«

»

Jun 01

Makna dan Implementasi Swadesi

Makna dan Implementasi Swadesi

Oleh : Ir. Supriyanto Hidayatullah

Cirebon, Mei 2017

Ternyata swadesi juga sangat mendukung bela negara, sebagaimana yang telah disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada artikel dibawah ini.

Namun kondisi sekarang Republik Indonesia dan akan datang ancaman – tantangan – hambatan – gangguan (ATHG) semakin besar sehingga implementasi konsep itu semakin tidak mudah (jadi ingat mata kuliah Kewiraan, dan masih relevan sampai sekarang).

Kalau pak Menhan membahas implementasi swadesi dari sisi Pertahanan dan keamanan Negara, sedangkan saya hanya menyampaikan pentingnya swadesi dalam bidang pertanian sesuai dengan habitat saya. Namun saling terkait, karena ketahanan pangan (keberhasilan di bidang pertanian) mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam Pertahanan dan Keamanan Negara ! Memang benar Indonesia adalah negara agraris dan maritim dengan penduduk yang besar (potensi pasar yang besar) dan hal tersebut sangat dipahami oleh beberapa negara di sekitar kita, dan ingin menguasai pula. Hal ini telah terjadi, sebagai contoh potensi perkebunan sawit kita sebagai salah satu contoh, siapa yang menguasai? Akibatnya “industri hilir sawit” tidak berkembang, ya karena kita tidak menguasai sepenuhnya dan “tidak ada keberpihakan/policy” pemerintah dalam hal tersebut. Lebih parah lagi banyak negara yang memang menghendaki Indonesia tidak bisa menguasai industri-industri hilir yang tinggi added valuenya. Kalau bisa bangsa Indonesia dibatasi hanya jual raw material saja dengan harga jual yang rendah, diberbagai bidang!

Negara mana yang masih mempunyai potensi lahan untuk pengembangan sumber pangan seluas Indonesia, dengan sinar matahari sepanjang tahun dan cukup sumber daya airnya? Namun inipun juga sudah mulai banyak “dikuasai” asing dengan sewa atau beli lahan yang cukup luas. Memang sih masih banyak lahan yang kondisinya terbengkelai (idle) dan lahan-lahan marginal. Namun itu tetap potensi juga, dan pada akhirnya akan jatuh pada pemilik modal (capital -isme).

Terasa nada pesimis yang mengalir, tidak itu hanya sekedar mengingatkan dengan penuh optimis (menurut saya pribadi). Dengan perkembangan teknologi dan munculnya kesadaran beberapa kelompok masyarakat yang peduli akan ketersediaan dan ketahanan pangan mulai skala kampung diperkotaan/urban, skala daerah/regional akan mendukung secara nasional.

Tanaman/Komoditi pertanian apa sih yang tidak bisa tumbuh di Indonesia? Memang benar bisa tumbuh dan berproduksi saja belum cukup mengatasi permasalahan pangan regional / nasional / global. Kita dihadapkan dengan persaingan kualitas dan harga. Harus diakui sebagian besar produk kita kalah bersaing dengan produk dari negara tetangga atau negara maju. Namun pemilihan produk ada ditangan kita 100%, mau produk lokal/dalam naegeri atau produk luar/import. Disinilah pentingnya swadesi itu ya Pak Ryamizard…….

bersambung pada episode selanjutnya ! Salam buat Dpn Hkti, Prof. Ali Zum Mashar yang terus keliling dipelosok Nsantara, temen-temen di Urban Hidroponik, Komunitas Organik Indonesia, sobatku Boosterfish Ind, pak Akung Pras, Amritsjar Hasaruddin, temen-temen di MAPORINA, Mas Heroe Prasetyo master garam, Prof. Agus Kardina INOFICE, Drs. Surini Santoso, MSi LSP Pertanian Nasional di Malang.

Makna dan Implementasi Swadesi

Booster Fish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>