«

»

Jan 08

Predator Puncak Di Kerajaan Lele

Predator Puncak Di Kerajaan Lele

Oleh  : Hadi Winarto

Inspirasi terciptanya artikel berjudul Predator Puncak Di Kerajaan Lele ini dikarenakan testimoni seorang peternak ikan lele segmen pembesaran dari Semarang Jawa Tengah. Katanya gini : ‘Saya membaca artikel Bapak Hadi yang berjudul Cara Budidaya lele pembesaran (bag.1) dan Cara Budidaya lele pembesaran (bag.2),  semua petunjuk saya baca dengan seksama dan semua aturan mainnya saya ikuti  di kedua tips beternak lele itu.’  Demikian hasil chats dengan pak Santoso, nama kolega saya itu.

Rugi 50%

Pak Santoso menambahkan informasi bahwa pada panen yang ketiga dia merasa benar-benar sudah menguasai apa maunya lele, bagaimana keinginan lele yang sebenarnya. Awalnya, pada panen perdana pak Santoso mengalami kerugian dan modal yang kembali hanya 50%, pak Santoso sendiri yang menganalisa bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan dia mengalami minus yakni :

  1. Benih yang didapatkan kualitasnya dia tidak tahu apakah bagus apa tidak, benih dia beli melalui makelar benih ikan.
  2. Managemen kolam atau air, pak Santoso hanya menerapkan managemen ala kadarnya, tidak memakai sipon, aerasi asal ngucur, tidak begitu memperhatikan sirkulasi dan mengontrol kualitas air.
  3. Pemberian pakan menggunakan full pakan pabrik namun takaran jumlah, waktu pemberian pakan juga berdasarkan feeling saja.

Hal-hal lainnya seperti grading, pengetahuan peruntukan kandungan nutrisi, pemberian antibiotik dan probiotik sudah dikuasainya. Penguasaan terhadap penyakit ikan lele dan teknik mengatasi predator yang membahayakan terutama pada fase benih sangat dia perhatikan.

Selalu belajar

Pada periode kedua pak Santoso merobah total dan mengikuti semua petunjuk penting.

  1. Benih dia cari sendiri kepada pembenih yang qualified dan dia menegosiasi harga sendiri sehingga benar-benar mendapatkan benih unggul dan harga lebih murah dibandingkan dengan perantara, perantara yang nakal bisa jadi mengantarkan benih tidak sesuai dengan jumlah yang diorder yang menyebabkan peternak menderita 2 kali kerugian. Rugi kualitas dan rugi kuantitas.
  2. Semua kolam memakai media penyiponan yang meminimalisir jumlah kadar amoniak dalam air. Diketahui bahwa amoniak terjadi dari sisa pakan yang tidak terserap dan feses ikan. Terjadinya amoniak membutuhkan waktu hanya 12 jam. Faktor krusial timbunan amoniak mengakibatkan kualitas air menurun dan mengganggu metabolisme (daya tumbuh ikan)
  3. Pak Santoso menerapkan quality control penuh dan sungguh-sungguh, termasuk perihal waktu dan jumlah pemberian p
  4. Pak Santoso mengerjakan sendiri tanpa merekrut anak buah (mengurangi biaya) dengan jumlah tebar benih sebanyak 50.000 ekor benih.

Hasil yang diperoleh pada panen kedua ini :

  1. Ukuran rata-rata 8-10 ekor per kg
  2. Lama budidaya 96 hari.
  3. Jumlah panen 4498 kg
  4. Jumlah vakan 4012 kg, diperoleh angka FCR (food Convertion Ratio) 0,89, cukup bagus mengingat jumlah tebar cukup banyak hingga membutuhkan penanganan yang cukup rumit juga.

Pada periode ketiga pak Santoso makin bersemangat, pada fase ini dia merubah sedikit jenis pakan yang diberikan dengan pakan pabrik 80% dan 20% pakan dari belatung atau maggot, dengan harapan menghemat biaya pakan, diperoleh data sebagai berikut :

  1. Ukuran rata-rata 8-10 ekor per kg
  2. Lama budidaya 92 hari.
  3. Jumlah panen 4510 kg
  4. Jumlah pakan 3997 kg, diperoleh angka FCR (food Convertion Ratio) 0,88, Angka FCR membaik dan biaya pakan dapat ditekan 20%, belatung yang diberikan hasil dia minta dari peternak ayam milik temannya. pemberian belatung meningkatkan kualitas ikan lele. Lele menjadi gempal, rakus, kuat dan sehat.

Sang pemangsa

Pada  periode berikutnya pak Santoso melaporkan seminggu menjelang panen karena sesuatu urusan dia tidak datang kekolam, mengunci pintu pagar kolam.

Esok harinya dia dapatkan pintu gembok kunci sudah rusak, setelah masuk kedalam halaman kolam berserakan ember-ember, serok dan perangkat untuk panen ikan. Lantas beliau tanyakan kepada tetangga apa melihat seseorang kemaren ada yang datang kelolam ini. Tetangga memberitahu bahwa ada seseorang membawa 4 jerigen ikan berisi penuh ikan lele dari kolam dibawa dengan sepeda motor. Tetangga itu mengatakan dia menyangka yang membawa ikan itu adalah pelanggan pak Santoso jadi tidak curiga kalau ikan lele pak Santoso sudah dicuri. Tahulah pak Santoso sekarang bahwa dia telah kecurian.

