«

»

Sep 18

Move On : Penguasa Menjadi Pengusaha

Move On : Penguasa Menjadi Pengusaha

Dari Entertainment menjadi Enterpreuneur

Oleh : Hadi Winarto

Bondowoso, 19 September 2015, Move On : Penguasa Menjadi Pengusaha adalah artikel lanjutan saya yang berjudul Revolusi Mental Agrobisnis.

Penelepon terbanyak yang menghubungi saya untuk konsultasi seputar peluang agrobisnis adalah para calon purnawirawan atau pegawai negeri yang hendak memasuki usia pensiun, biasanya  menjelang 3-4 tahun lagi. Setidaknya mempersiapkan sebuah kegiatan agar kelak tidak menganggur, kira-kira agar jangan terkena post power syndrome, begitu, katanya.

Sesuai dengan visi situs ini adalah dibidang agrobisnis (perkebunan, peternakan, pertanian dan perikanan) tanya-jawab terbanyak didominasi tentang teknik beternak ayam, beternak ikan dan teknik membuat tanaman organik dan teknik membuat pakan alternatif atau buatan sendiri.

Tindakan ini sudah benar dan mengandalkan uang pesangon sebagian niat akan diinvestasikan sebagai tambahan uang pensiun.

Tapi apa yang terjadi ?

Memang ada sedikit yang berhasil dan menikmati masa tuanya dengan penuh ceria. Sebagian besar mengalami kegagalan dan ironisnya tidak tahu penyebabnya apa ?, mau berbuat apa ? dan tidak tahu cara mengatasinya bagaimana ?. Hasrat dikalbu tak seiring dengan asa, beternak lele setelah dua kali panen kolam-kolam mangkrak, gulung tikar dan gulung terpal. Beternak ayam rugi, beternak bebek babak belur dan membuka showroom mobil juga kandas, lenyaplah bahagia berganti duka lara.

Lantas apa yang salah ?  Benang merahnya yang mana ?  Apa penyebab ini semua ?

Mungkin, sekali lagi mungkin, fenomena kegagalannya adalah :

