«

»

Oct 01

Mengenal Azolla

Mengenal Azolla

Namanya indah, seindah harapannya.

Oleh : Hadi Winarto

azolla

Saya menerima permintaan Azolla ratusan kali baik melalui telepon, SMS maupun milis agrobisnis yang saya ikuti. Diperoleh data peminat terdiri dari peternak lele segmen pembesaran. Dari beberapa mahasisa dari Universitas Riau, Universitas Jember dan lain-lainnya dari seluruh penjuru tanah air. Dari mahasiswa meminta saya literatur untuk penelitiannya. Dari cerita inilah naskah Mengenal Azolla ditulis.

Atas berbagai permintaan itulah yang mengusik saya ingin melakukan studi khusus tentang Azolla, meneliti kandungan, manfaat dan kegunaannya. Perburuanpun dimulai, mulai dari bertamu ke mbah gugel, ketoko buku, anjangsana, anjangsini, menelpon teman-teman saya yang berlatar belakang akademisi jurusan perikanan, pertanian baik lulusan ITB, IPB dan lain-lain :

Inilah infonya :

Rangkuman dari Mbak Wiki, Azolla adalah  genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae, berdasarkan kajian morfologi dan molecular..

Azolla mampu bersimbiosa dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae yang mengikat nitrogen langsung dari udara. Membuat Azolla dapat dimanfaatkan pupuk tanaman apapun. Kondisi optimum

Azolla tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% perhari. Nilai nutrisi Azolla mengandung :

Protein tinggi antara 22-24-%.

Kandungan asam amino essensial :

Lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan jagung, dedak, dan beras.

Khusus untuk padi, kenerja Azolla tidak diragukan lagi perannya dalam mempengaruhi peningkatan pertumbuhan. Pembuktian sudah dilakukan dimancanegara. Peran  terbaik  Azolla adalah panen padi terjaga dengan baik. Penggunaannya sebagai pupuk hijau pada tanaman padi banyak dilakukan di China dan Vietnam, seiring dengan waktu kini Azolla dilirik oleh beberapa peternak terutama peternak lele yang selalu kelimpungan mikirin harga pelet yang tinggi sedang harga jual ditingkat peternak rendah.

Diperoleh informasi peternak lele Palu berani memberikan ransum pakan kepada lele hingga 40% dan klaimnya adalah : Berhasil.

Namun saran dari CEO Mahakam Farm Kang Aziz idealnya pemberian ransum lele Azolla tidak melebihi dari 50 % biomassa bobot pakan lele, ini disebabkan lele adalah hewan carnivora yang kecenderungan kegemarannya tetap dari pakan hewani. Kang Aziz menuturkan idealnya untuk pakan lele pemberian Azolla adalah untuk penghematan sahaja. Pemberian Azolla hingga 50% sangat membantu menghemat biaya pakan. Pemberian pakan untuk lele segmen pembesaran tetap mengacu kepada kebutuhan protein untuk lele 31% namun juga harus diperhitungkan kandungan nutrisi lainnya agar seimbang seperti : karbohidrat, lemak, serat, air, dan abu.  Ransum lele tetap perlu penambahan vitamin dan suplemen yang merk dagangnya mengandung : Lysine, methione, enzym sellulose, enzym amilase dan enzym protease

Ini artikel yang penulis sarikan dari situs kolamazola.blogspot.com

Azolla microphylla bermanfaat sebagai pakan alternatif  ternak kambing,  sapi, bebek, unggas dan juga untuk pakan ikan.

  1. azolla microphylla sebagai pakan alternatif pakan organik Ikan gura/ ikan nila / ikan lele

Azolla microphylla dapat mengurangi penggunaan pakan pabrikan 30%,, namun menurut literatur penggunaan dalam pakan biasanya sekitar 15% untuk lele. penggunaan dalam bentuk segar bisa diberikan untuk ikan gurami, ikantawes dan ikan nila.

Azolla microphylla dapat digunakan sebagai pakan organik bagi semua jenis ikan, sepeti ikan gurami ikan lele, ikan tawes, betutu dan ikan ikan yang lain

  1. azolla microphylla sebagai pakan organik Unggas

Dari buku Penerapan Pertanian Organik (Rachman Sutanto)  Azolla  dimanfaatkan untuk campuran pakan ayam,  dan itik,tapi terbatas maksimal 15%, karena dapat mengganggu produktivitas telur. Penggunaan untuk itik bisa digunakan azolla segar umur 2-3 minggu dicampur dengan ransum itik atau bebek

  1. azolla microphylla sebagai pakan organik ruminansia seperti sapi, kambing dan kelinci.

Azolla dimanfaatkan juga berbentuk basah dan hijau, ditepungkan dan melalui proses fermentasi. Kambing dan sapi suka azolla basah, penggunaan campuran dalam bentuk kering biasanya sebagai pelengkap sumber protein.

Percobaan untuk sapi perah, penggunaan azolla 2 kg/hari dapat meningkatkan produksi susu 15%.

Teknik budidaya Azolla

Mengembangkan Azolla sangatlah mudah, caranya :

  1. Buat hamparan kolam yang disesuaikan dengan luas lahan dan dan jumlah panen yang dibutuhkan.
  2. Isi air kolam, tinggi air kolam tidak ada standard baku karena Azolla mampu tumbuh diatas permukaan air dimana saja.
  3. Agar Azolla tumbuh lebih cepat beri pupuk merk SP-36 dengan takaran 1 ons per 1m3
  4. Beberapa teman yang mengembangkan Azolla tidak memakai pupuk apapun tetap tumbuh baik.
  5. Azolla mampu tumbuh pada suhu udara dingin maupun hangat.

Pakan Alternatif

Penggalian terhadap terhadap potensi Azolla untuk menekan biaya pakan ternak banyak ditemukan tulisan yang membahas Azolla sebagai pakan alternatif ayam, pakan alternatif bebek, pakan alternatif  nila, pakan alternatif lele, menghiasi laman di dunia maya. Semua menggantungkan harapan besar kepada Azolla dalam rangka menghemat biaya pakan.

Potensi bisnis Azolla, lakukanlah tumpang sari.

Petani yang berada di Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, dapat melakukan sistem tumpangsari, menanam padi bersama azolla, panen di lahan 1HA = 300kg-600kg/hr. Hasil panen kami tampung dengan harga Rp.1000/kg dilokasi . (081224217112)

 

Demikian sekilas Mengenal Azolla,  tentang Azolla dan potensi bisnis Azolla, Terimakasih.

Artikel terkait

Ayam, Nila dan Azolla

Pakan Alternatif Nila Dari Azolla

Pakan Alternatif Nila

PP booster fish

 

Jenis Jenis Azolla sangat banyak, Mengenal Azolla adalah artikel yang membahas azolla secara singkat. Kami akan berusaha melengkapinya. Salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>