbagai temuan terkini tentang ransum pakan lele banyak membingungkan pemula. Namun langkah awal tentang pakan dan ukuran tebar adalah

  1. Benih ukuran minimal 5-7cm
  2. 30 hari pertama gunakan pakan pabrik terstandard.
  3. Silahkan mempelajari teknik membuat pakan alternatif buatan sendiri dengan menyesuaikan ketersedian bahan baku dan didampingi ekspert tentang nutrisi pakan dan suplemen lele.
  4. Tebar 300 ekor per m2.
  5. Bibis pakan dengan enzim.

Ini masih singkat Pak Bramantio, detailnya atau jika ada hal-hal yang belum ditanya atau belum terjawab silahkan kontak saya langsung ke 081224217112 (maaf SMS sy tdk bs layani krn SMS akan berbalas berkali-kali) dan dari semua jawaban saya ini hal yang tidak pernah lupa saya share adalah :

SDM adalah diatas segalanya, banyak yg sukses di  Lele krn mereka memulai mengerjakan sendiri. Banyak peternak yang tidak tahu apa itu tebar ideal, FCR, SR, suplemen tapi orang desa biasanya rajin bangun subuh mencari belatung dikandang ayam (lysin, metionin), mencari bekicot (albumin)dan membuat suplemen sendiri. Mereka tidak tahu apa itu jamur aeromonas tapi mereka sudah membuat antibiotik herbal racikan sendiri yang terdiri sambiloto (antibiotik), kunyit (antibiotik dan pengawet), lidah buaya (pengawet dan vitamin C, daun sirih (antibiotik), daun jambu biji (antibiotik), nenas (bromelin) dan daun pepaya (papain).

Dibawah ini adalah contoh seorang peternak lele, Bapak Susanto, di desa Karang anyar kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur. Menghasilkan FCR 0,78. Beliau rajin berimprovisasi, begini tekniknya.

Kolam ukuran 300cm x 200cm x 90cm sebanyak 6 buah

Keterangan M = Minggu K = Kolam

Langkah 1 : M1 Persiapan kolam

Hari pertama semua kolam diisi air. Diawali dengan men treatment air dengan 1 buah mesin ATM selama 4 jam. Semua kolam terhubung dan digunakan pompa agar air berputar kesemua kolam. Istilah ini disebut Resirkulasi.

Setelah selesai di treatment ATM (ozonisasi) dimasukkan pupuk kolam sebanyak 1500 ml. Fungsi pupuk kolam adalah untuk menumbuhkan fitoplankton dan sebagai antibiotik. Kemudian dibiarkan selama 7-10hari. Setelah 7 hari air kolam sudah dinyatakan matang dan sebagai habitat ideal bagi benih ikan lele.

Langkah 2 : Pada M2 (hari ke-8), benih ditebar sebanyak 4.000 ekor ditaruh di K1 dan saluran air ditutup (tidak mengalir di K2, K3, K4, K5 atau K6. Sementara kolam K2 sd K6 tidak diisi apapun agar fitoplankton tumbuh subur sebagai pakan alami awal benih ditebar. Dimata beberapa pengamat menyatakan tebar 5000 ukuran kolam diatas terlalu jarang. Tapi lain cara analisa Pak Susanto. Tebar jarang akan memudahkan ikan melakukan manuver dan akan menghasilkan amoniak yang sedikit dan penanganan ditingkat managemen air jadi lebih mudah.

Pada langkah ini benih ditaruh disatu kolam (K1), mesin ATM diaktifkan 1 jam pagi  hari, 1 jam sore hari. pompa tetap diaktifkan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dan menggunakan aerator 1 buah dan hidup selama 24 jam. Dan di step ini oleh pak Susanto ikan tidak diberi pakan selama 7 hari. Hebat, pada uji coba sebelumnya bobotnya sama dengan kolam yang diberi makan. Disini peran pupuk kolam memberi andil besar.

