«

»

Oct 05

Sekilas tentang pH, Oksigen, Amonia, Orthofosfat

Sekilas tentang pH, Oksigen, Amonia, Orthofosfat

Oleh :

Muhammad Mukhlis

Pengantar admin :

Naskah ini merupakan pengembangan dari artikel berjudul

Selamat membaca

Sekilas tentang pH, Oksigen, Amonia, Orthofosfat

pH :

pH dipakai sebagai indikator baik buruknya suatu perairan. Nilai pH mempengaruhi produktifitas perairan. Nilai pH mempunyai pengaruh terhadap biota air. Tinggi rendahnya pH dipengaruhi oleh fluktuasi kandungan O2 maupun CO2.

Fungsi pH :

Derajat keasaman ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air. Selain itu ikan hidup pada pH tertentu, nilai pH untuk mengetahui ideal atau tidak saat hendak beternak ikan dan udang.

Perubahan  pH di air :

Faktor- faktor yang perubahan pH di perairan yaitu:

  1. Fotosintesa
  2. Respirasi

Fotosintesa memerlukan karbondioksida. Penurunan karbon dioksida dalam ekosistem akan meningkatkan pH air, proses respirasi oleh semua komponen ekosostem akan meningkatkan jumlah karbon dioksida, sehingga pH menurun. Nilai pH perairan merupakan parameter yang dikaitkan dengan  konsentrasi karbon dioksida (CO2) dalam ekosistem. Semakin tinggi konsentrasi karbon dioksida, pH perairan semakin rendah.

Penyebab penurunan pH di budidaya :

Dikolam, pertumbuhan dipengaruhi oleh kualitas air dan jumlah pakan yang diberikan.   Jika dosis pakan sesuai maka proses pertumbuhan organisme budidaya berlangsung dengan baik, jika jumlah pakan melebihi dosis maka akan mengendap didasar. Lama-lama jumlah endapan mengalami sludge (pembusukan) yang menyebabkan pH turun.

Dampak Perubahan  pH :

Toleransi untuk kehidupan ikan terhadap pH bergantung kepada banyak faktor meliputi suhu, O2 dll.

pH air berfluktuasi mengikuti kadar CO2 terlarut, makin tinggi kadar CO2, pH akan menurun dan demikian pula sebaliknya. pH air yang tidak optimal akan berpengaruh meningkatkan daya racun hasil metabolisme seperti NH3 dan H2S. Kondisi ikan yang terganggu maka organisme pathogen  penyebab penyakit seperti jamur, bakteri, parasit dan virus.

Indikator untuk menentukan mutu air masih baik atau sudah tercemar yaitu :

  1. Faktor fisika :

Tingkat kejernihan air, perubahan suhu, warna dan perubahan warna, bau, rasa, bahan padat, gaya antar listrik, radio-aktif, dan viskositas.

  1. Faktor kimia :

Zat kimia terlarut, perubahan pH, oksidasi, alkalinitas, kesadahan, asiditas, kebutuhan oksigen, hydrogen dan fosfat. pH umumnya mengalami peningkatan akibat dari perairan yang tercemar, karena limbah, bahan organik dan anorganik dan faktor lainnya.

Pengujian bisa dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, dinyatakan dengan parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut dan sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, kadar logam dan sebagainya), dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya).

Delapan syarat utama mutu air bagi kehidupan ikan adalah :

  1. Kadar ammonia minimum
  2. Kadar nitrit minimum
  3. Unsur kimiawi nol
  4. Memiliki pH ideal
  5. Kesadahan ideal
  6. Temperatur dan disparitas nya sesuai
  7. Rendah kadar cemaran organik
  8. DO sesuai

Biota air hidup dalam suatu perairan yang mepunyai nilai pH toleransi antara asam lemah sampai asam lemah sampai basa lemah. pH ideal bagi kehidupan umumnya berkisar antara 7 sampai 8,5. Kondisi perairan yang bersifat asam maupun basa akan membahayakan kelangsungan hidup organisme karena akan menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme dan respirasi. Disamping itu PH yang rendah akan menyebabkan mobilitas berbagai senyawa logam berat. toksin makin tinggi yang tentunya akan mengancam kelangsungan hidup organisme akuatik.Sementara PH yang tinggi akan menyebabkan keseimbangan antara ammonium dan ammoniak dalam air akan terganggu, dimana kenaikan PH diatas netralkan meningkat konsentrasi ammoniak yang berupa racun bagi biota air.

Batas toleransi organisme terhadap pH bervariasi tergantung pada suhu, O2, dan kadar garam ionik. Perairan alami memiliki pH berkisar antara 6-9 . sebagian besar biota perairan sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH 7-8,5. Nilai pH menentukan dominasi fitoplankton. Alga menyukai pH netral sampai basa dan respon pertumbuhan negatif terhadap asam, pH<6.

DO (kadar oksigen terlarut dalam air)

Kadar O2 terlarut merupakan banyaknya O2 terlarut dalam suatu perairan. O2 terlarut merupakan faktor penting di dalam ekosistem, dibutuhkan untuk proses respirasi bagi organisme air. Kelarutan O2 dipengaruhi suhu.

Amonia

Amonia bersumber dari pemecahan nitrogen. Kadar amonia yang tinggi dapat merupakan indikasi adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah industri dan pupuk pertanian . feses biota akuatik merupakan limbah aktivitas metabolisme yang banyak mengeluarkan amoniak.

Nitrat

Nitrat dipengaruhi oleh buangan yang dapat berasal dari industri, bahan peledak dan pemupukan. Secara alamiah kada nitrat biasanya rendah namun kadar nitrat dapat menjadi tinggi sekali dalam air tanah di daerah yang di beri pupuk yang di beri nitrat/nitrogen.

Orthofosfat

Fosfat merupakan unsur esensial sebagai nutrisi bagi biota air. fosfat berperan sebagai faktor pembatas bagi pertumbuhan. Peningkatan konsentrasi fosfat dalam suatu ekosistem perairan akan meningkatkan pertumbuahan algae dan tumbuhan hewan lainnya secara cepat.Peningkatan yang menyebabkan terjadinya penurunan kadar O2 terlarut dengan timbulnya senyawa toksik methan, nitrat, dan belerang. Ortofosfat merupakan bentuk fosfor yang bergunabagi tumbuhan. Sumber antropogenik fosfor di perairan adalah limbah industri, g cukup besar bagi keberadaan fosfor .

Terimakasih

kolam bom tengah

Foto mesin Agroculture Treatment Machine (ATM)

Mesin anti bakteri pathogen pada air

Sekilas tentang pH, Oksigen, Amonia, Orthofosfat