«

»

Jul 22

Mengapa Harus Protein ?

Mengapa Harus Protein ?

Oleh : Hadi Winarto

Goretan protein ini didedikasikan kepada rekan baru saya di lampung. Bapak Maksum Asrori, beliau adalah peternak lele segmen pembesaran dan seorang leader dikomunitas lele di desanya. Salam sukses selalu pak Maksum ya….

maksum

Kemesraan Bapak Maksum dan istri terkasih, guanteng dan cuantik, potret peternak Lele yang membangun usaha dari nol. click-share 081273135124

 

—————————————————————————————————————————

Mengapa Harus Protein ?

Jika anda seorang penggiat agrobisnis, barometer atau kiblat tata laksana pemberian ransum atau pakan ternak konsumsi sejak memulai berbudidaya, berita atau ucapan yang sering anda dengar awal-mulanya adalah :

  1. Berapa % jumlah pakan yang diberikan setiap harinya.
  2. Pakan apa yang terbaik agar cepat tumbuh dan cepat panen.
  3. Biaya pakan ditaksir antara 70%-80% dari total biaya produksi.
  4. Apa saja tambahan NUTRISI nya.

Pertanyaan  diatas adalah lazim yang sering didengar oleh pelaku dunia agrobisnis ini. Ia khan !

Nah, untuk uraian yang ke-4 ini adalah tentang NUTRISI. Kita-kita semua biasanya memiliki kecenderungan bahwa NUTRISI diidentikkan dengan protein. Sehingga muncul lagi  dipertanyakan : Berapa % protein yang dibutuhkan oleh ayam, bebek, lele, kelinci, nila, bawal, sapi, kambing dll. Maksud saya adalah sudah menjadi bahasa umum didunia agro bahwa biasa ditanyakan begini : Berapa % kadar protein pakan pabrik A, B, C atau pakan buatan si anu itu.

Bagai sudah terpola, protein menjadi tolok ukur akan performa sebuah pakan. Saya juga kadang terseret oleh stigma ini.

Okey dech, gpp juga sebenarnya, karena stigma yang menempel itu jika dikaji memang ada benarnya. Tapi juga bisa salah !  Kok.

Apa gerangan protein itu hingga protein dinobatkan dirangking jawara nutrisi. Diagung-dewakan dikalangan para peternak bahkan ada yang ekstrim protein ditempatkan sebagai komponen tunggal dalam mempersiapkan ransum pakan hewan peliharaannya. Siapakah orangnya yang meletakkan protein diatas segala-galanya itu.

Sebenarnya ya saya (penulis) sendiri orangnya. Tapi itu dulu ! tapi saya juga punya hak untuk membela diri karena saya bukan lulusan dari kuliah agrobisnis. Dan ajaran pertama yang saya dapat adalah definisi singkat dari ortu saya, katanya : protein menjadikan  lele menjadi cepat besar, sehat dan kuat. ( Bapak saya adalah peternak lele tradisional dari desa dan tidak mengenyam bangku sekolah yang memadai)

Ayooo kita terusin diskusi soal protein.

Protein yaitu piranti penting yang dibutuhkan oleh makhluk hayati. Dalam bahasa Yunani asal herkules lahir, protein atau protos bermakna yang utama atau yang pertama. Bisa jadi translate bebasnya protein adalah zat yang paling dibutuhkan tubuh. Ini dilihat dari kata-kata protein sebagai penanda dia adalah yang terpenting. Wualaah, mulai benar bapak saya !

Darimana si protos ini bermula ?

Protein  yang ada dalam jaringan, sel-sel tubuh terbentuk dari sub unit terkecil yang  dinamai asam amino. Asam amino inilah sebagai permulaan pembentuk protein. (kalo anda bingung, jangan bingung. Beberapa kata lagi artikel ini segera berakhir)

Jenis-jenis protein sangat banyak jenisnya, ribuan, penamaan dalam bahasa asingpun bikin kita puyeng, saya kasih sampel beberapa nama protein, seperti : legumin, kasein, avidin, albumin, miosin dan lain-lain masih buuaanyak lagi.

Sifat !

