«

»

Aug 23

Refleksi Suasana Hati

Refleksi Suasana Hati

Oleh : Amalia Dewi

Edisi minggu pagi yang indah, Bondowoso, 23 Agustus 2015. Dirgahayu Indonesia merdeka ke-70, semoga panjang umur. Sejahtera bangsaku, negeriku, Indonesia raya.

Makna tulisan Refleksi Suasana Hati ini yang sebenarnya hanya imajinasi sang penulis tapi berharap memberi pesan dan kesan moral yang patut dijadikan kita makin dewasa dalam berfikir dan bertindak, terutama kepada pribadi penulis sendiri.

Dengerin yo…

Seekor kucing yang senantiasa bermuram durja duduk sendirian, duduk nelangsa, seharian cuma merenungkan diri, meratapi nasibnya. Sang kucing merasa hidupnya selalu dirundung nestapa. Sejenak kemudian kucing ini memasuki sebuah gedung besar penuh dengan cermin. Betapa terperanjatnya si kucing ketika dia melihat puluhan kucing menatap dirinya dengan wajah sedih, dia melihat semua kucing-kucing yang melihatnya memiliki ekspresi wajah lesu, suasana ini makin membenamkan dirinya dalam kegalauan kian dalam, jengah dengan kondisi yang tidak mengenakkan lalu kucing ini keluar lagi dari gedung penuh kaca itu dan bergumam : ” Huh, akh, gedung ini sungguh tidak nyaman, gedung ini membuat aku makin susah !”

Dilain waktu kemudian, seekor kucing lain terlihat lincah, penuh senyuman dan terlihat gembira juga memasuki ruang gedung yang penuh dengan cermin itu, kucing itu mendapati didalam gedung itu teman-teman yang turut bergembira ria menyambut kedatangannya, ia berlompatan ceria dan teman-teman barunya turut menari-nari sambil mendendangkan irama lagu indah. Hati kucing itupun makin senang dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengibas-ngibaskan ekornya.. Dalam hatinya ia berkata :
“Well, wih, indahnya hari ini, gedung ini menyenangkan, ingin sekali aku selamanya disini.”

Tentulah kisah ini hanya imajinasi, tingkah kedua kucing-kucing ini adalah nasihat bijak, refleksi yang terpendam disanubari kita, fikiran  adalah pola fikir kita sendiri, manakala dunia ini anda nilai adalah sempit dan dunia ini hanyalah gumpalan noktah bagai jelaga hitam tanpa rasa ya tentu anda berada disana, dunia adalah hamparan yang kering kerontang, dunia adalah ruang hampa dan bentangan biru lelautan dan hijau dedaunan serta embun pagi yang bergayut dibibir edelweyss hanyalah ukiran ciptaan sang Illahi tiada arti.

Kucing yang kedua sebenarnya juga terlahir sama dengan kucing pertama dengan kesempatan yang sama, kucing yang kedua mampu mengejawantahkan makna kehidupan adalah realitas yang musti disikapi dengan rasa syukur, penuh cinta. Kucing yang kedua menasihatkan manusia agar membingkai rasa syukur untuk menjadi seseorang menjadi pribadi yang matang dan dewasa, rasa syukur itu tak hendak memiliki semuanya karena hal itu sesuatu yang mustahil.

Kesepakatan logika

Seseorang yang sedang menjalani kehidupan dengan berat misalnya sedang mengarungi kehidupan diluar kelaziman atau masih diluar kesepakatan logika  menjadi koruptor, pelaku tuna susila, mengambil hak orang lain, merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sombong, angkuh, tidak suka melayani, menipu, mencuri, melakukan persekongkolan jahat baik dengan orang lain maupun dengan iblis dan kegiatan negatif lainnya yang ada dari relung hatinya yang terdalam sesungguhnya mengakui bahwa dia sedang menjalani hari-hari yang tidak menyenangkan, menjalani kehidupan dengan membohongi diri sendiri dan dampak terburuk adalah dia sedang menjadi biang viral bagi lingkungannya, kegiatan diluar kendali akan menularkan virus buruk dilingkungannya.

Tahukah anda kegiatan yang dilarang oleh Allah SWT dan diharamkan oleh agama akan berakibat buruk secara fisik dan mental kita. Sepanjang organ tubuh masih mengalir fikiran negatif, metabolisme tubuh akan membentuk sel-sel dan jaringan tubuh mengalami kontraksi sepanjang hayat dikandung badan. Fikiran negatif akan menghilangkan keseimbangan pola hidup karena suasana hati kita menegang. Sulit tidur, gigi rontok, tensi darah, rambut memutih, kulit mengkerut, pandangan mata kabur dan muncul berbagai penyakit kronik lainnya. Anda mungkin gemar merokok berlebihan, gemar begadang, makan sesukanya tanpa memperhatikan konsep gizi. Semua berawal dari JIWA dan FIKIRAN kita. Dan kata pepatah Jawa kuno semua penyakit bermula dari Jiwa, benar adanya.

Makasih, sudah berkunjung di Refleksi Suasana Hati, berbagi membuatku bahagia.

Baca juga

Jujur Juga Salah

Education : Achievement Motivation Training

The power of Imagination

Kiat Menggali potensi Diri

PP booster fish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>