«

»

Oct 03

Protein, Lemak, Karbohidrat dan Vitamin

Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin

dan kontribusinya terhadap PAKAN IKAN

Definisi Pakan Ikan

Pakan merupakan sumber energi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup ikan. Pembuatan pakan alternatif atau buatan didasarkan pada kebutuhan nutrisi hewan dan kualitas bahan baku. Diharapkan dapat dibuat pakan ikan yang memiliki standar mutu tinggi dengan biaya yang murah dan apa hubungannya dengan Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin, itu.

Pakan buatan merupakan sumber energi. Pakan buatan bisa dipilah menjadi 3 bagian.

  1. Pakan
  2. Pakan tambahan.
  3. Suplemen.

Fungsi pakan ikan

  1. 1. Sebagai Pengobatan

Ikan yang memperoleh pakan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai akan tumbuh baik. Sistem ketahanan tubuh akan menciptakan imunitas terhadap serangan penyakit.

  1. Sebagai Pembentuk Warna Tubuh

Sebagai pembentuk warna tubuh atau pigmen. Fungsi pakan tersebut terkandung dalam pakan buatan dan dimanfaatkan dalam ikan hias. Pakan buatan yang ditambah pigmen memiliki warna yang khas, Ikan yang diberi pakan dengan kandungan pigmen yang proporsional memiliki warna tubuh yang lebih bagus.

  1. Sebagai Peningkat Cita Rasa

Cita rasa ikan dipengaruhi oleh pakan, Tiap perairan memiliki pakan  berbeda. Ikan disuatu perairan akan memiliki aroma dan citarasa yang berbeda dengan ikan sejenis yang hidup di lingkungan perairan lain.

  1. 4. Untuk Mempercepat Reproduksi

Mempercepat proses matang gonad. Pakan yang baik menunjang kerja organ tubuh, sistem hormon dan endokrin. Sistem endokrin membantu proses reproduksi dengan cara mengatur  hormon reproduksi menuju organ reproduksi. Penambahan vitamin E  merangsang pematangan gonad. Vitamin E berfungsi untuk mencegah oksidasi EPA (eikosapentanoic acid). EPA diubah menjadi prostaglandin berperan mempercepat pematangan gonad. Bersama dengan vitamin A berperan sebagai antioksidan.

  1. 5. Untuk Perbaikan Metabolisme Lemak

Ada yang membuat pakan menggunakan asam bile untuk meningkatkan kemampuan mencerna lemak. Asam bile. Senyawa ini mengandung garam natrium dan garam kalium. Proses pencernaan lemak, kedua jenis garam ini akan menurunkan tegangan permukaan lemak dan mengubah bentuk lemak menjadi bola-bola kecil (micelle).

Peningkatkan daya cerna terhadap lemak juga dengan penambahan lesitin. Lesitin merupakan lemak yang mengandung gliserol dan asam fosfat. Senyawa ini banyak terdapat di otak, kedelai, biji bunga matahari, jagung, dan kuning telur. Dengan kandungan gliserol yang tinggi, lesitin mudah dicerna ikan.

Upaya lain dengan penambahan mikroba. Selain mengurai lemak sehingga mudah dicerna oleh ikan, mikroba juga dapat membantu pencernaan karbohidrat dan protein..

Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan

Bahan baku pakan ikan dibagi :

  1. Komponen penghasil energi dan
  2. komponen bukan penghasil energi.

Komponen Penghasil Energi. Komponen dalam kelompok ini akan menghasilkan energi bila dicerna oleh ikan atau komponen makro. Tiga komponen zat gizi yang dapat menghasilkan energi yaitu :

  1. protein,
  2. lemak,
  3. Karbohidrat.

Nilai energi dari komponen pakan adalah

Protein              :           4,0 kkal/g ;

Lemak              :           9,0 kkal/g

Karbohidrat       :           4,0 kkal/g

Efisiensi energi yang baik berkisar antara 25-40%. Artinya, untuk memperoleh energi bagi pertumbuhanan sebesar 100 kkal dibutuhkan energi dalam pakan sehesar 250-400 kkal. Hal ini berarti energi yang dapat digunakan untuk pertumbuhan kurang dari 50% total energi dalam pakan, selebihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk hidup (cost of living).

Komponen Bukan Penghasil Energi. Tetap diperlukan oleh ikan untuk menjaga keseimbangan gizi. Komponen pakan yang tidak menghasilkan energi adalah vitamin dan mineral. Kedua komponen ini sangat besar peranannya dalam pertumbuhan ikan.

