«

»

Jan 02

Sapi : Singkong dan Pollard

Sapi : Singkong dan Pollard

Oleh : Hadi Winarto

Saya ditelepon teman saya, Eko Saputro, Cibubur Jaktim. Pak Eko mencoba resep yang di referensikan teman sesama peternak sapi.

Datanya sebagai berikut

  • Jenis sapi   :               Brahman
  • Jumlah        :               12 ekor
  • Bobot awal :               350 kg
  • Lokasi         :               Sukabumi

Komposisi pakan per-ekor perhari

  • Konsentrat  :               6 kg (protein 17% dan TDN 72%)
  • Singkong     :               4 kg (diparut)
  • Pollard          :              2 kg
  • Hijauan        :               10 kg (hijauan menggunakan rumput gajah)
  • Enzim           :               20 ml

Total                        :               22 kg

Waktu pemberian pakan

Pagi hari

  • Konsentrat     :               3 kg (protein 17% dan TDN 72%)
  • Singkong        :               2 kg (diparut)
  • Pollard            :               1 kg
  • Hijauan          :               5 kg (hijauan menggunakan rumput gajah)
  • Enzim              :               10 ml

Total                           :               11 kg

Sore hari (sama dengan pagi hari)

Setelah 40 hari diperoleh menjadi rata-rata 450 kg. Atau pertumbuhan ADG (average daily Gain) sebesar 2,5.

Kemudian hasil dari informasi ini dilanjutkan pemberian pakan serupa di Serang Banten dengan hasil sama baiknya.

Pada konsentrat tidak menggunakan onggok, singkong dan pollard. Perlakuan lain adalah pakan difermentasi dengan menggunakan enzim fitase dan nitrogenase non kimia selama 24 jam dan air minum sapi di treatment dengan menggunakan mesin ATM (agroculture Treatment Machine) selama 2 jam untuk 250 liter air. Saat ini di lumajang sedang berlangsung uji coba lanjutan sebanyak 32 ekor sapi jenis brahman.

Hal-hal yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam adalah :

  1. Variasi riset dari bobot sapi misalnya dimulai bobot 150kg, 200kg, 250kg dan 300kg
  2. Jenis-jenis sapi , lokal, brahman, simenthal dan limousin
  3. Total protein dari 10%, 11% 12%, 13%, 14%, 15% dan 16%
  4. Penggunaan enzim dari 2ml, 5ml, 10ml dan 15ml
  5. Penggunaan vitamin, probiotik, garam, molase dll.
  6. Jenis hijauan yang digunakan seperti indigovera, pucuk tebu, daun jagung, sayur limbah pasar, daun lamtoro, sorgum dan rumput gajah dan lain-lain.

Dari kegiatan sederhana ini diperoleh kesimpulan awal, yaitu :

  • Nilai nutri di penggemukan sapi tidak ditentukan oleh protein tapi ditentukan oleh TDN (diluar hal-hal seperti managemen kandang dan mutu air minum yang terbebas dari bacteri pathogen)
  • Karbohidrat yang tinggi.

Saran

Diharapkan para peternak baik itu peternak ikan, unggas dan ruminansia melakukan analisa laboratorium sekali seumur hidup agar diketahui faktor-faktor apa saja agar hewan peliharaan menjadi maksimal. Saat ini analisa laboratorium tidak mahal dan ada di tiap kabupaten. Jika masih dirasa berat cukup parameter nya ini :

Pakan   

  • TDN (Total digesbility Nutrient), ini penting untuk hewan ruminansia
  • Energy termetabolisme, ini penting untuk hewab jenis unggas
  • Protein
  • Serat
  • Abu
  • Lemak

Air minum

  • Bacteri e-colli
  • Bacteri colliform
  • Bacteri salmonella
  • Bacteri vibrio
  • pH (untuk kolam ikan)
  • Oksigen (untuk kolam ikan)
  • Amoniak (untuk kolam ikan)

 

Uji laboratorium dan uji lapangan memudahkan kita melakukan langkah perbaikan. Misalnya ADG masih belum memuaskan darimana akan kita mulai membuat langkah perbaikan jika tidak diketahui :

  • Nilai nutrisi pakan
  • Managemen kandang
  • Mutu air minum apakah mengandung bacteri negatif.

 

Hal-hal lain yang perlu jadi perhatian

  • Kwalitas bibit atau benih
  • Ketersedian pakan murah dan bermutu
  • Sumber daya manusia yang terpilih.

Singkong

Singkong saat menjadi komponen pakan ternak terpenting. Di Malang Jatim singkong digunakan pada ayam broiler sesudah ayam berumur 28 hari. Jagung menggantikan pakan crumble ayam justru menurunkan bobot ayam. Singkong 50% dan jagung 50% mempertahankan bobot ayam, singkong 75% dan jagung 25% meningkatkan bobot ayam dan menurunkan biaya pakan.

Pada penderita kanker prostat singkong rebus dikonsumsi  10 gram pagi dan 110 gram sore dalam 30 hari menunjukan penyembuhan yang berarti. (silahkan kunjungi artikel terdahulu kami : Keajaiban Singkong Penggempur Kanker)

Terima kasih

Sapi : Singkong dan Pollard

Rumput gajah

chong hijau

Sapi : Singkong dan Pollard

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>