«

»

Jan 28

Tumpang Sari, Solusi Agrobisnis

Tumpang Sari, Solusi Agrobisnis

Oleh : Hadi Winarto

Reportase, Jurnal, Karya tulis, skripsi, disertasi, karya populer maupun laporan karya ilmiah yang membahas perihal sistem tumpang sari sudah bertebaran. Judul coretan saya Tumpang Sari, Solusi Agrobisnis bermaksud untuk menambah kekayaan contents hasil karya blogger Indonesia, kami rilis dalam bentuk rangkuman singkat, jika ini menjadi inspirasi buat anda, senanglah saya.

Ratusan variabel tumpang sari dapat dilakukan dalam ber-agro, sinergi antara tanaman dengan hewan ternak atau hewan dengan hewan lainnya bisa saling ber simbiosis mutualisma dan tumpang sari atau sistem polikultur selalu unggul dibandingkan sistem monokultur, baik secara mutual maupun parsial. Saya up-date 8 sampel dulu. Selebihnya di jilid 2.

  1. Jamur, Cacing Lumbricus dan Bunga Hias, cabe jamu.
  2. Ayam kampung super atau joper dan Lele
  3. Bebek, ikan nila dan kangkung
  4. Kopi dan Cabe Jamu
  5. Padi dan Azolla
  6. Lele dan sengon
  7. Padi dan nila
  8. Lele dan Eceng Gondok

Point 1, Jamur membutuhkan baglog sebagai media pemulia-biakan jamur, bahan baku baglog berasal dari limbah serbuk gergaji, pada saat jamur dipanen baglog sudah tidak bisa re-ulang untuk jamur dan limbah hasil setelah panen ini dapat dipakai sebagai media cacing lumbricus rubellus atau cacing tiger. Pada saat berlangsung aktifitas beternak Cacing, media serbuk ini ditaburi limbah sayur sebagai asupan ransum cacing, setelah melalui proses pembusukan sebagai pakan cacing. Disaat panen cacing, media cacing ini juga tidak bisa dilakukan re-ulang dan menjadi limbah berikutnya yang terkenal dengan singkatan kascing alias bekas cacing. Kascing diklaim sebagai media pupuk yang terbaik untuk semua tanaman. Cabe jamu yang memakai media kascing unggul dalam meningkatkan produksi cabe jamu dan ketenaran cabe jamu dari media ini terkenal hingga luar-negri. Karena mengandung unsur hara komplit yang dibutuhkan tanaman. Dinegara maju, budidaya cacing adalah target bisnis yang kedua. Sasaran utama adalah menanti kascing. Di Belanda, nursery bunga tulip mengandalkan media ini. Dahsyat.

Point 2, Jika beternak ayam satu paket saja (1 paket = 100 ekor DOC) akan membutuhkan sekitar 200 kg ransum pakan ayam, sisa pakan yang tidak terserap dan kotoran (feses) ayam akan jatuh kekolam sebagai pakan ideal lele. Pak raharjo tidak memberi pakan apapun terhadap lelenya, tebar awal seberat 200 kg, setelah 3,5 bulan menjadi 200 kilo, Bapak ini masih belum intensif, jika diberikan cukup 30% pakan + enzim setiap harinya niscaya lele akan dipanen di usia 75-90 hari saja.

Point 3, bebek, nila dan kangkung, Jika anda mau tekun sedikit dengan mengambil limbah nasi dari restoran 30-50% dan menambahkan kangkung yang difermentasi akan mengurangi biaya pakan bebek secara signifikan, kotoran bebek yang jatuh kekolam menjadi santapan lezat ikan nila, banyak pembudidaya ini yang tidak memberikan pakan apapun untuk nila dan panen tetap kurang lebih sama dengan nila yang dibudidayakan tersendiri atau monokultur. bebek, nila dan kangkung adalah tiga serangkai hebat yang mengebulkan asap dapur kita.

Point 4, Bercocok tanam cabe jamu diantara kopi mulai digemari, pohon kopi sebagai lanjaran cabe jamu meminimalisir penggunaan pupuk, two in one.

Point 5, Di Indonesia belum banyak yang melakukan teknik tumpang sari seperti ini. di India, Vietnam dan banyak negara di Afrika melakukan pola-pola ini, azolla diperuntukkan kepada bebek dan ayam  dan sebagai bahan baku tambahan pembuatan pelet ikan. Azolla dengan kadar protein 23% sebenarnya sumber pakan rendah lemak yang bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak. Azolla sangat cepat berbiak dan tumpang sari dengan padi sudah tidak memerlukan pupuk Sp-36 lagi. Hayooo !

