«

»

Mar 10

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Materi artikel :

  1. Budidaya lele pembesaran menuju FCR 0,3-0,6
  2. Cara pembiakan alga chlorella.
  3. Cara membuat antibiotik organik.

Oleh : Ir. H. Darianto,Msc.
Dosen Fakultas Teknik Universitas Medan Area. Kontak : 081389025677

Budidaya lele pembesaran menuju FCR 0,3-0,6

Asumsi ukuran kolam 1meter2 sebanyak 3 buah atau 3meter2

Infrastruktur yang dibutuhkan

  • Kolam uk.1mx1mx1m 3bh untuk pembesaran.
  • Kolam uk. 1mx1mx1m 1buah untuk kolam budidaya chlorella.
  • Bibit ukuran minimal 7-9 atau 9-11. (strain bebas)
  • Aerator 1 buah perkolam.
  • Kolam dilengkapi central drain dan pompa resirkulasi
  • Lampu 25 Watt/kolam (untuk memaksimalkan proses fotosintesis fitoplankton jenis chlorella pyrenoidosa pada malam hari.
  • Mutu Pakan
    Pakan pabrik atau alternatif dengan kadar
    Protein : min 30%
    Serat : max 11%
    Abu : max 10%
    Lemak : 7%
    Leusin : min 2,5%
  • Mutu air
    pH : 6,8-8,2
    Oksigen : min 4 ppm
    Amoniak : max 0,5 ppm
    Bakteri : max 1 ppm
  • Pemberian antibiotik organik
  • Pemberian zoom (pupuk air)
  • Pemberian enzim (Bibis ke pakan) kandungan enzim fitase, enzim protease, enzim selulose, enzim silanase, enzim beta glucanase, enzim pektinase, enzim amylase, enzim lumbrokinase, enzim maltase.

Cara aplikasi sistem ini :

  • Hari pertama, isi air pada ke 3 kolam budidaya.
  • Kolam 1 isi air dengan ketinggian 40cm, pada kolam 2 dan 3 isi dengan ketinggian 60cm.
    Ozon ke 3 kolam pada hari pertama. Sesudah di ozon beri zoom (zooplankton multiply) atau pupuk air 100ml/kolam.
  • Masukkan inokulan chlorella 1 liter,
  • Masukkan antibiotik organic.
  • Pasang aerator 2 selang/kolam. Biarkan selama 14hari.
  • Pada hari ke 15 masukkan bibit lele sebanyak 750 ekor pada kolam 1 (kolam 2-3 biarkan kosong, agar fitoplankton tumbuh subur sebagai makanan zooplankton yg dihasilkan zoom)
    Setelah bibit masuk hingga usia 12-17 hari pakan cukup diberi 0,25% saja hanya utk mengirim asupan enzim melalui pakan.
  • Setelah hr ke 12-17 lakukan grading untuk memperoleh 3 ukuran yang berbeda dan ditebar menjadi 3 kolam. Kolam 2 dan 3 yg tinggi air nya 60cm kirim ke kolam 1 yang baru dikuras dan kolam ke 2 dan kolam 3 tinggi kolam menjadi 40 cm. Pada saat benih sudah terbagi menjadi 3 kolam ini sdh bisa dilakukan sistem RAS, air kolam 1, 2 dan 3 terhubung satu sama lain. Agar amoniak terbuang terpusat pada drum penampung amoniak.
    Sistem ini adalah combine sistem RAS dan GWS (green water system).
    RAS unggul dalam menciptakan oksigen tinggi, menekan amoniak dan bacteri dan sistem GWS unggul dlm pembentukan pakan alami/jasad renik/biota air dalam kolam.

Pembiakan alga chlorella

Cara membiakkan chlorella 1liter menjadi 1000 liter

Alat dan bahan yang dibutuhkan

  • Siapkan kolam outdoor 1x1x1 full simat
  • Inokulan chlorella 1liter.
  • Pupuk chlorella 1paket
  • Aerator 1 unit
  • Lampu 40 watt.
  • Pompa celup minimum kapasitas 1500 liter/jam atau aerator 2bh 4 selang atau 22nya.

Cara buat

Aduk semua bahan dalam air 3-5 liter, 6-24 jam kemudian siramkan kekolam yang sudah disterilkan dengan chlorin. Secara serentak pupuk dengan inokulan chlorella pada waktu pagi hari jam 6.00 sd 8.00
Tiap 5-6 hr dipupuk lagi dengan takaran pupuk 10%-20% saja. Jadi takaran pupuk diatas bisa digunakan selama 50 hari.

Lampu wajib menyala malam hari.
Pompa wajib hidup 24 jam.

Masukkan air bersih 1000 liter, serentak masukkan pupuk dan inokulan chlorella menjelang matahari terbit. Aktifkan aerator dan pompa celup.
Aktifkan lampu malam hari.
Dalam 5-6 hari chlorella sdh bisa dipanen.

Cara membuat antibiotik organik.

Antibiotik ini memastikan virus, bacteri dan jamur aeromonas dan white spot tidak akan hadir pada air kolam hingga panen.

Bahan bahan (bobot daun basah)

  1. Daun ubi jalar 50gram
  2. Daun mengkudu 50gram
  3. Daun kates 50 gram
  4. Daun sirih 10gram
  5. Daun jambu biji 10gram
  6. Air 5 liter
  7. Mikroba 10ml

Campur semua, blender (tanpa rebus) tdk perlu disaring

Aplikasi

Antibiotik organik 50ml/meter2, siramkan kekolam pagi hari antara jam 6-8 sebelum ikan diberi makan.

Catatan :

  • Kelemahan sistem ini tdk mampu tebar padat diatas 400 ekor/meter.
  • Pada pertama kali menggunakan cara ini membutuhkan waktu tunggu tebar benih selama 14 hr. Pada periode ke-2 tinggalkan air 10cm, tebar benih bisa dimulai ke 8 karena mikroba pembentuk pakan alami sudah terbentuk.
  • Uji coba yang sudah diterapkan dibeberapa lokasi memperoleh hasil panen berbeda disebabkan perbedaan iklim, suhu, mutu bibit, mutu pakan. Namun secara keseluruhan sistem mampu menekan FCR mulai dari 0,3 hingga 0,7.
  • Zoom digunakan pada hari persiapan kolam.
  • Chlorella diberikan tiap 5 hari dengan takaran 1-5%
  • Enzim untuk dibibis di pakan
  • Aerator hidup 24 jam.
  • Sistem resirkulasi aktif 24jam
  • Pergantian air (10-20%) hanya dilakukan saat mutu air menurun (bau) biasanya 7-14 hari.
  • Antibiotik organik digunakan setiap pagi sebelum ikan diberi makan.
  • Pupuk chlorella diberikan 10% saat chlorella dipanen. Sebaiknya panen chlorella sebanyak 50% dari jumlah air.
  • Tiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan.
  • Sistem ini sama dengan sistem lainnya bahwa BIBIT BERMUTU dan SDM YANG QUALIFIED tetap faktor penentu sebagai parameter sebuah kegiatan berbudidaya.

Konten terkait

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal

clorela

Kultur chlorella dalam galon

darianto,ir

Ir. H. Darianto, Msc

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>