«

»

Apr 19

Tercampak Dari Halaman Idaman Blogger

Tercampak Dari Halaman Idaman Blogger

Oleh : Hadi Winarto

Pada hari kamis tanggal 16 April 2015, semua konten di website saya menghilang dari semua halaman yang ada di gugel. Bagi pemilik blog terlempar dari halaman google bagaikan dihempaskan ketebing jurang kepedihan yang dalam.

Apa salahku !!!. Pasti gitu ya kira-kira yang dipertanyakan para blogger. Blog tanpa pengunjung pada hari penghempasan itu hati saya serasa nglangut, nelangsa, masygul. Ratusan visitors yang biasanya hadir perhari menjadi kebanggaan, apalagi jika saya bisa bisa memberi advis dan memberikan solusi terutama yang bertanya tentang agrobisnis yang menjadi spesialisasi saya.

Betapa hari-hari itu sepi dari bunyi dering telepon yang biasanya datang dari berbagai penjuru mata angin. Tak tahu hendak dikata terutama bagi saya yang kurang memahami teknik SEO seperti saya dan  untuk beberapa waktu saya hanya bisa diam sejuta bahasa. Tanya sana tanya sini, berselancar, menghubungi para master dan jagoan SEO, bagaimana mengembalikan halaman yang hilang itu.

Untuk menghibur hati, saya segera menyalahkan diri sendiri saja (meski sempat putus asa, meski sempat frustrasi). Tatkala mesin algoritma google sedang melaksanakan tugasnya, saya berusaha ber-analisa, mungkin ini penyebabnya :

  • Mungkin kang gugel menganggap naskah-naskah saya hasil dari kopian jadinya saya harus ikhlas dan tabah ditendang dan menghilang (padahal saya berusaha keras naskah tetap ori dan berusaha artikel saya itu bisa berhasil guna kepada orang lain terutama bagi para pelaku agro)
  • Atau akang gugel ini menilai manuscript saya memiliki banyak kesamaan dengan obyek sejenis, ini saya akui kalo situs saya memang baru seumur jagung muda sehingga gugel ga suka sama saya (okey boss, saya terima dengan lapang dada kok)
  • Atau bobot tulisan-tulisan saya tidak atau kurang qualified sehingga kang gugel menobatkan kanal lain yang lebih okay menggantikan posisi situs saya (yo, wis, aku rapopo)
  • Mungkin saya kurang konsisten dalam membuat artikel, kadang rajin kadang lemot.
  • Atau saya kurang memenuhi kriteria SEO dari kang gugel agar bisa tetap bertengger dipuncak asmara halaman gugel. (saya memang tidak faham SEO, saya hanya berfikir terus saja menulis). Dengan terus menulis saya bisa mengeluarkan uneg-uneg dikalbu, semua gagasan yang mengendap di otak saya bisa saya tumpah-ruahkan dan saya jadikan file atau arsip bank memori saya. Sekaligus saya melaksanakan anjuran para pakar SEO, pakar IT, para suhu informasi bahwasanya menulis, konten, naskah atau artikel adalah jendral besar disebuah web atau blog.

Woah, maybe no maybe yes, kenapa website saya terjerembab jatuh, gugel mungkin memiliki penilaian lain yang saya tidak tahu. Menurut referensi blogger senior saya, saya harus melakukan suatu tindakan penyelamatan. Sempat males dan dongkol akhirnya saya memotivasi diri sendiri dan melakukan tindakan berikut ini :

  • Saya periksa semua naskah dan memperbaiki huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, alinea, paragraf, isi materi, panjang materi dan membuat obyek yang saya tulis agar spesifik dan lebih menarik lagi.
  • Saya lihat lagi apakah naskah-naskah sudah sesuai dengan format SEO seperti H1, H2 dan H3.
  • Saya post kembali satu persatu ke google master. (cuapek memang, dasar saya orang yang tidak mau menyerah, saya pompa jiwa petarung saya (pokoke, yang mission imposible saya jadiin posible)
  • Saya kembali lakukan submit keribuan situs dan melakukan ping agar siulan saya didengar lagi oleh mesin algoritma google dan memaafkan saya.
  • Saya nge-link kan semua artikel di google-plus (begadang sampe subuh lho)
  • Saya posting semua artikel ke Fan-page Facebook saya. Untuk kali ini saya puaaasss karena dengan cara ini sekaligus saya menyimpan semua naskah di Facebook dan keuntungan ganda yang didapat naskah yang sama yang saya rilis di FB muncul dihalaman pencarian google meskipun naskah yang ada di web lenyap ga tahu melanglang buana kemana. Naskah yang muncul di search engine ternyata menuju dihalaman akun fesbuk saya, dalam tempo 3 hari views sudah mulai mengunjungi lagi. Meski belum normal seperti sediakala. Lumayanlah. (silahkan kegroup FB saya, 408.000 members yang sudah bergabung.  Serta kita bisa ckick share di : https://www.facebook.com/groups/IndonesianBusinesslkpiteam/

Begitu cara saya mengatasi musibah ini atas saran para blogger se Indonesia. Dan atas tragedi yang membuat gundah gulana ini saya coba mengambil hikmahnya. Saya berjanji kepada diri sendiri agar makin jeli memilih obyek tulisan, teliti dan cermat mengikuti aturan jurnalisme dan aturan SEO.

Saya jadi mau belajar tentang SEO yang selama ini saya sulit memahaminya.

Duh-duh jika seorang peternak dibenturkan dengan teknologi informasi. Beginilah  seorang peternak berkecimpung juga di high-tech, bertumbuk dengan masalah hanya bisa tertunduk pasrah. Seni agrobisnis berbeda kutub dengan IT, laksana langit dan bumi.

Thanks, Warm regards, follow your heart. Always.

Tercampak Dari Halaman Idaman Blogger

Panarukan, 17 April 2015

cover IB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>