«

»

Oct 02

Zeolit Dan Arang Aktif Untuk Perikanan

Zeolit Dan Arang Aktif Untuk Perikanan

Catatan ringan tentang zeolit untuk perikanan

Oleh : Hadi Winarto.

(Dalam naskah ini sengaja kami tulis dalam 4 judul sekaligus agar pembaca lebih cepat menelusurinya)

a-zeolit1

a-zeolit2

a-zeolit-3
Menurut Ensiklopedi, definisi Zeolit adalah : hidrat dari natrium alumunium silikat natrium besi silikat. Awal mula nama Zeolit dipakai untuk segolongan batuan natrium. Zeolit lebih lanjut sampai sekarang atau batu zeolit banyak digunakan untuk pemurnian air (demineralisasi)
Sifat dan manfaat Zeolit terhadap air.

  1. Menetralkan dan meningkatkan kadar Oksigen ( O2)
  2. 2. Menetralkan tingkat Ph air dan merangsang pembiakan plankton lebih cepat.
  3. Mengganti dan menyerap senyawa-senyawa kimia yang beracun yang hidup didalam air seperti N2,NH3 dan CO2
  4. Sebagai controlling terhadap derajat polutan dan amoniak menjadi menurun yang berasal dari kotoran dan sisa pakan yang tidak terserap dengan baik.
  5. Memelihara kualitas dan stabilitas air
  6. Meningkatkan nafsu makan bagi ikan dan serapan terhadap pakan menjadi efektif.
  7. 7. Menurunkan tingkat mortalitas ikan
  8. 8. Kadar/mutu pakan menjadi meningkat kualitasnya.

Aplikasi, fungsi batu zeolit untuk ikan, tanaman dan ikan hias

– Batu menjadi hidup manakala dilakukan direbus dahulu (dipanaskan)

– Bisa difungsikan hingga 6 bulan lalu akan habis masa pakai nya. Agar bisa dipakai ulang direbus hingga bau

amoniak hilang dan batu zeolit hanya bisa direbus atau digunakan ulang sebanyak 3 kali.

– Batu zeolit untuk tumbuh-tumbuhan digunakan sebagai pengganti kapur dolomit pada tanaman lada atau merica. Ternyata zeolit lebih hebat daripada kapur  dolomit.

– Batu zeolit untuk lele sudah banyak digunakan.

– Batu zeolit digemari pada tanaman sistem aquaponic yang dicombine dengan ikan.

– Di Jombang oleh bapak Wildan recharge zeolit dengan cara direndam dengan garam untuk mengeluarkan ion amoniak dan air bekas recharge zeolit dikasih hidrogel dan dibuat pupuk tanaman. Garam yang diberikan langsung kekolam atau aquarium akan menewaskan seisi kolam dan langkah terbaik adalah garam untuk men-treatment batu zeolit. Caranya recharge rendam dengan garam, jemur hingga kering. Ini fungsinya agar amoniak tidak terlempar lagi keair.

– Seorang tetangga memiliki 15 ekor ikan KOI karena listrik mati semua koi ikut-ikutan mati, kadar DO yang drop mendadak selama 4 jam dari aerator biang keladi kematiannya. Kemudian hari pelihara koi lagi, dimulut kucuran air diberi zeolit. Begitu listrik mati 25 ekor koi yang ada hanya 3 ekor yang mati, padahal listrik lebih lama matinya, 6 jam.

Nah, kalo sudah begini, jika anda membuat kolam untuk memelihara ikan jenis apapun dan sudah

memperhatikan variabel-variabel dan syarat beternak yang baik seperti :

  1. Memperoleh benih dari galur yang jelas, bermutu dan teruji.
  2. Air kolam memenuhi syarat syarat Ph, kekeruhan dan kadar oksigen.
  3. Memahami Managemen pakan dengan seksama
  4. Kolam-kolam sudah dilengkapi dengan media penyiponan yang baik agar meminimalisir kandungan amoniak didasar kolam.
  5. Dan ketentuan dan kebutuhan lain agar sukses menjadi peternak ikan.

Arang Aktif Untuk Budidaya Ikan

Arang aktif untuk budidaya ikan atau karbon aktif di Indonesia sudah dimulai diawal tahun 1980an. Biasanya arang aktif menjadi tandemnya batu zeolit dalam aplikasi dalam beternak ikan atau dengan kata lain bahwa dimana ada batu zeolit disitu ada arang aktif.

Fungsi arang aktif atau karbon aktif

Sebagai penjernih air. Arang aktif adalah material yang memiliki banyak pori-pori dan menyerap atau menyedot apa saja yang melaluinya.

Sifat arang aktif

Sifat karbon atau arang adalah sebagai penyerap, menyedot debu air, menyerap bau, menyerap klorin setelah dilakukan koagulasi. Kelemahan karbon aktif tidak bisa direcharge sebagaimana batu zeolit. Arang aktif yang paling banyak diperdagangkan untuk perikanan dan pertanian terbuat dari batok kelapa karena terjangkau, bahan baku melimpah dan murah. Sebenarnya karbon aktif yang lebih baik adalah batubara tapi sayang harganya mahal.

Uji Lapangan.

 Dibeberapa kolam anda lainnya coba diberi batu zeolit secukupnya, dibuat catatan sebagai uji lapangan.

Tentu saja anda harus memberikan perlakuan yang sama terhadap :

Periode yang sama, persiapan kolam, debit air, luas kolam, jumlah tebar, asal benih, pemberian pakan. Pembedanya adalah ada kolam yang diberi batu zeolit dan ada yang tidak diberi untuk mengetahui seberapa perbedaan hasil/panen yang diperoleh.

Tulisan ini dibuat karena tertarik dengan definisi dari ensiklopedi dan melihat kolam-kolam akuarium yang diberi batu zeolit yang penulis kira hanya sebagai hiasan akuarium. Beberapa petenak lele yang pernah membuat kolam lele ditambah media batu zeolit memberikan pemaparan yang tidak/belum memuaskan. M. Abduh, Seorang peternak di Pekanbaru, Riau memberikan jawaban yang menarik “ Zeolit menjadi berfungsi dengan baik jika kolam memakai media penyiponan dengan alasan zeolit juga membutuhkan gerakan air / air bergerak untuk menjalankan tugasnya.

