«

»

Jun 01

Sirih, Sebagai Bio-Pestisida Tanaman

Sirih, Sebagai  Bio-Pestisida Tanaman

Kiriman : Alka Wisanggeni

(Catatan admin : Tentang Alka Wisanggeni, beliau saat ini sedang bergelut serius tentang bagaimana mencetak ayam broiler organik dan menanam cabe merah organik tanpa pupuk kimia serta terus melakukakan riset bagaimana cabe merah, cabe rawit dan sayuran lainnya bisa tetap awet hingga 1 bulan lebih, metode pengawetan berbasis herbal ini dimasa mendatang menjanjikan bahwa komoditas sayuran akan tetap segar dan tahan lama. berdomisili di kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur)

Daun sirih dikenal sebagai tanaman obat yg memiliki fungsi sebagai obat. Pada penelitian, aktifitas anti bakteri dan anti jamur pada daun sirih memang berguna di banyak sektor baik di dunia medis, agrobisnis, sebagai pestisida organik, tanaman organik dan antibiotik organik.


Seiring dengan perubahan mikro dan makro klimat pada ekosistem lahan pertanian, tingkat resistensi atau kekebalan hama dan penyakit semakin meningkat. Berbagai bahan aktif pestisida kimia sintetis dengan dosis tinggi serta penggabungan dua atau lebih bahan aktif semakin memicu evolusi hama dan penyakit menjadi kebal. Hal ini, menurunkan hasil panen dan menambah cost yang besar untuk penanganannya.

Solusinya ?

Pola pertanian ramah lingkungan adalah solusinya. Pemanfaatan daun sirih sebagai biopestisida nabati sebagai pengendali hama dan penyakit.

Manfaat dan cara kerja daun sirih.

Daun sirih mengandung banyak senyawa asam fenolat, eugenol, asam nikotinat, flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, polifenol, cineole, terpenana dll. Kandungan diatas mampu membunuh hama dari berbagai jenis dengan spectrum luas, menolak, mencegah kutu, parasit dll.
Daun sirih meluruhkan lapisan lilin/chitin penyusun kutikula serangga, memutus kekebalan hama pada semua bahan aktif pestisida dan menyebabkan mortalitas/kematian secara bertahap.
Minyak atsiri daun sirih dapat menhambat respirasi mitokondria hama, hal ini mengakibatkan gangguan respirasi pada hama yg mengakibatkan kematian secara lambat karena system pencernaannya terganggu.

Sirih, Sebagai  Bio-Pestisida Tanaman

Aplikasi ekstrak daun sirih menimbulkan efek samping bagi tanaman?

Penelitian dan pengamatan di lapangan, ekstrak daun sirih aman untuk diaplikasikan pada tanaman walau dosis tinggi. Daun sirih tidak menimbulkan resistensi terhadap hama dan penyakit. Daun sirih juga tidak membunuh serangga predator hama, sehingga ekosistem rantai makanan tidak terganggu. Dalam hal kompatibilitas terhadap agens hayati seperti trichoderma, dll, daun sirih selektif menghambat perkembangan jamur dan bakteri yang besifat pathogen
Dan biopestisida nabati daun sirih ideal diaplikasikan secara bersamaan atau selang seling dengan agens hayati pelindung tanaman.
Penggunaan daun sirih sebagai biopestisida, fungisida dan bakterisida nabati, akan menjadi solusi mengatasi berbagai permasalahan dilini pertanian.

Penggunaan ekstrak daun sirih dan tanaman lain spt kunyit, lidah buaya, meniran, akar bambu dll masa depan pertanian yg sehat, aman, murah dan efisien akan tergapai.

Foto cabe organik dan uji coba pengawetannya.

cabe1cabe2

(Catatan admin : Tentang Alka Wisanggeni, beliau saat ini sedang bergelut serius tentang bagaimana mencetak ayam broiler organik dan menanam cabe merah organik tanpa pupuk kimia serta terus melakukakan riset bagaimana cabe merah, cabe rawit dan sayuran lainnya bisa tetap awet hingga 1 bulan lebih, metode pengawetan berbasis herbal ini dimasa mendatang menjanjikan bahwa komoditas sayuran akan tetap segar dan tahan lama. Beliau berdomisili di kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur)

Konsultasi tentang teknik menanam cabe non kimia dan metode pengawetannya silahkan kunjungi kontak beliau 082233838748

Terima kasih

 

link

Kotoran Ayam Jangan Dibuang, Sayaaang.

Kata kunci

Pakan organik

Ayam organik

Ikan lele organik

Sirih, Sebagai  Bio-Pestisida Tanaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>