Oh ya, definisi bebas predator adalah pemangsa. Dibelahan wilayah lainnya juga berlaku kondisi yang sama. Gerombolan predator yang lebih ganas sebutannya ber-aneka seperti ilegal fishing, ilegal logging, mafia migas, mafia peradilan, skandal BLBI, kasus hambalang,  dan lain-lain. Ganas karena memiliki struktur dan membentuk ke-dinasti-an.

Mengertilah kita sekarang, predator dominan yang membuat banyak peternak bangkrut bukan saja kucing air, belut, ular, labi-labi, biawak, hama penyakit, burung elang, parasit, virus dan bakteri. Ternyata manusia adalah sang predator paling puncak disemua lini mata rantai kehidupan.

FLOW THROUGH WATER EXCHANGE

Oleh : Progo Farm Jogja (Pakar Budidaya ikan air tawar)

foto progo
Salah satu cara/teknik dalam managemen kolam ikan lele adalah membuat air yang berkualitas mengalir secara terus menerus di kolam sehingga metabolisme ikan karena batasan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen), amonia dan timbunan bahan organik teratasi dengan terus membiarkan air berkualitas baik mengalir melalui kolam. Hal ini akan melemahkan dan menyapu limbah organik sebelum mereka menumpuk ke tingkat yang mengurangi kualitas air.

Debit air (baca :Arus air) hendaknya diatur sedemikian rupa agar mampu untuk membersihkan limbah organik.Logika sederhana bisa dijabarkan disini bahwa air yang mengalir berarti air mengalami pembaharuan. Air mengalir menimbulkan perbaikan kualitas air namun tidak melebihi kemampuan ikan untuk menahan arus. Arus yang terlalu lambat akan menyebabkan limbah menumpuk, namun arus yang terlalu kuat akan membuat ikan menghabiskan terlalu banyak energi untuk berenang, bukan untuk pertumbuhannya.

Pada budidaya lele, arus air yang diajurkan adalah maksimum 5 meter per menit untuk lele dewasa, dan lebih lambat untuk ikan yang masih kecil.
Bentuk kolam pada teknik ini perlu disesuaikan, boleh panjang namun tidak terlalu lebar agar tercipta arus yang optimal.

Kepadatan ikan pada tingkat ini dapat sangat tinggi dan ikan harus diberi pakan yang bermutu karena tidak ada sumber pakan alami. Pemakaian proboitik untuk air tidak diperlukan.

Enzim dapat dipakai untuk fermentasi/pembibisan pakan.

Teknik ini dapat diterapkan bagi yang memiliki sumber air yang melimpah. namun dapat juga dengan bantuan pompa, namun tentu akan ada tambahan biaya energi…

Terimakasih Mas Progo sudah berbagi untuk pengunjung situs ini.

Terima-kasih, salam sukses selalu.

—————————————————————————————————————–

Boosterfish.com melayani pembuatan bahan baku pakan ikan siap olah untuk ikan lele, nila, bawal, patin, bandeng, betutu, ayam itik, bebek, entok dan-lain jadi pelet, sudah dilengkapi dengan atraktan, enzim, hormon, probiotik, lysine, metionine dan premix.

ujilabor

Kadar protein 33%, Kadar air 20%, Kadar lemak 3%, Kadar serat 6,9%, Kadar abu 20%

Bentuk bubuk (tepung)

Harga Rp.5000 perkg (bahan ini tinggal dicetak dengan mesin pelet) minimal order 1 ton diluar ongkir. (permintaan sampel dikenai biaya ongkir)

Untuk unggas bisa ditambahkan bekatul dan jagung agar harga pakan bisa lebih murah lagi.

udang

 

Bahan pakan siap olah ini jika digunakan untuk pakan ayam dan itik, komposisinya sbb :

Untuk ayam broiler atau ayam joper

Bahan pakan siap olah = 60%, Bekatul 40%, dikukus dengan Enzim protein jadi 20,4%

Untuk itik atau bebek pedaging

Bahan pakan siap olah = 40%, Bekatul 60%, dikukus dengan Enzim protein jadi 19,6%

——————————————————————————————————————-

Ingin mengetahui harga lele hari ini klik  Harga Ayam Hari Ini

Naskah yang terkait dengan lele

Pakan Alternatif  Lele

Budidaya Lele Pembenihan

Budidaya Lele Pendederan

Cara Budidaya Lele Pembesaran

Menguak Misteri Lele

Budidaya Lele Dengan Spirulina

Pesta Seks Bebas

Cara Memacu Pertumbuhan Larva

Lele Gemuk Dan Kenyal Karena Keju

Pemijahan Hipofisa, sebuah solusi 

Standard Operating Procedure Pemijahan Lele

Kacang Ijo Untuk Indukan Lele

Komisi Pemberantasan Keong Mas (KPK)

Sekali Lagi tentang FCR Lele

Pakan Alternatif Patin, Nila  Dan Lele

Lele Dan Anomali Cuaca

Sistem Penyiponan Sederhana

Pengolahan Lele asap organik

 

induk tomo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>