Disamping zeolit dan carbon aktif saat ini sedang banyak diterapkan penggunaan hidroton. Hidroton di Malaysia sudah lazim digunakan disamping zeolit dan carbon aktif. Silahkan para penggiat aquaculture mencoba manfaat dari hidroton.

Air Ideal Untuk Habitat Ikan

Disusun Oleh : Hadi Winarto, Galang dan Firman

Dari sekian pertanyakan agar sukses berbudidaya ikan, ada 12 pertanyakan yang paling sering dilontarkan para peternak atau calon peternak ikan adalah :

Manakah yang terbaik air yang hijau GWS (green water system), air yang merah RWS (red water system) atau bening NWS (natural water system) atau lainnya ? Jawab :
Banyak mahzab dipertanyaan ini, semua memiliki sisi baik dan buruk.

Beternak ikan apakah yang profitable ? Jawab :
Situasional, tergantung luas kolam, kebutuhan ikan konsumsi disuatu daerah, suhu udara dan pangsa pemasaran.

Kolam apakah yang terbaik, terpal, tanah, fiber aquarium, jaring apung atau semen ? Jawab :
Bentuk dan jenis kolam adalah media, dari sisi harga, ketahanan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Bagaimana cara memilih bibit yang baik ? Jawab :
Diperlukan jam terbang tinggi untuk mengetahui dan bisa memilih bibit bermutu atau tidak. Cara menyikapi yang instan adalah minta bimbingan pada ekspertnya atau membeli di breeder yang sudah terkenal dan qualified.

Siapakah yang menampung hasil panen ? Jawab :
Ditiap daerah ada banyak pengepul, tolak jika pengepul berhutang atau janji akan dibayar besok.

Berapa kali pergantian air ? Jawab :
Situasional, tergantung dari mutu air.

Alat-alat apa saja yang dibutuhkan untuk budidaya ikan ? Jawab :
Banyak, misalnya, pompa, selang, aerator, heater, mesin ATM, serok, bak grading, ember, instalasi listrik, instalasi air, bio converter dan lain-lain.

Bagaimana cara meramu pakan dan berapa dosisnya ? Jawab :
Meramu pakan harus disesuaikan dengan ikan yang akan dibudidayakan, kebutuhan nutrisi ikan berbeda.

Bagaimana cara menghitung nutrisi ? Jawab :
Yang musti dihitung secara sederhana adalah jumlah kandungan protein, karbohidrat, serat, lemak dan abu. Ada puluhan jumlah nya namun 5 hal ini harus dIketahui oleh anda.

Misal anda hendak membuat pakan dengan asumsi 100kg. Dan dibawah ini adalah contoh formula dan dosisnya

Tepung ikan 40kg dengan protein murni 40% jadi 40kg x 40% = protein 16%

Dedak 10kg dengan protein murni 11% jadi 10kg x 11% = protein 1,1%

Jagung 10kg dengan protein murni 8% jadi 10kg x 8% = protein 0,8%

Kedele 40kg dengan protein murni 35% jadi 20kg x 35% – protein 14%

Total protein formula ini adalah 31,9%

Rumus menghitung karbohidrat, serat, lemak dan abu sama caranya.

10. Berapa kepadatan tebar ikan A, B, C dan seterusnya ? Jawab :

Kepadatan juga banyak alirannya namun kepadatan harus disesuaikan dengn kondisi wilayah, suhu, infrastruktur, kwalitas air, kwalitas bibit, tinggi air dan penentu utama adalah kadar DO. Beda peternak beda keyakinan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, mulai dari 100 ekor per-m2, 200, 300, 400, 500, 800, 1000, 2000 bahkan ada klaim 2500 sd 3000 ekor.

11. Bagaimana mengatasi penyakit ikan A, B, C dan seterusnya ? Jawab :

Sudah banyak diketahui

Berapa kali pemberian pakan ikan A, B, C dan seterusnya ? Jawab :

Ada yang 2 kali, 3 kali, 4 kali bahkan 5-6 kali, dengan alasan tertentu, jumlah yang diberikan sebanyak 2 hingga 5 % dari biomassa pakan. Dimedan bahkan sudah ada peternak lele yang memberikan makan 1 kali dan menghasilkan FCR 0,6 dengan pakan formula khusus.

12. Sumber air yang ideal untuk ikan A, B C dan seterusnya ? Jawab :

Jawaban yang banyak beredar adalah air yang berwarna hijau karena menghasilkan plankton sebagai pakan alami ikan, sistem ini dikenal dengan GWS atau green water sistem ada pula penganut sistem air berwarna merah, red water sistem atau RWS, sistem NWS atau natural water sistem, sistem bioflok, sistem re-sirkulasi.

Demikian 12 pertanyaan umum terbanyak yang diajukan utamanya dari pemula dan pertanyaan ke-13 sangat jarang ditanyakan bukan saja oleh pemula bahkan yang sudah lama berkubang dikolam tidak terbersit bertanya, pertanyaan pentingnya adalah

Bagaimanakah Air ideal sebagai habitat Ikan itu ?

Sering dalam sebuah kolam kematian massal baik ditingkat benih maupun 1 minggu hingga panen atau ikan ikan terjangkit penyakit dan peternak tidak tahu untuk berbuat apa !!!

Air yang ideal bagi ikan adalah sesuai dengan kondisi ikan seperti terpenuhi pH, kadar oksigen, salinitas, suhu dan jumlah musuh ikan seperti virus, penyakit dan bakteri negatif. Dan fokus tulisan ini adalah bahasan mengenai bakteri yang hidup, berkembang dan berbiak di air.

Bakteri itu apa !!!
Bakteri merupakan jasad renik kecil. Penyakit dari bakteri dapat mematikan ikan. Koloni bakteri mempunyai mempunyai kemampuan memperbanyak diri sangat cepat misalkan bakteri mikroflora yang banyak terdapat pada usus ikan.. Penyakit akibat infeksi bakteri dapat mengakibatkan kematian 100%, tanpa sisa, pada semua ikan air tawar, lele, ikan mas, ikan hias dan ikan gurame. Gejala terserang akibat bakteri beragam antara lain luka, pendarahan pada kulit, mata menonjol, bisul pada tubuh, pendarahan pada pangkal sirip. terdapat pada daging, ginjal, hati, limfa dan mata.

