«

»

Dec 22

Revolusi Mental Agrobisnis

Revolusi Mental Agrobisnis

Oleh  Hadi Winarto

Revolusi Mental Agrobisnis

Mental 1
Teman saya, sebut saja Ariel, dia adalah aktifis yang cukup dikenal dikomunitas budidaya ikan lele. Ariel berhasil mendorong teman-temannya bersatu dan membuat wadah yang populer dengan nama kelompok budidaya ikan, disingkat POKDAKAN. Komunitas pokdakan lainnya juga berhasil dia satukan dalam satu kelompok yang lebih besar. Misi dan visi, AD-ART, struktur organisasi, job discription, database anggota, database asset dan berbagai persyaratan alat kelengkapan organisasi sudah dikuasainya. Ariel sudah menjadi selebriti lele didesanya.
Puncak prestasi Ariel bersama pasukan lele nya tatkala Ariel berhasil mendapatkan bantuan dana dari dinas terkait. Beberapa bulan kemudian satu persatu para budidayawan-budidayawati yang awalnya hingar-bingar penuh semangat lambat laun tidak terdengar gaungnya, pelan tapi pasti kolam kolam kering kerontang, disana gulung tikar, disini gulung terpal.

Mental 2

Jarwo kuwow, demikian inisial palsunya, memiliki kisah lain, jarwo kuwow memiliki usaha pabrik tahu, berbekal pengetahuan browsing di internet, bertanya sana-sini tentang teknik produksi tahu, melakukan anjang-sana anjang-sini di pabrik pembuatan tahu. Benchmarking atau mengunjungi dalam rangka tukar pendapat dan diskusi kepada ahlinya. Dalam benak Jarwo kegiatannya ini penting karena ini yang dia baca tentang kiat-kiat agar menjadi pengusaha yang meroket. Atas bantuan dana yang dikucurkan saudara tertua Jarwo yang bekerja di BUMN, Jarwo maju tak gentar dan memilih usaha tahu yang akan mengubah nasibnya. Next, Jarwo layu sebelum berkembang.

Mental 3

Pak Muhtar, juga kolega saya, seorang penggiat pemulia-biakan benih gurami, seperti Ariel diatas, kasak sana kusuk sini bersama kelompok peternak pembenih gurami juga memanfaatkan momentum atas bantuan yang dicanangkan pemerintah. Pak muhtar menerima 1 set unit mesin-mesin yang bisa digunakan untuk membuat pakan alternatif atau pakan buatan sendiri, terdiri dari mesin mixer, diskmill, hummer mill, pelleting dan spare-part lainnya. Siapa sangka dan sulit dipercaya, dalam kurun waktu hanya 6 bulan alat-alat tersebut mangkrak alias nganggur tidak dipergunakan lagi. Pengakuan pak Muhtar sendiri modal awal didapat dari pembagian warisan orang-tuanya.

Mental 4

Tak baik menyebut nama sebenarnya, panggil saja Mawar, Mawar berbisnis sembako dengan menyewa rumah-toko (ruko). Singkat kisah, tidak sampai 8 bulan Mawar sudah menggembok pintu rukonya rapat-rapat. Alasan klasik dari argumentasi Mawar adalah keuntungan tipis, persaingan ketat, kompetitor banting harga, masih untung Mawar tidak meng klaim kompetitornya menggunakan jasa dukun seperti tetangga saya yang menuduh rival bisnisnya memakai jasa orang pintar agar tokonya rubuh. Diperoleh info Mawar memperoleh modal untuk usaha sembakonya berasal dari bantuan adiknya yang bekerja sebagai TKI di Saudi Arabia.

