«

»

Mar 07

Runtuhnya Aroganisme Sektoral Agrobisnis

Runtuhnya Aroganisme Sektoral Agrobisnis

Edisi Pakan Ayam Kalkun, Burung Puyuh,  Lele dan hidroponik

Oleh : Hadi Winarto

Dalam tahun ini, 2016, team boosterfish.com diundang oleh beberapa komunitas agrobisnis, saya kebagian berkunjung ke Madiun (lele Pembesaran), Ponorogo (lele Pembibitan), Pacitan (lele dan ayam joper dan bebek), Jakarta Utara (industri pakan ternak) Cibubur (Lele pembesaran) Bogor (Bisnis DOC ayam dan DOD bebek) Ciamis (Bebek Hibrida) Bandung (ayam kalkun dan burung puyuh) dan semua kota terkunjung memberi kesan mendalam bagi saya dan tertulislah kisah ini.

Kisah menarik pertama saat saya mengunjungi farming yang menggeluti jamur tiram, ayam kalkun dan burung Puyuh di Soreang Bandung. Sang pengundang, saya panggil Mas Iwan, yang bersangkutan kemudian saya ketahui seorang pengusaha konveksi yang enerjik dan setelah sukses di konveksi, entah inspirasi dari mana mulailah menggarap teknik pemulia-biakan ayam kalkun dan burung puyuh. “Tidak sekedar beternak dan mengejar profit, menggali pengetahuanlah yang terpenting, saya lebih penasaran mempelajari semua tentang kalkun dan puyuh,“  kata Mas Iwan, dan bertuturlah beliau mengutarakan semua hal yang berkaitan dengan itu, percobaan demi percobaan dilakukan, berbagai variabel diteliti.

Kalkun

Semua penggemar ayam kalkun tahu bahwa sebagian besar ransum kalkun menyukai hijauan atau sayuran dengan kandungan air 20-30%. Sayur yang dicacak-cacak bersama dedak, ampas tahu, ampas kelapa dan jagung, selera makan kalkun menjadi lahap, namun ditangan Mas Iwan tidak menggunakan cacahan sayurpun kalkun tetap rakus dan tumbuh dengan baik dan sehat. Kreatifitaslah kuncinya. Dengan bahan peningkat protein bernama SOF (soft organic flour),  Mas Iwan tidak ribet ngiris-ngiris sayur lagi. Bisa dibayangkan berapa lama mencacah sayur agar menjadi ukuran kecil agar termakan dimulut kalkun. Dengan jumlah puluhan kalkun dewasa membutuhkan waktu hingga tengah malam untuk mengiris sayur.

Burung puyuh

Untuk burung puyuh bobot telur puyuh mas Iwan diatas 9 gram,rata-rata bobot telur secara nasional yakni 9 gram. Bobot telur burung puyuh Mas Iwan diatas bobot secara umum diatas 10gram bahkan ada yang berat 18 gram. Rekor dunia bobot telur puyuh juga informasi dari Mas Iwan seberat 19 gram. Cuma membayangkan hal ini apa ga kesakitan ya dubur puyuh saat mengeluarkan telornya … !!!

Ransum racikan untuk ayam kalkun versi Mas Iwan yang ternyata andal terdiri dari :

Dedak, ampas kelapa, premix dan kesemua bahan tersebut diaduk bersama SOF kemudian dipresto selama 30 menit, hebatnya tuh disini. Kami team boosterfish hanya memberi tutorial bahwa meningkatkan kwalitas pakan dengan jalan dikukus namun oleh Mas Iwan diolah dengan panci presto, saya langsung menebak bahwa dengan jalan dipresto pakan akan lebih homogen dan meningkatkan daya cerna, panas dengan dipresto membunuh bakteri patogen yang terdapat pada bahan pakan, hebat nian memang pria yang memiliki seorang istri yang setia dan 3 orang anak ini.

(Soft Organic Flour) SOF merupakan tepung berbasis organik yang peran utamanya sebagai peningkat protein (baca : Trik meningkatkan kwalitas nutrisi pakan)

Andai anda ingin berkonsultasi dengan Mas Iwan, ini saya cantumkan nomor kontaknya, 081394021647, saya menjamin anda akan dilayani dengan ramah dan ikhlas. Share is beauty.

Mengajar atau Belajar ???

