«

»

Oct 11

Limbah Onggok Disulap Menjadi Emas

Limbah Onggok Disulap Menjadi Emas

Oleh : Hadi Winarto

Minggu, 11 oktober 2015, Limbah Onggok Disulap Menjadi Emas

(Salah satu produk kategori limbah adalah ampas singkong, puhung, ketela, telo, ubi kayu atau onggok atau gamblong, hasil pengolahan pembuatan tepung tapioka atau tepung kanji)

Artikel ini ditujukan khusus untuk para pengusaha tepung tapioka di Indonesia.

Tujuan dan manfaat:

  • Para pengusaha tepung tapioka yang selama ini membuang onggok begitu saja atau menjual murah kepada para peternak ruminansia atau onggok hanya dibuat sebagai alat pembakaran diindustri batu bata atau pengolahan kerupuk (pengganti bahan bakar kayu)
  • Mendorong para pangusaha tepung tapioka untuk memaksimalisir atau membentuk divisi baru yaitu menjadi pengusaha pelet atau pakan ternak dengan memanfaatkan limbah singkong atau onggok sebagai bahan utamanya.
  • Menciptakan lapangan kerja baru.
  • Menaikkan nilai (value) limbah singkong atau onggok menjadi komoditas andalan dan murah untuk pakan ternak.
  • Sebagai penyedia pakan ayam siap saji berbahan dasar olahan onggok untuk ayam broiler, ayam joper, ayam kampung, bebek, itik, entok dan hewan ruminansia seperti sapi, domba, kambing, kerbau, rusa dan ikan air tawar (lele, nila, bawal, gurame, patin) atau bertindak sebagai pembuat pelet (konsentrat) berbahan limbah tepung tapioka atau onggok.

Langkah awal produksi (Menaikkan nilai nutrisi onggok dengan sistem pakan organik) :

  • Melakukan proses pengolahan (menghilangkan kandungan racun hidrosianin pada limbah singkong)
  • Proses peningkatan kandungan gizi melalui pemberian asam amino esensial, enzim-enzim, vitamin secara organik (tidak menggunakan bahan berbasis kimia sintetis) dengan memberikan bahan ENZIMA STAR
  • Hasil labor untuk mendapatkan kandungan yang ideal untuk pakan ternak.
  • Hasil uji lapangan yang diberikan kepada unggas, ikan dan ternak ruminansia.

Kita tahu, selama ini teknik meningkatkan protein onggok dari kandungan protein 2% menjadi 18% sudah dilakukan sejak lama namun pembuatannya masih menggunakan bahan kimia berbasis ammonium sulfat dan nitrogen (MgSO4, ZA, KCl, NaH2PO4, FeSO4) yang hingga masih menjadi polemik dikalangan para ahli terutama untuk pakan unggas. Setelah ditemukannya teknik meningkatkan protein onggok secara organik 100% (tanpa bahan kimia) mencuatlah posisi onggok dan mengemuka serta menjadi bahan andalan bagi pakan hewan yang murah dan bermutu.

Teknik terbaru ini secara signifikan merubah mutu onggok :

  • Protein meningkat secara tajam dari 2% menjadi 25-%
  • Onggok setelah diproses menjadi lebih wangi dan harum.
  • Pakan berbahan utama onggok menurunkan biaya produksi pelet secara drastis.
  • Teknik ini mampu diberikan kepada unggas (ayam, itik, bebek dan ikan sebanyak 20%. dan 80% untuk ternak ruminansia)
  • Nilai onggok melalui proses ini mengalahkan nilai (biaya) jagung, pollard, bekatul dan bahan tepung nabati lainnya.
  • Hasil analisa onggok menunjukan bahwa kandungan onggok melalui rekayasa nutrisi ini tidak mengandung HCN (0%) dan  hidrosianin dan dinyatakan aman dan tidak mengandung racun bagi hewan peliharaan.
  • LHU_P

 

Ransum pakan sapi penggemukan dan menghasilkan pertumbuhan per-bulan 30%-40% dari bobot awal dan sudah dilaksanakan uji coba di berbagai farm sapi adalah (asumsi pembuatan pakan 100kg)

Rumput atau hijauan              60kg protein 10% Total protein 6%

Onggok                                       20kg             18%                         3,6%

Rendeng kedele                       20kg             21%                         4,2%