Mental 5

Pada kasus terakhir ini saya melukiskan 2 fakta sejati sebuah keberhasilan, nama sebenarnya Adhy prayitno, domisili di nganjuk, memiliki kebun jahe dan toko pertanian, Adhy bersama istrinya awal mendapatkan modal dengan bekerja di Korea, puluhan tahun Adhy dan istri mengumpulkan uang guna memenuhi obsesinya. Dia tak hendak selamanya diluar negeri, seorang lagi Mas Tom dari ponorogo. Mas Tom sukses sebagai pembenih Lele, Mas Tom juga begitu, dengan bekerja serabutan tak kenal lelah, asal halal, sedikit demi sedikit dia kumpulkan uang untuk membangun proyek impiannya untuk menjadi pembudidaya lele segmen pembenihan. Adhy prayitno dan Mas Tom adalah potret sejati pengamalan jargon revolusi mental  melalui proses waktu yang panjang, kesadaran diri dan keimanan.

Saya yakin pembaca langsung mengerti kearah mana simpul naskah yang saya tulis ini, 4 kasus kegagalan dan 2 orang teman saya yang menikmati buah karyanya, mengapa.

Ariel, pada kasus awal, organisasi yang dia bangun hanya digunakan sebagai bilah bambu  penyogrok anggaran, dana besar yang mereka peroleh sebagian dibelikan alat usaha namun sebagian untuk konsumtif semata. Jangan jangan data pun aspal, asli tapi palsu. Nothing to loose. Tahulah kita kini, beban moral yang ringan karena kucuran dana segar tidak memompa semangat berdikari.

Setali tiga uang dengan Jarwo Kuwow, greget bisnis jauh dari darah Jarwo. Jarwo dalam perjalanan bisnisnya tidak merasakan getirnya arti uang, tanpa susah payah mencari, dana sudah tersedia. Jarwo adalah potret nyata jutaan orang yang memanfaatkan momentum aji mumpung. Saya bisa memaparkan catatan lebih panjang atas kasus-kasus seperti Jarwo, dia menjadi bossy (sok jadi bos). Karyawan yang sedianya cukup 4 orang Jarwo merekrut 7 orang, dia datang kelokasi pabrik belakangan dibanding karyawannya dan pulang lebih awal. Pesan moral disini jelas, tidak ada konsep controlling. Dan anda pembaca ! pasti mampu mengurai catatan yang samajenis karakter bisnis seperti ini disekeliling anda.

Pak Muhtar dan Mawar tidak jauh berbeda, bisnis juga membutuhkan roh, roh adalah nyawa yang menggerakkan semua organ tubuh, roh yang mati tidak mengalirkan keringat dari pori-pori, darah bisnis yang mandeg mematikan gerakan semua tubuh bisnis. Kebinasaan ini akibat matinya sendi-sendi, anda juga sering melihat sebuah warisan yang jatuh ditangan seorang yang kurang bijak justru akan menyengsarakan dirinya sendiri, warisan yang ditunggu menimbulkan rasa malas. Jika warisan menciptakan mis-harmoni  sebuah klan. Kejadian sebenarnya yang  fatal adalah jika bersandar dari warisan. Warisan adalah roh jahat dan sebuah tragedi.

Adhy dan Mas Tom memahami perihal ini, dia mampu memaknai betapa sebuah bisnis memerlukan fighting spirit, sikap kesatria, pantang menyerah, tidak cengeng dan gentleman. Adhy berpeluh basah berpuluh tahun dinegeri ginseng dan memastikan sebuah karya sekecil apapun membutuhkan pengorbanan waktu, pengalaman, tenaga dan fikiran. Saat ini dibeberapa daerah berserakan mesin-mesin bantuan pemerintah menganggur tak disentuh menanti pengepul besi tua.
Tapi dipasar-pasar tradisional ribuan orang menggantungkan penghasilannya dengan hanya bermodal mesin penepung sederhana melakukan jasa selep (penepung) kopi, beras, jagung, daging atau kedele. Mereka ini tidak pernah meminta-minta, tidak pernah menerima dana dan bantuan mesin. Enterpreuneur sejati menyandarkan keyakinan, kesabaran dan ketekunan dan di ujung usaha diakhiri dengan istiqomah dan doa.

