«

»

Sep 18

Warisan Nenek Moyang

Warisan Nenek Moyang

Oleh : Hadi Winarto

Apa warisan nenek moyang kita yang hingga saat ini masih tetap langgeng meski  zaman keemasan tengah berlangsung ?

Jawaban salah satunya adalah memancing.

Memancing, dengan menggunakan umpan CACING kita sepakat menyimpulkan sudah dilakukan oleh moyangnya nenek kita, sejak zaman batu, gua dan purba bahkan sudah menjadi milik kebudayaan manusia jutaan tahun yang lalu. Nenek moyang kita sudah memahami bahwa memancing dengan menggunakan umpan CACING adalah cara yang paling efektif.

Kenapa harus CACING ?   ujung peradaban akhirnya menjawab,  ternyata  CACING memiliki kandungan protein 60% jauh diatas kebutuhan protein lele,  45%. Didalam air sang LELE mampu mendeteksi melalui dengan empat pasang kumis nya sebagai “sensoric ware”

bahwa CACING berada di peringkat utama kuliner LELE yang sempurna.

Jika CACING dengan sangat mudah kita mulia-biakkan hanya dengan menggunakan limbah sapi dan limbah sayur dan diberi peneduh agar jangan terkena intensitas panas matahari langsung dan tidak basah kuyup terkena air hujan dan dalam waktu singkat akan hidup ribuan CACING dan jutaan telur dan larva CACING. Pertanyaan berikutnya adalah :

Mengapa kita sering melihat seseorang berhenti beternak lele karena pakan yang mahal ?

Mengapa kearifan neneknya nenek kita  ini  tidak menjadi pesan moral yang penuh makna ?

Mengapa kita mesti  kalah dua kali : beli pakan mahal sekaligus kandungan protein tidak mencukupi ?

Jika pakan murah meriah sudah bisa kita atasi, seberapa pentingkah kita berbicara tentang survival rate,  mortalitas, Food Convertion Food dan lain-lain ? ya ya ya …

Sekilas info,

Saat ini budidaya cacing tanah mulai marak, bahkan diwilayah Jawa Timur kolam-kolam ikan disulap menjadi peternakan cacing. Harga cacing tanah saat ini berkisar 30.000 rupiah per kg. Untuk harga benih cacing para peternak mematok harga hingga 75.000 rupiah. Kelas-kelas pada pelatihan budidaya cacing ramai didatangi untuk menimba ilmu cacing.

Jangan Terbuai Angin Sorga

Teman saya M. Zulkifli di Pasaman Sumatra Barat mengungkapkan kenapa beliau tidak mau terjun di budidaya segmen pembenihan lele ?

Ini alasannya,

1. Repot cari cacing sutra (didaerah saya sulit sekali, saya udh coba ternak cacing sutra seperti yang diajarkan tapi gagal)
2. sulit mencari indukan dari galur yang berbeda agar memperoleh pembiakan hasil introduksi yang bagus.
3. Mana indukan harus diberi pakan yang baik dan cukup gizinya agar kualitas benih makin sempurna
4. Memberokkan dan mengkarantina indukan sebelum dan sesudah memijahkan adalah aktifitas yang menyebalkan.
5. Segmen pemijahan banyak butuh air, butuh ketelatenan
6.Segmen pemijahan butuh banyak alat.

Demikian Uda M. Zulkifli menguraikan pandangannya di daerah Sicincin Padang Pariaman, Sumtra Baratdimana saya diundang sebagai narasumber dalam sebuah pelatihan “SEMUA TENTANG LELE” 

Sering terjadi seorang peternak yang sedang menggeluti budidaya lele segmen pembesaran tiba-tiba berubah perpaling ke pembenihan, mulai lagi dengan modal baru, membeli indukan dan peralatan pemijahan. Biasanya ini terjadi karena alasan segmen pembesaran biaya pakan mahal, modal operasional besar atau menerima input dari orang lain jika bisnis pembenihan lebih mudah dan kenbutuhan tanpa batas.

Seiring waktu, haripun bergulir, fenomena selanjutnya segmen pembenihan gagal total, telur gagal menjadi larva alias bonor, indukan tidak diketahui kenapa pada mati, ternyata penanganan benih lebih rumit, tingkat mortalitas tinggi. Yang lebih tragis lagi adalah memeroleh indukan dengan kualitas rendah, indukan sebagian yang dibeli sudah tidak mampu mereproduksi lagi atau terlalu muda dan harus menunggu beberapa bulan lagi.

Mau kembali lagi ke pembesaran sudah tidak berdaya, mau perpaling ke bisnis lain modal, pengetahuan dan persyaratan lain tidak dimiliki lagi. Kekonyolan ini selalu hadir dimana-mana.   

Rekan2 sekalian, pesan moral diatas adalah sebuah kisah nyata bahwa teman saya tadi hanya mengisaratkan kepada satu hal saja (seperti yang diakui oleh M.Zulkifli) :

“TIDAK MEMAKSAKAN KEHENDAK KEPADA YANG TIDAK KITA SUKAI”

Terimakasih.

 

Konten yang bertalian dengan cacing klik link kami disini

PETUNJUK BUDIDAYA CACING TANAH

Terimakasih, salam strike mancing mania

 

PP booster fish

 

Warisan Nenek Moyang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>