  1. Angin sorga, ya banyak diantara kita yang hanya melihat keuntungan atau kemudahan menjalankan sebuah usaha. Angin sorga bisa datang dari siapa baik teman dekat, dari media massa atau langsung dari para petualang bisnis apakah itu makelar benih atau bibit, calo alat-alat pertanian, peternakan, pupuk, vitamin, pestisida dan lain dan sebagainya. Tanpa berfikir rasional sebuah tawaran bisnispun segera ditindak lanjuti.
  1. Be patient please, bersabarlah. Ketidak-sabaran, atau panik ingin segera memiliki sebuah bisnis agar setelah purna bhakti bisa dilalui setelah itu hidup nyaman dan tinggal ongkang-ongkang kaki dan berkipas-kipas. Bisnis, sebagaima dunia politik, dunia bisnis juga penuh dengan trik dan intrik hanya pola dan modus operandinya yang berbeda.
  1. Bossy, kita bertindak bagai seorang boss dikantor seperti dulunya. Beberapa orang yang penulis lihat umumnya kegagalan karena menempatkan dirinya laksana dia masih aktif menjadi pegawai. Sebuah bisnis bukanlah sebuah pekerjaan. Sebuah bisnis harus bisa menghitung, menelaah, benchmarking, melakukan kontrol dan menyelesaikan problem solving. Sebagai contoh, sahabat saya memiliki 5 ekor sapi perah namun beliau memiliki 3 orang karyawan. Anda bisa bandingkan kerabat saya yang lain memiliki 9 sapi perah hanya memiliki 2 orang karyawan. Saya katakan pada sahabat yang memiliki hanya 5 ekor sapi, sengaja saya bicara frontal bahwa anda bukanlah boss seperti dikantor dulu. Dari sisi gaji karyawan anda sudah in-efesiensi. Dianya menyanggah dengan berbagai argumen. Saya memilih diam.
  2. Bisnis adalah pertarungan, ketika anda meniti karier dari level bawah, jenjang demi jenjang yang anda lalui semasa menjadi abdi negara, anda demikian tekun dan tentu saja sembari bergembira menjalani pengabdian kepada bangsa namun kenapa anda bertanya kepada saya haruskah bekerja keras lagi seperti diawal masa kerja dulu. Ya, mau tidak mau, suka tidak suka. Bisnis juga butuh performa, stamina, akselerasi. Bisnis sejatinya adalah sebuah medan tempur yang tak tampak, gelap gulita dan nisbi. Jika disaat jadi karyawan pelupuk mata memastikan penghasilan ditanggal satu. Kita semua tidak pernah bisa memprediksi kapan anda akan meraup profit.
  1. Campakanlah dasi anda. Akhirnya sama saja, anda harus tetap bangun pagi, berangkat kekolam lebih dahulu dibanding anak buah anda dan pulang setelah karyawan anda. Anda harus teliti, anda harus belanja peralatan sendiri dan yang terpenting jika anda memilih beternak ikan bawal, nila atau sejenisnya anda harus mendatangi pembenih langsung, hindari menyuruh karywan atau memesan kepada makelar atau calo. Siapa yang bisa menjamin bahwa benih ikan yang anda order bukan dari perkawinan sedarah, pemijahan liar dan memperoleh benih yang tidak seukuran dan hasil campur baur dengan benih lain dan kelak ikan kontet tidak mau besar sementara biaya pakan tetap.
  1. Knowledge atau pengetahuan. Sudah banyak para pakar mengemukakan, modal uang bukan menjadi dasar utama sebuah usaha. Setelah mental anda sudah siap menjadi seorang enterpreuneur sejati dalam hal ini anda harus tekun, sabar dan berjiwa petarung anda juga harus melengkapi ilmu pengetahuan yang memadai. Kembali keatas, hati-hatilah dengan informasi yang menyesatkan dan angin sorga. Bertanyalah kepada expert nya dibidang wirausaha apa saja yang akan anda geluti.
  1. Jadilah mental petarung, jika pembaca bukan seorang calon pensiunan atau purnawirawan atau anda adalah seorang yang sering mengalami kegagalan dan sudah jungkir balik dalam berbisnis, percayalah, sungguh banyak keberhasilan bermula dari berkali-kali gagal, yakinlah bahwa akan bangkit kembali dan pastilah anda suka jika dijuluki veteran perang bisnis yang terluka.
  2. Lingkungan, pemicu yang tidak bisa diabaikan adalah faktor lingkungan, sebuah umpama orang yang terlahir dipesisir cenderung jago berenang sementara orang yang terlahir dipegunungan ahli memanjat.
  1. Genetika, faktor genetis juga menentukan bakat seseorang apakah yang bersangkutan ahli berbisnis atau tidak. Di Indonesia di clan tertentu kental dengan jiwa dagang dan didaerah wonosobo, banyuwangi mereka sudah diperkenalkan dengan pertanian dan lekatlah karakter agraris dikehidupan mereka.
  1. Mindset, secara kejiwaan seseorang yang diperkenalkan sesuatu diusia dini dia akan lebih cepat beradaptasi dengan sesuatu diperkenalkan kepadanya. Biasanya mengubah mindset seseorang diusia diatas 40 tahun akan lebih sulit dibandingkan merubah sebuah paradigma diusia dibawah umur 40 tahun apalagi usia pensiun diatas 55 tahun semua potensi diri semua orang sudah menurun.
  1. Ingat, anda sekarang adalah seorang pebisnis, bukan karyawan, anda tidak akan temui lagi hari-hari indah semasa dulu yang identik dengan :
  • Didepan anda secara vertikal ada atasan yang siap memerintah anda. Siap komandan !
  • Dikanan anda secara horizontal ada peraturan yang harus anda taati, like and dislike.
  • Dikiri anda ada rekan sekerja yang mungkin siap menelikung anda.
  • Dibelakang anda ada bawahan yang siap menyalib anda.
  • Menjalani sebuah rutinitas seperti mengisi absen, memakai uniform atau atribut kantor.
  • Tidak ada yang baru, tidak ada tantangan. Semua ditentukan dan anda akan menerima Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai ( DP3 ) sebagai reward and punishment.
  • Menunggu kerjaan yang diperintahkan atasan anda (job discription) dan disini tidak diperlukan pinter, pandai atau cerdas (wes ono sing ngatur, brow). dan berdasarkan jabatan (job position)
  • Menunggu pengumuman dari kantor kapan gaji, remunerasi atau tunjangan akan naik.
  • Menjadi pegawai anda akan menerima THR, seorang bisnisman harus memberi THR.
  • Menjadi pegawai anda akan menerima parsel lebaran, seorang pengusaha menyiapkan parsel.

Pensiun

Pensiun, bukan berarti habis, bukan berarti tidak bisa move on. Bisa ditulis dalam tulisan yang panjang siapa-siapa didunia ini yang sukses diusia senja, sebut saja pendiri Kentucky Fried Chicken dan lihatlah orang-orang yang sukses disekeliling anda diusia tua.

Finally, Ke-11 poin diatas tentu bisa diterjemahkan dalam sebuah kesimpulan atau rangkuman, jawabannya ada anda idealnya mengklik  artikel saya sebelumnya, ini link nya REVOLUSI MENTAL AGROBISNIS

Terimakasih, telah membaca Move On : Penguasa Menjadi Pengusaha, dari  Entertainment menjadi Enterpreuneur.

Baca juga

Organik untu Kehidupan

Menyanyi, Obat hati Yang Galau

Refleksi Suasana Hati

Untungkah Bisnis Tanaman Hias

Share-click, 081224217112 (no SMS)

svirulina

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>