«

»

Feb 08

Sejenak Dengan ENZIM

Sejenak Dengan ENZIM

Oleh Hadi Winarto

Sejenak Dengan ENZIM

Seorang sahabat kental saya Aris dari Bekasi menginginkan gambaran gamblang tentang ENZIM dan apa serta bagaimana cara kerjanya, sayapun segera membuat catatan sederhana agar mudah dimengerti (koreksi ya kalau salah)

Catatan 1

Disaat anda merasakan suatu rasa yang tidak nyaman pada metabolisme tubuh anda seperti buang air besar tidak lancar, sendi otot terasa ngilu, badan berasa lemes, ulu hati rasanya nyeri, perut mual, lambung sakit, nah mungkin anda sedang kekurangan enzim. Dalam stadium yang lebih akut kekurangan enzim pencernaan akan terganggu, timbul penyakit stroke, obesitas, arthritis bahkan penyakit kanker diakibatkan kekurangan enzim yang ekstrim.

Catatan 2

Tubuh yang kekurangan enzim, pencernaan tidak mampu mengolah makanan dengan sempurna, penyerapan terhadap makanan akan terhalang akibat kinerja saluran usus tengah mengalami masalah. Makanan yang mengendap lama-lama akan memadat dan menjadi zat yang disebut toksin. Dimulailah gangguan fisik dan psikis sedang berlangsung, muncullah berbagai keluhan seperti alergi, toksin lama-lama menjalari darah. Beban kerja pankreas makin berat. Dan seterusnya dan seterusnya anda akan kehilangan ke“awet-muda” an anda. Duh.

Lho, lalu apa dong enzim itu broow.

Dalam tubuh semua makhluk hidup memerlukan piranti (ware) dan bahan-bahan itu terdiri dari 3 serangkai yang saling terkait yaitu (1) ENZIM, (2) MAKANAN dan (3) HORMON. Enzim diibaratkan sebagai alat pekerja dan enzim inilah sebenarnya pekerja yang bertugas mengatur metabolisme dalam raga kita atau diraga lele, ayam, kuda, harimau. Pokoknya  makhluk yang bernyawa dech. Enzim yang membuat rancang bangun yang bahan baku nya disebut MAKANAN atau MATERIAL, makanan ini terdiri dari dan bernama vitamin, lemak, karbohidrat dan protein.

Enzim yang membangun tubuh dengan bahan baku dari protein, karbohidrat, vitamin dan lemak, material inilah yang diaduk-aduk, diramu, diracik oleh sang pekerja alias ENZIM. Oke kan, jika makanan ada tapi enzim tidak ada bagaikan calon rumah yang sudah ada paku, semen, batubata, cat, seng tapi si tukang absen atau minta izin cuti.

Lalu apa tuh hormon ?

Eith, tunggu dulu, pembahasan enzim belum selesai, tapi dikit lagi kok, jumlah enzim ada ribuan, kalau dihapal kepala anda akan pusing sendiri bukan karena kekurangan enzim tapi karena sipemberi nama enzim memberi nama hampir-hampir mirip, nih coba hapalin, ada enzim amilase, protease, lumbrokinase, fitase, selulose dan ribuan nama lainnya, ribetkan.

Sederhananya adalah bahwa enzim memiliki peran multilateral yaitu menghancurkan racun atau toksin, memperdayakan protein agar otot jadi kuat, merivisi daya kerja tulang-belulang, pemulih dan pemeliharaan saluran kemih, memperkuat sistem imunitas tubuh, mencerna makanan agar jadi lembut dan diambil ekstraknya agar tubuh kita makin perkasa, enzim juga tukang bersih-bersih darah, menggempur agar karbondioksida kabur menjauh dari paru-paru. Yang jelas setiap enzim memiliki job discription sendiri.

Limfa, pembuluh darah, ginjal, jantung, paru, hati dan organ tubuh lainnya semuanya saling berhubungan, semuanya masing-masing membutuhkan enzim tertentu, bahkan tiap sel membutuhkan enzim yang berbeda. Mulai ruwet nih.

Seiring dengan usia produksi enzimpun menurun, produksi enzim oleh mesin-mesin yang sudah tua juga akan menurun hingga dibutuhkan pasokan dari luar atau enzim yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh sendiri. Produksi enzim pada mahluk usia lanjut makin berkurang akibat degenerasi dan produksi enzim pada ortu kualitasnya juga ikut menurun. Inilah jawabannya kenapa orang yang sudah tua riskan dengan penyakit, fisiknya makin melemah, rentan dan seterusnya kembali seperti anak kecil dan pikun atau diserang alzheimer dan penyakit parkinson dan tidak berapa lama akan game over atau kembali ke Sang khalik.

Enzim bisa diperoleh dari makanan hewani dan nabati namun kita suka konyol dengan membuangnya dengan sia-sia akibat cara memasaknya yang tidak benar, penanganan bahan ini juga diperlukan pengetahuan agar kandungan enzim tidak berkurang.

Entah lucu entah aneh, dikalangan penggiat agrobisnis pembicaraan tentang enzim adalah hal yang biasa dalam setiap diskusi, temu kolam atau temu kandang. Para  peternak sangat piawai menghitung kandungan pada pakan ayamnya, kucingnya, kelincinya, nila, mujaer, gureme, sapi, kambing, semuanya tidak luput dari perhatian, akurat.

Buku catatan tentang kandungan nutrisi pakan patin tertulis lengkap dengan kadar abu berapa persen.  lucunya tadi para pternak tidak pernah terbersit secuil aja catatan berapa % kandungan serat kasar, kalori termetabolisme pada menu kesehariannya maupun menu anak-anak dan istrinya. He…he.

Oh ya ada info krusial nich, dimana kita dapatkan sumber enzim itu ? yeah, dari makanan yang segar, buah yang segar, sayuran yang segar. Makanan kaleng, minuman kaleng tidak baguslah, tapi sesekali bolehlah. Mulailah menjalani pola hidup sederhana, berfikir sederhana, hindari pesta-pesta, ayam organik, sayur organik terdapat banyak enzim yang membuat kita selalu sehat.

Kalau Hormon ?  Hormon adalah pengawas lapangan atau supervisor didalam tubuh, enzim yang kerja, hormon yang mengawasi.

Detail kejelasan tentang hormon sebaiknya ikuti terus kisah bersambung artikel ini. Artikel ini saya buat jadi 2 editan (tunggu yang sabar ya), soalnya cuapek bingits seharian ngaduk-ngaduk kolam, grading sedang bersemi.

Sekian … !!!

I was born to take care of u, warm regards to all. Thank-u.

Penggolongan tentang enzim bisa di klik tautan ini APA ITU FERMENTASI

 

 

tumpukan buku

kata kunci enzim dan ozonizer

Sejenak Dengan ENZIM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>