Jika dikota lain saya pyur mengajarkan berdasarkan materi yang diminta pengundang, di soreang Bandung ini rasanya terbalik, harus saya akui sayalah yang belajar dengan Mas Iwan. Arah dari judul artikel Runtuhnya Aroganisme Sektoral Agrobisnis ini adalah visual dari kedatangan saya ke Soreang, sayalah yang belajar, bukan saya yang mengajar. Dengan segala kerendahan hati saya banyak belajar tentang teknik managemen kandang burung puyuh dan kalkun disini. Sayang karena singkatnya waktu kami tidak sempat melihat kumbung-kumbung jamur tiram yang banyak terdapat di soreang. Namun secara secara umum saya puas atas tambahan pengetahuan, keramahan tuan rumah. Share knowledge adalah benchmarking yang terbaik. Berbagi pengalaman adalah bangku kuliah yang berharga, murah, instan dan mudah mempraktekkannya.

Naskah ini saya tulis dan sengaja tidak memberitahu Mas Iwan karena saya yakin beliau akan menolaknya dan menganggap saya lebai … dan saya haqul yakin ini bisa jadi sebuah teknik alternatif bagi penggiat ayam kalkun. Pesan moral disini bermakna ganda bahwa kekuatan dalam agrobisnis bukan modal keuangan yang cukup, pengetahuan yang tinggi namun rasa keingin-tahuan yang membara akan meningkatkan adrenalin dalam berkarya. Mahakarya tercipta karena satu hal yaitu = Gemar Belajar.

Lele dan Hidroponik

Di Tangerang Banten saya dijamu oleh komunitas hidroponik yang dikombinasikan dengan lele, lele dalam rumah menjadi lumrah oleh  Mas Eko Haryanto,  aktor penting dibalik suksesnya budidaya lele dalam rumah bersama hidroponik dan menjadi inspirasi saya dan semua orang yang ingin sukses dengan sistem two in one ini. Mas Eko dan kawan-kawan menerapkan metode simpel dan memanfaatkan kebaikan alam.

Ini alurnya :

  • Air kolam lele dipompa untuk mengairi sayuran selada, bayam, kangkung.
  • Feses lele yang tercipta dalam jumlah besar menjadi pupuk hebat.
  • Hijaun menciptakan zat klorofil yang meningkatkan kualitas air pada kolam dan menyerap amoniak dan memperkaya unsur hara.
  • Batu zeolit menyerap amoniak dalam kolam dan menciptakan kandungan mineral dalam air.
  • Aerator meningkatkan kadar oksigen terlurut dalam air.

Demikian kesan saya di Tangerang, Kolam kolam lele memiliki nilai estetika yang tinggi, sense of art Mas Eko Haryanto dkk sungguh menggugah, enak dipandang mata, indah dan menyejukkan, selamat buat Mas Budi, Mas Joko, Mas Eko, H. Mansyur dan semua crew dari Tangerang, awesome.

kolam merah kolam bayam

Kolam lele elegan dirumah Mas Eko Haryanto di Tangerang

Di Ponorogo dengan Mas Budi Utomo

Kolam indukan lele mas Tomo adalah contoh kolam indukan yang ideal, praktis dan efektif.  Saya belajar banyak tentang teknik budidaya lele segmen pembenihan dan managemen kolam indukan mas Tomo. Kolam-kolam dilengkapi dengan mesin pensteril bakteri negatif, jamur dan virus. Tak pelak saya berani bertaruh, sistem yang diterapkan oleh Mas Tomo salah satu yang terbaik di ponorogo bahkan cukup layak dinobatkan yang efektif dan  efisien sejawa timur.

Kolam-kolam milik Mas Tomo

kolam goes  bom goes

Kolam pendederan                        Kolam pembenihan

 

bom goes3  bom goes2

Kolam Indukan                               Kolam Indukan

Ir. Umar Soko

Di Pacitan saya bertemu seorang visioner yang tangguh, namanya Umar Soko, seorang Insinyur teknik sipil yang gemar ikan, ayam dan bebek. Sarjana teknik sipil yang antusias dan betah berlama-lama duduk dikandang ayam jaranglah kita kita temui. Dan yang tidak kalah penting visi dan misi Mas Umar gemar melakukan pemberdayaan masyarakat dari sektor perikanan dan peternakan. “Jika untuk sendiri saya sudah lebih dari cukup, saya ingin masyarakat dilingkungan saya kesejahteraannya semakin mapan,“ katanya. Sungguh niat yang mulia.