Bakteri

Contoh bakteri patogen bagi ikan adalah:

Bakteri berbentuk bulat (coccus),
Bentuk bulat bergabung dua sel (diplococcus),
Bakteri bentuk bulat bergabung seperti rantai (streptococcus),
Bakteri bulat berkelompok beberapa sel (staphylococcus),
Bakteri berbentuk batang (bacillus),
Bakteri berbentuk koma (vibrio).
Bakteri flexibacter columnaris menyebabkan luka kulit, sirip dan insang. Tindakan pencegahan yaitu dengan perbaikan lingkungan, kualitas air dan penambahan oksigen.
Bakteri aeromonas hydrophila, bakteri ini tumbuh pada air tawar pada kondisi kandungan bahan organik tinggi. Dikenal dengan penyebab penyakit merah yang mematikan. Cara penularan penyakit ini secara horizontal (antar individu-individu dalam satu spesies) atau berbeda spesies dalam suatu populasi dan atau komunitas). Pada umumnya penyakit ini akan timbul pada ikan yang penanganannya kurang sempurna, pakan yang kurang bermutu, gejalanya warna ikan gelap, nafsu makan berkurang, bergerombol di saluran pembuangan, timbul luka, kulit kemerah-merahan. pendarahan terjadi pada organ dalam seperti hati, ginjal, limpa dan gelembung udara.
Bacteri vibrio berbentuk batang bisa lurus maupun bentuk koma, bakteri vibrio merupakan penyakit sekunder (penyakit ini muncul setelah serangan penyakit lainnya misalnya protozoa atau penyakit lainnya.
Bakteri edwardsiela tarda menimbulkan penyakit Edwardsiellosis. Hingga kini bakteri ini menginfeksi semua jenis ikan termasuk salmon, lele, ikan mas, sidat dan nila. Gejalanya: warna ikan pucat, perut kembung, anus berdarah, mata pudar, bintil kecil berwarna putih terdapat pada insang, ginjal, hati dan limfa dan usus. Ikan yang ternfeksi akan menunjukan gejala terjadinya luka pada kulit dan kemudian meluaskan bagian daging. Luka ini sering mengakibatkan pendarahan. Lingkungan buruk mempercepat kematian terserang bakteri ini.
Bakteri streptococcus iniae, bentuk bulat kecil (coccus), menyerupai rantai, punya kemampuan menyerang sel darah merah. Streptococcus merupakan bakteri yang resisten terhadap berbagai antibiotik yang digunakan secara simultan. Streptococcus pada ikan berlangsung secara kronik. Ditemukan di organ otak, ikan yang terinfeksi menunjukkan tingkah laku abnormal dengan gerakan Gejalanya adalah mata bengkak atau menonjol, dropsy atau perut kembung, pendarahan mata, insang dan pangkal ekor, Ikan berenang berputar. Ciri pada organ dalam meliputi kerusakan ginjal, hati, limpa dan usus. Infeksi Streptococcus tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas kecuali kematian tiba-tiba secara massal. Penanganannya yang terinfeksi segera dimusnahkan, air yang sedang terinfeksi bakteri segera dibuang, hindari kepadatan tinggi dan pakan berlebih. Ingat, pakan yang tidak terserap dalam waktu 12 jam akan menjadi amoniak.
Bakteri mycobacterium sp. Menyebabkan penyakit mycobacteriosis . Gejala klinis: Mycobacteriosis merupakan penyakit yang progresif kronik seperti cacar, ikan lemah, pembengkakan pada kulit, mata menonjol (eksophthalmia) dan borok. Ikan akan kehilangan nafsu makan dan lemah. Gejala ini diawali kemudian tumbuh luka pada sirip dan ekor. Pengobatan: ikan yang terinfeksi segera dimusnahkan, buang air 100 %. Pengobatan melakukan penggantian air baru.
Bakteri nocardia sp adalah penyebab penyakit nocardiosis yang menyerang insang dan daging. Ikan yang terinfeksi menunjukkan gejala hilang nafsu makan, ikan kurus, mulut dan perut bengkak, adanya bintik putih pada kulit, insang, daging dan organ dalam.
Bakteri Edwardsiela ictaluri penyebab penyakit Enteric Septicaemia of Catfish (ESC) gejala dari penyakit ini gerakan ikan berenang secara vertikal.
Bakteri Yersinia ruckeri penyebab penyakit Enteric Red Mouth Disease (ERM). Berbentuk batang agak lengkung. Gejala klinis warna merah pada mulut akibat adanya pendarahan pada lapisan subcutan. Gejala lainnya adalah pembengkakan dan erosi pada rahang, kulit jadi kehitaman, pendarahan pada pangkal sirip, mata menonjol dan ikan lemah. Organ dalam meliputi pendarahan pada otot daging, lemak pada usus serta pembengkakakan terjadi pada ginjal dan limfa. Penyakit ini terutama menyerang ikan kecil ukuran panjang sekitar 7.5 cm. Dan diketahui bahwa penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri atau jamur terkait dengan kualitas air karena bakteri akan tumbuh subur pada kualitas air yang buruk. Andai kualitas air bagus, maka tingkat pertumbuhan bakteri akan berkurang. Dan cara menanggulangi penyakit ikan dengan memperbaiki kualitas air. Ikan yang terserang penyakit bakteri atau jamur sebagian besar dapat sembuh sendiri di dalam kolam dengan kualitas air yang sangat bagus, tanpa harus dikarantina. Akan tetapi untuk kasus-kasus tertentu, karantina perlu.
Air Ideal Untuk Habitat Ikan

DO (Disolved Oxygen/Oksigen Terlarut).

