«

»

Dec 14

Organik VS Non Organik

Organik VS Non Organik

Oleh Hadi Winarto, Banyuwangi, 14 Desember 2018

Salah satu visitors japri kesaya, ini pertanyaannya.

Pak, saya sudah berjuang dari tahun 2008, saat saya jadi penyuluh pertanian. Selama 10 tahun saya tidak pernah dapat program pertanian organik. Bahkan kalau dibully dan diintimidasi ya sering. Para pemegang kebijakaan masih banyak yang gagal paham dengan produk organik.

Pak Hadi, tolong buatkan ulasan tentang pentingnya produk organik (padi, palawija dan horti) dari berbagai sisi termasuk kesehatan, produktivitas dan pasar.Karena kebijakan dinas saya disini tidak mendukung pertanian organik karena mindset produktifitas rendah.

Ini jawaban saya

Organik VS Non Organik

Memperjuangkan organik, baik itu secara teknis, produk, hasil akhir ditengah eforia rekayasa kimia ini adalah pekerjaan berat.
Jika kita yakin bahwa sayur, susu, telur, daging atau ikan organik itu baik teruslah berkarya jangan mengenal lelah. Memang produk organik kalah kwantitas dibanding treatment non organik. Penggiat organik selalu berhadapan dengan agen/importir pestisida kimia karena mereka akan terusik dengan kampanye organik anda dengan berbagai alasan dan jurus jurus mereka adalah dengan mengeluarkan regulasi peraturan rumit dan mahal untuk dinyatakan organik.

Coba selidiki, siapa importir pestisida kimia, pupuk kimia, pengawet kimia di Indonesia. Mereka inilah yg duduk manis pengatur regulasi dan legalisasi segala sesuatu yang berbau kimia.

Lalu apa yg harus kita lakukan ?

Teruslah ber-organik, dengan segala keterbatasan dan kemampuan. Panen organik mungkin tidak sebanyak pemakai pupuk, pakan dan pengawet kimia. Panen hari ini memang kita kalah … tapi 20-50 tahun kemudian dampak positif organik akan menyadarkan bahwa produk organik adalah pahlawan kesehatan dan pupuk kimia adalah kejahatan.

Ber-organik mudah ???, coba tanya para para penggiat budidaya lele yg memakai sistem RAS, kenapa taste lele mereka gurih, sedikit lendir dan gempal.
Mereka ini sdg menuju produk organik. Mereka ini tdk pernah melakukan analisa Labor, tidak pernah datang ke BPOM, Sucofindo, label haram atau SNI.

Maksud saya, kita ini sdg menghadapi kekuatan besar. Semisal kita mengklaim bahwa produk kita organik, langsung kita akan dipersoalkan dgn aturan2, syarat2 izin2 bahkan intimidasi dan ancaman.

Indonesia itu subur, ada ratusan juta pohon mangga, manggis, pete, jambu, didesa desa tidak pernah disemprot insektisida, fungisida kimia. Tetap tumbuh, tetap ijo royo-royo.

Di Lamongan ada ratusan tambak nila dan harga ikan nila rp.12.000/kg.
Taste ikan nila ini rasanya tawar (sepo) bau tanah. Daya tahan tubuh lemah, pengangkutan beberapa jam saja nila sudah mati.
Kenapa? Pada awal persiapan kolam mereka gunakan pupuk urea, nitrogen 46% mempercepat tumbuh fitoplankton. Tdk perlu diberi pakan hingga panen. FCR 0-0,1.

Begitulah, terus aja berkarya. Seleksi alam tetap berlangsung. Yang mau pake kimia silahkan. Toh Eropa dan dunia barat pupuk kimia sudah ditinggalkan. Agar tanah subur mereka pake enzim lumbrokinase, daun mimba sebagai pestisida organik.

Banyak antibiotik andal. Jamur aeromonas yang menyerang ikan bisa diatasi oleh daun sirih, daun jambu dan mengkudu. Tanaman apu-apu menyedot amoniak dan meningkatkan kadar DO.
Gedebok pisang sebagai antibiotik di kolam gurame.
Meniran, toge, pegagan, kunyit, bawang putih sebagai pengganti AGP(antibiotic growth promotor) pada unggas.

Alinea yg saya beri tanda kurung dan huruf italic dibawah ini saya copas dari merdeka.com

(Susu organik mengandung Conjugated Linoleic Acid (CLA) lebih tinggi 40 persen dari susu non organik. Kandungan CLA lebih tinggi susu tersebut efektif menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, kanker dan obesitas, susu organik memiliki kandungan mineral iodin lebih rendah dibandingk susu non organik. Tetapi, kekurangan ini tertutupi dengan kandungan zat besi dan Vit. E lebih tinggi pada susu organik.
Daging organik memiliki kandungan dua lemak jenuh lebih rendah dibanding daging non organik. Ini baik, mengingat lemak jenuh kerap dihubungkan dengan penyakit jantung.

Peneliti Carlo Leifert dari Newcastle University, mengungkapkan perbedaan kandungan produk daging serta susu organik dan non organik terletak pada makanan yang dimakan oleh hewan ternak selama hidup. Hewan ternak yang mengonsumsi rumput alami atau organik sesuai dengan kebutuhan diet dapat mendorong kualitas produk daging dan susu menjadi lebih baik.
“Perbedaan ini berasal dari produksi ternak organik yang dipengaruhi perbedaan intensitas produsi,” terang Leifert.
Total 196 penelitian pada susu dan 67 penelitian pada daging, peneliti menyimpulkan bahwa manfaat dari daging dan susu organik juga terasa setelah produk tersebut diolah spt mentega, keju dan yogurt yang berasal dari susu organik)

Dari antara.com

(LIPI mengingatkan bahaya pupuk kimia unorganic sintetik secara terus menyebabkan kerusakan pada tanah.
“Yg mengkhawatirkan saat ini petani Indonesia hanya berkiblat pada pupuk kimia unorganic sintetik. Ini membahayakan dalam jangka panjang,” kata Peneliti Pusat Biologi LIPI, Sarjiya Antonius. Jika penggunaan pupuk kimia dibiarkan, dalam waktu 25 tahun mendatang akan terjadi kerusakan pada tanah dan lahan.
Anton menyebut, LIPI memiliki program dari Labor Biologi yakni mencoba mengedukasi masyarakat untuk menerapkan teknologi PGPR.

“Contoh, LIPI mengembangkan pupuk organik hayati (POH) tanpa lisensi eksklusif, hingga bs dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengguna, dan tidak dimonopoli, hingga bs berkembang.”
Perusahaan telah merasakan manfaat dari PGPR yakni perkebunan nanas Great Giant Pineapple. Sebelum menerapkan PGPR, produksi nanas terus turun. Produksi yg tadinya 100 ton menyusut sampai titik terendah.
“Setelah menerapkan PGPR ini ada perubahan, produksi terus naik jadi 80 ton, 2-3 tahun akan normal ke 100 ton,”
PGPR dikenal sbg Rizobakteri pemacu pertumbuhan. Merupakan bakteri yang berkoloni dengan perakaran, pertumbuhan dan perkembangan tanaman berkat kemampuan dlm menghasilkan zat pengatur tumbuh (ZPT).
Jadi, dlm tanah itu hidup bakteri mikroorganisme yg bekerjasama dengan akar yg menghasilkan tanah sehat)

Diserang importir pestisida kimia ???
EGP ajjah, emang gue pikirin.

gh mrufin

Green House melon milik Masrufin Ambulu Jember

Organik VS Non Organik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>