«

»

Jun 01

Topik Ringan Tentang Hidroponik

Topik Ringan Tentang Hidroponik

Oleh Ir. Supriyanto Hidayatullah (praktisi hidroponik di Cianjur)

Sepintas semua proses produksi/budidaya sayuran hidroponik ini berjalan dengan baik dan memang begitu adanya. Namun berbeda hal pada saat awal (kurang lebih 8 tahun yang lalu) Person In Charge memulainya secara aoutodidak. Sebagimana yang disampaikan tidak semua orang tahu pada saat merintis “kebun” dengan bekal dari mbah Google, dan itu yang paling mudah untuk memperoleh informasi saat ini.

Namun ada pengalaman yang sangat mendukung dalam pembangunan kebun, yaitu pengalaman dibidang pemasangan jaringan pipa air pada saat bekerja di developer. Jaringan irigasi hidroponik sangat penting peranannya seperti jantung dan urat nadi yang mendistribusikan seluruh nutrisi dan oksigen ke setiap bagian tubuh. Sangat vital peran jaringan irigasi dan maintenance dari bak nutrisi sampai seluruh sebaran jaringan pipa dan control nutrisi menjadi kegiatan rutin yang terjadwal dan dimonitoring dengan peralatan yang cukup memadai. Hal yang sanat dikhawatirkan adalah kemungkinan terjadinya kontaminasi patogen secara sistemik yang disebarkan melalui air (water borne). Apabila hal itu terjadi maka mengancam seluruh populasi tanaman yang ada. Minimal ada 2 jenis patogen yang diwaspai yaitu fusarium sp. dan Psudomonas sp. Kedua mikroba itu reputasinya memang cukup terkenal sebagai patogen yang menyebabkan layu tanaman. Sejalan dengan pengalaman (jam terbang) hal itupun bisa diatasi dengan baik. Sedikit share key success pengendalian tersebut adalah dengan menjaga kualitas air dengan memanfaatka “desinfektan” bukan secara kimiawi, tetapi secara fisik dengan memanfaatkan Ozon dan UV. Namun apabila telah tercemar, tidak ada cara lain kecuali pembersihan total seluruh jaringan dan harus menggunakan desinfektan kimiawi.

Saya sangat kagum dengan wawasan PIC kebun ini, tanpa back ground “pertanian” tapi mampu menterjemahkan dengan baik “kebutuhan hidup” tanaman sayuran yang kebanyakan berasal dari daerah subtropik. Diskusi dengan beliau sangat inspiratif dan mau juga mendengar masukan (“tidak sok tahu/menang sendiri”), tapi kalau kita tidak pandai menggali informasi ya hanya memperoleh kulitnya saja. Sayuran subtropis tampak tumbuh dengan baik pada dataran rendah di Tangerang Selatan, luar biasa, namun dengan pengalaman saya selama imi dalam mengelola laboratorium kultur jaringan dan kebun sayuran organik,alhamdulillah cukup bisa memahami “trik” untuk adaptasi tanaman sebagaimana agroklimat di daerah subtropik, ternyata tidak harus selalu ke pegunungan hingga ketinggian 1000 m dpl.Dan yang cukup mengagumkan adalah daya tahan sayuran selama proses panen sampai pengiriman ke customer cukup tahan dibandingkan dengan sayuran sejenis yang ditanama di dataran tinggi.

Hal lain yang tidak bisa ditawar-tawar adalah kebersihan lingkungan sebagai bagian pencegahan serangan hama/penyakit karena tanaman dipelihara tanpa perlindungan screen net, namun lingkungannya cukup “terisolasi”.

Nutrisi? oh ya perannya cukup besar dan itu tidak perlu diragukan lagi dalam budidaya tanaman dengan teknik hidroponik yang 100% kebuthan nutrisi tanaman disediakan secara khusus.

Banyak hal yang diserap dalam silaturahim yang cukup singkat dalam sepenggal hari, terimakasih banyak atas sharing “pengalamannya/jam terbang” yang luar biasa.

IMG20160528194926

Topik Ringan Tentang Hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>