DO adalah keyword dalam budidaya ikan. Kandungan DO menentukan jumlah dan jenis plankton, kepadatan tebar, bahan organik, mineral, aktivitas bakteri. Konsentrasi DO dibawah 5 ppm, akan membuat lele menjadi sulit dalam mendapatkan oksigen, sehingga lele akan naik ke permukaan air untuk mendapatkan oksigen. Jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka lele akan mati lemas. Mengatasi DO adalah dengan jalan

Memaksimalisir mesin aerator. Kurangnya aerasi yang diberikan DO menurun.
Memaksimalisir mesin Agroculture Treatment Machine.
Membuat re-sirkulasi kolam (filterring membantu peningkatan DO)
Memberikan kapur, batu zeolit dan arang aktif. Ketiga komponen ini juga berfungsi mengirim mineral kedalam kolam.
Altitude/ tinggi tanah di atas permukaan laut; semakin tinggi tingkat altitude, semakin berkurang kandungan oksigen dalam lapisan atmosphere, maka tekanan oksigen yang dilarutkan akan berkurang dalam air.
Luas permukaan air, mempunyai efek khusus pada luas permukaan di mana terjadi pergantian gas. Gelombang air, efek angin, arus air, dan gelembung angin dapat meningkatkan kandungan oksigen , namun peningkatan mempunyai efek berhubungan dengan luas permukaan air. Semakin besar permukaan air yang ada, semakin mempermudah perubahan kandungan gas pada air.
Jumlah tanaman air yang ada; tanaman air menghasilkan oksigen dalam proses fotosintesa dan mengkonsumsi oksigen dalam proses respirator.
Organisme lainnya yang terkandung, seperti bakteri aerobik di dalam saringan biologi, dan juga sisa sisa pembusukan (sludge) dapat mengurangi tingkat oksigen yang terlarut.
Jumlah ikan yang terlampau padat.
Formalin dapat melepas kandungan oksigen yang terlarut. Malachite green mempunyai efek yang mempengaruhi kemampuan ikan untuk menyerap oksigen yang terlarut dalam air.
engaruhi kandungan DO.
Luas permukaan air, efek pada luas permukaan di mana terjadi pergantian gas. Gelombang air, deru angin, arus air, dan gelembung angin dapat meningkatkan kadar DO, namun peningkatan mempunyai efek berhubungan dengan luas permukaan air. Semakin besar permukaan air yang ada, semakin mempermudah perubahan kandungan gas pada air.
Jumlah tanaman air yang ada; tanaman air menghasilkan oksigen dalam proses fotosintesa dan mengkonsumsi oksigen dalam proses respiratori.
Organisme lainnya yang terkandung, seperti bakteri aerobik di dalam filter biology, sisa pembusukan (sludge) dapat mengurangi tingkat oksigen yang terlarut.
Formalin dapat melepas kandungan oksigen yang terlarut. Malachite green mempunyai efek yang mempengaruhi kemampuan ikan untuk menyerap oksigen yang terlarut dalam air.
DO pada malam hari akan menurun akibat proses fotosintesa dan menjelang matahari terbit akan terjadi kenaikan DO. Kadar DO dinyatakan dalam ukuran ppm (part per million). DO diatas 7 meneybabkan kematian ikan air tawar karena tekanan gas yang berlebihan. DO rendah bisa dilihat jika Ikan lele yang menggerombol di pojok kolam, DO dapat juga dihasilkan dari proses fotosintesis tanaman, kangkung, selada, caisim dapat diandalkan dalam proses foto sintesis pada malam hari, tanaman air akan kembali menggunakan kandungan oksigen yang ada untuk proses respiratory. pengukuran kandungan oksigen yang ada secara periodik. kandungan oksigen yang terlarut pada posisi terendah pada jam 06.-07. Faktor lainnya yang mempunyai efek pada kandungan oksigen dalam air sebagai berikut :
Temperatur atau suhu.
Semakin tinggi suhu air, semakin tinggi pula proses metabolisme dalam tubuh ikan. Sebaliknya jika suhu perairan sangat rendah, maka proses metabolisme akan terhambat dan lele nafsu makannya menurun. Suhu optimal untuk pertumbuhan lele adalah berkisar antara 28 – 33 0C.

Trik untuk menjaga stabilitas suhu :

Perhatikan ketinggian air, disesuaikan dengan kecerahan, DO, suhu dan pH. hingga perubahan suhu air kolam tidak terlalu cepat.
Memberikan sekam pada dasar kolam terpal
Lakukan penambahan atau pengurangan air disesuaikan dengan suhu air kolam.
Penggunaan heater untuk benih lele.

Jika suhu air rendah, maka nafsu makan lele akan berkurang karena proses metabolismenya terhambat, namun jika suhu perairan terlalu tinggi (> 330C), maka proses metabolisme lele akan meningkat dan beban insang untuk membuang hasil ekskresi cair tubuh yang berupa NH3 , akan meningkat. Heater bisa digunakan jika suhu dibawah (< 25 0C)

Total Ammonia Nitrogen(TAN)
Pengukuran TAN bertujuan untuk mengetahui kandungan ammoniak dalam kolam sebagai sisa hasil metabolisme lele, plankton mati, serta sisa pakan yang tidak terurai. Kadar TAN maksimal dalam kolam adalah 2 ppm. Jika nilai TAN tinggi, artinya limbah bahan organik dalam kolam tidak terurai dengan baik dan air kolam harus segera diganti dengan yang baru. Kandungan TAN dan NH3 yang tinggi, ditambah dengan pH dan suhu tinggi, maka amoniak akan menjadi berlipat. Resiko nya adalah lele keracunan amoniak segera ganti air sebanyak 30%. Buang air bawah dan ganti dengan yang baru.

Amoniak bebas(NH3).

Amoniak bebas terbentuk karena proses penguraian bahan organik tidak baik. Pakan yang diberikan mengandung kadar protein yang tinggi. Sisa pakan yang tidak terkonsumsi dan kotoran lele akan menumpuk. Jika protein tersebut tidak terurai dengan baik, maka kandungan amoniak dalam kolam akan tinggi. Kadar amoniak bebas yang distandarkan adalah maksimal 0,01 ppm. Jika lebih dari itu, air kolam harus segera diganti dengan yang baru.

Untuk mengurangi ammonia dalam kolam bisa menggunakan enzimatis dalam mengolah sisa metabolisme lele plankton mati, input bahan organik serta sisa pakan yang tidak terurai menjadi zat yang tidak berbahaya, atau bahkan apabila menggunakan bakteri bacilius akan menghemat pakan.

