«

»

Mar 27

Wolffia, Tanaman Surga Untuk Peternak

Wolffia, Tanaman Surga Untuk Peternak

Oleh : Hadi Winarto, Jember, Rabu, 27 Maret 2019

(Lebai banget judul artikel ini ya guys. Bisa ya bisa tidak, tergantung dari sudut mana cara pandang anda)

Wolffia adalah tumbuhan air, hidup dan berbiak dipermukaan air. Kabar gembira nya bagi penggiat peternak unggas dan budidaya ikan bahwa wolffia sangat efektif sebagai pakan pengganti bahkan menjadi pakan utama ternak. Mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Wolffia memiliki kandungan protein 42%, rendah serat . Keberadaan protein, TDN (total digesbility nutrient) dan karbohidrat stara dengan kedele,mengalahkan jagung, dedak, pollard, bungkil inti sawit, pollard, CGF, DDGF, alfalfa, semua tanaman leguminosa, indigovera, stevia dan banyak lagi.

Alat sensor pemindai aroma ikan air tawar dan udang bekerja dengan baik ketika diberi wolffia. Makanan hewan ternak dan ikan ketika dilakukan pemberian serentak bersama lemna minor dan azolla. Ikan-ikan mengarah ke woffia, bergizi lebih baik dibandingkan dengan tanaman air lainnya seperti azolla, apu-apu, eceng gondok atau lemna minor (kiambang, mata lele atau duckweed).

Semua bahan pakan memiliki plus dan minus, kelemahan wolffia seperti halnya tumbuhan air lainnya terletak pada kadar air. Jika anda panen 100 kg wolffia, kira-kira ditiriskan 60 menit lalu ditimbang dan di monitor alat ukur kadar air berhenti di angka 14% wolffia 100 kg akan menjadi 7-8 kg. Pertumbuhan wolffia dalam 36 jam menjadi 100%, azolla 48 jam, chlorella pyrenoidosa dalam waktu 20-24 jam akan membelah diri jadi 4, kalau spirulina plantesis atau chlorella kurang cahaya atau mesin aerator mati satu hari saja, matilah dia. Wolffia tidak semanja tumbuhan ber-sel satu. Tidak manja dan ramah lingkungan.

Ukuran wolffia kurang lebih berdiameter 1 mm. Jumlah panen tergantung dari banyak faktor. Lain ladang lain belalang. Memulia-biakan komoditas apapun hasil akan berbeda karena banyak faktor yang mengiringinya, suhu atau temperatur, managemen media, mutu air, kepiawaian SDM dan variabel lain. Gambaran kasarnya kolam luas 1000m2 akan menghasilkan 400-500kg wolffia basah. Setidak nya panen 2 hari sekali. Dalam 1 bulan akan menghasilkan 1000kg wolffia kering. Jika pakan murah ini mampu menghemat 20% dari total kebutuhan pakan, inilah bonus dari buah ketekunan kita. Nah, data-data ini memungkinkan kita melirik potensi ini.

Mudah budidaya nya :

  • Siapkan kolam 10x10x0,5.
  • Tebar pupuk kandang (kemas dalam karung) tenggelamkan dengan pemberat.
  • Jika lokasi panasnya terlalu tinggi pasang paranet.
  • Sebar merata bibit wolffia.
  • Panenlah (50-75% saja biar berbiak lagi)

Fakta lapangan :

Wolffia arihza bisa dijadikan pakan pengganti cacing sutra dengan pengolahan khusus dan tambahan bahan tertentu. Cacing sutra dikenal identik sebagai mata rantai pakan tingkat tinggi. Wolffia lebih baik dibandingkan dengan tanaman air lainnya seperti azolla, apu-apu, eceng gondok atau lemna minor (kiambang, mata lele atau duckweed).

Sebagian pemain pendederan gurame di Pringsewu sudah familiar dengan makhluk halus yang hidup dipermukaan air nan cantik ini. Wolffia adalah pakan alternatif pada ayam broiler, bebek, puyuh dan semua biota aquaculture.

Diboyolali kolam pendederan nila seluas 1 HA bisa dilayani wolffia pada kolam seluas 1.500 M2. Nila ukuran 2-3 dan dibesarkan hingga ukuran 8-9 memangkas biaya pakan hingga 95%. Artinya 5% pakan komersil yang diberikan pada benih nila hanya untuk asupan enzim yang dibibis kepakan, enzim bertugas menyempurnakan mutu nutrisi pakan.

Tak merasa terlambat, penulis dan kawan-kawan saat ini di Lumajang sedang ber-wolffia ria dengan harapan disegmen pendederan lele dan nila tak lagi bergantung dengan cacing sutra yang langka dan pakan pabrik yang memberatkan kantong. Target biaya pakan 5% ditingkat pendederan insya Allah tercapai. Semua ini berkat informasi Ir. Syammaun Usman temanku dari Medan ini.

Judul coretan diatas , Wolffia, Tanaman Dari Surga Untuk Peternak, benarlah adanya, tidak lebai juga.

Inspirasi terciptanya content ini datang dari sahabat dan guru saya Ir. Syammaun Usman, 74 tahun. benih dan foto-foto wolffia milik beliau dikirim dari Medan ke Jember. Dosen Pertanian Usu Medan. Beliau adalah akademisi, praktisi agrobisnis, powerfull dan memiliki sense of social yang tinggi, dosen yang disukai, The preffered conection.

Pakar lain dari Sumatra Utara adalah Ir. H. Darianto Msc, 52 tahun. dosen Fakultas Teknik Mesin Universitas Medan Area. mereka sudah saya pertemukan. Semoga ke-2 sahabat saya ini sukses menjadi tandem agrokultur, makin meneguhkan bahwa Sumatra Utara adalah barometer scientific agriculture se-Sumatra.

Kolam wolffia                                     Olahan wolffia

wolffia1 wolfia2

Ir. Darianto dan Gubsu                      Ir. Syammaun Usman

darianto-gubsu   samaun

I truly wanted to jot down a message in order to express gratitude for the fabulous information from you. My investigation has at the end of the day been compensated with high-quality insight to talk about. I ‘d claim that most of us readers are really blessed to exist in a perfect community with so many marvellous individuals with valuable concepts. I feel very glad and look forward to some more fabulous times writing here. Thanks again for a lot of things.

New contents >

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Fungsi Chlorella Pada Budidaya Ikan

Chlorella : Alga Hijau Yang Fenomenal

Asam fitat, Penjahat Pencuri nutrisi Pakan

Video Tutorial Budidaya Lele Media Cempolong

Wolffia, Tanaman Surga Untuk Peternak

1 comment

  1. gamefly

    Hello Dear, are you truly visiting this web page daily, if so after that you will
    definitely get nice know-how.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>