«

»

Sep 03

Teknik Kultur Haematococcus Metode Outdoor

Teknik Kultur Haematococcus Metode Outdoor

Oleh Hadi Winarto

 

Teknik Kultur Haematococcus Metode Outdoor hampir sama dengan teknik kultur spirulina, chlorella dan mikro-algae lainnya baik secara indoor maupun outdoor. Artikel ini ditulis karena penulis mengalami kesulitan mencari referensi  bagaimana membudidayakan haematococcus yang ideal. Akhirnya di lapangan diuji coba sendiri.

Berbagai teknik kultur dicoba baik pupuk yang digunakan dan takarannya. Dibawah ini kami posting petunjuknya, hasilnya cukup menggembirakan dan sudah kami terapkan dikomunitas kami di 27 kota di Indonesia. Mengungkap hal yang dirahasiakan memang sulit dan penulis memaklumi karena alasan bisnis.

Beberapa jenis biota air haematococcus sebagai pakan ikan salmon, lobster, ikan napoleon dan kepiting. Algae haematococcus inlah sebagai penyumbang zat astaxanthin yang dikenal sebagai star of  beta carotene atau king of beta carotene atau dikenal sebagai antioksidan warna merah.

Haematococcus pluvialis ditemukan di 3 fase sel yang berbeda: Fase non-motil, fase biflagellate motil dan sebagai kista merah dengan dinding sel tebal. Astaxanthin diproduksi dalam tipe sel terakhir. Dimana astaxanthin melindungi alga dari sinar matahari ekstrim.

Produksi astaxanthin
Haematococcus pluvialis  mengandung hingga 3-6% dari berat kering. Alga ini digunakan untuk keperluan industri kesehatan dan gizi makhluk hidup  termasuk digunakan untuk pupuk organik semua tanaman.

Pigmen merah pada astaxanthin memproteksi terhadap kerusakan akibat sinar ultra violet dan bertugas sebagai anti-inflamasi. Astaxanthin memberi warna kuat pada budidaya ikan hias seperti koi, discus dan maskoki.

Haematococcus terdiri dari beberapa jenis dan haemacoccus pluvialis yang paling terkenal dan banyak dibudidayakan dan diteliti.

Teknik budidaya metode outdoor

Sediakan

Kolam terpal, viber, botol air mineral, galon, kolam semen, aquarium, gentong atau lainnya. Utamakan wadah transparan.

Lampu untuk menghasilkan cahya pada malam hari. Algae bersel satu ini berbiak melalui fotosintesis atau mengandalkan cahaya.

Aerator atau wadah dengan luas diatas 2000 liter air perlu dukungan pompa celup. Algae untuk berbiak cepat butuh nitrogen dan oksigen tinggi.

pupuk buatan sendiri agar diph budidaya dengan harga murah.

Dalam waktu 5-7 hari haematococcus sudah bisa dipanen.

Rahasia kecantikan barat.

Ribuan tanaman herbal dirahasiakan oleh barat sejak ribuan tahun yang lalu termasuk kulit manggis dan daun sirsak dan banyak lagi. Tanaman tanaman ini diambil ekstrak nya lalu diberi merk dan dijual mahal kenegara-negara berkembang. Artis holywood Gwyneth paltrow   rutin mengkonsumsi astaxanthin yang berasal dari algae haematococcus pluvialis. Teknik ekstraksi nya pun mudah cukup dengan teknik perkolasi. (teknik perkolasi ini akan kami tulis dalam artikel tersendiri)

Tiap jenis fitoplankton seperti ini memiliki kelebihan masing-masing. Ramuan haematococcus unggul di pengobatan mata, diabetes dan menghambat penuaan dini, kesehatan kulit dan tinggi kandungan asam amino.

 

Kelebihan Astaxantin dibandingkan zat lain ((disadur dari berbagai sumber) :  

  • 6000 kali lebih kuat dari Vitamin C 
  • 110 kali  lebih baik dari Vitamin E
  • 54 kali lebih baik dari beta carotene
  • 550 kali  lebih dari green tea catechins
  • 800 kali lebih kuat dari co-Q10
  • 75 kali  lebih kuat dari alpha lipoic acid
  • 17 kali  lebih hebat dari grape seed

Info penting tentang mikro-algae lainnya silahkan ditelusuri yang sudah kami tulis sebelumnya

Ini tautannya 

Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Haematococcus Pluvialis Penghasil Astaxanthin Tertinggi

Membiakkan Spirulina Itu Mudah

haema galon

Budidaya haematococcus dengan menggunakan aerator lebih cepat berbiak dibanding botol air mineral yang tidak memakai aerator. Maknanya algae membutuhkan oksigen tinggi, paparan sinar matahari (cahaya)  dan nitrogen yang cukup.

Sekilas tentang astaxanthin

Adalah antioksidan jenis karetonoid, memberi warna oranye alami pada hewan, buah dan sayuran.

Sumber  karotenoid tomat, ubi jalar, semangka,  paprika merah,  wortel dan mangga,  rumput laut merah, kepiting salmon, lobster, dan udang.

1. Melawan radikal bebas. Memperlancar sirkulasi darah. Membantu pengobatan kanker payudara.
2. Digunakan  untuk perawatan anti aging.
3. Meningkatkan kesuburan pria4. Meredakan nyeri sendi

5. Menjaga kesehatan jantung

Semoga bermanfaat ya bro, koreksi jika salah, kontak langsung 081224217112

Teknik Kultur Haematococcus Metode Outdoor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>