Alkalinitas
Alkalinitas adalah jumlah basa yang terdapat dalam air. Basa dimaksud adalah karbonat (CO32-), bikarbonat (HCO3–) dan hidroksida (OH–). Alkalinitas kunci penting dalam kualitas air karena mampu dalam menyangga perubahan pH, pengukuran alkalinitas total, diukur pula alkalinitas bikarbonat, yang nilainya distandarkan sama atau sedikit lebih rendah/kecil dari nilai alkalinitas total (³ 70 persen dari nilai alkalinitas total). Standar nilai alkalinitas adalah ³ 80 ppm. Jika air nilai alkalinitas di bawah standar, yang dilakukan adalah aplikasi kapur, bakteri pengurai dan penambahan gas CO2.

Maksimal dari fluktuasi pH adalah 0,5. Jika fluktuasinya di atas itu, lele akan kehabisan energi dalam menyeimbangkan pH tubuh dengan pH lingkungan. Lele stres, pertumbuhan lambat dan mati.

Jenis dan Jumlah plankton
Golongan plankton dibagi yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah jasad renik perairan golongan tumbuh-tumbuhan (nabati), zooplankton masuk dalam golongan hewan (hewani). Jika air didominansi oleh phytoplankton dari golongan chlorophyta, maka warna air akan nampak hijau, kalau didominasi oleh diatomae, warna air akan coklat. Kontribusi phytoplankton adalah pemasok oksigen terbesar (siang), dan penjaga kestabilan biota air. Parameter yang terpenting adalah menjaga stabilisasi air dan membuat jenis plankton yang beragam, perairan hanya didominansi oleh satu jenis plankton jika plankton tersebut terkena gangguan maka air menjadi rusak.

Mutu air

Tidak banyak peternak pemula yang memperhatikan ini. Kualitas air adalah terpenuhinya semua syarat air. Setiap ikan mempunyai syarat air yang berbeda. Sudahkah anda mengetahui atau mengukur kondisi air kolam anda, syarat minimum yang harus diketahui adalah

pH air, kadar Oksigen, salinitas,kecerahan air
Toleransi kandungan bacteri salmonela, vibrio, e-colli dan colliform
Kandungan zat besi, timbal dan mercuri.
Suhu air
Jika mutu air tidak diketahui dengan pasti, kita tidak akan dapat menganalisa dengan akurat jika terjadi kematian ikan, pertumbuhan ikan yang lambat, ikan yang terserang oleh cacar, kembung, terserang jamur aeromonas.

Manajemen Air Pada Kolam Lele

Manajemen air pada dasarnya adalah pengelolaan kualitas air agar selalu berada dalam kondisi optimal yang dibutuhkan dalam budidaya lele. Pengelolaan air sangat penting untuk mengurangi atau mencegah risiko terserang berbagai macam penyakit. Mesin Agroculture Treatment sekarang menjadi idola bagi penggiat agrobisnis diseluruh dunia untuk mensterilkan air, membunuh bakteri patogen dan merubah amoniak menjadi jasad renik sebagai pakan alami ikan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan air :
Warna air dan Kecerahannya

Warna air dipengaruhi oleh kepadatan plankton yang ada pada air, baik itu phytoplankton maupun zooplankton. Kita sebagai pembudidaya lele sebaiknya tahu dan mengikuti perkembangan perubahan warna air dan kecerahannya. Dengan mengetahui perubahan warna air dan tingkat kecerahan maka kita bisa mengantisipasi terjadinya stres dan penyakit pada lele. Apabila warna dan kecerahan sudah di ambang batas optimal maka kita bisa mengurangi 30% air pada kolam dan menggantinya dengan air yang baru dengan kualitas yang lebih baik.

pH air (Potential Hydrogen/Derajat Keasaman).

Dalam budiaya lele, kita menginginkan agar nilai pH air kolam adalah sama atau mendekati sama dengan nilai pH tubuh lele. Hal ini ditujukan agar lele tidak mengalami stres dalam menyesuaikan pH tubuh dengan lingkungannya. Kita harus menjaga pH berkisar antara 7 – 8. PH Netral air adalah 7, berarti dibawah 7 disebut asam dan diatas 7 disebut basa. Jamur dan bakteri akan berkembang biak pada kondisi asam. Lele mempunyai toleransi bisa hidup di kisaran PH 6-9 yang berarti bahwa lele lebih toleran basa dari pada asam, namun kondisi ideal untuk kehidupan lele ada pada PH 7-8. Jika nilai pH air berada di bawah kisaran yang distandarkan, maka kita harus menaikkan nilai pH tersebut dengan cara pemberian kapur. Kapur yang digunakan biasanya adalah kapur dolomit, pH air di luar standar yang ditentukan akan berdampak pada metabolisme lele, nafsu makan turun dll.

Air hujan sangat berpengaruh terhadap perubahan pH , secara alami air hujan bersifat asam dengan PH sekitar 5,6. Limpahan air hujan ke kolam dengan intensitas yang tinggi akan menyebabkan PH air kolam turun dan akan membuat ikan lele stress terutama benih lele mengapung dan mati. Penumpukan dan pembusukan bahan organik dan non-organik yang tidak terurai yang berasal dari sisa pakan akibat overfeeding atau dari bangkai lele yang mati tidak termakan oleh lele yang lain juga bisa mempengaruhi perubahan pH air. Segera ketahui perubahan pH tersebut dan segera ambil tindakan sebelum terlambat.