Tiap protein punya karakter yang berlainan. Ada protein yang dicetak sendiri oleh tubuh yang system kerjanya dihasilkan oleh asam amino. Definisinya, asam amino adalah sebagai tukang yang membangun dan membentuk protein.  Protein yang dihasilkan oleh sang bunda asam amino memiliki fungsi berbeda-beda. Lalu protein sesuai dengan jenisnya mulai melakukan tugas yang diembannya antara lain sebagai zat yang :

  • Memberi kekebalan tubuh (imun)
  • Alat transportasi pengangkut nutrisi dan vitamin
  • Menjaga, membangun dan menguatkan organ tubuh seperti otot tulang, mata, rambut, kuku, pori-pori dan lainnya.

Pasokan  atau ransum yang diasup oleh tubuh yang berasal bahan nabati atau hewani didalam tubuh akan menyatu (homogen) dan proses pengolahan oleh milyaran sel-sel jaringan dalam tubuh membagi dalam dua kategori  :

  • Zat yang baik (positif) akan berubah menjadi bahan penumbuh, penguat dan yang menyehatkan tubuh.
  • Zat yang buruk (negatif) akan dibuang keluar yang kita sebut kotoran (feses) urine, keringat dan gas (gas oleh bahasa kita disebut kenthut, berkentut memang baik. Namun tak elok menebarkan didepan mertua atau diruang publik)

Akhir dedikasi, sekian dulu diskusi tentang protein. Agar saya tidak di-bully di ruang komen yang sudah saya sediakan dibawah artikel ini dan saya definisikan secara ringkas :

Ransum pakan ternak, saat ini protein tidak saya taruh secara vertikal tapi saya sejajarkan horizontal dengan nutrisi lainnya. Coba dech anda periksa lagi.  Anda harus menyeimbangkan kandungan nutrisi yang ditoleransi yang direkomendasikan oleh para ahli nutrisi ternak minimum kadar lemak, kadar  protein, lemak, abu, serat, energi termetabolisme dan TDN dan beberapa syarat lainnya.

Up-date Status

Bertebaran bunyi status yang menyatakan baru saja gagal panen, gagal beternak, gulung tikar, gulung terpal dan terlontarlah kalimat hujatan menyalahkan pakan ini pakan itu, obat ini obat itu, probiotik ini probiotik itu. Menyudutkan perihal mortalitas atau FCR. Inilah yang sering terbaca terutama postingan dari para pemula. Bunyi status biasanya dibarengi dengan berbagai komentar dibawahnya dengan berbagai wejangan, kesimpulan dan jalan keluarnya. Komentar terbaik datang dari praktisi yang membeberkan panjang lebar bahwa probiotik terunggul sekalipun harus diperhatikan kualitas bibit, managemen kolam, waktu tebar, padat tebar, managemen transpor, menghitung jumlah nutrisi, jumlah pakan harian, managemen air, penggunaan antibiotik dan lain sebagainya. Begitulah pencerahan yang muncul didunia maya yang memberikan wacana baru bagi pemain pemula.

Berbudidaya, semua harus seiring sejalan, semua berkesinambungan. Tidak meletakkan satu variabel diatas variabel lainnya, demikian juga tentang protein, protein bukan parameter tunggal sukses beternak, protein bukan kasta tertinggi dalam unsur nutrisi.

Terimakasih, salam protein, warm regards always.

Catatan : Agar dalam ber-agro memiliki standard ideal ada baiknya anda memiliki alat ukur yang bisa digunakan dalam beraktifitas, minimal memiliki alat-alat bantu sederhana yang tidak terlalu mahal.

Bacaan kita semua

Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin

Monokultur, polikultur, monosex dan integrated system

Enzim Pengganti Era Probiotik ?

Pakan, Nutrisi, Penyakit, Herbal untuk Ayam

Spirulina : Makhluk Allah  Yang Fantastis

Hormon, Asam Amino Dan Tiamina

Gelatin, Kalori, protein plasma dan Hameoglobin

Asam atau Acid dan Seluk Beluknya

 

Gambar beternak maggot                        Alat ukur dari Wowo Mashuwoto

sssssssss              do tester

 

Alat ukur dari Wowo Mashuwoto             Alat ukur dari Wowo Mashuwoto

air kadar              Ph air

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>