«

»

May 06

Peluang Un-limited Ikan Nila Tilapia

Peluang Un-limited Ikan Nila Tilapia

Oleh : Hadi Winarto
Lumajang, 15 Januari 2018

Pasar Global

Pada tahun 1991 produksi ikan nila dunia sekitar 400.000.000 ton/tahun. Lalu 27 tahun kemudian, tahun ini, produksi ikan nila global diprediksi menjadi 6,5 juta metrik ton (MMT). Sekarang, 2018, spesies ikan ini menjadi budidaya air tawar terpenting seiring dengan menurunnya ikan tangkapan karena berbagai faktor. Dan faktor-faktor kemudahan dalam pengembangan ikan ini.

Sebagian besar produksi global ikan nila dihasilkan dalam sistem tambak air tawar dan dikonsumsi di semua negara. Para ahli optimis dan melihat produk fillet tilapia diminati di negara-negara maju dengan harga yang kompetitif.

Contoh dikabupaten kecil di Lumajang Jatim, seorang anak muda pengepul nila konsumsi, Razaky Akbar (Zaky) membutuhkan pasokan sebanyak 150 ton/bulan untuk didistribusikan di 4 kota : Lumajang, Jember, Probolinggo dan Pasuruan. Potensi ini tidak pernah terpenuhi oleh para peternak.

Bersama lele, ikan nila adalah ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan dibandingkan dengan semua spesies ikan air tawar dan dengan lebih dari 150 negara melaporkan aktifitas ini.
Selain itu, nila bisa dibudidayakan dilingkungan sawah dan tambak tanah yang sederhana namun menghasilkan kinerja maksimum. Nila ikan adaptif, tetap mampu hidup dilingkungan ekstrim.

Sistem budidaya

Sistem Resirkulasi dianggap sistem yang simpel dan murah.
Progress Report budidaya ikan nila secara global dibagi menjadi empat fase :
1. Maintenance induk,
2. Pemijahan/pembenihan/
3. Pendederan
4. Pembesaran

Saat ini diseluruh dunia ditandai dengan sentuhan teknologi yang didorong oleh penelitian sejak tahun 1985. Fase pertama dimulai dengan hibridisasi gen induk yang berhasil menciptakan hibrida dan tumbuh lebih cepat dan lebih baik.
Fase kedua dilakukan penyebaran teknologi perubahan jenis kelamin betina ke jantan dengan menggunakan hormon MT (methil testosteron) untuk menghasilkan hampir semua populasi jantan hingga 97%.
Fase ke-3 Metode kultur tradisional diganti dengan sistem produksi intensif (Amerika Selatan mempelopori sistem intensif ini) yang lebih menghemat air, mempercepat masa panen dan penghematan pakan dan kepadatan tebar yang tinggi.
Penelitian nilai nutrisi dan peningkatan kontrol kualitas pakan juga terus berlangsung. Manajemen yang lebih baik dan periode pertumbuhan yang cepat menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi yang didorong oleh penyebaran informasi teknologi perikanan yang terus diperbaiki.
Produksi secara rekayasa genetika memungkinkan peningkatan produksi global secara cepat. Nila gift (genetic improvement of farmed tilapia, dikembangkan oleh International Center of living Aquatic Research Management, CLARM, di Filipina) ) menyumbang lebih dari separuh produksi di Asia hingga tahun 2018. Kontribusi keseluruhan gift dan turunan gift dianggap sebagai kemajuan teknologi paling signifikan dalam industri peternakan ikan nila global.  Riset terus berlangsung dan berbagai sistem, cara dan trik.

Sistem Budidaya

Berbagai managemen air, managemen kolam, managemen pakan berkembang pesat.
Sistem resirkulasi, NWS, GWS, RWS, bioflok, penambahan asam amino dan enzim pada pakan, pematangan air melalui oksigenisasi, ozonisasi, utk meminimalisir bacteri pathogen dalam air, pemberian pupuk air organik untuk penstabil pH dan penumbuh zoo-plankton sebagai penghasil leusin tertinggi dari semua biota air atau pakan alami ikan, berbagai alat ditemukan dan digunakan seperti ammonia water cleaner, central drain, rotary drum filter, agroculture treatment machine, nanobubble, microbubble, aerator, filter, heater, bioball dan banyak lagi.

Pemuda Kreatif

Zaky, anak muda kreatif ini terus berkutat disegmen pendederan, pembesaran dan sekaligus pengepul spesial ikan nila dan lebih jauh lagi Zaki gemar melakukan trial and error. Berbagai parameter mutu air tidak luput dari pengamatannya bahkan ikan nila diperlakukan seperti ikan KOI. berapa kebutuhan turbidity (kekeruhan) dan TDS ( Total disolved solids), sebuah cara yang tidak lazim dilakukan tapi bisa diterima secara ilmiah.

Pada managemen pakan, Zaky menitik beratkan penambahan vitamin pada pakan bukan penambahan protein yang biasa dilakukan oleh para penggiat ikan nila dan pupuk air natural pada waktu persiapan kolam. Vitamin digunakan yang dikonsentrasikan pada vitamin B11, B6, B12 dan kandungan leusin (kandungan leusin tertinggi ada pada zoo-plankton).
Kata Zaky lagi : FCR secara umum memang sdh mengalami penurunan tajam dari FCR 1,30 menjadi 1,02 dan harga pakan Rp.7.200/kg tapi dari pekerjaan rumah (PR) saya masih banyak, saya masih meneliti dengan protein rendah (dibawah 20%) dengan asupan vitamin panen dihasilkan dengan FCR dibawah 1,02. Alangkah indahnya jika FCR dibawah 1 dan biaya pakan dibawah rp.6000/kg. Syaratnya adalah memenuhi semua variabel yg diinginkan nila. Berbagai uji lapangan sudah berlangsung. Parameter terbaik yang diamati Zaky adalah

  • pH 8
  • Amoniak 0,01 ppm
  • Oksigen 7 ppm
  • Suhu 28-33C
  • Kekeruhan 750
  • TDS 300
  • Bakteri max 5%
  • Protein pakan 25%
  • Tinggi air 80cm
  • Kepadatan tebar 50 ekorper meter

Cukup komplek, melelahkan, memakan waktu, tenaga, fikiran dan biaya. Namun niscaya kelak akan ditemukan angka ideal menuju pencapaian terbaik.

Seperti penulis sendiri, pengamatan hanya berkisar tentang pH, oksigen terlarut dalam air, toleransi jumlah amoniak, toleransi jumlah bacteri patogen, disparitas temperatur dan salinity.

Alasan utama artikel ini tercipta adalah masih rendahnya pemenuhan kebutuhan eksport. Dari semua sisi budidaya 90% semua perairan air tawar di Indonesia adalah layak nila dan lele.
Pemenuhan parameter sumber hidup ideal nila tidak sulit dipenuhi apalagi tekhnologi nya tidak mahal dan terjangkau. Bahkan didaerah daerah tertentu banyak sumber air kwalitas super. Tanpa melalui pematangan dan treatment dengan alat tertentu nila maupun lele bisa bongsor menakjubkan.

Saat ini China dan Mesir adalah produsen terbesar ikan nila. Dalam jangka tidak terlalu lama Indonesia tidak sulit utk menyalip menuju puncak.

Pasar nila termasuk pasar positif dan memastikan bahwa harga di pasar internasional selalu stabil dan un-limited demand.

DO METER dalah alat ukur untuk mengetahui kadar oxygent terlarut dalam air. Salah satu alat ukur yang penting dalam budidaya perikanan.

lamDO

Peluang Un-limited Ikan Nila Tilapia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>