Ciri air dengan PH asam :
Air berbuih/berbusa
Air bau
Pekat akibat banyaknya material padat yang terlarut Akibat pH asam pada Ikan lele :
Benih ikan mulai menggantung tegak lurus
Ikan malas bergerak
Ikan pucat karena mengeluarkan lendir yang berlebihan
Kadar pH untuk lele

pH 4 : Ikan akan mati
pH 5 : Tidak berkembang biak
pH 6 : Pertumbuhan turun
pH 7,2 – 7,8 : Pertumbuhan ideal
pH 9 : Pertumbuhan turun
pH 10 : Tidak berkembang biak
pH 11 : Ikan akan mati
Jenis dan Jumlah plankton
Dikenal ada dua golongan besar plankton yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah jasad renik perairan yang masuk dalam golongan tumbuh-tumbuhan, sedang zooplankton masuk dalam golongan hewan. Parameter kualitas air ini tercermin dari warna dan kecerahan air kolam. Jika suatu perairan didominansi oleh phytoplankton dari golongan chlorophyta, maka warna air akan nampak hijau, kalau didominansi oleh diatomae, maka warna air akan coklat. Fungsi utama dari phytoplankton dalam perairan adalah pemasok oksigen terbesar (pada siang hari), pakan alami dan penjaga kestabilan ekosistim kolam. Dalam mengelola parameter ini, yang terpenting adalah menjaga stabilitas kualitas air dan bagaimana kita bisa membuat jenis plankton yang beragam, bukan didominansi oleh satu jenis plankton saja. Jika suatu perairan hanya didominansi oleh satu jenis plankton, kekhawatirannya adalah jika plankton tersebut terkena gangguan dan mati massal, maka perairan akan menjadi bening.

Para peternak di negara-negara maju atas dukungan finansial yang cukup dalam memulai usaha terlebih dahulu melakukan penelitian yang mendalam dengan menggunakan beragam alat ukur air yang akurat. Data air diperiksa secara detail mulai dari pH air, salinitas, DO, amoniak, nitrit, nitrat, kandungan jamur, virus dan bakteri yang bersarang. Bakteri salmonela, vibrio dan e-colli dan kandungan timbal, zat besi, merkuri mendapat perhatian paling serius dalam mengelola managemen air. Bacteriologi kit atau alat ukur bakteri dalam air lazim dimiliki oleh para peternak ikan dinegara maju.Bagaimana Indonesia !!!

Berbudidaya di Indonesia sebagian besar masih ditingkat spekulasi, berjibaku atau gambling dan gagal terbanyak karena deru angin surga yang ditiupkan oleh para petualang. Mengandalkan keberuntungan, jika sukses ya terus jika gagal ya sudah. Mengandalkan anugerah Tuhan. Kita tahu, kwalitas air yang prima seperti di kampung lele Boyolali, parung Bogor, Getem Jember, Tulungagung menguntungkan warga didaerah tersebut. Di Margoyoso Pati pakan dengan protein 25% tanpa pemberian suplemen apapun mampu menghasilkan FCR 0,85.

Di Indonesia penggunaan alat ukur masih asing. Dalam 2 tahun terakhir ini mesin pembunuh bakteri dengan nama dagang Agroculture Treatment Machine sudah mulai banyak digunakan Thailand dan Brunei. Tapi di Indonesia masih minim. Sebagian besar diantara kita orientasi dalam berbudidaya masih berkutat bagaimana memperoleh pakan murah dengan alasan cost terbesar ada pada pakan dan digunakanlah metode-metode bagaimana menekan biaya pakan yang terkenal dengan istilah food convertion ratio (FCR) dengan menciptakan produk-produk enzim, hormon dan probiotik, mencari solusi pengganti pakan pabrik yang mahal. perburuan upaya menekan FCR banyak dilakukan. Ini bagus, beberapa mitra pembudidaya sudah ada yang mampu menciptakan enzim hingga FCR bisa ditingkat optimis sebesar 0,6 (Medan, Jember dan Blitar dan beberapa kota lain) ada yang berhasil. Yang gagal tidak sedikit, layu sebelum berkembang.

Air ideal Untuk Habitat Ikan (2)
Dalam puluhan diskusi, seminar, pelatihan dimana-mana baik oleh senior atau junior yang menggeluti budidaya udang, nila, patin, bawal, gabus, lele, gurame, ikan betutu pasti kita akan mendengar atau terjadi dalam tanya jawab maupun wawancara yang kami lakukan, begini bunyinya :Pak, saya sepanjang perjalanan dalam beternak ikan, terus mencari dan mencari bagaimana caranya mengatasi agar bisa membuat pakan murah karena pakan yang dibeli dari pabrik sangat mahal, patutlah memang karena pakan pabrik distribusinya berjenjang sehingga harga dipeternak sudah mahal.Pak, dengan penambahan vitamin dan suplemen dan premix saya berharap mampu meningkatkan kwalitas pakan sehingga di dapat FCR lebih ditekan lagi.

Pak, saya tidak berhenti melakukan inovasi, berbagai pelatihan selalu saya ikuti terutama bagaimana membuat pakan probiotik yang mampu meningkatkan kesehatan dan daya tumbuh ikan.

Pak, berbagai racikan, formulasi dan dosis untuk pakan sudah saya uji coba dan berbagai teknik pembuatan pakan baik dengan sistem fermentasi dan lainnya sudah dan hasilnya … bla … bla … bla …

Demikian yang sering kita dengar dalam tiap perbincangan dimanapun. Tapi sedikit sekali pemerhati yang berbicara panjang lebar tentang mutu air, jarang terjadi seseorang mengupas secara detail bagaimana air sebagai habitat biota makhluk hidup dijadikan standard performance dalam memulai berbudidaya ikan. Air, adalah sebuah kompleksitas, air, disana mampu diurai dalam ribuan halaman karya tulis. Air bisa diurai dari jenis, sifat, bentuk, warna dan lain-lain.

Air ideal Untuk Habitat Ikan (2)

Dibawah ini boosterfish.com mencoba memberi sedikit gambaran bagaimana air media atau habitat biota (kehidupan hewan air) dan faktor-faktornya.

FISIKA
fisika air terbagi dalam 3 karakter yaitu

Suhu air
Suhu air bergantung lagi terhadap faktor lainnya seperti altitude (ketinggian) kadar oksigen, pH, temperatur dan kedalaman air.

Kecerahan air
Kecerahan atau sebutan lainnya adalah transparansi air atau daya tembus sinar surya didalam air. Kecerahan ditentukan jumlah tumbuh plankton.

Kekeruhan air
Kekeruhan air yang tepat (setiap ikan berbeda kebutuhannya) mampu meningkatkan daya tumbuh ikan, menahan intensitas matahari yang ekstrim.