Protein

Protein adalah senyawa yang terbentuk dari rangkaian asam amino yang berikatan sesamanya protein merupakan suatu polimer heterogen yang terdiri atas ribuan molekul senyawa asam amino, yaitu komponen terkecil yang menyusun protein.

Protein merupakan material organik dalam organ tubuh ikan. Persentase protein di dalam tuhuh ikan berada pada posisi kedua setelah air, yakni berkisar antara 18-30%. Protein bersama komponen nitrogen lainnya juga membentuk senyawa-senyawa asam nukleat, enzim, hormon, vitamin, dan lain-lain.

Protein :

  1. Sebagai zat pengatur

Pembentukan enzym, hormon (mengatur proses-proses metabolisme dalam tubuh)

  1. Sebagai zat pembakar

Sumber energi bersama-sama dengan karbohidrat dan lemak

  1. Sebagai zat pembangun

Membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, proses reproduksi

Fungsi Protein.

Protein bagi ikan sebagai sumber energi. Energi yang dicerna dalam protein dimetabolisme dengan lebih baik oleh ikan dibandingkan dengan hewan lainnya. Demikian pula, peningkatan panas akibat mengonsumsi protein pada ikan lebih rendah, yang berarti nilai energi produktif yang diberikan oleh protein kepada ikan lebih besar. Fungsi utama protein di dalam tubuh ikan adalah :

  1. Merupakan sumber energi bagi ikan, terutama apabila komponen lemak dan karbohidrat yang terdapat di dalam pakan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi.
  1. Berperan dalam pembentukan jaringan tubuh.
  2. Berperan dalam perbaikan jaringan tubuh yang rusak.
  3. Merupakan komponen utama dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi.
  4. Berperan dalam proses osmoregulasi di dalam tubuh.
  5. Ketersediaan protein dibutuhkan secara terus-menerus karena asam amino digunakan secara terus-menerus untuk membentuk protein baru.

Lemak

Lemak mengandung unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (0) sebagai unsur utama. Beberapa di antaranya ada yang mengandung nitrogen (N) atau fosfor (P).
Secara umum, lemak dan minyak (keduanya  disebut lipid) merupakan sumber energi paling tinggi dalam pakan ikan. Lemak cenderung mempunyai titik cair lebih tinggi. Selain itu, lemak memiliki rantai molekul.

Lemak terdiri dari

  1. lemak sederhana,
  2. lemak campuran,
  3. lemak turunan

Lemak sederhana (simple lipids) terdiri atas lemak netral (trigliserida), ester gliserol, wax (ester kolesterol, ester vitamin A atau D). Wax merupakan ester asam lemak dari alkohol berantai panjang, berperan memperbaiki karakteristik fisika dan kimia.
Lemak campuran (compound lipids), misalnya fosfolipid yang merupakan ester asam lemak dan asam fosfatidik. Lemak ini merupakan komponen utama lemak pada membran sel.
Lemak turunan (derived lipids), yaitu produk hidrolisis dari lemak sederhana dan lemak campuran. Komponen utama lemak turunan adalah asam lemak.

Fungsi Lemak.

  1. Berperan dalam pemeliharaan struktur dan membran sel.
  2. Pelarut dalam proses penyerapan vitamin A, D, E, dan K.
  3. Membantu proses metabolism merupakan komponen struktur membran
  4. Penunjang pertumbuhan ikan pembentukan gelembung renang pada stadia larva

Pakan yang baik umumnya mengandung 4 –18% lemak

Kelebihan kadar lemak pada pakan akan mudah mengalami oksidasi (mudah tengik) mengakibatkan penimbunan lemak pada usus ikan, hati ataupun ginjal sehingga ikan menjadi terlalu gemuk dan nafsu makan berkurang.

Karbohidrat

Karbohidrat terdiri atas serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Serat kasar sulit dicerna oleh ikan namun tetap diperlukan, yakni untuk meningkatkan gerak peristaltik usus. Pemberian serat kasar dalam pakan perlu diperhatikan. Pemberian serat kasar dalam jumlah berlebihan rnenyebabkan gangguan pada proses penyerapan pakan di dalam usus halus.

Unsur utama yang membentuk karbohidrat adalah karbon, hidrogen, dan oksigen. Dibandingkan dengan lemak dan protein, karbohidrat lebih mudah larut di dalam air, terutama golongan karbohidrat sederhana.

Senyawa organik yang terdiri dari serat kasar dan bahan bebas tanpa nitrogen.