Enzim                                            0,5liter

Molase                                          2,5liter

Garam                                           0,5 ons

Arang aktif                                     0,5 ons

Semua bahan aduk jadi 1 difermentasi dengan menggunakan enzima star sebanyak 0,5 liter selama 24 jam. Treatment ini akan menghasilkan total protein 17,7% (sudah dilakukan uji laboratorium)

Harga rumput Rp.60-Rp.100 per-kg

Harga onggok kering  Rp.1000 per-kg protein 18%  (sesudah treatment dan  fermentasi)

Harga rendeng kedele Rp.1.200 (sesudah treatment dan fermentasi)

Harga tepung jagung Rp.3200

Tentang Enzima Star :

Enzima Star adalah bahan peningkat nutrisi pakan ternak berbentuk cair (liquid)

Diolah dengan menggunakan 100% bahan organik atau herbal dan penambahan multi-enzim (optyzime) melalui riset dan dengan dosis yang terukur.

Enzima Star tidak menggunakan bahan kimia (0%) hingga aman digunakan terutama bagi pemerhati dan penggiat budidaya sistem organik.

Fungsi dan Kegunaannya  :

1.Bubuk peningkat protein

2. Menurunkan kadar abu

3. Menurunkan kadar serat

4. Melunakkan tekstur hingga memudahkan daya cerna hewan ternak.

5. Membuang bakteri, amoniak dan virus yang melekat  karena sistem penyimpanan yang  terlalu lama.

6. Menghilangkan kandungan bacteri e-colii, polutan dan pencemaran bahan logam.

7. Meningkatkan homogenitas dengan bahan lain saat difermentasi.

Contoh peningkatan kandungan protein bahan pakan ternak

Bekatul protein 11% menjadi 19%

Jagung protein 8% menjadi 18%

Onggok atau gamblong protein 2% menjadi 22%

Ampas tahu protein 17% menjadi 29%

Data Onggok :

Singkong 1000kg (1ton) akan menghasilkan tepung tapioka 240-250kg dan menghasilkan limbah singkong (onggok) 112-114kg. Jika produksi tepung tapioka 20.000.000 akan diperoleh onggok basah 2.280.000.000. Jika harga olahan onggok 2.000 maka Indonesia menghemat biaya pakan Rp.4.560.000.000.000. Angka yang fantastis, inilah limbah yang berubah menjadi emas.

Analisa Bisnis

Jika seorang pemilik pabrik tepung tapioka memproduksi 10.000 kg perhari tepung tapioka dan memperoleh laba bersih (netto) sebesar Rp.200 dan menghasilkan onggok sebanyak 4560kg, dapat dihitung total keuntungan per-hari

Penjualan tepung tapioka 10.000 kg X Rp.200 = Rp.2.000.000.

Penjualan onggok basah  : 4560 kg X Rp.100    =  Rp.456.000

Total Rp.2.456.000.

Namun, andai onggok diolah menjadi tepung akan terlihat diferensial usaha yang berbeda. Diperoleh tepung onggok sebanyak 1368kg. Dan biaya pengolahan onggok Rp.600 kg. Harga jual tepung onggok Rp.2.000 maka nilai laba onggok menjadi Rp.2000 – Rp.600 = Rp.1.400 maka laba menjadi

Penjualan tepung tapioka  10.000 kg X Rp.200 = Rp.2.000.000.

Penjualan tepung onggok  : 1368 kg X Rp.1400    =  Rp.1.915.200.

Total Rp.3.915.000. (terjadi lonjakan laba bersih 159,4%,)

Laporan dari Aceh

Kesaksian dari Bapak Elli di Aceh, Hp.081311288181,

Beliau meracik pakan buatan sendiri yang terdiri dari

1.   Bungkil kedele  sebanyak 60kg

2.   Dedak atau bekatul sebayak 40%

3.   Enzima star 500ml, 

Dan saat dilakukan analisa laboratorium diperoleh kandungan protein sebesar 60%) protein murni bungkil kedele 32-35%, dedak 11%. Jika tidak dilakukan proses treatment dengan enzima star akan diperoleh protein hanya 26-27%

Kesaksian

Dalam artikel Penulis, Keajaiban Singkong Penggempur Kanker seorang dokter wanita memberi testimoni akan dahsyatnya singkong dan sahabat penulis, Aris di palangkaraya membuktikan kesaktian singkong sebagai ransum utama pakan ikan nila (60%, nekad) menghasilkan panen ukuran 7-9 ekor per-kg di usia nila 70-75hari. (baca pakan alternatif nila) walaupun penulis dibully habis-habisan di facebook karena kadar protein yang tidak sesuai dengan syarat kebutuhan nila.