Ke-3 unsur ini yang menentukan budidaya ikan akan optimal atau gagal.
Kimia
ukuran faktor kimia air meliputi seperti oksigen (O2), ion hidrogen (pH), karbon dioksida (CO2), amoniak (NH3), asam sulfida (H2S), nitrogen dalam bentuk nitrit (NO2-N) dll dsb.
Gambar dibawah ini adalah hasil uji laboratorium terhadap kemampuan mesin ATM (agroculture Treatment Machine) terhadap bakteri salmonella, e-colli dan colli form. Dalam uji lab diambil sampel 2 kolam ikan lele. Kolam yang ke-1 tidak ditreatment (perlakuan) dengan mesin ATM dan kolam yang ke-2 dilakuakan treatment dengan mesin ATM. Hasilnya bisa dilihat bagaimana bacteri colliform yang awalnya 460 cpu per 100 ml menjadi 93 cpu, salmonela dan e-colli menjadi negatif. perubahan yang signifikan. disinilah kenapa mutu air tanpa bacteri pathogen membuat ikan lebih tumbuh antara 25%-40% lebih cepat.

Mimpi Indah Peternak Lele

Oleh : Hadi Winarto, Jember 24 Mei 2019

Yunan (bukan nama sebenarnya) anak muda, 32 tahun, desa Panti Jember. Seperti umumnya peternak pemula. Yunan dengan bijak mengambil keputusan untuk memulai beternak lele dengan membuat kolam ukuran 3mx2mx0,8m sebanyak 3 buah dulu. Sedikit dulu, sambil belajar dulu.
Setelah mengunjungi beberapa kolam sahabat dan bertanya kepada yang dianggap ahli, browsing sana sini. Alhasil pada panen perdana diperoleh hasil : Panen 1 kg lele konsumsi ukuran 10 ekor/kg ternyata menghabiskan pakan 1kg. Masih untung tipis.
Karakter Yunan adalah seorang petarung, tidak ada kamus putus asa. Agar profit, pasti ada jalan, fikirnya. Dari hasil penggalian ternyata ada beberapa trik untuk mendapatkan laba lebih besar.
Yunan melihat perilaku peternak disekelilingnya yang berpuluh tahun bisa bersandar dilele.
Jika saya bisa menekan biaya pakan tentulah laba bisa lebih besar. Benang merah ada pada pakan. Hapal sudah apa itu energy termetabolisme, apa itu total digestible nutrient, kadar lysine, leusin dan lain-lain.
Merasa sudah mengerti lantas Yunan beli mesin pelet sederhana, 2 juta rupiah.

Singkat kisah, pada panen kedua dengan pakan buatan sendiri didapat bobot panen 1kg dan menghabiskan pakan 1,3kg. Dalam benak Yunan pasti ada yang salah, pasti formulaku keliru, pasti ada bahan baku yang salah atau nutrisi lain yang belum ditambahkan.. Singkat lagi, panen ketiga angka FCR tetap di 1,3.
Okey, panen ke-4 harus lebih baik lagi.

Ketemu deh formula dan dosis terbaik :

Tepung kulit rajungan 30kg
Azolla 40kg
0nggok 30kg
Bahan penyangganya (buffers) : Enzim, atraktan, asam amino, minyak ikan, dektrose, lysin.

Info dari medsos perhitungan proteinnya :

Tepung kulit rajungan 30kgx50% = 15%
Azolla 50kgx23% = 11,5%
Dedak 20kgx11% = 2,2%. Total protein 28,7%
Kata sebuah artikel oleh proses enzimatis dan fermentasi kadar protein bisa bertengger diangka 33-36%.

Kata mas gugel menghitung HPP nya :

Tepung kulit rajungan 30kgxrp.6000 = 180.000.
Azolla 50kgxrp.800 = 000
Dedak 20kgx3500= 000
Total rp.310.000 atau Rp.3.100 perkilogram
Dihitung biaya buffers, SDM, listrik, penyusutan, karung, enzim, atraktan, minyak ikan, asam amino dll rp.800/kg. Total HPP pembuatan pakan Rp. 3.900/kg, wuih. Gemerincing laba dikelopak mata.

Panen ditunggu, tidak tahu entah kenapa panen kok mundur 1 bulan dan menghabiskan pakan 1,6kg. Bencana apa lagi ini.

Ini kisah fakta bukan fiktif, fenomena ini memang terjadi bukan hanya di seluruh Indonesia saja tapi peternak pemula di Thailand, Malaysia, Pakistan dan belahan dunia lain biasa terjadi sejak puluhan tahun yang lalu.

Singkat koreksi nya gini :

Belum tentu bahan baku seperti tepung ikan sesuai dengan harapan. Tepung kulit rajungan dengan harga rp.6000/kg pasti bermutu rendah, kadar abu hingga 61%.

Azolla, jika anda membeli 50kg azolla basah rp.800/kg, total rp.40.000 dan ketika dikeringkan hanya didapat 4,5kg azolla kering dan sejatinya harga azolla rp.40.000 dibagi 4,5kg diperoleh harga rp.8.888/kg. Ini satu hal. Hal lainnya jika dihitung proteinnya tentu akan menghasilkan nilai protein berbeda. Dan hal lainnya seperti cara pengolahan yang salah atau daya cerna pakan yang rendah, pakan yang terserap jadi daging rendah karena sebagian besar hanya menjadi feses, feses jadi amoniak, amoniak meningkatkan bakteri pathogen, pathogen menurunkan kadar DO dan turbidity dan seterusnya nafsu makan menurun, berbagai penyakit, parasit, virus, jamur datang menghampiri. Jumlah panen dibawah ekspetasi, hiks.

Kadar air luput dari kalkulasi, bobot pakan sebenarnya hanya 54,5kg. Memang seharusnya panen jadi mundur beberapa hari karena Yunan belum mengerti bahwa kadar air faktor penting dalam menyusun nutrisi ransum.

Yunan, seperti ribuan peternak pemula, berbilang panen dari waktu ke waktu penelusurannya masih tetap berkutat dengan pakan. Bagi yang bermodal cukup akan bertahan hingga beberapa periode. Yang modal cekak akan gulter (gulung terpal.) Mesin pelet berpindah tangan kepemulung rongsokan.