Langkah 3 : Pada hari ke-17 saat grading (sortir) terpilih benih menjadi 3 ukuran. Ukuran A ditaruh di K2, ukuran B ditaruh di K3 dan ukuran C di K4. Di segmen ini air K2, K3 dan K4 terhubung dengan resirkulasi (pompa). pompa celup yang digunakan dialirkan dengan menggunakan 4 ember atau bisa digunakan kaleng cat. Ember  diisi spon dan batu zeolit. Spon bekerja memfilter amoniak, lewat pompa amoniak anak dan tertahan dispon dalam ember. Batu zeolit bertindak menyerap amoniak. Batu zeolit tidak akan berfungsi jika air tidak mengalir. Di langkah ini tidak diberi makan selama 5 hari. Kata pak Susanto benih muli besar dan pasokan pakan alami hanya cukup untuk 5 hari.

Langkah 4 : Pada grading ke-2 benih sudah terbagi di 6 kolam. Pada kolam 5 dan kolam 6 airnya tidak dihuni ikan selama 35-40 hari dan fitoplankton cukup untuk benih yang sudah besar dan selama 3 hari tidak perlu diberi pakan.

Jika dihitung penghematan tidak memberi makan selama 15 hari. Diperoleh data teknik ini menghasilkan FCR 0,78. Uji coba lebih lanjut di managemen pakan akan menggunakan pakan buatan sendiri dengan formula (asumsi 100 kg pakan):

Menghitung protein

1. Tepung ikan        10kg x 45% = 4,5%

2. Tepung mbm      30kg x 50% = 15%

3. Tepung kebi        20kg x 11% = 2,2%

4. Tepung jagung   20kg x 8%  =  1,6%

5. Tepung sbm       20kg x 36% = 7,2%

Total protein 30,3%, oleh proses enzimatis dan fermentasi akan meningkat menjadi 33-35%.

Cara membuat pupuk kolam :

1. Air 25 liter di treatment dengan mesin ATM selama 20-30 menit.
2. Dedak 5-7 kg
3. Air kelapa 1-2 liter.
4. Daun kates 5-7 lembar, blender.
5. Jantung pisang 1bh, blender.
6. Jagung manis 2 -3bh, blender.
7. Daun sirih 10-20 lembar
8. Daun jambu biji 10-20 buah.
Baking soda 100-1150 gram.
7. Enzim 100-150 ml.

Semua bahan difermentasi an-aerob (tidak perlu direbus) selama 5-7 hari.

Aplikasi.

1. liter pupuk kolam utk 2000-2500 liter air kolam.
2.biarkan 5-7 hari, baru masukkan benih ikan atau ikan yg baru disortir/grading.
3. Jangan beri makan 5-7 hari.

Hal yang cukup diperhatikan adalah manfaat dari pupuk kolam. silahkan buat sendiri dan rasakan dahsyatnya. Anda pasti akan terpana.

Thanks … sukses untuk semua.

Lele Untuk Pemula

Enzima Star is the best feed fermentor

enzima star enzima star2

Referensi naskah yang berhubungan dengan materi artikel diatas

Trik Meningkatkan Kwalitas Nutrisi Pakan

Tempe Untuk Lele

Peternakan Dan Perikanan Modern

Fermentor pakan ternak Tercepat

Lele Dan Hidroponik, Two In One

Agroculture Treatment Machine

ENZIMA DEPAN  ENZIMA BLKANG

8 comments

Skip to comment form

  1. business management

    Nice blog right here! Additionally your site a lot up fast! What host are you the use of? Can I get your affiliate link for your host? I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

  2. Automotive Company

    Hi, i think that i saw you visited my site thus i came to “return the favor”.I’m trying to find things to improve my site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

  3. Latest Sports

    Normally I don’t read post on blogs, but I would like to say that this write-up very compelled me to check out and do so! Your writing taste has been surprised me. Thanks, quite great article.

  4. Computer Store

    I have not checked in here for some time because I thought it was getting boring, but the last several posts are great quality so I guess I¡¦ll add you back to my everyday bloglist. You deserve it my friend :)

  5. how to use anal vibrator

    just beneath, are various completely not connected web sites to ours, even so, they are surely worth going over

  6. how to clean sex toys

    one of our guests lately proposed the following website

  7. mini vibe

    Wonderful story, reckoned we could combine several unrelated data, nevertheless genuinely really worth taking a appear, whoa did a single master about Mid East has got extra problerms too

  8. How to Use ex Vibrators

    very handful of websites that happen to become detailed below, from our point of view are undoubtedly well worth checking out

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>