«

»

Jan 01

Tabir Gelap Kegagalan Bisnis

Tabir Gelap Kegagalan Bisnis

Oleh : Hadi Winarto

Sahabat online yang bahagia,

Tahun baru 1 Januari 2015, dipinggir kolam saya kedatangan 4 orang tamu, tamu yang pertama Pak Bambang, dia seorang peternak ikan pembenihan lele, seorang lagi Pak Andrew, pegawai sebuah Bank di bagian analisa kredit, Mba Fitri seorang enterpreuneur EO (event organizer), seorang teman karib lama, staf guru disebuah pesantren, Al-Ustad Fauzi.

Ngobrol ngalor ngidul akhirnya kami hinggap pada topik yaitu kenapa ada orang yang sepanjang hidupnya selalu nelangsa, terutama orang-orang yang bekerja disektor agronomi dan agrobisnis  Teman-teman tadi lantas  membuat analisa bersandarkan disiplin ilmunya masing-masing, menarik.

Menarik karena yang hadir dari disiplin ilmu lintas sektoral. (kami ber-5 komunitas peternak lele)

Pak Bambang memaparkan sebuah analisa bahwa sukses seorang peternak harus melengkapi variabel dan dimensi yang dibutuhkan. Sektor budidaya lele perlu dukungan infrastruktur, agriculture knowledge dan marketing, demikian kata Pak Bambang. Pak Bambang adalah lulusan IPB dan beliau dengan fasih mengungkapkan logika ilmiah teknik budidaya lele pembesaran, pendederan dan pembenihan.

Pak Andrew menyebut faktor database infrastruktur dan menyusun neraca keuangan yang baik akan membantu orang menggapai sukses, tidak lupa Pak Andrew menambahkan bahwa seorang pengusaha pemula tidak boleh terbuai oleh pola hidup konsumtif, presentasi Pak Andrew soal keuangan sungguh mencerahkan. Orang Bank lah namanya.

Mba Fitri dengan intonasi meyakinkan mengatakan, keyword sukses bukan hanya otak-atik analisa bisnis, bukan hanya neraca keuangan, business plan  atau hanya agriculture knowledge. hal yang paling realistis justru datang dari mental yang bersangkutan. Diskusi makin menarik manakala giliran Mba Fitri memberikan dalil yang kuat. Mbak Fitri paling senior diantara kami dan banyak makan asam garam kehidupan. The woman between the inspiration.

Mbak fitri melanjutkan kalimatnya, bagaimana mungkin sebuah karya dapat digapai dengan berfikir biasa dan cara-cara biasa, Mba Fitri seolah bertanya. Saya beri sampel umum ya. Seorang kepala keluarga menginginkan kehidupan yang lebih baik dan berfikir ingin memiliki sebuah bisnis. Sebut saja Mister A (Mr.A adalah inisial imajinasi Mbak fitri saja atau singkatan dari Mr. Alasan)

Keseharian disepanjang hidupnya Mister Alasan  ini menginginkan sebuah mobil mewah, rumah dengan pekarangan luas, memiliki unit usaha dan puluhan karyawan yang setiap detik siap menerima komandonya. Mr.A sepulang dari pekerjaannya sebagai buruh serabutan dan kalau sore kongkow-kongkow main gaple dengan teman-temannya diwarung depan rumah. Inilah frame sebuah lukisan klasik kehidupan yang banyak yang terjadi. Mr.A memiliki daya khayal yang tinggi namun Mr.A masih bermain dilingkup berfikir besar, belum bertindak besar.

Mr.A pendidikannya SMA, cukup cerdas dan mampu mencerna hal-hal yang ada disekelilingnya. Kalimat yang dironce dari mbak Fitri saya menangkap Mr.A kurang memiliki fighting spirit dan berbagai alasan yang selalu diungkapkan oleh Mr.A ini. Sejuta alasan adalah faktor penyumbat (bottle neck) kenapa Mr.A mengarungi kehidupan ini dengan jalan ditempat.

Diakhir diskusi ustad Fauzi menimpali tidak kalah menariknya, Ustad Fauzi adalah lulusan IAIN, guru, pekerja sosial dan memiliki beberapa kolam lele,  penambah gizi dan sebagai hiburan, kata Ustadnya. Katanya lagi,  kita  jangan silau melihat seorang yang sukses tapi lihatlah bagaimana cara dia mendaki puncak.