Lalu ??? Apa awal pelajarannya ?

Pakan, pakan dan pakan yang menjadi pencarian para petani lele dan pakan dijadikan pangkal bala kegagalan. Sedikit sekali yang berfikir bahwa airlah yang musti didahulukan pembelajarannya. Apakah mikroba dalam air kolam anda sudah hidup subur. Anda tak harus memiliki mikroskop untuk mengetahui seberapa banyak mikroba baik atau mikroba buruk tapi anda bisa mempelajari sumber-sumber mikroba positif yang mudah anda dapatkan disekeliling anda.

Ada ratusan contoh, saya tulis 3 kesaksian. Sebuah peternakan puyuh milik pak Rizal di kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso yang setiap harinya menghasilkan telor puyuh tertinggi perhari 15kg. Setelah dilakukan perlakuan treatment ozonisasi, pemberian enzim dan asam amino pada air minum burung puyuh dan hanya dalam waktu 5 hari panen diperoleh 15kg, hari ke 7 sudah mencapai 22 kg dari populasi 2500 ekor dari rata-rata bobot telor 9 gram per-telur menjadi 13 gram per-telur.

Pak Putu karmawan di Bali menghasilkan 80kg jamur setiap hari, yang sebelumnya hanya 32kg, Pak Putu memberikan enzim pada air untuk menyemprot baglog jamur.

Pak Fauzi di kecamatan Ambulu Jember hanya mengandalkan treatment enzim dan ozon pada air minum ayam, memanen 3500kg daging ayam dengan populasi 1800 ekor ayam broiler, sebelumnya panen 3200kg.

Air minum kambing, sapi, babi, kelinci hendaknya dijadikan perhatian pertama dalam semua aktifitas awal budidaya peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan bahkan air minum untuk manusia. Air adalah diatas segalanya. Pakan boleh buruk tapi air jangan.
Materi pelajaran yang kedua adalah Persiapan kolam. Entah itu pakai sistem apapun. Persiapan kolam adalah proses pematangan air. Pematangan air meliputi : Menumbuhkan mikroba lalu mikroba bertindak melakukan enrichment biota air sebagai pakan alami, sebagai antibiotik, sebagai probiotik dan sebagai zoo-plankton multiply.

Mensterilkan air dengan memberi terlebih dahulu antibiotik, pupuk kolam (pupuk air) agar kolam bebas dari pathogen. Agar pH sesuai dengan obyek ikan yang hendak dibudidayakan. Memenuhi pasokan oksigen, memenuhi syarat turbidity, batas toleransi amoniak, bacteri, disparitas suhu, memperhitungkan tebar padat, tinggi air, managemen kolam dan infrastruktur yang dibutuhkan (aerator, mesin nano, RDF, ozon, bak sortir, central drain, pompa resirkulasi, hidroton, carbon aktif, zeolit, pencahayaan dan banyak lagi).

Hal miris yang sering saya hadapi adalah jika seorang audiens bertanya tentang bagaimana mengolah pakan, saat saya hendak membuat urutan cara budidaya dan saya mulai dengan penjelasan tentang pentingnya air kolam, air minum kelinci, kalkun, domba atau jamur. Sang audiens langsung menyela dan mengklaim bahwa airnya ditempatnya sudah bagus, jernih, bening, dari sumber mata air dari pegunungan bla … bla … bla… dan cenderung ngotot tapi dengan sabar dan senang hati saya menjelaskan betapa berharganya air untuk kehidupan. Tapi yang ngeyel dan faktor pakan tetap yang terpenting dengan alasan bahwa pakan itu menghabiskan 70% dari total biaya produksi.

Ya … biasanya saya hanya menunggu beberapa bulan yang bersangkutan sudah alih profesi diluar usaha agrobisnis. Ya sudahlah. Memang hidup itu menjadi indah karena perbedaan. Kesepakatan logika tidak harus sama.

Rekayasa Bioteknologi

Sebuah komunitas di Jember Jatim membuat statemen menarik, guyon tapi serius, begini :

Selama ini pelet atau pakan pabrik atau pakan alternatif selalu dijadikan pakan utama dan akibatnya biaya disektor pakan mencapai 70% sedangkan enzim, vitamin, jamu atau probiotik hanya dijadikan camilan. Ini harus kita rubah. enzim, vitamin, jamu atau probiotik bisa dijadikan pakan utama dan pakan pelet dibalik menjadi camilan.

Mungkinkah ? Salah satu caranya adalah dengan jalan meningkatkan mutu air. Merekayasa mutu air agar ideal dan maksimum melalui bantuan bioteknologi. Hasilnya sungguh menakjubkan. Mutu air yang baik mampu meningkatkan survival rate dan menekan feed convertion ratio.

Saya dan team boosterfish farm tidak mau ketinggalan. Enam buah kolam kami jadikan ajang trial and error, enam variabel berbeda untuk dicari treatment apa yang akan menghasilkan produksi tertinggi. Dalam waktu bersamaan, uji lapangan inipun kami lakukan pada air minum kambing dan ayam broiler. Insya Allah sesudah lebaran ini (Juni 2019) hasilnya kembali akan kami posting di boosterfish.com ini. Wait and see.

Terimakasih

HOT NEWS

Kami tak menduga, dari 200 Artikel yang kami rilis, ada sebuah naskah yang terbaik dan dianggap paling memberikan pencerahan oleh peternak di seluruh Indonesia bahkan diapresiasi oleh para pengunjung dari Amerika, Australia, negara-negara Asia dan benua Eropa. Jika para pembaca belum membacanya silahkan klik judul ini TRIK MENINGKATKAN KWALITAS NUTRISI PAKAN

PP booster fish

Tautan yang layak dibaca

New contents for you >

Video Tutorial Budidaya Lele Media Cempolong

Membangun Pabrik Pakan Didalam Kolam

Asam fitat, Penjahat Pencuri nutrisi Pakan

Lele : Penyakit, Antibiotik Dan Pencegahannya

dan videonya ada di youtube, klik saja link ini https://youtu.be/674yW0mC65A

Zeolit Dan Arang Aktif Untuk Perikanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>