Sub Judul

Kembali ke Agrobisnis

Saripati dari semua naskah Agrobisnis ini,. Pertanyaannya, Apa makna dan mengapa harus  kembali ke Agrobisnis.

Amerika Serikat, Canada, negara-negara sempalan Uni Sovyet, Australia, Selandia Baru, Hungaria, Denmark, Spanyol, Taiwan, Thailand dan Korea adalah visual nyata keberhasilan agrobisnis sebagai pilar terdepan pembangunan bangsa.

Ingatkah kita semua, tatkala negara negara yang tidak berdaya dibantai krisis ekonomi dan krisis moneter(krismon), akibat dari kebijakan omong kosong yang mendengungkan bahwa teknologi seakan memberikan lompatan jauh untuk kemajuan, bukankah ini isapan jempol dan kekonyolan atas penerapan teknologi yang salah kaprah dari imperium industrialis serta elite politik yang menerapkan kebijakan yang amburadul. Laut Indonesia sudah disiapkan  Tuhan  untuk menu kelas dunia seperti Sidat, Marlin, Lobster,Kerapu dan Tuna adalah  hidangan selebriti papan atas di restoran di Tokyo, Milan, Berlin, Newyork, London, Monaco, Washington dan kota-kota di benua barat sana.

Negara-negara tersebut diatas adalah fenomena gamblang eksploitasi sumber daya alam yang bijak dan agrobisnis sebagai motor penggerak dan tulang punggung yang berhasil melakukan proteksi kepada rakyatnya dari paceklik pangan. Dominasi pendapatan negara yang berbasis agrobisnislah yang terbukti ampuh menangkal keterpurukan.

Ingatkah, depresiasi terhadap mata uang dolar yang membumbung tinggi, tak lain tak bukan petani palawija, kopi, cengkeh, tembakau, merica, gaplek, kayu manis menangguk berlipat ganda hasil panennya, beberapa pelaku industri (elektronik, industri otomotif, mesin industri beserta industri turunannya) kandas karam kedalam lautan bisnis yang kejam.

Di Indonesia, terukir kisah kecil pada kelompok usaha di Astra Group, 6-8 tahun yang lalu, eforia terjadi juga di group multi bisnis ini. Puja-puji setinggi langit keberhasilan industri manufaktur juga terjadi dilingkup internal group Astra, Manufacturing Industry (otomotif) awalnya menjadi andalan utama dan sektor-sektor agrobisnis berada di level ke-2 dan memunculkan istilah karyawan kelas 2 dan istilah lain.

Apa yang terjadi saat ini, semenjak tahun 2010 keatas,  Astra Agro Lestari (AAL) kelompok perkebunan sawit, teh dan kakao milik Astra pelan namun pasti menjadi penyangga utama bisnis group Astra sampai sekarang dan memang sejak awal petinggi Astra sudah memprediksi kemana baling-baling bisnis dunia akan berputar. Astra mampu men-sinergy-kan antara industri dan agrobisnis. Dibelakang Astra Group beberapa perusahaan nasional di Indonesia lainnya juga melenggang elok bagi yang concern dan ber-orientasi kepada agrobisnis.

Sumbangsih Astra dan kiprah perusahaan agrobisnis cukup memberi kontribusi nyata kepada bangsa, contoh singkat keteladanan sebuah perusahaan yang banyak meraih penghargaan ini :

  • Sistim rekruitmen sumber tenaga kerja yang berlandaskan profesionalisme.
  • Teknologi Industri pengolahan hilir dan hulu kelapa sawit.
  • Sistim managemen logistik.
  • Penerapan science and knowledge.
  • Perolehan pajak penghasilan dan pendapatan kepada negara.
  • Penyerapan dana CSR dan CD.
  • Penerapan disiplin managemen.
  • Implementasi punishment and rewards.