Point 6, Lele dan sengon ?  pola apalagi ini. Air kolam lele banyak menganduk amoniak akibat sisa pakan lele yang tidak terserap. Kita tahu kalo pakan yang tidak terserap dan feses lele dalam waktu 12 jam akan berobah menjadi amoniak, memang, kualitas air untuk survival rate lele menjadi menurun namun tidak untuk sengon, penyiraman air dari kolam lele ke tanaman sengon lebih cepat dibanding dari sumber air lainnya. Bukan untuk sengon saja. Pada uji lapangan yang sudah penulis lakukan terhadap kates, terong, bunga bougenville, bibit nangka mini, sambiloto, cabe jamu memberikan hasil yang optimum.

Point 7, teknik ini sudah lazim dilakukan, banyak konten yang mengupas masalah ini.

Point 8, pada budidaya lele segmen pembesaran, pemberian eceng gondok diatas permukaan kolam sebayak 20-30% dari luas permukaaan air memberi hasil guna :

  • Eceng gondok bertindak sebagai penyerap racun atau amoniak pada saat proses budidaya.
  • Eceng gondok bertugas sebagai peneduh, pada saat anomali cuaca ekstrim suhu udara panas akan menimbulkan suhu air menjadi meningkat. Namun ingat, lele adalah hewan air hangat (warm fish), pemberian eceng gondok berlebihan air menjadi dingin. Eceng gondok dikolam nila, mujaer, gurame, bawal, patin bisa ditebar sebanyak 25% dipermukaan kolam.
  • Eceng gondok atau bisa anda ganti dengan kangkung yang memiliki fungsi yang sama dengan eceng gondok. Eceng gondok oleh tangan kreatif dianyam menjadi cindera mata.
  • Eceng gondok dicacak dan dibiarkan busuk diatas media cacing. Bukankah pakan cacing adalah semua benda yang bisa membusuk. Atau paragraf ini berjudul Lele, Eceng Gondok dan Cacing dan seterusnya jika ditambah tanam pisang, ternak kelinci untuk diambil urine nya, ternak bekicot (escargot) untuk diekspor dengan harga Rp.90.000 perkg setelah diolah. Dan judul ini bisa lebih panjang lagi. Kascing untuk pupuk alami pohon pisang, gedebok pisang sebagai pakan cacing dan daun pisang dijadikan pupuk kompos dan bungkus tempe yang lezat, kulit pisang sebagai penghasil enzim lipase murah meriah. Beginilah seyogyanya denyut nadi insan agro.  Tumpang sari bisa dibuat ratusan kombinasi dan variabel. Semua ini membentuk siklus dan mata rantai hayati yang dinamis.
  • Sahabatku tercinta Mas Widigdo di Bangka Belitung menggumam lirih, Saya menghayal, Saya akan bercocok tanam jamur tiram, usai panen bekas baglognya saya akan buat beternak cacing lumbrikus, saat panen cacing, kascing alias bekas cacing akan saya jadikan media tanam terong, tomat, saya akan usaha pembibitan kates yang sedang marak, dengan kascing juga akan saya mulia-biakkan dengan teknik tumpang sari kopi dan cabe jamu. Semua dalam satu kesatuan, satu hamparan, betapa indahnya, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Teman saya ini jangan ditiru, beliau cuma berhayal. Hanya satu hal yang dilakukan Mas Widigdo, gampang ber-reaksi tapi tidak pernah melakukan aksi. Lebay deh.

Terimakasih, selamat ber tumpang sari, solusi agrobisnis

g4    g2

goest    goes-kayu

Info Produk

Penggunaan enzim merk Enzima pada ayam potong umur 30-32 hari meningkatkan bobot ayam menjadi 1,9kg-2,1kg, biasanya tanpa enzim hanya 1,4kg-1,5kg.

Link Agro terkait

Kascing, pupuk terbaik didunia.

Ayam Joper, new comer langsung mencorong

Ayam joper alias jowo super

Pakan alternatif ayam joper

Konsultasi agro, kontak, no SMS 081224217112, Free to all.

tumpukan buku

Tumpang Sari, Solusi Agrobisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>