Menurut ukuran molekul dapat dibagi menjadi:

  1. Monosakarida (contoh: fruktosa, glukosa)
  2. Disakarida (contoh: sukrosa, maltosa)
  3. Polisakarida (contoh: selulosa, pati, kanji)

Enzim tertentu untuk memecah disakarida atau polisakarida menjadi monosakarida yang mudah diserap.

Beberapa enzim tertentu dihasilkan oleh bakteri dalam usus ikan.

Beberapa ikan memiliki organ khusus pada alat pencernaannya

Kebutuhan karbohidrat pada pakan ikan

Ikan mas                       20 –30%

Ikan lele                        10 –30%

Ikan kerapu                   10%

Ikan kakap                    20 –25%

Vitamin

Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, vitamin berperan menjaga agar proses yang terjadi di dalam tubuh ikan tetap berlangsung dengan baik. Metabolisme ikan tidak mampu membuat vitamin sendiri. !kan yang mengandalkan pakan alami tidak pernah kekurangan vitamin.

Jumlah vitamin dapat  rusak selama proses pembuatan pakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan vitamin.

Vitamin E, vitamin K, asam pantotenat, asam folat, riboflavin dan piridoksin harus dilindungi dari cahaya matahari. Fungsi vitamin B-12 akan menurun apabila disimpan di tempat yang bersuhu tinggi.

Klasifikasi dan Fungsi Vitamin. Dibagi menjadi:,

  1. Vitamin yang larut dalam lemak (Vit A, D, E dan K)
  2. Vitamin yang larut dalam air.B dan C. Vit B terdiri atas tiamin (B-1), riboflavin (B-2), piridoksin (B-6), sianokobalamin (B-12), niasin, biotin, kolin, asam folat, inositol, dan asam pantotenat.

Dalam proses osmoregulasi tubuh, vitamin mempunyai peran :
1. Merupakan katalisator dalam proses metabolisme. Vitamin merupakan bagian dari enzim          atau koenzim yang berperan dalam pengaturan berbagai proses metabolisme.

  1. Membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru.
    3. Mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh sebagaimana mestinya.
    4. Berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu di dalam tubuh.

Mineral

Mineral merupakan elemen anorganik yang dibutuhkan oleh ikan dalam pembentukan jaringan,  metabolisme dan osmoregulasi.

mineral dapat dibagi:

  1. Mineral esensial, harus selalu tersedia di dalam tubuh ikan.
  2. Mineral nonesensial yaitu mineral yang sebaiknya tersedia di dalam tubuh ikan.

Berdasarkan jumlah kebutuhan, mineral  dibagi menjadi 2 kelas,

  1. M Yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh ikan dalam jumlah besar, spt: kalsium (Ca), fosfor (P), belerang (S), natrium (Na), klorida (CI), magnesium (Mg), dan kalium (K).
  2. Mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ikan dalam jumlah kecil, yaitu kobalt (Co), selenium (Se), tembaga (Cu), seng (Zn), mangan (Mn), krom (Cr), fluor (F), iodium (I), besi (Fe), dan molibdenum (Mo). Mikromineral disebut sebagai trace mineral.

Fungsi Mineral.

Pembentukan struktur tubuh ikan seperti Ca, P, F, dan Mg. Mineral Fe, Cu, dan Ca berperan dalam proses pernapasan dan pembentukan enzim.
Mengatur keseimbangan asam basa dan proses osmosis antara cairan tubuh dan lingkungan (Na, K, Ca, dan CI).
Berperan dalam proses pembekuan darah dan pembentukan hemoglobin (Fe, Cu, dan Co).
Berperan dalam proses metabolisms (Cl, Mg, dan P).
Mengatur fungsi sel (Cu dan Zn), membentuk fosfolipid dan bahan inti sel (S dan P), mematangkan kelenjar kelamin (Br), dan membentuk hormon tiroid (I)

Disarikan dari berbagai sumber dan Ensiklopedi Indonesia.

Gambar-gambar alat ukur

pH tester (air)

Ph air

 

pH tester (tanah)

 

Ph tanah

Termometer (suhu udara)

termometer

Alat uji kandungan protein

Protein

Alat uji kandungan air

air kadar

Do tester (kadar oksigen)

do tester

Other Links

Revolusi Mental Agrobisnis

Harga Ayam Hari Ini

Pakan Alternatif Lele

Cara Membuat pelet apung

Pelatihan Budidaya Ayam Dan Ikan

Info Harga Komoditi Terendah

Enzim Untuk Ayam Organik

Kendala Sosialisasi Ayam Organik

Budidaya Belatung Untung Melambung

PP booster fish

 

Protein, lemak, karbohidrat dan vitamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>