«

Dec 04

Sekilas Info Tentang Udang Vannamei

Sekilas Info Tentang Udang Vannamei

Oleh Muhammad Ikhsan

Habitat dan prilaku

Udang vannamei hidup di habitat laut topis dengan suhu air lebih dari 20°C. Siklus hidupnya di muara air payau. Udang dewasa dan bertelur di laut terbuka, sedangkan pada stadia postlarva udang vannamei akan bermigrasi ke pantai sampai pada stadia juvenil.

Bersifat nocturnal dan kanibal. Tahan terhadap salinitas tinggi, mempunyai sifat pemakan lambat dan akan makan secara terus menerus.

Udang vannamei merupakan hewan omnivora. mengalami proses pergantian kulit (moulting) yang dipengaruhi oleh tingkat jenis dan umur. Pada saat berumur muda, udang vannamei akan melakukan moulting setiap hari, dan apabila umurnya semakin tua siklus akan terjadi semakin lama. Nafsu makan akan turun 1-2 hari sebelum moulting terjadi dan aktifitas udang vannamei akan berhenti secara total. Proses moulting umumnya terjadi pada malam hari.

Melakukan pembuahan dengan cara memasukan sperma lebih awal ke dalam thelycum betina selama memijah sampai udang jantan melakukan moulting, pada betina, gonad pada awalnya berwarna keputih-putihan, berubah jadi coklat keemasan atau hijau kecoklatan pada saat hari pemijahan. Setelah perkawinan, induk betina akan mengeluarkan telur saat spawning (pemijahan)

Siklus Hidup

Perkembangan Siklus hidup udang vannamei adalah dari pembuahan telur berkembang menjadi naupli, mysis, post larva, juvenil, dan terakhir berkembang menjadi udang dewasa. Udang dewasa memijah secara seksual di air laut dalam.  Masuk ke stadia larva, dari stadia naupli sampai pada stadia juvenil berpindah ke perairan yang lebih dangkal dimana terdapat banyak vegetasi yang dapat berfungsi sebagai tempat pemeliharaan. Setelah mencapai remaja, mereka kembali ke laut lepas menjadi dewasa dan siklus hidup berlanjut kembali.

Air ideal untuk habitat Udang

Salinitas                                25-35 ppt

DO                                          > 5ppm

pH                                          > 7-8,5

Temperatue                          > 28°C -32°C

CO2                                        < 20 ppm

Amoniak                               <0,03 ppm

Nitrat                                     <1 ppm

Nitrit                                       < 60ppm

Alat ukur :

Sebaiknya penambak udang pengukur kualitas air minimum (termometer, DO meter, pH meter amoniak)

 Persiapan Bak dan Media Pemeliharaan Larva

Bak yang akan digunakan untuk kegiatan pemeliharaan larva harus steril dan diberi desinfektan.  Bak dibersihkan dengan detergen. Desinfektan berupa hypochlorite sebanyak        20-30 ppm, dan dibilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa dari chlorine.

Air yang masuk ke unit pembenihan harus dibersihkan dan diberi desinfektan berupa chlorin dan dilakukan proses filtrasi sebelum didistribusikan ke area pembenihan seperti hatchery, kultur plankton, artemia dan lain-lain. air yang digunakan untuk kegiatan pembenihan di hatchery harus difilter dan ditreatmen untuk mencegah masuknya organisme yang membawa penyakit dan patogen yang terbawa oleh air. Air yang akan digunakan, biasanya diberi desinfektan berupa chlorin. Kemudian air disaring menggunakan filter bag dan terakhir didesinfektan kembali menggunakan ozonizer. Air laut dalam bak pemeliharaaan larva ditreatmen menggunakan EDTA sebanyak 10 ppm dan trefflan sebanyak 0,1 ppm.

Pengolahan dan Pengelolaan Pakan

Enzim dan fermentasi saat ini lazim digunakan oleh dunia ikan dan udang disamping pakan alami larva udang vannamei adalah fitoplankton (Skeletonema costatum, Tetraselmis chuii, Chaetoceros calcitrans) dan zooplankton ( nauplius artemia) nauplius artemia banyak mengandung nilai nutrisi yang dibutuhkan oleh larva udang.

Pakan Buatan

Kadungan nutrisi terdiri dari

Protein min 40 %

Lemak maks 8 %

Serat maks 4 %

Kalsium 1,5-2 %

Fosfor 1-1,5 %.

Pengelolaan Kualitas Air

Untuk menjaga kualitas air pada media pemeliharaan larva, harus dilakukan pengelolaan air yang baik. Pengelolaan air dapat dilakukan dengan penyiponan.  Penyiponan pada dasar bak dilakukan pada saat larva masuk stadia zoea 2-3 selama pemeliharaan larva.

Pergantian air selama pemeliharaan larva perlu dilakukan tergantung dari kepadatan larva.

Pengendalian Penyakit

Air sebagai habitat biota air adalah hal krusial yang secara langsung berhubungan dengan aktifitas pemeliharaan larva. Vorticella merupakan protozoa yang menyerang larva dengan cara menempel pada permukaan tubuh larva atau insang. Penyakit ini mempengaruhi arva  disebabkan oleh jamur, vibrio, dan bakteria. Penyakit bakterial dapat dihilangkan menggunakan erythromycin 2-4 ppm, penyakit akibat jamur menggunakan malachite green sebanyak 0,0075 ppm dan infeksi akibat protozoa digunakan formalin 10 ppm. Treatment dilakukan dengan cara pemberian trefflan, antibiotik, dan EDTA. Teknologi yang memungkinkan bisa mengendalikan mutu air, stabilitas suhu dan pembunuh bakteri yang terbaik adalah dengan melalukan ozonisasi dengan menggunakan mesin ozone.

Terimakasih

Booster Fish

Sekilas Info Tentang Udang Vannamei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>