Jakarta Utara

Disini saya melihat langsung mesin-mesin pemroses pakan ikan dan unggas. Digawangi oleh Mas Yohanes dan Mas Andre. Mas Andre adalah new comer dibidang industri pakan ternak. Saya optimis visi dan misi Mas Yohanes dan Mas Andre  akan tercapai dengan 4 langkah penting, yaitu :

1. produk yang qualified

2. Harga yang kompetitif

3. Team marketing yang solid

4. Di Lapangan dan laborat kualitas produk bisa teruji dengan baik

Untuk tahap awal kapasitas produksi masih 300 ton perbulan dan kedepan akan ditingkatkan lagi. Selamat datang Mas Andre dan Mas Jo, we wait here.

Mengajar atau Belajar ???

Sekali lagi, dari semua momentum diatas, bukan tempat yang saya jadikan mengajar atau memberi pencerahan. Justru saya jadikan menimba banyak hal. Ilmu agrobisnis ternyata sangat luas, tidak bisa dipelajari seorang diri. Kita butuh orang lain dan step by step.

Untuk sebuah sukses, saya berfikir :

  • Keluarga sebagai motivasi
  • Sahabat sebagai inspirasi
  • Buku dan sekolah sebagai literasi
  • Pengalaman sebagai aplikasi

Anda setuju !!! … jika hendak berkomentar diiboosterfish kami menyediakan kolom comments setelah kami cek dan akan kami approve dibawah tulisan ini

Salam dahsyat buat rekan-rekan baru saya diatas.

SEKEDAR INFO

Galur atau Strain

Jika anda terbingung-bingung atau terpaksa garuk kepala meski ga gatel saat ini banyak ditemui strain atau galur baru jenis-jenis ikan misalnya nila sulthana, nila gift, nila larasati, nila hitam, nila merah dan banyak lagi.  Begitu juga anda akan banyak menemui strain baru pada lele baik yang dicetak oleh lembaga yang berkecimpung dibidang perikanan, klaim baru strain lele dari perorangan maupun institusi bisnis pakan dan strain diberi nama kesukaan penemunya.

Dari sisi legalitas sebuah strain baru diatur dalam peraturan Menteri KKP no.25/PERMEN-KP/2014, salah satu pasal penting bunyinya gini :

  • “Setiap orang atau instansi pemerintah yang akan mengadakan jenis ikan baru yang akan dibudidayakan harus melakukan pengujian”
  • “ Setiap jenis ikan baru yang akan dibudidayakan harus mendapatkan penetapan pelepasan dari Menteri”

Amboi … peraturan ini menyiratkan semua orang disaat menemukan galur baru mestilah melaporkan, melakukan uji lapangan namun aturan ini kerap ditabrak begitu saja oleh orang-orang tertentu dan diam-diam membuat nama baru, lalu … launching product dan profit, tentunya.

Bagaimana dengan mutu … !!! setiap pembuat nama strain baru menyatakan miliknya yang terbaik, yang lain kalah.

Jika anda jadi bingung dengan situasi ini langkah ideal yang harus ditempuh anda harus memiliki pengetahuan dasar tentang budidaya apapun yang hendak anda lakukan. Dilele ada strain dumbo, paiton, phiton, sangkuriang, kaka, burma, mutiara, masamo dan banyak lagi. Dan banyak peternak lele baik di pembenihan, pendederan, segmen di keteran atau pembesaran tidak didasarkan oleh strain atau galur tertentu namun mereka mengetahui tentang sifat-sifat lele, karakter lele, menguasai managemen kolam, memiliki data lengkap tentang kualitas air dan mengetahui kebutuhan atau habitat lele itu bagaimana, mengetahui teknik mengelola, maintenance, mengetahui kebutuhan nutrisi, hormon dan enzim yang tepat.

Pada budidaya jamur perlu menggali sebuah pepatah BAK CENDAWAN TUMBUH DIMUSIM HUJAN, pepatah ini mengisyaratkan para penggemar tanaman jamur bagaimana memenuhi lingkungan, suhu udara, kelembaban dalam berjamur ria sehingga memperoleh hasil yang komprehensif .

Terima kasih.

Links to you:

PP booster fish

 

Runtuhnya Aroganisme Sektoral Agrobisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>