«

»

Oct 30

Standard Operating Procedure Pemijahan Lele

Standard Operating Procedure Pemijahan Lele

Oleh : Hadi Winarto

Penanganan budidaya segmen pembenihan ikan lele atau Standard Operating Procedure Pemijahan Lele ini memiliki kriteria khusus yang harus diperhatikan oleh para peternak. Pembagian cara pembenihan yaitu dengan mengawinkan indukan untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

Sistim pemijahan terdiri dari 3  jenis penanganan, yaitu :

1. Sistim kawin massal dimana meletakkan 1 ekor lele jantan dan beberapa betina didalam kolam/bak pemijahan. Ukuran kolam bisa disesuaikan dengan keinginan dan kondisi lahan. Ukuran lahan misalnya 600 cm x 200 cm, 400cm x 200 cm dan lain-lain

2. Sistim budidaya dimana pasangan didalam 1 kolam diletakkan 1 pasang saja.

3. Sistim pembenihan hiposisasi (kawin suntik) dimana dibutuhkan dikorbankan sebagai kelenjar hipofisa.

Berikut ini adalah cara pembiakan ikan dengan menggunakan sistim alami.

1. PEMATANGAN GONAD

Proses ini dilaksanakan dikolam seluas 50 cm – 200 cm dengan tingkat kepadatan antara 2-4 kg/m3. Jumlah pakan yang diberikan berupa pelet  sebanyak 3 % dari berat tubuh ikan setiap hari. Pemberian pakan dibibis dengan probiotik dan diamkan selama 10 menit. Pakan indukan yang terbaik adalah dengan memberikan bekicot atau keong mas.

2. SELEKSI INDUK

Seleksi induk dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan. Hal ini poin yang sangat penting karena jika induk terjadi gagal pijah akan menyebabkan sulit mematangkan kembali dan butuh yang lama. Pilih indukan betina dengan ciri-ciri perut yang buncit dan jika dipijat kearah lobang kelamin akan keluar telur berwarna kuning tua. Sedangkan pemilihan induk jantan bisa dilihat dari warna tubuh yang gelap serta warna alat kelamin kemerahan.

3. PEMBEROKAN

Proses pemberokan ini dilaksanakan dalam kolam dengan tujuan untuk mengurangi atau membuang lemak pada gonad. Pemeriksaan kembali kematangan indukan setelah proses pemberokan yang selesai. Luas kolam juga bervariasi dengan ukuran 600 cm x 400 cm, 400cm x 200 cm, 300 cm x 100 cm sesuai dengan selera dan kehendak peternak. Pemberokan ini sering diabaikan oleh peternak dengan berbagai alasan.

4. PENGURUTAN

Proses ini disebut dengan proses pemijahan dalam proses pemijahan alami. Satukan induk jantan dan betina kedalam kolam/bak yang telah diberi ijuk atau waring. Waktu pengurutan dilakkukan setelah 8-10 jam setelah penyuntikan.

5. PENDEDERAN

Setelah larva muncul dan menetas, setelah beberapa hari (antara 10 s/d 15 hari langkah berikutnya adalah dideder. Pendederan adalah proses pemisahan anakan berdasarkan ukuran tubuh. Pemisahan dilakukan dengan bak sortir (grading) kemudian ditempatkan kedalam kolam tersendiri (dipisahkan sesuai dengan ukuran)

Pemberian setelah larva menetas sebagaian besar para peternak menggunakan pakan cacing sutra.

Demikian standard operation procedure ini dibuat, diharapkan memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi pemula yang ingin budidaya pembenihan.

Artikel tentang Pembenihan lele segmen pembenihan klik ini

Pembenihan Lele Dengan Sistem Air Jernih

Oleh : Hendro Kuswanto

Pengantar admin : Hendro Kuswanto adalah praktisi pembenihan lele. 8 tahun berkutat di segmen pembenihan lele, pemasok benih Lele untuk wilayah Bali. Berdomisili di Banyuwangi.

Pembenihan Lele Dengan Sistem Air Jernih

Banyak metodologi teknik budidaya yang diterapkan oleh peternak, masing masing memilki ciri khas dan disesuaikan agar kompatibel dengan situasi dan kondisi disuatu tempat. Sistim dengan menggunakan air jernih adalah lazim adanya, penulis hanya memberi tambahan informasi. Semoga khasanah ini memperkaya literasi aquaculture. Mohon kritik dan saran, perbaikan selalu diperoleh dari sebuah koreksi

Managemen Kolam :
1. Mmbuat kolam atau bak, disesuaikan dengan keinginan dan isi kantong kita.
2. Bak yang sudah dipersiapkan agar dilakukan pembersihan agar benar-benar steril dari zat logam atau zat besi.
3. Lakukan pengeringan dan biarkan selama 3 hari, sinar matahari akan membantu membunuh kuman-kuman yang melekat pada dinding kolam.
4. Lakukan pemasangan aerator, sistim aerasi memegang peran penting dalam sistim air jernih pada pembenihan lele ini.

Managemen air dan managemen pakan dan perlakuan atau kegiatan selanjutnya:

1. Isi bak atau kolam dengan air, ketinggian air cukup 50 centi meter.
2. Pemberian nutrisi atau mutivitamin kedalam air dengan takaran 1g per M2.
3. Pemberian probiotik Enzima Star 0,25 liter untuk kolam 1 M2
4. Setelah kegiatan ini, sudah bisa dilakukan penebaran benih, tebar benih bisa dengan ratio 5000-10.000 ekor per M2.
5. Pemberian pakan yang efektif dilaksanakan 3-5 kali dalam satu hari. Pemberian pakan cacing sutra dapat dilakukan hingga benih berumur 10 hari. Bisa dilanjutkan dengan pakan kandungan protein 40-45% dalam bentuk powder atau dalam bentuk tepung.
6. Untuk pertumbuhan yang signifikan dan benih menjadi sangat sehat bisa diberikan ekstrak udang, kepiting dan kerang. Ekstrak ini dibuat khusus untuk pertumbuhan dan proses pigmenisasi untuk semua jenis ikan, baik ikan air tawar dan ikan air laut. Pemberian pakan ini dibibis dengan probiotik setiap pemberian pakan.
7. Pergantian air yang ideal adalah setiap hari dengan debit air antara 3-5 liter per menit.
8. Untuk grading tetap sama atau merujuk dengan teknik grading pada sistim lainnya.
9. Pembenihan lele dengan sistim ini dibutuhkan air yang melimpah.
10. Kolam diberi naungan atap.

Prinsip dan standard managemen lainnya sama dengan sistim pembenihan lele secara umum.

Terimakasih, telah mengunjungi Standard Operating Procedure Pemijahan Lele

selamat berkarya.

Ingin mengetahui harga lele hari ini klik   Harga Ayam Hari ini

Link terkait  Cacing Sutra Bisnis Tanpa Batas

Terima kasih

PP booster fish

Standard Operating Procedure Pemijahan Lele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>