Akibat bully, saya hanya menggumam, Kebutuhan nutrisi makhluk hidup bukan berakar pada protein saja, sangat panjang jika ditulis kebutuhan makhluk hidup seperti karbohidrat, lysine, kalsium, riboflavin, enzim-enzim, vitamin dan support infrastructure seperti gaya hidup (habitat), lokasi, suhu udara, ketersediaan air dan banyak lagi.

Sahabat saya dari Pati Mas Abdur Rahman (baca sang petarung dari pati) memperoleh FCR 0,89 hanya menggunakan pakan berprotein 27-28% dikolam tanah lebih baik dibandingkan teman saya yang lain Roni di Purwokerto, seorang karyawan dari pabrik pakan Matahari Sakti dikolam semen bundar (biofloks) cuma di FCR 1 dengan pakan Protein 32%.

Pembedanya adalah : Suhu air,  ph air, kandungan nitrobacter, laktobasil, disparitas suhu antara kota Pati lebih baik daripada Purwokerto. Pati di anugerahi Allah dengan alam yang ideal dengan lele. (penulis meramalkan kelak kecamatan Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah ini akan menjadi sentra lele yang patut diperhitungkan)

Kesaksian lainnya adalah dari Muhammad Fadli, teman saya di Jember, dengan daun singkong (Protein 25%), membuat formula Pakan untuk lele

Tepung ikan 50%, daun singkong 40%, dedak%,  enzim 1%, premix 1%, probiotik yang mengandung corn steeve liquor, enzim lumbrokinase, amilase, protease, selulose dan spirulina sp buatan penulis, FCR nya bertengger di 0,83, sungguh hebat.

Demikian sekilas tentang onggok, naskah ini akan terus kami edit  sebagai laporan lebih lanjut karena percobaan dan penelitian sedang berlangsung terhadap pakan ikan lele, ayam, bebek, itik, kambing dan sapi.   (Bersambung)

Sejenak Tentang Ampas Tahu (uji lapangan)

Sahabat saya Yusuf Randi, Dosen Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, penggiat tanaman hidroponik, aeroponik, owner CV. Randi Farm dan ahli pembuatan pelet apung dengan menggunakan mesin sederhana mengungkapkan bahwa pembuatan pelet ikan dengan menggunakan ampas tahu meningkatkan daya apung namun ampas tahu penyebab aroma tepung ikan menjadi berkurang. Menurut penulis ini analisa sungguh mencerahkan, informatif dan jenial.

Dan tambahan info lainnya datang dari Pak Sukma guru Perikanan di SMK 5 Jember ikut urunan solusi bahwa aroma pelet bisa diberi anttractrant. Lalu penulis ikut menambahkan bahwa ampas tahu yang difermentasi dengan menggunakan Enzima Star akan mengubah protein ampas tahu 17,4% menjadi 30%.   Nah, ga nyeselkan !!! anda sudah membaca site ini …!!!

Business News

Bagi pemilik usaha tepung tapioka jika ada pertanyaan untuk meningkatkan kualitas onggok, teknik pembuatan dan pengolahan serta pemasaran, silahkan hubungi kami langsung di 081224217112 (no SMS) dan gratizzz…!!!

Kepada para penggiat agro, pakar gizi ternak,  para ahli dimohon sumbang saran dan fakta ilmiah demi meningkatkan potensi onggok menuju nutrisi terbaik pakan ternak di Indonesia.

Other links

Onggok pakan ternak termurah

Fermentor pakan ternak tercepat

Portal Bisnis

Peternakan Dan Perikanan Sistem Modern

Agroculture Treatment Machine

HOT NEWS

Kami tak menduga, dari 200 Artikel yang kami rilis, ada sebuah naskah yang terbaik dan dianggap paling memberikan pencerahan oleh peternak di seluruh Indonesia bahkan diapresiasi oleh para pengunjung dari Amerika, Australia, negara-negara Asia dan benua Eropa. Jika para pembaca belum membacanya silahkan klik judul ini TRIK MENINGKATKAN KWALITAS NUTRISI PAKAN

tumpukan buku

============================================================

Terima kasih telah membaca Limbah Onggok Disulap Menjadi Emas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>