Sinetron menyedihkan kala kita disuguhi episode sapi impor dari negeri jiran yang melibatkan politisi kemaruk dan para akrobator politik. Sebenarnya kasus ini tidak akan terjadi jika sejak awal pemberdayaan (eksploitasi) segmen agrobisnis ditata dengan baik. Kolega saya warga negara Singapura tersenyum sinis, katanya : Haiya, jutaan hektar lahan cukuplah Indonesia menguasai ekonomi dunia, ck, ck, ck, rumput di Indonesia melimpah ruah, sapi Indonesia gemuklah, makmurlah rakyat encik tu. Escargot (bekicot) terhidang mahal di menu restoran di Milan dan Paris.

Fuih, segitunya temen saya itu. Namun teman Singapura saya itu juga optimis atau menghibur : ‘penguatan sektor perkebunan seperti penanaman kayu sengon (sengonisasi), pemuliabiakan dibidang aquaculture, penguatan bidang agroindustri dan agrokreatif pertanda angin segar terhadap ekonomi makro Indonesia’.

Pengalaman pahit terutama dinegara-negara atau siapa saja yang tertimpa malapetaka krismon hendaknya mengkoreksi menyeluruh atas managemen kebijakan. Idealnya penanganan sumber daya alam (human resources) dilakukan reformasi kebijakan seperti :

  • Kebijakan Anggaran (fiskal)
  • Mencetak SDM (human resources develoment)
  • Penelitian dan pengembangan (Research)
  • Pemulia-biakan (agroculture)
  • Transparansi (audit system)

Re-koreksi ini akan membalikkan arah panah bahwa Indonesia akan menjadi poros dan lintas sektoral penyedia pupuk, obat-obatan, antibiotik, penemuan spesies, strain dan galur baru di pemuliabiakan perikanan dan peternakan,  probiotik dan antibiotik yang andal, pemasok benih dan bibit, industri olahan, pengusaha ekspor mesin-mesin industri agro dan memiliki peneliti dan ahli-ahli agrobisnis kelas dunia.

Kelak, bentangan lahan yang luas, dan kegiatan agrobisnis yang identik dengan padat karya ini suatu saat nanti Indonesia akan kebanjiran orang asing dan muncul singkatan baru : Bursa Tenaga Kerja Orang asing (BTKOA) dan istilah TKI dan PJTKI akan redup dan hilang, orang asing jadi buruh non skill di Indonesia, arah busur bisnis sudah terbalik, saatnya warga Indonesia jadi majikan. Tidak lagi menyuruk dipinggir peradaban. Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Alasan bagi kita semua untuk kembali ke agrobisnis. Terimakasih

Spirit adalah modal terbesar.

Salam agrobisnis, 

Anda memiliki gagasan atau ide apa saja, apakah ide bisnis, ide menulis, ide membuat blog terkenal ! langsung aja beraksi dan lakukan eksekusi !

Bagaimana pendapat anda tentang hubungan agrobisnis dan transmigrasi dan apa dampak negatif dari arus urbanisasi terhadap harapan terhadap agrobisnis sebagai pilar ekonomi Indonesia !

Foto0152

 

sssssssss

cabe2

 

Karya tulis Revolusi Mental agrobisnis didasari maraknya permohonan bantuan dalam bentuk proposal, pembuat proposal dan oknum yang mengatur cairnya bantuan sama-sama mengeruk keuntungan secara ilegal.

Other Links

Herbal Untuk Kesehatan

Move On : Penguasa Menjadi Pengusaha

Budidaya Lele Dengan Spirulina

Budidaya Lele pembenihan

Budidaya Lele pembesaran

Harga Ayam Hari Ini

Ayam Organik : Standard Dan Syaratnya

Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Daftar Gizi Ternak Anda

Spirulina, makhluk Allah paling Fantastis

Komisi Pemberantasan Keong mas (KPK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>