Pak  Bambang benar, Pak Andrew dan mbak Fitri juga benar, jika sukses hanya milik orang kaya atau orang yang cerdas dan berpendidikan tinggi saja sungguh tidak adil sang pencipta, Sambung Ustad Fauzi, penelitian kenapa ada orang sukses dan orang gagal, orang yang gagal adalah orang yang tirai kepribadiannya masih diselimuti tabir gelap kegagalan, saya memiliki catatan penting hasil observasi, kenapa ada sukses dan ada gagal.  Inilah tabir kegagalan itu.

Orang gagal

  1. Tidak mampu membendung amarah sehingga suaranya membuat orang lain disekelilingnya menjadi takut, menghindar dan menjauh dari orang yang memiliki tabiat gampang tersinggung adalah cara yang terbaik. Orang gagal terkesan membanggakan amarahnya. (penelitian mencatat bahwa orang-orang sukses tekun, tabah, ramah, sabar, fokus dan memiliki tenggang rasa (tepo sliro)
  2. Orang gagal tidak mampu membedakan mana khayalan atau mimpi yang harus diwujudkan.
  3. Orang gagal cenderung bermuram durja, menyembunyikan senyumnya dan tidak tahu jika sebuah senyuman kepada orang lain akan makin disukai. Tidak mungkin menjalankan sebuah roda bisnis anda tidak berusaha menjadi orang yang disukai. Senyuman adalah modal awal membangun Jaringan (networking).
  4. Enggan bergaul atau membiarkan hatinya sendiri menilai dirinya selalu lebih baik dari orang lain, karakter orang ini lebih banyak membuat umpatan dari pada memuji. Orang gagal mudah merendahkan orang lain. Orang gagal tidak tahu bahwa pujian justru berfaedah bagi dirinya sendiri.
  5. Orang gagal selalu menunda, mempunyai seribu alasan kenapa dia tidak melawan rasa malasnya. Atau dia punya seratus alasan untuk takut memulai sebuah usaha yang sudah dihayalkan puluhan tahun.
  6. Orang gagal selalu beralasan bahwa usaha yang dia rencanakan sendiri akan gagal karena takut menghadapi kompetisi.
  7. Orang gagal disaat dia menemukan ide bisnis yang hebat seketika dia mencatat celah kelemahan idenya sendiri. Dia mencela sendiri, akh inikan sudah ada yang membuatnya, Oh inikan saingannya sudah banyak dan dia merasa tidak akan menang dengan pemodal kuat.
  8. Orang gagal memilih berbicara, orang sukses memilih mendengar percakapan orang lain.
  9. Seperti orang yang sukses, orang yang gagal juga memiliki rencana yang matang. Namun orang yang gagal membiarkannya sebatas wacana.
  10. Orang gagal melakukan reaksi namun tidak pernah melakukan aksi, dia hanya berkutat dengan kata-kata : rencana, konsep, analisa, predisi, kontrol, hati-hati, pikir itu pelita hati, besok masih ada waktu, tak akan lari gunung dikejar, saya akan menanti momen yang tepat, saya menunggu orang lain gulung tikar, saya akan diskusikan dengan ahlinya dulu. Padahal,  3-4 tahun yang lalu sudah mengucapkan itu.
  11. Orang gagal tidak menyintai dirinya sendiri, duduk disudut arena, enggan menjadi petarung.

Ke-4 Kolega saya ini adalah  pribadi menyenangkan. Ustad Fauzi bersahaja, kalimatnya gamblang, mudah dicerna, betapa antara sukses dan gagal tipis jaraknya. Tambah lagi wawasan saya hari ini. Diskusi kami berakhir menjelang shalat dhuhur, ke-4 best-friends saya yang hebat dan sukses itu pamit diri dan berarak pulang, indah nian hari ini.

Biar dibilang keren dan intelek saya menutup dengan kata mutiara :

Setelah anda memiliki  Inteligence question untuk daya cerna kehidupan, anda harus memiliki Emotional question untuk semangat jiwa dan  lengkapi diri kita dengan Spiritual question untuk keseimbangan hidup (balancing of life)

Hari ini, 1 januari 2015,  artikel ini saya posting di website ini dan up-date di status facebook saya. Dan jika anda kelak ketemu saya, saya sudah mempersiapkan sebuah senyuman untuk anda, lambang persahabatan yang hakiki.

Terimakasih,

Jayalah blogger Indonesia.

PP booster fish

 

Tabir Gelap Kegagalan Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>